
''oh pantesan kakak ninggalin aku, ternyata kakak sudah belok ya. ''kata aurora menatap ke arah andra dengan tatapan jijik.
''andra yang merasa di tuduh pun langsung membela diri tidak Terima dengan perkataan aurora yang seakan meragukan kejantanannya.
''eh jangan ngacok kamu ra, aku ini masih normal ya. ''Jawab andra terlihat kesal, dafa yang mendengar tuduhan aurora pada andra pun langsung tertawa dengan kencang tanpa bisa di kontrol.
''aku ngak percaya, buktinya kakak tega ninggalin istri kakak hanya karena laki-laki ini. ''ujar aurora sambil tangan nya menunjuk ke arah dafa yang terlihat sedang menahan ketawanya.
''ra dia itu kakak aku, jadi alasan kenapa aku ninggalin kamu itu ngak ada hubungan nya dengan dia. ''kata andra berusaha menjelaskan pada aurora yang terlihat sedang memojokkan nya dengan berbagai pertanyaan konyolnya.
''wah pintar banget kakak berbohong ya, tapi kebohongan kakak seratus persen ngak aku percaya, kakak pikir aku amnesia apa, aku tahu ya kak kalau kakak itu anak tunggal, sejak kapan kakak punya saudara, terlihat sekali mengada-ngadanya. ''ujar aurora sambil tersenyum sinis ke arah andra yang terlihat gelagapan membalas perkataannya.
''ya ampun ra, emang aku tu anak tunggal, tapi dia itu kakak angkat aku. ''kata andra sambil menunjuk ke arah dafa yang terlihat sedang duduk santai di atas sofa, tidak tahu kapan dafa duduk di sana mungkin saja saat mereka sedang sibuk bertengkar.
''aku ngak percaya itu, sebelum kakak membuktikan kalau kakak memang lelaki sejati, yang patut di uji kejantanannya. ''kata aurora sambil berlalu dari hadapan andra dan duduk di depan dafa yang sedang sibuk dengan majalah yang ada di tangannya.
''dafa melihat ke arah aurora yang sedang duduk di depannya, mata aurora menatap tajam ke arahnya seperti ingin memakannya hidup-hidup saja.
''udah selesai drama nya??? ''tanya dafa yang terlihat ingin mencairkan suasana dengan candaannya namun malah membuat suasana semakin mencekam.
''ouh kamu pikir kami sedang berdrama ya, emang dasar kamu ****** kegatelan, suka banget godain suami orang, sampai-sampai dia rela lepasin aku cuma gara-gara pelakor terong kayak kamu,, aku ngak tahu ya bagaimana kamu bisa mencuci otak suami aku, hingga dia doyan ama terong sekarang. ''kata aurora yang mampu membuat dafa berdiri seketika dari duduknya karena kesal dia di tuduh sebagai pelakor.
''dengar ya cewek gila, gua itu ngak suka sama suami lu, dan gua ini masih normal ya, jadi lu jangan tuduh gua ya nggak-nggak, kalau nggak gua akan tuntut lu atas kasus pencemaran nama baik. ''kata dafa yang terlihat jengkel terhadap aurora.
"maksud lu apa, kapan gua culik suami lu.??? " tanya dafa yang terlihat geram saat melihat aurora yang terlihat santai dengan ancamannya dan malah aurora mengancam balik padanya atas kasus penculikan yang tak pernah di lakukan nya.
"lu masih nanyak kapan lu culik suami gua,, lu nggak ingat apa saat lu datang ke rumah gua dan bawa pergi kak andra dengan cara memaksanya,, lu pikir gua nggak ingat ya, meskipun saat itu gua pingsan tapi sebelum gua pingsan gua lihat lu memaksa kak andra untuk masuk ke dalam mobil, padahal waktu itu kak andra kan mau ngehampiri gua, tapi lu dengan teganya jauhin dia dari gua, dasar brengsek, dasar pelakor sialan, dasar bajingan," kata aurora yang terlihat benar-benar marah pada dafa, dafa dan andra yang melihat kemarahan aurora pun saling berpandangan, soalnya baru kali ini andra melihat aurora semarah itu pada seseorang, andra bergidik ngeri saat melihat muka aurora yang saat marah terlihat mengerikan, kulitnya yang putih memerah, rambutnya yang panjang terlihat acak-acakan, giginya yang putih terlihat di gigit, hingga suara gemelatuk giginya aurora dapat di dengar oleh andra dan dafa, mungkin karena marah dan geram yang membuat aurora menggigit giginya sendiri.
