My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
34 - Pilihan x Berdasarkan x Suara Terbanyak? Part 2



Leorio : Baiklah, kita hitung mundur secara bersamaan ya (menyeringai)


Gon, Kurapika, Leorio dan Killua : (serentak) 1, 2, 3!!



Lucia : (Mereka berempat sekarang sudah turun ke bawah, kalau begitu aku akan memanggil Tonpa-san dulu) *tersenyum*


Gon, Kurapika, dan Killua mendarat dengan sukses ke bawah. Sedangkan Leorio mendarat dengan wajahnya.






Leorio : Aduh!



Mereka berempat saling pandang sesaat.



Lalu saat Gon dan Killua saling pandang, mereka berdua tertawa bersama.



Kurapika bangkit lalu menepuk-nepuk bajunya. Sedangkan Leorio hanya duduk di lantai.


Kurapika : Seperti yang dikatakan Lucia, kita berempat tidak terpisah. Terus apa selanjutnya?


Killua melihat ke arah atas. Gon melihat ke sekeliling lalu berjalan ke sebuah meja bulat panjang ke atas yang terbuat dari batu. Killua, Kurapika dan Leorio mengikuti Gon.


Gon berhenti melangkah, lalu membacakan tulisan yang tertempel di dinding.



Gon : "Kalian berenam harus mengikuti aturan suara terbanyak untuk mencapai garis finish," itu katanya.


Leorio : Berenam?


Kurapika : Itu berarti...


Gon : Lihat ada enam jam tangan!


Gon dan Killua masing-masing mengambil satu jam tangan di atas meja bulat panjang ke atas.


Killua : Ada tombol bulat dan tombol silang.


Kurapika, Leorio dan Gon memasangkan jam tangan ke pergelangan tangan mereka.


Kurapika : Apa mungkin kita tidak bisa melewati ruangan ini, sebelum ada dua orang yang tersisa datang ke sini lagi ya?


Tiba-tiba terdengar suara speaker yang keluar dari ruangan ini. Leorio dan Kurapika tersentak kaget lalu refleks menoleh ke arah sumber suara itu. Terlihat ada sebuah kotak speaker berwarna hitam tergantung di atas dinding.



Lippo : Itu benar!


Leorio : Siapa?!



Lippo : Namaku Lippo. Aku kepala sipir di sini dan juga sebagai penguji ujian di tahap ketiga ini.


Kurapika : Kepala sipir?


Lippo sedang melihat Gon, Killua, Kurapika dan Leorio melalui monitor TV yang ada di ruangannya.



Lippo : Ada banyak rute yang telah dipersiapkan di menara ini.


Lippo mulai menjelaskan peraturan dalam ujian tahap ketiga sambil memainkan keripik di tangannya. Gon, Killua, Kurapika dan Leorio mendengarkan penjelasan Lippo dengan sesakma dan teliti.



Lippo : Kalian harus memilih jalan berdasarkan aturan suara terbanyak. Kerjasama adalah kuncinya... Itu pun jika kalian ingin melewati tahap ujian ini. Ada satu orang saja yang keras kepala, bisa menghancurkan seluruh kelompok. Dan kalian belum bisa memulainya sebelum memiliki keenam anggota secara lengkap. Baiklah, semoga beruntung!


Lippo tiba-tiba mematikan speakernya. Speaker terputus. Leorio bernafas dengan lega.


Leorio : Jadi sekarang bagaimana? Kita memerlukan dua orang lagi. Killua, apa tidak ada cara menghubungi Lucia?! (mulai panik)


Dengan santai menanggapi pertanyaan Leorio.


Killua : Tidak ada. Katanya dia yang akan menghubungiku nanti.


Kurapika : Sepertinya kita harus menunggu...


Gon, Killua, Kurapika dan Leorio melihat ke arah atas.



Gon tiba-tiba menarik nafas dalam-dalam lalu berteriak dengan keras. Kurapika, Leorio dan Killua yang menyadarinya langsung menutup telinga mereka.


Gon : LUCIAAAAAAAAAA!!!


Tidak ada balasan.


Killua : Sepertinya tempat ini ruangan kedap suara.


Gon : Hmm...


Killua : Tenang saja, Gon. Luci pasti lebih tahu dari pada kita.


Kurapika : Benar.


Kurapika mulai duduk bersandar ditembok.


Leorio : Aduh telingaku. Gon lain kali bilang dulu dong kalau mau berteriak! (marah)


Gon : Maaf. Hehehe..


Leorio : Dasar! (menggerutu dengan kesal)


**************************************


Di bagian Lucia.


Lucia berteriak memanggil Tonpa sambil melambai-lambaikan tangannya.


Lucia : Tonpa-san!! (tersenyum)


Tonpa : Ng?


Lucia : Bisa ke sini sebentar? (tersenyum)


Tonpa : (Mencurigakan, kenapa dia tiba-tiba...)


