
'' sesampai di restoran, karin langsung memesan makanan begitupun dengan aurora,, mereka langsung menyantap makanan yang di sajikan oleh pelayan,, tanpa berbicara sedikitpun, mungkin Akibat efek kelaparan,, membuat mereka tidak ingin basa basi.
''huhh... akhirnya kenyang juga. ''kata karin sambil mengusap-usap perutnya yang baru di isi.
''dasar rakus. ''cibir aurora saat melihat makanan yang di pesan oleh karin ludes semua tanpa tertinggal sisanya sedikit pun.
''ihh aku bukan rakus ya cuma..... !!!! kata karin yang langsung di potong oleh aurora.
''cuma banyak makan aja. ''potong aurora yang malah membuat karin cengengesan tidak jelas.
''kak rora, kakak pulang duluan aja ya, soalnya aku ada urusan sebentar. ''kata karin.
''ada urusan apa lu. ??? ''tanya aurora penasaran.
''kepo!! ''Jawab karin sambil memeletkan lidahnya ke arah aurora.
''aurora langsung pergi dari restoran meninggalkan si gadis tomboy karin sendiri,, tidak tahu apa yang ingin di lakukan oleh gadis tomboy itu, yang jelas aurora tidak memedulikan nya karena urusan nya lebih penting dari apapun yaitu mencari alasan kenapa andra tega pergi dari hidupnya dengan alasan yang tidak bisa di Terima oleh akal sehatnya.
''dengan langkah panjang aurora ke luar dari lift,, matanya sibuk memandang benda pipih di tangannya membuat nya tak memperhatikan langkah nya ke depan.
''kamu punya mata ngak???. ''tanya lelaki yang tak sengaja di tabrak oleh aurora ( mereka bicaranya memakai bahasa swiss ya😏)
"maaf saya nggak sengaja. "kata aurora sambil sedikit membungkuk.
"lelaki itu tidak menjawab, dia sedikit memperhatikan muka aurora, aurora yang di perhatikan sedikit takut, aurora tidak berani melihat ke arah lelaki itu, aurora hanya bisa menunduk tanpa tahu harus melakukan apa.
"drttt..... drttt...
"lelaki tersebut langsung mengangkat telepon nya dan berjalan ke arah lift, tanpa mengatakan apapun pada aurora, aurora merasa lega karena lelaki tersebut sudah pergi, aurora menengok ke belakang saat pintu lift sudah tertutup, dia sebenarnya sedikit penasaran siapa lelaki tersebut, kenapa ada di lantai apartemen tempat nya tinggal, soalnya di lantai ini hanya ada dua pintu apartemen yaitu apartemen nya dan andra, dan laki-laki tersebut sudah jelas bukan andra, karena aurora tahu suara andra tidak setegas suara lelaki tadi.
"aurora tidak terlalu memikirkan nya, mungkin saja lelaki tadi temannya andra, atau orang salah alamat, sebelum memasuki apartemen nya aurora sedikit melihat ke arah apartemen andra yang pintunya tertutup rapat, dia sebenarnya sangat ingin menemui andra dan menyelesaikan masalah di antara mereka, namun dia merasa waktunya kurang tepat, karena sudah sangat malam, takut menganggu tidurnya andra nanti, "monolog aurora dalam hati.
"sedangkan di sebelah apartemen nya aurora, tepatnya di apartemen andra, terlihat seorang lelaki lagi duduk termenung di balkon kamarnya, dinginnya angin yang berhembus tak membuat dirinya masuk ke dalam kamar nya, matanya sibuk memandangi bulan yang cahayanya sedikit demi sedikit hilang karena tertutup oleh awan hitam, tubuhnya sedikit menggigil karena angin malam yang semakin kencang menerpa tubuhnya, kakinya melangkah masuk ke dalam kamarnya karena tidak sanggup melawan dinginnya angin, air matanya sedikit menetes, namun dia cepat-cepat menghapus nya, karena dia tidak ingin terlihat cengeng.
