![My Version, Lucia [Hunter X Hunter]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-version--lucia--hunter-x-hunter-.webp)
Kurapika : Sekarang aku mengerti.
Kurapika dengan sesakma membaca buku catatan yang ditemukan oleh Gon dan Killua. Killua, Gon, Leorio dan Hanzo mendengar dengan sesakma.
Kurapika : Kapal ini ditempatkan di pulau sabit ini saat jaman perang hampir berakhir untuk digunakan sebagai benteng. Dan catatan harian ini ditulis oleh komandan pada saat itu.
Hanzo : Lalu apakah di buku itu tertulis mengenai pulau Zebil?
Kurapika membalikkan lembarannya ke halaman berikutnya.
Kurapika : Bentar coba saat lihat. Oh ada! Dan dekat sekali. Dengan perahu kecil, pulau itu bisa dicapai dengan jangka waktu satu hari.
Gon tersenyum senang melihat ke arah Killua.
Hanzo : Bagus! Ayo kita segera bersiap-siap!
Kurapika : Jadi sekarang masalahnya adalah bagaimana caranya kita menggerakkan kapal perang ini supaya bisa pergi ke pulau Zebil?
Tiba-tiba terdengar ada suara laporan lewat speaker yang berasal dari ruangan mesin pengontrol.
Ponzu : Ini Ponzu, terjadi perubahan di radio komunikasi. Sekarang terdengar bunyi gangguan gelombang!
Pokkle : Sepertinya terjadi ketidak stabilan di atmosfir.
Setelah Pokkle mengatakan itu, serentak mereka semua yang berada di ruangan Nahkoda itu langsung melihat ke arah jendela. Seketika langit yang tadinya berwarna merah kejinggaan berubah warna menjadi sangat aneh. Gon dan lainnya langsung berlari ke arah jendela.
Hanzo : Ada apa ini?
Leorio : Apa yang terjadi?
Kurapika : Apa terjadi sesuatu?
Gon : Ini aneh. Burung-burungnya ketakutan.
Burung-burung camar saling berterbangan ketakutan. Ada yang sebagian jatuh ke bawah karena terbentur kaca jendela kapal dengan keras.
Kurapika : I-itu...
Di bagian Geretta.
Geretta berhasil memperbaiki mesin pada perahu boat. Dia menarik tali mesin dan mesin tersebut berhasil hidup kembali. Geretta pun tersenyum senang dan licik.
Kembali di bagian Gon, Kurapika dan lainnya.
Peserta lainnya : Apa yang sedang terjadinya ya? (berbisik-bisik)
Kurapika : Cuacanya... Tiba-tiba berubah sangat dratis!
Leorio : I-ini sangat mengerikan. Apa hal buruk akan terjadi? (merasa khawatir)
Pokkle dan Ponzu sudah berdiri di bagian sisi luar kapal.
Pokkle : Jadi begitu ya...
Tanpa bertanya Ponzu melihat ke arah Pokkle yang sedang melihat ke arah lautan.
Pokkle : Radio komunikasi itu tidak bekerja karena sejak pagi... Tidak tapi mungkin dari sebelumnya telah terjadi perubahan suhu udara. Dan sekarang menjelang senja, posisi matahari berubah, sehingga kondisi udara yang tidak beres itu, kita jadi bisa melihat matahari yang seharusnya tidak bisa dilihat jadi bisa terlihat oleh mata telanjang.
Di dalam ruangan Nahkoda, Gon, Killua, Hanzo, Leorio, Kurapika dan lainnya hanya diam melihat ke arah jendela. Mereka terus memerhatikan lautan dan sibuk dengan pemikiran masing-masing. Tiba-tiba Gon berseru.
Gon : Terdengar lagi!
Killua : Eh?
Gon : Suara itu terdengar dari seberang lautan dan kali ini lebih jelas! Tidak tapi sangat jelas!
Gon menutupi matanya lalu memfokuskan dirinya untuk mendengar suara tersebut.
Gon : Dan suaranya semakin mendekat...
Leorio dan peserta lainnya yang tidak bisa mendengar apa pun hanya bisa kebingungan. Mereka mencoba untuk mendengarkan suara yang dikatakan oleh Gon. Kurapika yang mendengarkan perkataan Gon pun mencoba untuk memfokuskan pendengarannya. Dia menutup matanya.
Leorio : Aku tidak mendengar apapun. Benarkah semua itu Gon?
Killua : Terdengar! Biarpun samar-samar, aku bisa mendengarnya!