Lucia : Sepertinya kau belum menemukan pintu, kan? Aku menemukan pintu lebih. Mau bergabung denganku?


Tonpa langsung mendatangi Lucia.


Tonpa : Bukannya biasanya kau bersama dengan temanmu itu. Ke mana mereka?


Lucia : Mereka sudah ke bawah.


Tonpa : Wah, mereka menghianatimu ya?


Lucia : Tidak (tersenyum)


Tonpa : (Sebenarnya dia merencanakan apa?)


Lucia : Kau tidak usah curiga dan takut begitu padaku. Aku mengajakmu bergabung dalam timku. Asalkan tidak merugikanmu tidak masalah, kan? (tersenyum)


Tonpa : Baiklah... Kalau kau berbohong, aku akan membunuhmu ya!


Lucia : Tidak masalah (tersenyum)


Tonpa : Terus di mana pintunya?


Lucia : Tunggu sebentar ya. Bisakah kau memberiku waktu satu menit?


Tonpa tidak mencurigai Lucia, karena selama ini dia selalu mengamati setiap para peserta dan dia tahu kalau Lucia mempunyai kekuatan aneh.


Tonpa : (Sepertinya aku bisa memanfaatkan dia dalam ujian kali ini)


*************************************


Di Bagian Lippo.


Lippo membalikkan kursi putarnya lalu bersiul dengan keras sekali untuk memanggil semua narapidana keluar menghadapnya. Para narapidana yang memakai jubah hitam menutupi seluruh wajah berserta tubuh mereka dan tangan mereka semua diborgol berjalan memasuki ruangan, sekarang semua narapidana berdiri tepat dihadapan Lippo. Lippo tersenyum licik.



Lippo : Ujiannya sudah dimulai. Kalian semua bersiaplah di posisi masing-masing.



Semua Narapidana : Baik!


**************************************


Di bagian Gon, Killua, Kurapika dan Leorio.


Leorio : Apa masih lama ya? (menggetuk-ngetuk lantai dengan kakinya)


Kurapika : Kita kan baru menunggu 20 menit.


Gon memainkan skateboardnya Killua, sedangkan Killua memainkan alat pancingnya Gon.



Gon : Killua, apa Lucia masih belum menghubungimu?


Killua : Belum.



Killua : Pikiran.


Leorio : Ha?


Gon menghentikan skateboardnya lalu menjawab pertanyaan Leorio.


Gon : Lucia bisa menggunakan telepati.


Leorio : Eh?! Apa maksudmu?! (terkejut)


Kurapika : Sebenarnya Lucia itu mempunyai berapa banyak kekuatan?


Killua : Hmm, yang kutahu saat ini masih empat. Aku rasa dia mempunyai kekuatan lainnya. Tapi dia tidak suka memamerkan dan menunjukkannya.


Leorio : Empat?!


Gon : Wah, Lucia hebat sekali ya.


Killua : Begitulah (tersenyum)


Tiba-tiba Killua mendengarkan suara Lucia melalui kepalanya.


"Oniichan..."


Killia : Ah, akhirnya dia menghubungiku.


Leorio : Apa katanya? Suruh dia cepat turun, aku sudah bosan menunggunya!


Killua : Ssstt, diam sebentar...


Lucia : "Oniichan? Kau mendengarkanku, kan? Ada berapa jam tangan yang tersisa?"


Killua : "Dua. Luci cepatlah turun"


Lucia tersenyum lega saat mendengar jawaban Killua.


Lucia : "Ok, dalam satu menit aku akan turun bersama Tonpa-san"


Telepati terputus.


Killua : Katanya satu menit lagi dia dan Tonpa-san akan turun.


Leorio : Cih!! Kenapa harus Tonpa sih?


Kurapika : Mungkin Lucia mempunyai rencana.


Kurapika dan Leorio pun bangkit dari tempatnya. Tiba-tiba terlihat pintu dari atas sedikit tergeser. Gon, Killua, Kurapika dan Leorio langsung mendekat dan melihat ke arah atas.




Tonpa turun.




Gon, Killua, Kurapika dan Leorio langsung menatap dengan kecewa, mereka tidak mengharapkan yang pertama kali muncul dihadapan mereka adalah Tonpa.




Tonpa melihat ke arah Gon, Killua, Kurapika dan Leorio dengan kebingungan sambil memegangi kepalanya.



Tonpa : Aduh, aduh...


Gon : Tonpa-san?


Killua : Ck. Kupikir Lucia.


Leorio : Ternyata si pak tua.


Kurapika : Mana Lucia?


Leorio : Benar! Kenapa cuma kau yang turun, hah?!


Tiba-tiba Lucia turun dari atas.


