My Senior Is My Husband

My Senior Is My Husband
gua ngak janji



''sekarang aurora dan andra sedang dalam perjalanan pulang,,, dalam perjalanan pulang aurora dan andra hanya saling diam dengan pikiran mereka masing-masing.


''udah pulang kak,, !! gimana seru ngak pergi jalan-jalan dengan suami tercinta.????'' tanya Rendy dengan muka tidak bersahabat saat menatap andra.


''bisa di bilang hubungan Rendy dan andra tidak terlalu baik bahkan bisa di bilang tidak baik,,, berbeda dengan sebelumnya rendy sangat menyukai andra,,, sekarang bahkan saat melihat muka andra aja, rendy seakan ingin meremukkan langsung muka itu.


''rendy masih tidak terima dengan perbuatan andra pada kakaknya saat itu,,, dia masih menyimpan dendam pada andra, karena sudah membuat kakak tercintanya menangis,,, memang kakaknya bisa di bodohin oleh andra,, tetapi tidak dirinya, dia tidak akan semudah itu di tipu oleh andra,, hanya dengan kata-kata manis yang keluar dari bibir nya. makanya Rendy sangat geram pada kakaknya karena dengan begitu mudah nya dia memaafkan Andra,, padahal andra sudah membuat nya sakit hati,, namun balik lagi ke awal,, ''kalau cinta itu buta''.


''udah deh ren,, ngak usah ngajak ribut,, kakak Capek nih, mau istirahat. ''kata aurora saat melihat andra dan Rendy saling menatap dengan tajam,, seakan ada kobaran api yang di pancarkan dari mata mereka.


''aurora langsung berlalu pergi dari hadapan dua lelaki yang penuh dengan aura permusuhan yang kental,,, aurora tidak terlalu peduli bagaimana sekarang hubungan Rendy dan andra,, karena menurutnya Rendy tidak akan melakukan sesuatu dengan gegabah,, buktinya Rendy tidak pernah memukul andra meski tangannya sangat gatal ingin memukul andra,, namun Rendy tahu, bahwa lelaki yang bernama andra adalah suami kakak nya,, jadi kalau dia menyakiti andra sama juga dia menyakiti kakak tercintanya.


''gua harap lu terus bahagiain kakak gua!!. ''kata Rendy sambil menatap tajam mata andra,, begitupun andra juga menatap tajam adik ipar sialan nya ini.


''gua ngak janji. ''Jawab andra sambil ingin berlalu dari hadapan Rendy, sebelum papa mertua nya memanggilnya, yang harus membuat nya berhenti melangkah.


''iya ded ada apa??? ''tanya andra saat mendengar mertua nya memanggilnya.


''masuk ke ruang baca sebentar,, dedy mau bilang sesuatu. ''kata tuan Valois sambil melangkah pergi ke ruang baca yang di ikuti oleh andra di belakangnya.


'' hey maksud lu apa tadi!?? ''tanya Rendy yang tak di pedulikan oleh andra.


''duduk ndra. ''kata tuan Valois dengan muka yang terlihat serius.


''ada apa dad???'' tanya andra dengan muka yang terlihat tegang.


''ndra,, kamu serius dengan keputusan kamu,,,tidakkah kamu berpikir dengan keputusan kamu ini malah membuat nya semakin tersakiti. ''kata tuan Valois yang ingin kepastian dari andra.


'' dad ini juga bukan kemauan andra,, tapi ini adalah pilihan yang terbaik untuk aku dan aurora dad,, aku tidak ingin membuat aurora semakin tersakiti kalau aku tetap bertahan di samping nya. ''kata andra dengan muka lesu.


''aku juga tidak ingin begini dad. ''kata andra dengan air mata yang sudah menetes di pipi mulus nya,, andra cepat-cepat menghapus air matanya,, karena dia tidak ingin di anggap lelaki cengeng oleh mertua nya,,, atau bisa di bilang akan jadi mantan mertua nya.


''tuan Valois sudah tahu apa yang terjadi dengan andra,,, karena sebelum andra mengambil keputusan ini dia lebih dulu memberitahu pada mertua nya,,, meskipun mertuanya tidak ingin dia melakukan itu,, tapi apa bisa di kata,, ini juga untuk kebaikan aurora.


''doain aja ya dad,, agar aku bisa menghadapi nya dengan lapang dada. ''kata andra sebelum berpamitan Pada mertuanya.


''andra masuk ke dalam kamar,, pemandangan pertama yang dilihat nya adalah,, aurora yang sedang tidur sambil memeluk chelsea,, boneka kesayangan nya.


''andra memandangi muka aurora,, yang terlihat sangat tenang saat tidur begini,, seakan andra tidak ingin melepaskan matanya dari wajah aurora,,, di kecup pelan bibir aurora,, bibir yang Sore tadi baru di rasanya namun sudah membuat nya candu.


''setelah membersihkan dirinya andra tidur sambil memeluk aurora,,, di cium kening aurora dengan sayang,, di tatap wajah aurora,,, seakan matanya tidak ingin ketinggalan satu inci pun saat melihat pahatan yang indah di depan nya.


''mungkin ini akan menjadi yang terakhir aku bisa memeluk dan menciummu seperti ini cing, ''kata andra sambil tidur tanpa melepaskan pelukan nya dari tubuh aurora.