My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
05 - Munculnya x Gon, Leorio dan Kurapika



Lucia dan Killua sekarang berada di terowongan bawah tanah dan terlihat sudah sangat banyak peserta ujian yang berkumpul di tempat ini untuk mengikuti ujian Hunter tahun ini. Lucia berdiri santai di sudut tidak jauh dari peserta ujian lainnya. Lucia mengamati semua peserta ujian untuk mencari sosok Illumi dan Hisoka. Sedangkan Killua berjalan mengelilingi area sekitar. Karena begitu banyak orang yang mengikuti ujian, Lucia belum menemukan sosok Illumi dan Hisoka.


Lucia sibuk dalam pikirannya, "Dengan kehadiranku disini, semoga tidak mengubah alur cerita aslinya karena setelah Gon, Leorio dan Kurapika datang, semua peserta ujiannya yang seharusnya menjadi 405 orang. Akan tetapi, karena aku ada di sini, maka pesertanya menjadi 406. Mungkin tidak apa-apa, karena lokasi tempat ujiannya masih sama dan jika aku bisa menemukan Illumi dan Hisoka, kemungkinan besar alur ceritanya akan sama."


*******************************


Di cerita aslinya, Satotz akan muncul tidak lama setelah Gon, Leorio dan Kurapika muncul. Dia akan menjadi penguji bagi para peserta ujian untuk fase pertama di ujian Hunter ini. Dia akan menguji stamina para peserta ujian dengan memimpin peserta ujian pada maraton yang awalnya tidak diketahui panjangnya, mungkin lebih dari 80 km melalui terowongan bawah tanah ini.


Meskipun dia tampaknya hanya menggerakkan kakinya dengan kecepatan berjalan cepat, para peserta ujian dipaksa untuk berlari cepat dan lebih cepat lagi untuk mengikuti kecepatannya. Setelah keluar dari terowongan, Satotz akan memimpin para peserta ujian melalui Milsy Wetlands yaitu sebuah rawa atau tanah yang penuh dengan hewan pemakan manusia yang mematikan, sampai peserta ujian tiba di lokasi fase kedua.


*******************************


Killua kembali di tempat Lucia berdiri dan bersandar disamping Lucia.


Killua : Masih belum dimulai ya. Aku bosan.


Lucia : Aku rasa sebentar lagi akan dimulai kok (tersenyum)


Lucia menangkap sosok yang tidak asing baginya. Lalu merasa lega.


Lucia : Ketemu *tersenyum* (Sekarang aku yakin, ini akan sama seperti cerita aslinya karena Illumi dan Hisoka berada di sini)


Killua : Hm? Apa?


Lucia : Tidak apa-apa (Maaf Killua, aku gak bisa memberitahumu kalau Illumi ada di sini, karena aku gak mau merusak jalan cerita aslinya)


Tiba-tiba sebuah pintu besar yang tidak jauh berada di sebelah kanannya Lucia yang terlihat seperti gerbang terbuka lebar. Gon, Leorio dan Kurapika keluar dari pintu besar tersebut dan berjalan menuju ke tempat berkumpulnya orang-orang yang akan mengikuti ujian Hunter. Terdengar cukup jelas suara langkah kaki yang mendekat membuat semua peserta ujian menoleh ke arah sumber suara itu.


Lucia : (Akhirnya mereka datang!!) *berbinar-binar*


Gon, Leorio dan Kurapika tidak di sambut dengan hangat dan baik. Semua peserta menatap tajam dan dingin ke arah Gon, Leorio dan Kurapika. Terlihat dengan sangat jelas rasa ketidak sukaan dan tatapan bermusuhan mereka atas kehadiran Gon, Leorio dan Kurapika di sini.


Leorio : (berhenti melangkah) Hawa yang sangat asing di bawah sini.


Kurapika menatap tajam ke arah peserta ujian lainnya lalu menanggapi ucapan Leorio.