"bagaimana aku bisa menjadi suamimu dan melindungimu cing, bahkan diriku saja sendiri tidak bisa aku lindungi, aku berharap kamu bisa mendapatkan seseorang yang bisa melindungimu dengan sepenuh hatinya. "gumam andra, yang terasa tidak ikhlas saat mengeluarkan kata-kata tersebut yang di peruntukkan kepada aurora.
''tak terasa pagi menjelang, menggantikan bulan dengan matahari, yang akan menyinari seluruh dunia dengan cahayanya yang cerah.
''aurora terpaksa bangun dari tidurnya, saat cahaya matahari memaksa masuk ke kamarnya lewat celah-celah gorden yang tertiup oleh angin pagi,,
''hari ini hari libur nya sekolah membuat nya terlihat santai tanpa harus terburu-buru untuk bersiap-siap ke sekolah seperti biasanya.
''kak rora... ''terdengar teriakan dari karin si gadis tomboy yang terlihat baru bangun dari tidurnya.
''ada apaan sih kar, teriak-teriak, ini masih pagi tahu, kakak ngak mau telinga kakak tercemar dengan suara cempreng kamu. ''kata aurora sambil berlalu ke arah dapur dan melewati karin yang sedang berdiri di depan kamar nya.
''kak, aku mau makan nasi goreng ya. ''kata karin sambil membuntuti aurora dari belakang.
''kar kamu mengejek kakak ya, kan kamu tahu kakak ngak bisa masak. ''kata aurora sedikit kesal pada karin.
''he.. he... he.... sorry i forget. ''ujar karin sambil mengoles selai nanas kesukaannya ke atas roti.
''eh kar, kan kamu bilang kamu mau bantu kakak buat ngedapetin kak andra, terus caranya gimana?? ''tanya aurora sambil meminum susu hangat yang baru di buatnya.
''menurut aku ya kak, sekarang adalah waktu yang tepat untuk kakak deketin kak andra!!! ''ujar karin.
''maksudnya gimana??? ''tanya aurora yang bingung dengan pernyataan karin tadi.
''jadi gini kak, sekarang kakak langsung aja ke apartemen kak andra, dan kakak tanya tu, apa alasannya meninggalkan kak rora, kalau dia ngak mau Jawab, kakak terus aja ngedeketin dia, dan kalau dia mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat kak aurora sakit hati, kakak jangan lemah, mungkin saja dia terpaksa mengeluarkan kata-kata itu,, kakak tinggal kasih dia pengertian, mungkin saja dia akan luluh dengan kakak dan mungkin dia juga akan mengatakan penyebab kenapa dia harus meninggalkan kakak, yang jelas kakak harus sabar dan jangan menyerah karena perjalanan kakak masih panjang. ''kata karin panjang kali lebar, dengan raut wajah serius namun terlihat lucu di mata aurora, sebenarnya aurora ingin ketawa saat melihat raut wajah karin namun karena suasananya lagi serius membuat nya tidak jadi ketawa.
''yaudah sana kakak cepat Siap-siap, tunjukkan pesona kakak yang mampu membuat kak andra klepek-klepek Karena pesona yang terpancar dari tubuh kakak. ''kata karin sedikit lebay menurut aurora.
''aurora langsung menuju ke arah kamar nya, untuk bersiap-siap seperti perintah dari si tomboy karin, tidak tahu meskipun usia karin di bawah nya namun IQ karin di atas nya, membuat nya selalu kalah dari karin karena karin lebih pintar dari nya.
...****************...
...----------------...
hy....... hy...... hy.....
" ***para reader kesayangan author, author menyapa kalian lagi nih, bagaimana seru ngak cerita andra dan aurora??
"apakah aurora dapat menaklukkan andra??, dan apakah andra akan mengatakan alasannya kenapa dia meninggalkan aurora??
" nah kalau kalian penasaran tetap ikuti kisah mereka berdua ya.
"jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar ya, biar aku ngak kehilangan jejak kalian 😅***