Killua melihat ke arah Gon yang masih fokus dan menutup matanya. Fenomena alam berubah total, langit yang tadinya berwarna merah kejinggaan tiba-tiba berubah menjadi gelap dan aneh.
Gon : Di siang hari tadi suaranya jauh lebih kecil tapi ini tiba-tiba menjadi lebih besar. Tapi...
Leorio : Apa itu tandanya badainya sudah semakin mendekat?
Peserta lainnya kembali heboh dan merasa cemas. Mereka saling berbisik satu sama lain. Tiba-tiba terdengar suara Kurapika yang membaca buku catatan kapal. Seketika semua peserta ujian kembali fokus mendengarkan Kurapika dengan sesakma.
Kurapika : Pada tanggal 4 July telah terjadi kekacauan pada gelombang radio karena terjadi perubahan cuaca. Di mulai persiapan untuk meninggalkan tempat ini. Seluruh anggota pasukan meninggalkan benteng ini pagi-pagi untuk mengungsi. Diperkirakan gelombang pertama akan datang besok setelah senja. Sebelum itu...
Leorio : Gelombang pertama? Apa maksudmu?
Hanzo : Bukannya Lucia hanya mengatakan hanya ada satu kali badai besar ya?
Kurapika : Itu adalah fenomena alam yang terjadi sekali dalam sepuluh tahun.
Killua yang teringat dengan Lucia tanpa mengatakan apa pun langsung berlari keluar dari ruangan Nahkoda untuk mencari Lucia.
Gon : Eh? Killua tunggu!
Seketika semua orang pun ikut pergi keluar mengejar Killua dan Gon.
Killua : (Sial! Luci pergi kemana ya?)
Setibanya di dek kapal, terlihat sudah banyak sekali kapal yang sudah berlayar. Ada juga beberapa peserta lainnya yang baru saja selesai mempersiapkan pelengkapan dan bersiap-siap untuk berlayar.
Hanzo : Padahal sudah jelas cuacanya berubah begini tapi mereka tetap berlayar seenaknya tanpa pamit. Dasar sungguh keras kepala!
Leorio : Tiba-tiba langitnya berubah menjadi gelap, padahal kan tadi masih sore.
Geretta meletakan sebuah kotak persediaan makanan berukuran sedang yang tadi dia ambil dari dapur kapal perang ke perahu boat miliknya.
Geretta : Sekarang tinggal mengikuti jejak petunjuk bintang saja (tersenyum licik)
Tiba-tiba air laut meluap sangat tinggi dan ombak besar yang berasal dari angin topan mengguncangkan perahu sekitar.
Geretta : Uwaa! A-apa ini? Kenapa tiba-tiba ombaknya... Eh?
Geretta terkejut melihat tiba-tiba ada angin topan besar yang datang dari arah lautan menuju ke arahnya dan kapal perang tempat Kurapika dan lainnya berada dengan sangat cepat.
Kurapika, Hanzo dan lainnya langsung bergegas berlari ke arah ujung dek kapal bagian bawah dan melihat lurus ke arah angin topan yang sedang datang menerjang dengan cepat itu.
Hanzo : Apa itu?
Tonpa : Itu angin puyuh dan pusaran air laut bergabung menjadi satu.
Kurapika : Perubahan dratis tekanan udara dan gelombang pasang yang tiba-tiba, fenomena alam yang terjadi sepuluh tahun sekali sekarang telah dimulai.
Perahu boat milik peserta ujian lainnya beserta dengan kapal karam semua terseret ke arah angin topan besar.
Gon : Lihat! Kapal itu terseret! Kalau terus begitu, peserta itu akan...
Peserta ujian : Tolongggg!!! Tolong kami!!!
Kurapika dengan cepat langsung menghentikan aksi Gon yang hendak mau melompat ke dalam air untuk menolong para peserta ujian lainnya.
Kurapika : Jangan Gon!
Gon : Tapi...
Kurapika : Sudah terlambat, tidak ada yang bisa dilakukan!
Terdengar banyak suara jeritan dari peserta ujian lainnya yang terseret masuk ke dalam pusaran angin topan besar. Kurapika dan para peserta ujian lainnya yang berada di kapal perang hanya bisa diam menyaksikan para peserta lainnya yang terseret ke dalam angin topan.
Sommy : Untung saja aku berubah pikiran dan memilih tim Kurapika, kalau seandainya tadi aku tergoda dengan penawaran peserta nomor 3 itu pasti sekarang aku juga akan bernasib sama dan ikut terseret masuk ke dalam pusaran angin itu seperti mereka. Eh... Geretta?