Kurapika : Benar-benar berbeda dengan peserta ujian Hunter lain yang kita lihat di pelabuhan dan di kota tadi. Semuanya ahli di bidangnya masing-masing...


Gon : Anu...


Gon tersenyum dan bermaksud menyapa, akan tetapi seketika senyumannya hilang dari wajahnya. Dia sedikit bingung karena dia disambut dengan tatapan dingin oleh peserta ujian lainnya. Semua peserta ujian lainnya kembali pada kesibukan masing-masing tanpa memerdulikan sekitarnya.


Gon : Sepertinya semuanya terlihat sangat tegang ya?


Lucia hanya tersenyum melihat Gon yang kebingungan.


Lucia : (Mereka bukan tegang, Gon. Tapi tenang saja, sebentar lagi kita akan menjadi teman. Ngomong-ngomong, di mana Tonpa-san ya? Si penghancur peserta baru. Aku belum melihatnya...)


Tiba-tiba Tonpa muncul dan datang menyapa Gon, Leorio, dan Kurapika.


Tonpa : Aku belum pernah melihat kalian sebelumnya.


Lucia : (Hahaha, Tonpa-san akhirnya muncul!)


Gon, Leorio dan Kurapika melihat ke arah sumber suara yang menyapa mereka. Terlihat Tonpa duduk di atas pipa besar.


Tonpa : Yo! (tersenyum ramah)


Gon : Kau tahu kalau kami ini pemula? (bertanya polos)


Tonpa : Begitu lah (tersenyum licik)


Tonpa turun kebawah dari atas pipa besar yang dia duduki, lalu berjalan mendekati Gon, Leorio dan Kurapika.


Tonpa : Ini adalah ujianku yang ke-34 kalinya (tersenyum lebar)


Leorio dan Gon : (serentak) 34 kali?! (kaget)


Tonpa : Ya, kalian bisa memanggilku seorang veteran peserta ujian (pede dan merasa bangga)


Leorio dan Kurapika saling melirik. Leorio berbisik ke arah Kurapika dengan tatapan illfeel.


Leorio : Itu bukan hal yang seharusnya dibanggakan, kan?


Kurapika : Setuju.


Tonpa : Jika ada pertanyaan, tanyakan saja padaku ya (tersenyum)


Gon : Terima kasih (tersenyum)


Gon : Aku Gon (menyambut uluran tangan Tonpa) Mereka ini Kurapika dan Leorio.


Kurapika dan Leorio mengangguk secara bersamaan seperti mengatakan, "Salam kenal."


Gon : Hei, apa ada orang yang seperti Tonpa-san, yang mengikuti ujian sebanyak itu? (bertanya polos)


Tonpa : Ya, aku yang paling berpengalaman di sini, tapi ada beberapa yang lainnya.


Tonpa mulai menjelaskan dan memperkenalan peserta ujian lainnya yang dia kenal dengan menunjuk ke arah orang yang di maksud.


Tonpa : Seperti yang di sana itu... (menunjuk) Nomor 255, si pengulat, bernama Todo. Dia tidak terkalahkan dalam soal kekuatan. Dan dia lebih pintar dari kelihatannya.


Terlihat Todo sedang menikmati bekal makanannya.


Tonpa : Terus nomor 103, si pawang ular bernama Bourbon. Dia ikut ujian ini agar bisa menahan amarahnya, kalian tidak ingin berakhir di sini karena sisi jahatnya, kan? Lalu... Nomor 191, ahli kungfu, bernama Bodoro. Dia mungkin tua, tapi bela dirinya aku rasa tidak ada yang lebih baik darinya disekitar sini. Lalu, tiga bersaudara, bernama Amori (197), Imori (198) dan Umori (199). Mereka melakukan apapun dengan baik, karena kerjasama tim mereka yang bagus. Dan nomor 384, si pemburu, bernama Gerreta.


Gon, Leorio dan Kurapika mendengar penjelasan Tonpa yang panjang itu dengan teliti dan sesakma.