Lucia : Hi! Apa kalian merindukanku? (menyeringai)


Gon : Lucia!! (senang)


Killua : Lamaaaa!! (mengeluh)


Lucia : Jangan salahkan aku dong, salahkan Tonpa-san. Dia susah dibujuk tadi.


Gon, Killua, Kurapika dan Leorio langsung menatap ke arah Tonpa dengan tajam.


Tonpa : Kenapa menatapku begitu?


Lucia : Pfft. Ngomong-ngomong, mana jam tanganku?


Killua : Ini...


Lucia : Terima kasih, oniichan (Syukurlah masih tersisa 71 jam 19 menit)



Lucia dan Tonpa memakai jam tangan mereka. Tiba-tiba pintu batu bergeser ke atas. Mereka berenam melihat ke arah pintu tersebut, dan di balik pintu batu ternyata ada sebuah pintu lainnya yang terbuat dari besi.


Leorio : Akhirnya pintunya terbuka!


Lucia : Jadi, saatnya kita memilih. Sekarang teka-tekinya sudah terpecahkan semuanya kan, Kurapika-san? (tersenyum)


Kurapika : Ternyata begitu. Sekarang aku mengerti. Pintunya baru akan terbuka setelah keenam orang datang dan memakai jam tangannya. Itulah kenapa kamu mengajak Tonpa-san?


Lucia : Benar. Itu yang kumaksud. Hehe..


Mereka berenam mendekati pintu besi itu. Gon mulai membaca tulisan yang tertempel di pintu besi.


Gon : "Pada pintu ini, tekan bulat untuk dibuka atau tekan silang untuk tidak dibuka"


Leorio : Memaksa kita untuk menggunakan aturan suara terbanyak, ya? Jawabannya sudah pasti, kan?


Lucia berbisik ke arah Tonpa.


Lucia : Biar kutebak, Tonpa-san pasti akan pilih silang, kan? (sedang menyindir)


Tonpa : Eh?


Lucia hanya tersenyum. Semua mulai menekan jam tangannya.



Dan hasilnya langsung muncul dengan tanda (O -> 5 dan X -> 1). Pintu besi terbuka ke samping.


Lucia : Sudah kuduga. Hahaha...


Leorio : Haa?! Siapa yang menekan tombol silang?!



Tonpa : Hahaha. Maaf, maaf, itu aku. Aku salah menekan tombol.


Leorio yang emosi langsung menarik baju Tonpa.



Leorio : Jangan bercanda dan main-main di saat begini dong, pak tua! Apa kau buta, hah?!


Tonpa : Ck! Sudah kubilang, itu kecelakaan, kan?


Lucia : Bohong. Dia sengaja (tersenyum licik)


Tonpa : A-apa?! Aku tidak bohong!


Leorio yang mempercayai perkataan Lucia dan mengetahui Tonpa sedang berbohong menjadi semakin murka dan berteriak ke arah Tonpa tanpa henti.


Leorio : Kalau Lucia bilang bohong berarti kau bohong! Katakan kenapa kau bisa salah menekan tombol, hah?!


Tonpa yang tidak senang langsung protes sambil menunjuk ke arah Lucia.


Tonpa : Tunggu! Dia kan tidak punya bukti, kenapa kau bisa lebih mempercayainya?!


Gon mencoba meleraikan mereka.


Gon : Sudahlah, tidak masalah, kan. Lagian pintunya juga sudah terbuka.


Leorio : Tidak bisa begitu! Ini adalah masalah! Gimana kalau kedepannya dia merugikan kita lagi?!


Kurapika : Leorio, tenanglah. Kau lupa dengan saran Lucia? Lagian di sini ada Lucia. Dia tidak akan merugikan kita. Kita tidak boleh membuang-buang waktu.


Killua : Benar-benar, ayo pergi.


Kurapika masuk ke dalam diikuti oleh Gon dan Killua. Lucia melanjutkan perkataan Kurapika dan sambil berjalan masuk ke dalam.


Lucia : Paman, jangan menghabiskan waktu. Di ujian tahap ketiga ini waktu dan kerjasama yang paling penting. Kau anggap saja dia cuma cadangan untuk memenuhi syarat. Terserah dia mau melakukan apa, anggap dia gak ada juga gak apa-apa. Ayo jalan!


Killua : Benar. Meskipun dia terus menekan tombol yang salah pun, kita berlima tinggal tekan saja tombol yang benar.


Tonpa tersenyum meremehkan. Leorio masih enggan melepaskan Tonpa. Akan tetapi, setelah dia berpikir kalau ucapan teman-temannya itu benar dan akhirnya dengan berat hati dan kasar, dia terpaksa melepaskan Tonpa.


Leorio : Aku mengerti.


Tonpa menyeringai puas, tanpa ada rasa malu dan bersalah dia berjalan dengan tegap melewati Leorio yang masih melihatnya dengan jengkel.


Tonpa : Baik, ayo pergi!


-Bersambung-