My Untouchable Wife

My Untouchable Wife
Episode 8



Satu hari menjelang pernikahan Heswa dan Jati. Semua keluarga dari kedua belah pihak sangat sibuk mengurus acara pernikahan, tak lupa mereka juga mengadakan pengajian di kediaman masing masing untuk rasa syukur. Tak lupa Heswa mengundang kedua sahabatnya ke rumah untuk acara pengajian.


“Selamat ya…, sebentar lagi udah jadi istri..hiks” Tia memeluk sahabat baiknya dengan erat diikuti selvi yang memeluk kedua sahabatnya.


“Padahal aku yang sering gonta ganti pacar, tapi kenapa gak ada yang berani melamar?” Gumam selvi lirih dan membuyarkan suasana yang haru dengan tawa.


“Nanti kita cari calon suami buat kamu!” ledek Tia pada selvi.


“heheheh” mereka tertawa bersama di dalam kamar Heswa.


“Besok jangan lupa datang lo ya!!” Heswa memelas pada kedua sahabatnya.


***


Hari pernikahan pun tiba.


“Saya terima nikah dan kawinnya Maheswari Putri Kusuma dengan mas kawin tersebut TUNAI!!” Suara Jati lantang dan tegas saat mengucapkan ijab qabul didepan penghulu.


“SAH” para saksi berteriak dengan lantangnya.


Heswa mencium tangan Jati dengan gugupnya. Semua orang melihatnya dan Heswa harus melakukannya. Jati tersenyum lembut untuk menenangkan Heswa.


Acara ijab qabul yang diwarnai haru itu berjalan dengan lancar. Semua anggota keluarga menitikan air matanya. Tak ketinggalan kedua sahabat Heswa yang ikut menangis terharu melihat sahabat mereka sudah sah menjadi istri Jati.


Selesai acara ijab qabul Jati dan Heswa menuju ke singgasananya untuk menjadi raja dan ratu sehari. Resepsi sederhana seperti yang diharapkan Heswa di penuhi keluarga Jati. Hanya ada beberapa kolega bisnis, keluarga dan teman teman dekat saja.


Semua tamu menyalami kedua mempelai dan tak lupa berfoto bersama. Mereka juga menikmati menu menu yang telah tersedia. Jati tersenyum bahagia karena telah menikah dan akan naik tahta menjadi CEO di perusahaannya.


yang telah disediakan oleh bu Grace.


 “Heswa, Kamu mandi dulu saja.” Jati meminta Heswa untuk segera membersihkan dirinya.


 “Iya, aku ambil baju ganti dulu!” Heswa bergegas menuju ke kamar mandi.


Hampir satu jam Heswa membersihkan badanya. Ya, dia harus menghapus make up yang menempel di wajahnya. Setelah memakan waktu lama untuk membersihkan kotoran yang menempel Heswa bergegas keluar dari kamar mandi dan mendapati sedang tertidur.


“Mas Jati, bangun!! Mandi dulu!” Heswa berusaha membangunkan suaminya namun tidak berani menyentuhnya.


Tiba tiba smartphone hitam yang tergeletak di nakas berbunyi dengan nyaring. Membuyarkan mimpi indah Jati dan segera menerima panggilan.


“Kamu udah selesai dari tadi?” Tanya Jati setelah menerima telepon.


“Sudah mas, baru selesai” Jawab Heswa gugup.


‘sh*t, Sabar Jati, coba aja udah bisa diajak main.’ Jati bergumam dalam hati saat melihat Heswa selesai mandi.


Heswa memang tidak memiliki kulit seputih artis artis atau model terkenal. Kulitnya lebih ke eksotis idaman para bule, tingginya juga sekitar 165cm dan berat badanya juga hanya sekitar 52 kg. Dengan rambut hitam


lebat. Tapi jati menyukai fisik Heswa seperti itu. Cantiknya Indonesia asli menurut Jati.


“Aku mandi dulu, nanti kita makan malam sama keluarga di restoran hotel!” Jati menelan ludahnya dan bergegas menuju kamar mandi.