My Senior Is My Husband

My Senior Is My Husband
aurora kabur



'' tok... tok.... tok.....


''ra.... rora... bukain pintu nya donk,, ini gua andin. ''kata andin sambil mengedor-ngedor pintu kamar aurora.


''gimana nih,, aurora ngak bukain pintunya,, apa terjadi sesuatu ya dengan dia di dalam. ''kata rina dengan nada yang terlihat cemas sekaligus khawatir.


''yah cil, emangnya lu ngak ingat apa kamar aurora kan kedap suara,, makanya suara kita ngak bisa di dengar oleh dia. ''kata andin sambil menepuk dahinya kesal.


''caelah lupa gua,,,, percuma donk tadi kita teriak-teriak, toh si empunya kamar kagak bisa dengar teriakan kita. ''kata rina sambil mengerucutkan bibir nya kesal.


'' loh kalian ngapain di depan kamarnya aurora.??? ''tanya nyonya Valois yang terlihat baru keluar dari dalam lift.


''ini mom kita mau ketemu sama kakak, tapi ngak tahu gimana caranya,, soalnya kan kamar kakak kedap suara,, ''jelas Rendy pada wanita yang telah melahirkan nya.


''ouh iya, mommy tadi kemana?? ''tanya Rendy.


''mommy tadi lagi di ruang baca bersama dedy kamu,, ada hal sedikit yang perlu di perbincangkan. ''kata nyonya Valois, sambil mengambil kunci cadangan kamar aurora yang ada di kantong baju nya.


''nyonya Valois langsung membuka pintu kamar aurora,, kamar aurora terlihat gelap,, hanya cahaya matahari yang sedikit menembus ke dalam kamar itu,, tidak ada suara di dalam nya,, nyonya Valois langsung mencari saklar dan menghidupkan lampu.


''terlihat lah isi kamar yang nampak rapi seperti biasa nya,, tidak seperti kamar seseorang yang sedang patah hati,, yang biasanya akan berantakan,, dan tidak terurus.


''namun ada hal ganjil yang mereka rasakan,, yaitu aurora,,, si pemilik kamar ini tidak terlihat batang hidung nya, kemanakan dia, bahkan mereka sudah mencari ke penjuru isi kamar, namun aurora tetap tidak ada,, nyonya Valois sangat khawatir akan keadaan aurora begitupun dengan Rendy dan yang lain.


''mata andin menangkap sesuatu yang ada di atas meja samping tempat tidur,, keliatan nya seperti kertas yang di lipat dan sengaja di taruh di sana agar terlihat oleh seseorang.


''andin langsung menuju ke arah tempat tidur dan mengambil kertas itu,, dibukanya kertas itu, dan betapa terkejut nya dia saat membaca isi dari dalam kertas itu,, yaitu surat peninggalan aurora sebelum dia kabur dari rumah ini.


...----------------...


flashback on


''hari ini aku sangat senang karena aku dan kak andra akan bermain ke pantai,, dia sekarang sangat perhatian padaku, ya walaupun sikap dinginnya tetap ada dalam dirinya, namun aku tetap sangat senang.


''namun aku tidak tahu apa yang terjadi dengan perasaan ku,, aku seakan merasakan, sesuatu yang buruk akan terjadi, namun aku tepis perasaan itu, mungkin ini hanya perasaan ku saja.


''kesenangan ku hari ini melebihi apapun,, aku merasa sangat di cintai oleh suamiku,, dia sekarang sangat sering memanggilku kucing,, namun aku tidak marah malah aku sangat bahagia, karena kak andra sudah ada panggilan khusus untukku.


''bahkan aku tidak menduga kalau kak andra akan mencium ku di tepi pantai dengan suasana yang romantis,, dan ini adalah ciuman pertama kami,, bertambah pula kesenangan ku hari ini,, bahkan aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagianya aku hari ini.


''namun hal yang tak ku sangka pun terjadi,, tidak tahu apa penyebab nya,, kata-kata nya yang sangat tajam menusuk ke ulu hatiku,, sakit tapi tak berdarah,, begitulah yang kurasakan saat ini.


