
Wahyu berinisiatif untuk membuka percakapan
"Hai lama ya tak berjumpa" Ucap Wahyu
"Ya sudah 4 tahun" Ucap Olive
"Sudah lama apakah masih dengan perasaan yang sama?" Tanya Wahyu
"Entahlah" Jawab Olive
"Hmm , mau kemana sekarang?" Tanya Wahyu
"Terserah deh" Jawab Olive
"Lagu lama , selalu terserah dasar cewek" ucap Wahyu
"Kamu yang ngajak keluar kan? jadi kamu dong yang nentuin tempatnya" Ucap Olive
"Hmm, iya deh tapi kamu gak boleh nolak ya" Ucap Wahyu
Wahyu menyetel lagu romantis agar membuat suasana lebih relax .
"Kok diem aja sih? kenapa?" Tanya Wahyu
"Enggak kenapa kok" Ucap Olive
"Gimana tadi kerjaannya?" Tanya Wahyu
"Ya lumayan , tamunya lagi ramai jadi sedikit lebih banyak kerjaannya" Jawab Olive
"Hotelnya full ya?" Tanya Wahyu
"Ya Full , kamu gimana di sana?" Tanya Olive
"Gimana apanya nih? Hatinya?" Ucap Wahyu menggoda Olive
"Ya kerjaannya lahh" Jawab Olive
"Santai donk sayang jangan ngegas jawabnya"Ucap Wahyu
"Udah santai kok" Ucap Olive lagi.
Wahyu memarkirkan mobilnya dan berkata
"Udah sampai nih , yuk turun"
Olive tak menjawab Wahyu namun berjalan mengekor dibelakang Wahyu .
"Tadi kan kamu bilang terserah jadi aku ajak kamu kesini aja" Ucap Wahyu
"Iya kak" Jawab Olive
"Mau duduk dimana?" Tanya Wahyu lagi
"Itu dibelakang sana aja" Ucap Olive
"Ya begitulah" Ucap Olive
Mereka duduk berhadap-hadapan berharap bisa lebih nyaman untuk mengobrol
"Olive mau pesan apa? jawabannya jangan terserah lagi ya sayang" Ucap Wahyu
"Aku mau ini ya ikan bakar aja sama nasi dan es teh manis" Ucap Olive
"Hmm , klau aku apa ya? klau aku mau pesan ayam bakar aja deh" Ucap Wahyu
"Minumnya? coba aku tebak pasti kamu mau es jeruk seperti biasanya" Ucap Olive sambil tersenyum pada Wahyu
"Ternyata kamu masih ingat ya, aku kira kamu sudah lupa" Ucap Wahyu
"Tak mungkin aku bisa melupakan semuanya dengan mudah" Ucap Olive dan menundukkan kepalanya.
"Apalagi yang bisa kamu ingat tentangku?" Tanya Wahyu penasaran
"Kamu benci wanita yang suka mengeluh , kamu tak suka kangkung, kamu sangat menyukai es jeruk dan kamu sangat gila bola apalagi futsal" Ucap Olive
"Ya semuanya benar ternyata kamu ingat semuanya" Ucap Wahyu
"Lalu apa yang kamu ingat tentangku setelah sekian lama tak bertemu denganku?" Tanya Olive membalikan pertanyaan Wahyu
"Kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku temui , kamu pekerja keras dan sabar walaupun berkali-kali tersakiti kamu masih tetap bertahan" Ucap Wahyu
"Benarkah begitu? lalu kenapa kamu pergi begitu saja dahulu? apa salahku hingga kamu tega meninggalkanku begitu saja?" Tanya Olive sambil dengan mata yang berkaca-kaca menahan air matanya yang hampir jatuh.
"Maaf , Ini semua salahku karna egoku aku pergi dan tak memikirkan perasaanmu" Ucap Wahyu
"Lucu ya , Setelah apa yang pernah kita lewati sebelumnya, Kita masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk bertemu disini Dimeja yang sama dan saling berhadapan" Ucap Olive
"Aku beruntung bisa ada di situasi ini sekarang dengan wanita yang pernah aku tinggalkan dan dia bisa menerima keberadaan ku lagi"Ucap Wahyu
"Ya mungkin bisa dibilang beruntung karena ada banyak Laki-laki diluar sana yang mengajakku berkencan dan aku tak mau" Ucap Olive
"Ya aku tau Cewek secantik dan semandiri kamu siapa sih yang gak mau? , Pasti banyak yang menyukaimu" Ucap Wahyu
"Walaupun begitu sulit untuk nyaman dengan seseorang dan memulai hubungan baru lagi" Ucap Olive
"Ya kamu benar Olive , beradaptasi lagi dengan orang baru sangatlah sulit" Ucap Wahyu
"Oh iya kamu gak punya pacar?" Tanya Olive
"Ada" Jawab Wahyu
"Lalu? kenapa kamu ngajak aku jalan? kamu gak mikirin perasaan pacarmu?" Tanya Olive heran pada Wahyu
"Aku ragu padanya" Ucap Wahyu
"Ragu? Kalau ragu kenapa kamu jadian sama dia? dasar bodoh kamu mempermainkan perasaan orang lain. Apa kamu tau bagaimana rasanya di duakan? Bagaimana perasaannya jika tau pacarnya jalan dengan masa lalunya?" Ucap Reyna dengan nada tegas dan cepat. Cukup membuat Wahyu terdiam sebentar