Terlihat perahu boat milik Geretta juga ikut terseret ke dalam pusaran angin topan itu. Geretta berusaha keras terus memajukan perahu boatnya ke arah berlawanan supaya tidak sampai terseret masuk ke dalam pusaran angin topan akan tetapi usahanya sia-sia, kekuatan angin topan itu sangatlah besar dan kuat sehingga Geretta terus terseret.
Gon yang melihat Geretta yang terus terseret tanpa sadar langsung melompat ke dalam air. Kurapika yang tidak sempat mencegah Gon pun hanya bisa berteriak dengan keras memanggil nama Gon.
Kurapika : Gon!!
Killua langsung mengejar Gon untuk menghentikannya akan tetapi sudah terlambat karena Gon sudah menyelam masuk ke dalam air.
Killua : Gonnnn!! (berteriak keras)
Air laut meluap sangat tinggi dan masuk ke dalam kapal perang lalu menghantam tubuh Killua. Dengan segera Hanzo langsung menahan tubuh Killua supaya tidak terhanyut masuk ke dalam air.
Kurapika : Permukaan lautnya semakin naik!
Hanzo : SEMUANYA MASUK KE DALAM KAPAL INI CEPATTT!! (berteriak keras)
Hampir semua peserta mendengarkan perintah Hanzo. Mereka langsung berlari masuk ke dalam kapal dan ada sebagian dari mereka naik ke dek kapal bagian atas lantai dua.
Kurapika : Hanzo gunakan sekoci untuk menolong Gon!
Hanzo dan Killua langsung berlari ke arah sekoci. Sedangkan Gon berenang dari bawah dengan cepat sekuat tenaga menuju ke arah perahu boat milik Geretta yang masih terseret.
Sebuah sekoci telah diturunkan, Killua dan Hanzo langsung turun secara bersamaan dan tiba-tiba dua peserta lainnya (Bodoro dan Gozz) ikut turun ke sekoci.
Killua dan Hanzo tersentak dan refleks menoleh ke arah belakang. Tanpa perlu mengeluarkan suara, Bodoro dan Gozz langsung mengambil pengayuh kayu kapal. Killua tersenyum lega. Hanzo mengancungkan jempol.
Gon berhasil mencapai perahu boat Geretta. Dia memegangi perahu boat milik Geretta dan naik ke dalam perahu boat. Geretta tersentak dan kebingungan.
Gon : Tenanglah, aku akan menolongmu!
Geretta : Menolong? Bagaimana caranya?!
Gon melihat ada sebuah sekoci datang ke arah perahu mereka. Lalu tersenyum lega.
Killua : Goonnn!!! (berteriak keras)
Gon mengeluarkan alat pancing miliknya yang tanpa sadar tadi dia bawa dan menaruh di belakang bajunya saat menyelam masuk ke dalam air.
Gon : Dengan ini... (tersenyum)
Gon mengayunkan alat pancingnya sekuat tenaga ke arah Killua. Dengan sekali ayun, Killua langsung berhasil menangkapnya dengan sukses.
Killua : Gon aku dapat!! (berteriak keras)
Dengan cepat Killua langsung dengan erat mengikat ujung alat pancing pada tali yang tersambung di kapal perang. Setelah itu dengan sekuat tenaga, Killua langsung melempar balik alat pancing itu ke arah Gon.
Killua : Goonn tangkap ini!! (berteriak keras)
Gon berhasil menangkap alat pancingnya yang dikembalikan oleh Killua. Semua orang yang berada di kapal perang menunggu aba-aba dari Killua.
Lucia, Hisoka dan Illumi's POV.
Lucia yang sejak tadi siang berada di dek kapal bagian teratas di lantai tiga bersama Hisoka dan Illumi hanya diam dan tersenyum saat melihat Gon menyelam masuk ke dalam air untuk menolong Geretta.
Mereka bertiga sejak awal telah menyadari hal ini akan terjadi pun tetap cuek, tenang dan tidak perduli. Mereka hanya sibuk bermain kartu poker dan saling tidak mau mengalah satu sama lain.
Tanpa melakukan apa pun, sesekali Lucia, Hisoka dan Illumi dari dek kapal bagian atas hanya mengamati para peserta yang heboh dan panik karena cuaca yang berubah dan angin tonpa yang tiba-tiba datang menerjang.
Hisoka : Wah, wah. Yang lainnya bersemangat sekali ya menolong peserta nomor 384 (Geretta) itu.