''dia pergi meninggalkan ku dan aku mengejarnya seperti orang gila,, aku berharap ini mimpi,, namun dengan teganya dia mengatakan kalau ini nyata,, aku seakan tidak percaya apa yang telah terjadi,, baru saja aku berpikir bahwa kita sudah saling mencintai, namun apa yang aku pikirkan adalah salah,, aku memang mencintai nya,, bahkan sangat mencintai nya,, tetapi dia tidak, dia hanya menganggap ku beban.


''aku menangis meraung-raung memanggil namanya,, dan berharap dia mengatakan kalau ini hanya prank,, namun Lagi-lagi apa yang aku inginkan tidak terjadi,, aku berlari ke arah nya dalam keadaan yang sangat memilukan, aku melihat tubuhnya di papah seseorang,, dia seakan ingin menghampiri ku saat itu,, namun di tahan oleh seseorang yang memapahnya tadi,, aku hampir bisa mengais tangannya,, namun tubuh ku yang sudah lemas tidak bisa berpijak lagi,, aku pun terjatuh ke tanah,, namun aku bisa mendengar kalau orang yang kucintai memanggil-manggil namaku,, dan aku merasakan tubuhku di pangku oleh nya,, iya aku tahu kalau yang memangku ku adalah suamiku karena aku sangat hapal dengan bau tubuhnya yang sangat khas di hidungku,, bau maskulin yang bisa menenangkan ku,, mataku ingin kubuka namun sangat sulit untuk kubuka,, aku mendengar apa yang suamiku katakan,, apa alasannya, kenapa dia meninggalkan ku,, kalau dia tidak rela meninggalkan ku, kenapa tidak tinggal saja di samping ku,, kepala ku terasa semakin pusing dan aku tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan suamiku selanjutnya.


''aku terbangun dari pingsan ku,, aku berpikir semua yang terjadi hanya lah mimpi,, namun Lagi-lagi aku salah, semuanya benar terjadi, ketika mommy mengumpat andra dengan kesal,, saat itulah aku baru tahu bahwa semuanya nyata,, dan saat ini aku telah kehilangan kak andra dia sudah pergi, namun kata-kata terakhirnya seakan menyimpan misteri, pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kak andra.


''setelah mommy meninggalkan ku sendiri, aku langsung mengemas baju-baju ku ke dalam koper,, ku ambil satu kaos kak andra dan ku masukkan ke dalam koperku,, untuk mengobati kerinduanku padanya setidaknya bau tubuhnya masih bisa ku cium lewat baju itu.


''aku mengambil kertas dan pulpen, ku tulis di atasnya bahwa aku pergi dan ingin sendiri, aku mengatakan agar mereka tidak usah khawatir,, aku Baik-baik saja,, cuma hanya butuh waktu saja. aku tidak mengatakan pada mereka kalau aku berencana mencari kak andra,, kalau mereka tahu pasti mereka akan marah besar apalagi Rendy,, ahhh iya Rendy,, apa karena dia ya yang membuat kak andra meninggalkan ku,, soalnya sebelum kak andra bertemu dengan dia di rumah,, hubungan kami baik-baik saja,, namun setelah itu.....


ahh sudah lah, tidak mungkin Rendy yang menyuruh kak andra untuk meninggalkan ku,, karena aku tahu Rendy sangat tidak ingin melihat aku tersakiti,, hampir saja aku berpikiran yang enggak-enggak terhadap adik kesayangan ku itu.


''setelah menaruh surat itu di atas meja di samping tempat tidur,,tak lupa aku mematikan lampu kamar dan menggunci pintu kamar, setelah itu aku langsung keluar menggunakan lift,, sampai di lantai satu aku tidak melihat siapapun,, bahkan para bibik yang biasanya lalu lalang pun tidak terlihat,, mungkin mereka lagi sibuk di dapur,, dan ini kesempatan ku untuk keluar,, namun aku keluar lewat belakang, karena aku tahu jam segini satpam sudah standby di tempat biasanya bekerja yaitu di depan gerbang.


''aku sangat bersyukur karena tidak ada seorangpun di halaman belakang, hingga bisa memudahkan ku untuk kabur,, aku berharap aku bisa menemukan kak andra dan tahu apa alasan dia ingin berpisah dengan ku,, karena aku tahu kak andra tidak mungkin tega menyakiti ku.


flashback off.