
''nyonya Valois langsung terduduk di tepi kasur, setelah mendengar isi dari surat yang di baca Andin, dia tidak menyangka aurora pergi tanpa mengatakan apapun padanya,, hanya sepucuk surat yang di tinggalkan nya,, pantes aja tadi kata bik yuli saat mengantarkan sarapan ke kamar aurora, katanya saat di ketok pintu kamar ,aurora tidak buka-buka pintunya,
akhirnya buk yuli tidak ngasih sarapan ke aurora, nyonya Valois pikir mungkin aurora masih pengen sendiri,, jadi dia tidak memaksa aurora untuk sarapan, makanya nyonya Valois tidak ngasih kunci cadangan pada bik yuli untuk bisa membuka kamar aurora.
''Rendy juga nggak menyangka kalau kakak kesayangannya akan pergi dari rumah ini dengan alasan ingin menenangkan dirinya,, tidak tahu apa yang di pikirkan kakak nya,, yang jelas sekarang kekhawatiran nya semakin bertambah terhadap kakak nya itu.
''dirttt..... drttt.....
'' terdengar suara handphone Rendy yang bergetar di kantong celana nya,, awalnya Rendy tidak terlalu memedulikan nya karena dia sibuk dengan pikiran nya sendiri, hingga suara tangis cempreng rina yang mengagetkan nya dari pikiran panjang nya.
'' Rendy mengangkat panggilan dari nomor yang tidak di kenalnya itu.
''kalau tidak penting, gua matiin. ''kata Rendy pada si penelepon tanpa babibu.
''eitss... tunggu dulu napah, adek kesayangan nya kakak,, lagi PMS ya??? ''kata seseorang dari seberang telepon dengan nada sedikit bercanda.
''Rendy tidak langsung menjawab,, dia masih syok, apakah benar orang yang menelpon nya ini adalah kakak tercinta nya, kalau dari segi suaranya sih benar ini suara aurora.
''tunggu ini beneran kakak??? ''tanya Rendy dengan sedikit berjingkrak karena senang,,
''iya ren,, siapa lagi cobak kalau bukan kakak, emang lu punya kakak yang lain apa,,?? ''tanya aurora sedikit terkekeh dengan pertanyaan Rendy barusan.
''aurora tahu, pasti Rendy sudah tahu kalau dia sekarang sudah kabur dari rumah, terlihat jelas dari nada Rendy bicara lewat telepon,,
''ren kakak nelpon kamu cuma mau bilang, kalau kakak sekarang lagi di Swiss,,kakak baru saja sampai di sini,, dan kakak akan sekolah di sini untuk sementara, soalnya ada sesuatu yang harus kakak selesaikan di sini,, jadi kalian jangan khawatir ya,, titip salam pada mommy, dedy, andin dan rina ya. ''kata aurora dari seberang telepon.
''yaudah ren,, kakak tutup ya,, soalnya kakak nelpon kamu ini pakek telepon umum, jadi sudah banyak yang antri ini,, pokoknya kalian ngak usah khawatir ya, kakak akan baik-baik aja kok di sini, lagi pula di sini juga ada karin sepupunya Arnold. ''kata aurora dan langsung mematikan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Rendy.
''gimana ren,, aurora di mana,, apa yang terjadi dengan dia, apa dia baik-baik aja??? ''tanya Andin beruntutan yang membuat Rendy hanya bisa diam mematung karena pertanyaan mendadak dari Andin begitu cepat.
''ren Jawab. ''kata Andin lagi dengan muka yang terlihat sangat cemas dan air mata yang sudah dari tadi membasahi pipinya,.
''udah kalian ngak usah khawatir, kak aurora baik-baik aja kok, dia sekarang lagi di Swiss dan rencananya sih dia akan pindah sekolah di sana, dan dia juga di sana bersama karin,, sepupunya Arnold. ''kata Rendy dengan muka yang sudah sedikit tenang, meskipun rasa khawatir nya masih ada terhadap aurora, karena baru kali ini aurora bepergian ke luar negeri sendiri tanpa ada orang terdekat di samping nya,, meskipun karin adalah sepupunya Arnold, tapi dia tidak terlalu mengenal wanita itu,, ya karena baru dua kali dia bertemu dengan wanita seumuran nya itu, ya kebetulan dia tinggal di Swiss,, karena keluarga nya tinggal di sana, berbeda dengan keluarga Arnold, meskipun ayah nya Arnold aslinya orang swiss tetapi dia lebih memilih tinggal di tempat kelahiran istrinya,,,.
''tidak tahu apa yang harus dikatakan, mungkin ini yang terbaik untuk aurora bisa melepaskan kenangan terpahit nya yang terjadi di tempat ini. ''kata andin tertunduk lesu, begitupun dengan rina dan nyonya Valois.
''namun yang paling terlihat merasa kehilangan di antara mereka adalah nyonya Valois, tak pernah terbesit dalam pikiran nya kalau aurora akan meninggalkan rumah ini, dan memilih tinggal di luar negeri,, andai waktu bisa di ulang, tak akan ia suruh aurora menikah dengan andra, dan hal ini pasti tidak akan terjadi pada aurora.
''namun nasi sudah jadi bubur,, apa bisa di kata, meskipun aurora dan andra sudah di jodohkan dari lahir,, ya kalau tidak jodoh, pasti ada aja tantangan dan rintangan nya.
......................
...****************...