Lucia : Ya, aku juga bersemangat untuk mengalahkanmu, Hisoka!
Hisoka mengabaikan pernyataan Lucia. Sedangkan Illumi, dia melihat Killua mengejar Gon dan hampir terhanyut oleh air jika Hanzo tidak menahan tubuhnya.
Hisoka : Apa kau tidak ikut membantu mereka? Kau kan satu tim dengan mereka.
Lucia melihat Killua dan Hanzo turun dari sekoci.
Lucia : Tidak. Lihat lah! Tanpa kubantu pun mereka bisa menyelesaikannya dengan sempurna. Oniichan memang hebat! (tersenyum kagum)
Illumi hanya diam mendengarkan percakapan Hisoka dan Lucia. Dia tidak perduli dengan hal itu, dengan tenang dia mengeluarkan sebuah kartu.
Illumi : Sekarang giliranmu, Luci!
Lucia : Ck! Ah, aniki kau curang! Kenapa lagi-lagi kau menggeluarkan kartu itu?! Apa tidak ada kartu lain, hah?! (mengeluh kesal)
Hisoka : Skakmat! (tersenyum licik)
Illumi dan Lucia terkejut tapi ekspresi keduanya masih datar. Lalu tiba-tiba hawa di sekitar berubah menjadi dingin dan gelap, mereka berdua menatap tajam dan menusuk ke arah Hisoka.
Lucia : Hi-hisoka, kau....!
Illumi : Sekali lagi!
Hisoka sambil mengocok kartunya, dia membalas tatapan mata kedua orang tersebut. Tatapan mereka bertiga saling beradu dan menusuk bagaikan adanya sengatan listrik.
Hisoka bagaikan seekor singa, sedangkan Illumi bagaikan seekor macan dan Lucia bagaikan seekor ular kobra. Ketiga hewan buas yang siap menerkam mangsa yang ada dihadapan mereka.
Kembali di bagian Kurapika dan peserta ujian lainnya.
Semua peserta ujian termasuk Kurapika, Leorio, Pokkle saling bekerja sama satu sama lain, mereka sekuat tenaga terus menarik tali.
Tonpa : Ayo tarikkkkk!!!!
Kurapika dan Leorio : Ayo tarik sekuat tenaga!!
Peserta lainnya : Ughhh...
Dan pada akhirnya Gon, dan lainnya selamat dan sekarang semua orang berkumpul dalam keadaan diam di dalam ruangan Nahkoda sambil menunggu angin topan yang terus menerus menerjang sampai berlalu.
Seluruh para peserta ujian tidaklah bersuara. Di dalam kesunyian yang terdengar hanyalah suara angin dan besi yang bergeser, tiba-tiba Hanzo membuka suaranya.
Hanzo : Sepertinya yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menunggu.
Killua merasa gelisah. Gon yang bisa merasakan kegelisahan Killua pun akhirnya bertanya.
Gon : Killua, ada apa?
Killua : Luci, aku tidak bisa menemukannya.
Gon : Tenanglah, kalau Lucia dia pasti baik-baik saja.
Killua : . . . .
Di bagian Lucia, Hisoka dan Illumi.
Lucia memutuskan untuk berhenti bermain kartu dikarenakan kalah terus dari Hisoka. Lucia berdiri di atas dek kapal melihat ke arah lautan.
Lucia : Sialan! Dia pasti curang! (bergumam dengan kesal)
Illumi berdiri tepat di samping Lucia dan melihat lurus ke depan.
Illumi : Badainya tidak sesuai yang kau katakan.
Lucia : Ya karena ini masih gelombang pertama. Badai besar mengerikan yang kumaksud itu adalah badai di gelombang kedua (tersenyum)
Tiba-tiba Hisoka muncul dari arah belakang.
Hisoka : Kapan badai itu datang?
Lucia : Mungkin besok di hari senja. Dan sebelum itu datang...
Lucia menghentikan perkataannya. Dia melihat angin topan perlahan-lahan mulai mereda dan dia memutuskan untuk pergi menemui Killua.
Lucia : Aniki, aku pergi ya. Aku harus mencegah badai gelombang kedua itu datang. Kalian berdua main kartu saja sana! (menyeringai)
Hisoka dan Illumi hanya tersenyum. Setelah itu Lucia langsung melompat turun dari dek atas lantai 3 ke bawah.
Lucia : Baiklah saatnya bekerja (tersenyum)
-bersambung-
☆PLEASE LIKE AND COMMENT☆