
" mom,, kakak dimana? " tanya rendy karena dia tidak melihat kakak nya di meja makan,, rendy memang tidak menanyakan andra, karena dia tidak sudi menanyakan orang yang sekarang di bencinya, bahkan dia belum tahu kalau andra sudah meninggalkan kakaknya, kalau dia tahu pasti dia akan marah besar.
"nyonya Valois tidak menjawab pertanyaan dari rendy, dia sibuk melihat ke arah suaminya dengan tatapan yang tajam,, soalnya suaminya juga tidak memberitahu nya, apa alasan hingga andra meninggalkan putrinya,, apakah ada yang salah dengan putri cantik nya, atau andra yang malah bermasalah. nyonya Valois sibuk dengan terkaan nya sendiri, dia berpikir kalau andra meninggalkan putri nya pasti dengan alasan yang jelas,, makanya suaminya seakan tidak marah sedikit pun saat andra meninggalkan putrinya.
"mommy ngak mau bicara lagi sama hubby, kalau hubby ngak cerita sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua. " ancam nyonya Valois,, yang membuat tuan Valois lemes tidak berdaya,, memang kelemahan nya adalah istrinya, jadi kalau istrinya ngambek, hidup nya seakan tidak berguna, makanya dia selalu menuruti apapun yang di katakan istrinya,, meskipun dia di cap sebagai suami takut istri, dia tidak peduli, karena itu benar adanya,, sebenarnya bukan takut sih tapi saking cintanya dia pada istrinya apapun itu akan di lakukan nya.
" yaudah mommy makan dulu, nanti dedy ceritain ya. "jawab tuan Valois di iringi dengan tarikan nafas,, seperti keliatan sedikit frustasi.
" ini sebenarnya ada apa sih?,, " rendy yang keliatan bingung hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal,, persis seperti monyet kelaparan.
"nyonya Valois yang melihat anaknya keliatan bingung pun menceritakan kejadian yang di alami oleh aurora tadi malam,, yang mampu membuat jiwa muda rendy berkobar-kobar,, kemarahan nya seakan sudah melampoi batas,, muka putih nya memerah,,tangannya mengepal dengan kuat,, sekarang kebencian nya pada andra sudah melampoi batasan,, ternyata ini maksud dari kata-kata andra bahwa dia tidak janji kalau dia akan membahagiakan aurora.
" dengan langkah yang panjang rendy keluar dari rumah dengan seragam sekolah nya,, dia tidak mempedulikan panggilan dari mommy nya, atau pun ancaman Dedy nya yang biasanya sangat di takutinya,, dia tetap berjalan dengan cepat menuju ke arah mobilnya,, tujuan nya cuma satu, yaitu mencari andra di manapun dia berada,, bahkan ke lubang hidung pun akan dia cari, karena sudah berani menyakiti orang yang sangat di sayang nya. begitulah rendy, disaat orang yang di sayanginya di sakiti tidak akan ada rasa takut dalam dirinya.
''drttttttt....... drrttttt......
''panggilan masuk dari Arnold.
''rendy mengangkat handphone nya setelah memasang Handset,,, ''woy nyet dimana lu,, bolos lu ya. ''kata Arnold di seberang sana dengan suara keras yang membuat rendy langsung melepas handset nya,, dan mengklik mode speaker karena dia sedang menyetir,, jadi tidak bisa menaruh hp di telinga nya.
''gua lagi mau bunuh seseorang,, gua jemput lu sekarang ya,, lu harus ikut gua. ''kata rendy langsung mematikan panggilan tanpa ingin tahu apa yang ingin di katakan oleh Arnold di seberang sana.
''buju buset dah ni si onyet,, mau bunuh orang kok ngajak gua sih,, kalau di ajak ke surga kan gua mau, ini mah ngajak masuk neraka, anjuuuy ini mah emang si onyet. ''omel Arnold bicara sendiri.
'' orang lain ganteng-ganteng serigala, kalau dia mah gila. ''bisik para siswi di depan Arnold saat melihat Arnold bicara sendiri.
''woy,... lu tuh yang gila,, mana ada orang, Ganteng-ganteng serigala,, mungkin kalau adapun itu nenek moyang lu kali,, soalnya muka lu itu mirip banget ama muka serigala. ''kata Arnold dengan suara yang sedikit keras,, karena siswi-siswi itu sudah sedikit menjauh dari tempat nya berdiri.
''udah deh cil,, biarin aja, ayo kita ke kelas, gua pengen ketemu rora, soalnya gua dari tadi malam nelponin dia tapi kagak di angkat,, hati gua mengatakan seperti ada sesuatu yang terjadi dengan dia. ''kata andin sambil menarik tangan rina yang sedang menunjuk ke arah Arnold.
''urusan kita belum kelar ya. ''kata rina lagi sambil menatap Arnold dengan tajam, karena sudah berani mengatakan kalau muka nya mirip serigala.
''hehh..... dasar cewek saiko,, dia yang salah malah dia yang marah, emang cewek selalu benar. ''kata Arnold sambil ingin keluar dari sekolah, namun di larang oleh pak satpam.
''tin...... tin.... tin....
''terdengar suara klakson mobil rendy,,, yang membuat pak satpam langsung membuka gerbang karena berpikir rendy ingin masuk ke sekolah,, ternyata dia di tipu habis-habisan oleh dua remaja itu,, saat pak satpam sibuk membuka gerbang sekolah, Arnold langsung berlari dan masuk ke dalam mobil rendy, dan rendy langsung nancap gas tanpa peduli dengan omelan pak satpam yang terlihat mulutnya komat-kamit ngak jelas dari spion, sudah seperti orang pintar saja.
''nyet lu mau bunuh siapa,, muka lu buas banget keliatan nya,, gua ngeri tahu ngak sih. ''kata Arnold yang tidak di gubris oleh rendy.
''lu lacak keberadaan andra sekarang. ''kata rendy pada Arnold,, yang memang pintar dalam hal lacak-melacak karena dia adalah anak dari seorang hacker yang hebat.
''andra kakak ipar lu??? ''tanya Arnold yang langsung mendapat tatapan tajam dari rendy yang mampu membuat bulu kuduknya merinding.
''arnold langsung mencari keberadaan andra dari ip nya,, dengan kelihaian nya belum satu menit dia sudah tahu di mana keberadaan andra, tapi itu sebelum handphone Andra di matikan.
''andra di rumah sakit wahyuni nyet, tapi itu sebelum handphone nya mati,, mungkin saja dia masih di sana, soalnya handphone nya mati pukul 06:00 pagi,, ''rendy hanya menganggukkan kepalanya sambil membanting setir menuju ke arah rumah sakit wahyuni.
''sedangkan di tempat lain, andin dan Rina lagi gelisah karena aurora tidak ada di sekolah,, mereka berulang kali menelpon aurora namun hp nya tidak aktif,, mereka inisiatif menelpon andra, namun hp nya juga sama tidak aktif.
''sebenarnya Rina tidak terlalu khawatir,, karena dia pikir mungkin saja andra dan aurora masih bersenang-senang di pantai, mungkin saja mereka menginap di vila yang dekat dengan pantai tadi malam,, dan alasan kenapa hp mereka tidak aktif, mungkin saja mereka tidak ingin ada yang menganggu privasi mereka,, begitulah menurut argumen rina yang sedikit di Terima oleh andin,, namun andin tetap merasa kurang puas dengan apa yang di bicarakan oleh rina, karena tidak biasanya aurora tidak memberitahukan mereka dulu kalau membutuhkan privasi, karena biasanya apapun yang ingin di lakukan aurora pasti akan di katakan pada mereka berdua dulu.