Tonpa : Dia ahli dalam membunuh segala jenis makhluk dengan menggunakan sumpit dan tongkatnya. Ya, masih ada banyak lagi sih... Tapi, mereka baru mengikuti ujian beberapa kali jadi aku tidak begitu kenal.


Gon : Hee... Begitu ya...


Lucia ikut mendengarkan penjelasan Tonpa, akan tetapi tiba-tiba terdengar suara teriakan. Semua peserta ujian melihat ke arah sumber suara teriakan itu. Terlihat sosok Hisoka yang berdiri sambil tersenyum licik dengan seseorang yang tangannya sudah terpotong akibat tidak sengaja menabrak Hisoka.


Lucia : (Sepertinya Hisoka mulai berulah nih)


Hisoka : Ah, ajaib sekali... Sepertinya tangannya berubah menjadi kelopak-kelopak bunga (tersenyum licik) Tidak ada asap dan cermin disini. Lain kali hati-hati ya. Saat kau menyenggol seseorang, seharusnya kau meminta maaf.


Seketika suasana berubah menjadi tegang. Semua peserta ujian mulai berhati-hati pada sekelilingnya.


Tonpa : Gawat, psikopat itu ternyata tahun ini datang ikut ujian lagi.


Gon : Lagi?


Kurapika : Maksudmu dia ikut ujian tahun lalu?


Tonpa : Nomor 45, si pesulap, bernama Hisoka. Tahun lalu, dia berhasil lolos melewati ujiannya, tapi dia membunuh seorang penguji yang tidak disukainya.


Leorio melompat kaget mendengar penjelasan Tonpa.


Leorio : D-dan mereka mengizinkannya ikut kembali ujian tahun ini?


Tonpa : Tentu saja. Setiap tahun, penguji dan bentuk ujiannya berbeda dan selalu berubah-ubah. Tentu saja pengujilah yang menentukan apa ujian barunya. Jadi iblis seperti dia bisa saja lolos jika penguji meloloskannya. Itulah bagaimana cara kerja dari ujian Hunter. Bagaimanapun, semua peserta yang di sini tidak ada yang menyukainya. Kuperingati, kalian juga sebaiknya menjauh darinya.


Leorio : Memang benar, dia terlihat berbahaya.


Tonpa : Oh, iya!


Gon, Leorio dan Kurapika menoleh ke arah Tonpa. Tonpa tiba-tiba teringat sesuatu lalu meronggoh isi tasnya lalu menggeluarkan 3 buah minuman kaleng yang sudah berisi dengan racun.


Tonpa : Ada sesuatu untuk menandakan perkenalan kita. Ini silakan (memberikan minuman kaleng kepada Gon, Leorio dan Kurapika)


Leorio : Oh, pria ini menakjubkan! (senang) Kebetulan aku sedang haus...


Gon : Terima kasih (tersenyum)


Kurapika : Terima kasih.


Tidak jauh dari tempat berdirinya Tonpa, Gon, Leorio dan Kurapika. Peserta ujian lainnya yang sejak tadi memerhatikan mereka mulai tertawa licik dan saling berbisik-bisik.


Tiga bersaudara : (tertawa licik) Sudah dimulai ya...


Peserta ujian lain 1 : (tertawa licik) Si Tonpa itu, seperti biasa dia selalu bertingkah seperti orang baik, padahal dia yang paling jahat diantara yang lainnya.


Peserta ujian lain 2 : Tonpa, si penghancur peserta baru... (tersenyum licik)


Tonpa : Semoga nasib baik bersama kita! Bersulang!


Tonpa tersenyum licik dan tertawa dalam hati.


Tonpa : (Minuman kaleng yang kuberikan pada kalian sudah kuisi dengan obat pencuci perut yang sangat kuat. Satu teguk saja bisa menderita selama tiga hari, lambung kalian akan melilit seperti jet coaster yang tidak bisa berhenti. Kalian akan butuh popok untuk mengikuti ujian ini) *tertawa licik*


-Bersambung-