"dafa tidak membela diri atas apa yang di tuduhkan aurora padanya, karena percuma kalau dia membela dirinya aurora tetap tidak akan percaya, dafa hanya diam dan pasrah atas beberapa tuduhan yang aurora layangkan padanya termasuk menjadi pelakor, yang membuat nya seakan hilang martabat sebagai seorang lelaki, karena perkataan aurora yang menuduhnya kalau dia suka sama sesama jenis, benar-benar tuduhan yang mampu membuat nya ingin tenggelam sedalam-dalamnya ke dasar laut karena merasa malu disangka dia suka sama lelaki.
"aurora yang melihat dafa terdiam, langsung berpikir kalau perkataan nya benar adanya, aurora melihat ke arah dafa dengan tatapan jijik, dia merasa jijik saat melihat dafa yang terlihat ganteng dan keren namun sayangnya dia gay, kasian banget sama cewek yang suka padanya kalau mereka tahu dia gay, mereka pasti akan benar-benar merasa jijik karena pernah suka sama dia yang gay. " monolog aurora dalam hati sambil melangkah pergi ke hadapan andra yang terlihat berdiri di ujung sofa sebelah kanannya dafa.
"kak, apakah tubuh kakak ini pernah di sentuh oleh dia, di bagian mana dia pernah menyentuh nya, biar aku bersihkan. " kata aurora yang terlihat sedang sibuk memegang tubuh andra, hingga membuat andra tidak nyaman.
"ra kumohon hentikan kegilaan ini, aku jujur ya sama kamu, sebenarnya aku tu nggak di paksa pergi oleh kak dafa tapi aku sendiri yang ingin pergi dari hidup kamu, karena aku benar-benar nggak cinta sama kamu, dan aku nggak mau kamu berharap lebih dari hubungan kita, makanya aku memutuskan untuk kita mengakhiri hubungan ini, agar nggak ada hati yang semakin tersakiti di kemudian hari, namun cara aku salah karena aku tidak berusaha berbicara Baik-baik dengan kamu, dan malah mengatakan hal yang membuat kamu sakit hati saat malam itu. " kata andra yang terlihat meyakinkan aurora kalau dia benar-benar tidak mencintai aurora.
"dan juga kak dafa itu bukan gay ataupun penculik seperti yang kamu tuduhkan, dia itu kakak angkat aku yang selalu membantu aku ketika aku butuh bantuan nya. " ujar andra lagi.
"aurora tidak menjawab perkataan andra, dia sedikit menoleh dan melihat ke arah dafa saat andra menjelaskan kalau dafa bukan gay atau penyuka sesama jenis seperti yang aurora tuduhkan.
" aurora merasa sedih saat andra mengatakan kalau dia benar-benar ingin mengakhiri hubungan ini, aurora tidak menyangka ternyata cinta nya pada andra bertepuk sebelah tangan, mungkin dia terlalu GR saat itu, ketika andra mencium nya di tepi pantai, dan ternyata itu adalah ciuman selamat tinggal dari andra untuk nya,, benar-benar ironis.
"besok surat perceraian akan kakak Terima dari aku, aku harap kakak tidak menyesal karena telah tega nyakitin hati aku. " kata aurora sambil berlalu pergi dari hadapan andra yang diam terpaku saat mendengar kata cerai yang keluar dari mulut istri kecilnya.
"hehh apa yang kamu harapkan ra, kamu berharap kak andra menahan kamu untuk pergi dan mengatakan kalau dia tidak mau bercerai, haha jangan mimpi. " monolog aurora dalam hati dengan tersenyum sinis sambil menahan tangis nya agar tidak pecah di depan andra dan dafa, aurora berusaha terlihat kuat di depan andra, padahal saat ini dia sangat ingin menangis meraung-raung.