My Untouchable Wife

My Untouchable Wife
Episode 5



Pagi pagi sekali bu Sari sudah bergelut dengan peralatan dapur bersama Heswa. Mereka sedang asik memilih resep resep baru untuk menu sarapan.


"ehm.. Nanti siang kita pergi jalan jalan yuk, munpung hari minggu!" pak Hasan mengagetkan bu Sari dan Heswa yang sedang memasak menu sarapan.


"Mau kemana pak?" Heswa mengeryitkan dahinya merasa penasaran.


"kita ke mall aja, sekalian cari bahan bahan kebaya buat nikahnya Heswa!" bu Sari tiba tiba bersemangat untuk pergi. Bu Sari dari dulu memiliki cita cita bisa melihat anak anaknya menikah mengenakan kebaya yang dia buat sendiri.


"OK, nanti selesai sarapan kita siap siap pergi ya? Dara mana?" pak Hasan mendongakkan kepalanya menatap ke lantai 2.


"Ada apa pak? Kangen ya sama aku?" goda dara pada ayahnya.


"hehehe..Kamu ini! Hari ini kita mau jalan jalan ke mall jadi kamu gak boleh pergi sama teman temanmu" Pak hasan merangkul pundak anak bontotnya.


"Asik!!" Dara sangat girang dan memeluk ayahnya itu.


"Tapi gak boleh jajan sembarangan ya?!" Bu sari segera mengeluarkan jurus hemat ala ibu ibu jaman now.


"hehehe.." Heswa dan pak Hasan tertawa bersama sambil menatap wajah Dara yang mulai lesu.


Dara mengerucutkan bibirnya dan duduk di kursi makan karena kesal tak diiinkan jajan di mall. Tapi bukan Dara namanya jika tak memiliki cara merayu sang ayah yang super baik itu.


"Tapi aku boleh beli minuman kekinian ya pak!!" Dara memberikan senyum termanisnya pada ayahnya itu.


"Siap Boss!" Pak Hasan menyudutkan tangannya seperti orang yang sedang hormat kepada inspektur upacara.


"Hehehhe" bu Sari dan Heswa tertawa bersama melihat tingkah kedua makhluk Tuhan paling absurt yang ada dihadapan mereka.


***


Mama : Hari ini kamu pesen cincin nikahnya.**Pesannya d toko perhiasan teman mama saja yang biasa kamu anter mama kesana.**


"Huft" Jati menghembuskan napasnya kasar. Dia segera menghentikan aktifitas olahraganya, dan meneguk gelas berisi air putih yang telah disiapkan asisten rumah tangganya.


Jati: Iyaa ma. Tapi aku tidak tahu ukuran jari Heswa!


Mama: Makanya cari tahu. kamu kan bisa menghubungi Heswa dan tanyakan padanya.


Jati: Aku tidak punya nomornya. boleh minta?


Mama: Mama juga tidak punya. Kamu cari tahu sendiri.


Jati: Baiklah, aku akan minta pada pak Hasan.


Mama: Pulang beli cincin kamu ke rumah mama ya?


Jati: Iya


Jati bergegas mandi dan sarapan. Dia juga meminta asisten rumah tangganya untuk tidak membuatkan makan siang untuknya karena dia akan makan dirumah orang tuanya. Perut Jati sudah terisi penuh dan segera kembali kekamar untuk menghubungi pak Hasan dan meminta kontak Heswa.


***


Tepat pukul 10.00 Pak Hasan dan keluarga meluncur menuju mall. Disisi lain pak Hasan juga sudah janjian dengan Jati untuk bertemu di mall tersebut tanpa sepengetahuan anggota keluarganya.


Jati juga segera menuju garasi dan masuk kedalam mobil dan melesatkannya menuju mall. Jarak tempuh yang dibutuhkan Jati sekitar lima belas sampai dua puluh menit.


Jati tiba lebih dulu di mall dan segara menuju cafe favoritnya untuk menikmati kopi. Lima belas menit sudah Jati menghabiskan waktunya dalam cafe kecil itu. Saat Jati sedang asik dengan ponselnya dan melihat ke sekitar area food court di mall tersebut tampak pak Hasan dan keluarganya sedang mengantri di kedai minuman kekinian.