
'' loh kakak kenapa,kak andra apain Kakak,,?? ''tanya karin saat melihat aurora pulang, dalam keadaan yang terlihat kacau.
''aurora tidak menjawab pertanyaan karin, dia langsung berjalan ke arah karin dan memeluk karin dengan erat sambil menangis dengan suara kencang, yang bukan nya membuat karin mereka kasihan namun malah membuat karin merasa lucu saat melihat aurora menangis seperti anak-anak minta mainan.
''karin menepuk-nepuk bahu aurora dengan lembut, sambil langkah nya menuntut aurora untuk duduk di atas sofa yang ada di ruang tamu,, karin tidak menanyakan perihal kenapa aurora menangis karena dia tahu aurora pasti belum sanggup untuk menceritakan nya.
''aurora masih memeluk karin dengan erat tanpa mengatakan apapun, hanya suara tangisan dan sesenggukan nya lah yang terdengar di apartemen nya, setelah aurora merasa baikan karin langsung pergi ke arah dapur dan membawa segelas air putih untuk aurora minum.
''tak jauh berbeda dari keadaan aurora, andra pun sama seperti aurora, dia menangis meraung-raung karena merasa menyesal sudah memutuskan hubungan nya dengan aurora, saat dia ingin memperbaiki hubungan nya, selalu saja terbesit dalam pikiran nya kalau dia tidak pantas untuk aurora, dia merasa dia bukan lelaki gentle, yang bisa menolong aurora jikala ada bahaya yang mengintainya, dia tidak mau menjadikan dirinya beban bagi aurora, makanya di saat dia berpikir ingin memperbaiki hubungan nya selalu saja keinginan nya tidak tercapai karena terhalang dengan kondisinya yang tidak baik-baik saja.
'' kak aku tahu sekarang, bahwa aku benar-benar mencintai aurora, benar-benar kak, benar-benar, bukan bohongan. ''kata andra yang mampu membuat dafa geleng-geleng kepala saat mendengar nya.
''ngak usah lu bilang gua juga tahu kali, hanya orang bodoh yang nggak tahu kalau lu benar-benar cinta sama dia, buktinya saja lu rela nyakitin diri lu dan ngehilangin ego yang sudah melekat pada lu hanya untuk dia, hanya agar dia tidak merasa malu karena memiliki suami yang lemah, hanya agar dia tidak merasa malu saat tahu suaminya seseorang yang penyakitan, dan itu sudah terbukti kalau lu benar-benar cinta sama dia, benar-benar sayang sama dia, ini sudah jelas terbukti ndra. ''ujar dafa panjang kali lebar yang bukannya menenangkan andra malah semakin memperburuk keadaan andra karena dia merasa benci pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga orang yang di cintainya dengan jiwa dan raganya.
''Tok...tok....tok...
''terdengar ketukan tiga kali, dafa yang sedang menenangkan andra yang masih menangis langsung pergi ke arah pintu dan membuka nya, nampak lah wajah orang yang sangat di rindukan nya, di peluknya dengan erat orang itu, begitupun dengan orang tersebut juga memeluk dafa dengan erat sambil menepuk-nepuk lembut bahu dafa yang sudah di anggap nya seperti putra kandung nya sendiri.
''siapa yang nangis daf???'' tanya pak Arya sambil masuk ke dalam apartemen andra.
''loh jagoan papa kenapa nangis??? ''tanya pak Arya yang terlihat seperti mengejek andra, padahal dia memang bertanya dengan serius karena dia tidak pernah melihat anak kandung nya menangis sampai meraung-raung seperti ini, bahkan saat kecilpun andra tidak pernah menangis seperti ini, karena andra saat kecil lebih tertutup apalagi jika masalah menyangkut mamanya yang sudah meninggal saat melahirkan nya.
''andra melihat ke arah papa nya, dia langsung memeluk papanya dan mengadu tentang hal yang membuat nya hingga menangis seperti ini.
''pa kenapa harus aku pa, kenapa harus aku yang merasakan sakit yang teramat sangat ini pa , sakit yang mampu membuat ku tidak percaya lagi dengan keajaiban, sakit yang harus membuat ku meninggalkan orang yang sangat aku cintai, sakit yang mampu membuat aku menyakiti orang yang aku sayangi, kenapa pa,kenapa harus aku,aku merasa hidupku sudah tidak berguna lagi pa,, aku pasrah dengan takdir pa, aku pasrah ,dan aku harap papa juga bisa menerima nya. ''kata Andra pada papanya, sebelum tubuhnya langsung lemas dan terjatuh karena pingsan, untung saja tubuhnya sempat di topang oleh tuan Arya yang sedang memeluk nya.
''dafa yang melihat andra pingsan langsung membantu menopang tubuh andra dari tuan Arya yang juga terlihat sedang menangis saat melihat keadaan anaknya yang terlihat berputus asa akan hidup yang di jalaninya.
''terlihat dafa sedang menelpon bawahannya untuk datang ke apartemen andra secepatnya dan menyiapkan mobil untuk membawa andra ke rumah sakit yang sudah di rujuk, karena keadaan andra sekarang tidak memungkinkan nya untuk menunda lagi jadwal operasi yang sudah di tentukan pihak rumah sakit saat melihat keadaan andra yang semakin hari semakin melemah, namun dokter yang ingin menangani andra tidak bisa menjamin kalau tingkat keberhasilan nya akan seratus persen, karena dapat di lihat dari kanker yang sudah menggerogoti tubuh andra adalah kanker otak stadium akhir yang tingkat keganasan kanker nya sudah level tertinggi.
''karena hal itulah yang membuat andra tidak mau di operasi, di karenakan dia takut setelah di operasi dia tidak bisa lagi melihat orang yang di cintainya karena dia sudah meninggalkan dunia ini, dia berpikir kalau dia tidak di operasi meskipun tubuhnya terasa sakit namun matanya masih mampu melihat orang yang di cintainya meskipun dalam keadaan tidak baik-baik saja, bahkan sangat tidak baik-baik saja.
''namun hari ini dia merasa senang sekaligus sedih, senang karena bisa melihat dan bertemu secara langsung dengan orang yang di cintainya, dan sedih karena aurora menyetujui untuk berpisah dengan nya, meskipun dari mulutnya keluar kalau dia ingin bercerai dengan aurora, namun dalam lubuk hatinya yang terdalam dia sangat ingin aurora berada di samping nya dan menemaninya di sela-sela kehidupan nya, yang menurutnya tidak akan panjang lagi, namun itu hanyalah hayalan nya semata namun kenyataan nya tidak seperti itu, kenyataan yang sangat pahit.