My Love King of Darkness

My Love King of Darkness
Part 7 kepanikan



Jangan lupa koment ya. Bagi yang


masih punya vote silahkan


berikan buat Silvana dan Gerald.


Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat,


pisau, nonton iklan sangat disarankan.


terima kasih sudah membaca karyaku.


senyum sayang untuk kalian semua :)


 ***


Carrie dan kedua temannya mendekati Valir. “Hai …  kenalkan aku Livia.” Livia mengulurkan tangannya, tapi tidak mendapat respons dari Valir.


“Aku Vanessa.” giliran Vanessa memperkenalkan dirinya. Lagi-lagi tak ada respons dari Valir.


“Aku Carrie.” Carrie ikut memperkenalkan dirinya “Kau tidak risih duduk berdekatan dengannya.?” lanjut Carrie


“Kenapa?” bukan Valir yang menjawab melainkan Eudora.


“Karena dia jelek.” ucap Vanessa


“Gadis miskin, dan–“ ucapan Livia terhenti


“Gadis pembawa sial. ” potong Carrie. “Dia hanya budak di rumah ku.” perkataan Carrie sukses membuat Valir emosi.


DUARR!!!


Suara petir menyambar, lampu di dalam ruangan pecah angin bertiup sangat kencang membuat keadaan terlihat menegangkan, bahkan mahasiswa yang lain sudah ketakutan dengan suara petir yang begitu menggema.


“Apa kau bilang?” tanya Valir dengan sorot mata menggelap.


Silvana berjalan mendekati Valir dan mengusap lengannya.


“Kak tenanglah. Kita sekarang di dalam kelas.” Silvana berucap sangat pelan


“Baiklah kali ini aku mengampuni mereka.” jawab Valir kembali duduk


Livia menarik kedua tangan temannya keluar dari dalam kelas. Silvana duduk kembali di tempatnya.


“Itu tadi perbuatan dia kan?” Luci berbisik pada Silvana menunjuk Valir dengan sorot mata.


“Aku rasa juga begitu.” balas Silvana. Ia beralih menatap Valir.


“Kak.” panggil  Silvana


“Bisakah kau tidak melakukan itu lagi.” lanjut  Silvana.


“Memang apa yang kulakukan?” bukannya menjawab, Valir justru balik bertanya.


Valir menggelangkan kepalanya. “Bukan aku.” Valir menjawab santai


“Kalau bukan kakak, siapa lagi yang melakukannya?” cicit Silvana kesal.


Silvana mengikuti sorot mata Valir yang seperti menunjuk sesuatu. Silvana terperangah, ia lupa dengan sosok Eudora. wanita dengan kecantikan yang luar biasa dan memiliki kekuatan sama seperti Valir.


“Jadi kak Eudora yang melakukannya?” tanya Silvana


“Benar.” jawab Eudora sorot matanya sangat tajam menatap ke depan.


“Kak. Kau tidak  perlu sampai melakukan itu.” sahut Silvana tangannya terulur mengusap lengan Eudora.


***


Sementara di tempat yang berbeda, Gerald baru saja mengibaskan sayap emasnya dan berjalan mendekati kursi kebesarannya.


“Aku ingin memberi tau kalian semua. Bahwa ratu dari kerajaan ini akan segera tiba.” ucap Gerald begitu duduk di kursi kebesarannya.


“Maaf, Yang mulia. Siapa ratu baru itu?” tanya Esmeralda ratu dari klan penyihir.


“Seorang manusia. Dan kalian akan segera mengetahuinya.”


“Tapi Yang mulia, seorang manusia tidak pantas berada di sini. Apalagi menjadi Ratu di kerjaan ini.” Xeon klan Lucifer menyela.


“Benar. Seorang manusia tidak boleh-” perkataan itu terhenti.


SPLASHH!


Luis menebas mereka yang keberatan dengan Yang mulia, Gerald, dengan pedang yang terbuat dari api biru. Sementara klan yang lainnya sudah berkumpul dan mengacungkan senjatanya.


“Beraninya kalian mengacungkan senjata kalian terhadap Yang mulia! Turunkan!” Luis berteriak tegas. Sedangkan mereka tetap tak mengindahkan perintah dari Luis.


Tanpa menungu lagi Luis berubah menjadi serigala dan langsung melolongkan suaranya. Gerald memandang para klan yang berani mengacungkan senjata di depan orang kepercayaannya.


“Sudah terlalu banyak yang berubah.” Gerald berkata dingin.


Gerald turun dari kursi kebesarannya, mengeluarkan sayap emas dari balik punggungnya. Kedua bola mata Gerald sudah berubah merah, rambut berwarna coklat dan gigi taring di sudut bibir terlihat jelas.


“Mohon ampun, Yang mulia.” Esmeralda membungkukkan badannya di ikuti dengan klan lainnya.


Melihat perubahan yang terjadi pada Gerald membuat semua klan takut, perubahan itu memang belum sempurna. Namun, dengan Gerald yang sudah mengeluarkan taring beserta sayap emas, mata dan rambut yang berubah. Mampu menghancurkan setengah dari seluruh klan yang ada disini.


“Baiklah, kali ini aku ampuni kalian.” jawab Gerald.


“Terima kasih, Yang mulia.” Mereka semua membungkuk.


Rambut dan Bola mata Gerald sudah kembali seperti semula. Gerald mengepakkan sayapnya, terbang. Meninggalkan aula.


***


hai kak jangan lupa komen dan like-nya yah. terimakasih