My Untouchable Wife

My Untouchable Wife
Episode 13



Karena hari sudah siang, Jati memacu mobilnya menuju ke rumah makan Padang. Dengan tergesa gesa Jati masuk ke dalam rumah makan sambil memegang perutnya.


"Laper banget mas?" Heswa mengeryitkan dahinya bingung melihat jati yang buru buru masuk.


"Kebelet!" Jati berjalan cepat menuju toilet.


Heswa mencari tempat duduk di dekat jendela. Terlihat jelas hiruk pikuk jalanan di netranya. Sedang asik melamun tiba tiba ponselnya berbunyi. Heswa bergegas mengusap layar benda kotak dan pipih itu.


Selvi**: Hari senin, kita ke kampus yuk?


Tia**: Iyaa..


Heswa**: Iya, jam berapa?


Selvi**: Jam 9 ya..


Heswa**  : Ok, ketemu di Perpus seperti biasa ya..


Tia**        : Sipp..


Selvi**     : Ok**


"Lagi chatting sama siapa?" Heswa hampir melempar ponselnya ke atas karena terkejut suara Jati yang tiba tiba di dekat telinganya.


"Temen-temenku mas, Tia sama Selvi. Mereka teman baikku." Heswa memperkenalkan kedua sahabatnya itu.


"Permisi pak." Pelayan rumah makan itu membawa tumpukan piring di tangan kirinya dan segera menjajarkan piring piring itu di meja.


"Mas, lusa aku ke kampus. Ada janji sama Tia dan Selvi buat belajar bareng persiapan magang!" Heswa meminta iin ke Jati yang sedang makanan favoritnya.


"Iya, aku antar sekalian aku ke kantor!" Jawab Jati sambil menelan makanannya. "Nanti kita bahas lagi di rumah." Jati melanjutkan makannya.


Selesai makan, mereka bergegas pulang untuk istirahat. Menjelang sore mereka baru sampai rumah.


"Aku rapihin ini dulu ya mas, baru nanti kita makan kue bareng bareng!" Heswa menuju dapur.


"Mandi dulu aja sekalian!" Jati membawakan belanjaan ke dapur.


Selesai mereka beres beres belanjaan dan mandi Heswa menyiapkan kue yang telah mereka beli tadi. Tak lupa cappucino favorit jati juga disiapkan. Mereka menikmati makanan di depan TV.


"Kamu harus belajar bergandengan jadi kalau kita keluar rumah biar gak kaya adik sama kakak!" Jati terkekeh mengingat kejadian tadi siang.


"Iya mas, makasih ya udah mau sabar bantu aku!" Jati terus menggenggam tangan Heswa.


"Wa!" Jati memandang Heswa sambil menarik napasnya dalam.


"Hemm" Heswa mengalihkan pandangannya dari TV.


"Minggu depan kalau mbak lastri udah balik kamu tidur di kamar utama, ya. Aku gak mau kalau sampai dia lapor ke Mama." Jati berusaha merayu istrinya yang manis itu.


"Iya Mas." Heswa menjawab singkat.


Menjelang malam mereka makan malam bersama lalu istirahat di kamar mereka masing masing.


Keesokan harinya, Heswa sudah bangun pagi untuk masak dan merapikan rumahnya. Jati kaget saat bangun pagi dan mendapati istrinya sudah bergelut di dapurnya.


"Selamat pagi istriku sayang!" Jati menyapa Heswa yang sedang masak.


"Selamat pagi juga Mr. Jati!" Heswa membalas sapaan Jati.


"Aku olah raga di halaman dulu ya!" Jati sudah lengkap dengan pakaian olah raganya. Heswa melanjutkan masak soto ayam dan perkedel kentang.


Saat sarapan siap Heswa memanggil Jati. Mereka sarapan bersama sambil membahas kegiatan mereka esok hari. Jati dan Heswa menyelesaikan sarapannya dan bergegas membersihkan rumah bersama sama.


Saat Jati masuk ke kamar untuk istirahat Heswa tiba tiba mengetuk pintunya dan meminta pakaian kotor Jati.


"Mas Jati, mana pakaian kotor kamu?" Heswa berteriak dari balik pintu dengan membawa keranjang pakaian kotornya.


"Memang kamu bisa cuci baju?" Jati membuka pintu kamarnya tiba tiba.


"Ini pekerjaan rumah yang biasa aku kerjakan mas!" Heswa mengambil baju baju kotor dari tangan Jati dan meninggalkan Jati yang msih mematung di depan pintu kamarnya.


'Thanks God, Kau telah menjodohkan aku dengan dia!' Jati menglum senyum dan memandang Heswa yang melenggang meninggalkanya.


Semua pekerjaan selesai. Heswa merenggangkan tubuhnya di sofa sambil nonton film di TV. mendengar ada suara TV, Jati segera menghampiri istrinya. Mereka menghabiskan hari minggu hanya di rumah saja. Esok hari jadwal yang padat sudah menunggu mereka.