
Dengan perasaan campur aduk, Olive memberanikan diri untuk menjawab telpon dan ternyata itu dari Wahyu.
Nathan terus memperhatikan gerak gerik Olive
yang terlihat agak tidak enakan di depannya.
Dan dia berinisiatif untuk bertanya pada Olive
"Siapa yang telpon sayang? " Tanya Nathan
"Oh jadi kamu udah punya pacar ya Olive?" Ucap Wahyu dari sebrang telephone
"Hmm, ini mantanku kak" Ucap Olive menjawab pertanyaan dari Nathan
"Oh, ya udah selesaikan dulu urusan kalian berdua ya setelah selesai kita lanjutin ngobrolnya" Ucap Nathan
"Maaf ya kak , aku sudah lama tak saling kontak dengan nya tapi entah kenapa tiba-tiba dia datang lagi" Ucap Olive
"Ya tak apa Olive setidaknya kamu sudah jujur, lanjutkan lah dulu pembicaraan kalian aku ke toilet dulu ya" Ucap Nathan
Nathan berlalu meninggalkan Olive menuju ke toilet.
(Di Toilet)
"Laki-laki mana yang mau kehilangan wanita seperti Olive, Aku yakin pasti ada banyak rasa penyesalan di dalam hati mantannya" Ucap Nathan Mengoceh sendiri sambil mencuci mukanya
(Percakapan Di Telephone)
" Kamu mau apa lagi sih?, Aku juga berhak bahagia apapun yang ku lakukan bukan urusanmu" Ucap Olive ketus
"Siapa dia? siapa yang kamu ajak berkencan?"Tanya Wahyu lagi mempertegas pertanyaannya yang tak kunjung mendapatkan
jawaban dari Olive
"Apa urusanmu? siapapun dia yang pasti kamu tak perlu tau" Ucap Olive lagi
"Aku sayang kamu Olive tak sepantasnya kamu seperti ini dengan ku " Ucap Wahyu
"Wahyu kenapa kamu egois seperti ini? " Tanya Olive
"Egois katamu? " Ucap Wahyu lagi
"Ya egois, Apa aku harus terus menjalani hubungan dengan kamu yang sudah milik orang lain? apakah aku harus terus menggantungkan harapanku pada orang yang sudah memiliki pasangan? apakah aku harus terus bertahan menjadi selinganmu untuk menemani kekosongan hatimu saat dia tak ada?Coba kamu jelaskan sama aku dari segi mana keegoisanku? coba kamu pikirkan lagi aku atau kamu yang egois?" jawab olive mempertegas semua kondisi yang sedang mereka jalani.
" Aku kan udah pernah bilang dan jujur sama kamu, Tolong kamu ngertiin aku sabar tungguin aku"Ucap Wahyu lagi
"Sabar katamu?Sampai kapan? Ayolah Wahyu aku kan udah pernah bilang sama kamu lanjutkan perjalanan mu bersama dia jangan lagi mencari ku paham?" Ucap Olive lagi
"Sudah hampir 4 tahun aku berusaha untuk melupakanmu tapi kenyataannya aku gak sanggup" Ucap Wahyu lagi
"Cukup kak, Aku sudah lelah" Ucap Olive
"Lalu aku harus apa? harus aku bawa kemana hubungan ini? " Tanya Wahyu
"Kak tinggalkan aku kembali lah padanya bahagiakan dia, menikahlah dengannya dan jangan kau melihat kebelakang lagi. Kita hanyalah masa lalu yang tak akan bisa kembali lagi" Ucap Olive
"Tapi kita bisa memulainya lagi dari awal bukan, oke aku akan meninggalkannya sekarang tapi kamu harus kembali padaku" Ucap Wahyu
"Tapi bila sebuah buku dibaca ulang kembali kita bisa mengetahui suatu fakta yang sebelumnya belum kita ketahui bukan? " Ucap Wahyu
"Ya Tapi tetap saja endingnya sama saja. Sudah waktunya kita menutup buku dan membuka lembaran buku baru lagi dengan pasangan kita masing-masih. Aku tau mungkin ini berat tapi kita akan terbiasa seiring berjalannya waktu" Ucap Olive
"Tapi aku tidak siap dengan semua itu" Ucap Wahyu
" Siap atau tidak kamu harus siap kak, Seiring berjalannya waktu pasti kamu akan menerima keadaan ini dan akan terbiasa" Ucap Olive
"Tapi Olive ...."
belum sempat menyelesaikan perkataannya Olive sudah memotong dan langsung berkata
"Oke kak cukup sampai disini ya , jangan hubungi aku lagi semoga kamu selalu berbahagia dengan dia pilihan hatimu"
Olive langsung mematikan telpon dari Wahyu.
Wahyu sangat kesal dengan keadaanya, akhirnya Olive berhasil menemukan laki-laki penggantinya dan dia merasa sangat terancam
karena Olive pasti akan benar-benar meninggalkannya kali ini.
Nathan berjalan perlahan dari toilet menuju ke meja tempat Olive duduk.
Natha berada di belakang Olive dan langsung memeluknya dari Belakang
"Gimana udah selesai urusannya? " Tanya Nathan penasaran
"Udah kak, setelah ini aku pasti akan blok semua kontaknya" Ucap Olive
" Oke deh, Mau lanjut ngobrol atau mau pulang aja nih? " Tanya Nathan
"Lanjut donk kak" Ucap Olive
"Hmm, maaf ya kak aku membuat situasinya menjadi agak kurang nyaman" Ucap Olive lagi
"Tak apa Olive Aku mengerti berada posisimu. Aku suka kejujuranmu dan kamu harus tahu aku sangat benci kebohongan apalagi perselingkuhan" Ucap Nathan
" Ya kak aku pun begitu, dan aku berusaha jujur padamu ya walaupun tahu resikonya mungkin kamu akan pergi dari aku" Ucap Olive sambil menunduk
"Sudah sejauh ini tak mungkin aku mundur Olive" Jawab Nathan
"Terimakasih ya kak" Ucap Olive sambil tersenyum
"Untuk apa? " Tanya Nathan
" Untuk pengertiannya" Jawab Olive
"Eh iya nih udah malem pulang dulu yuk, nanti dimarah sama ibumu" Ucap Nathan
"Iya kak, kita balik sekarang tidak apa-apa kan?"
Tanya Olive
" Iya sayang kita balik sekarang ya" Ucap Nathan
Mereka berdua pun berjalan berdampingan menuju parkiran dan bergegas pulang