
“Kau pergilah, aku akan mengurusnya.” ucap Leo menatap Eudora yang berada tak jauh darinya. Eudora mengangguk, kemudian menghilang membuat Livia dan Vanessa melongo tak percaya.
Setelah kepergian Eudora, Leo melepaskan tangannya yang mencekik Carrie. Leo masih memandang dengan tatapan membunuh.
"kalian ikut denganku!" ucap Leo tegas kepada Carrie, Vanessa, dan Livia.
Leo membawa ketiganya di sebuah rumah tua yang tak lagi terpakai yang berada di dalam hutan. membuat ketiganya merasa ketakutan.
"Apa yang ingin kamu lakukan pada kami?" tanya Livia memegang tangan Vanessa yang berada di sampingnya.
"Benar, apa yang ingin kau lakukan?" Vanessa ikut berkata.
Leo menatap ketiganya secara bergantian dengan cepat pria itu menarik tangan Carrie yang berdiri di samping Vanessa.
Bug!
Punggung Carrie membentur dinding akibat pria yang ada di depannya kembali mencekik. rasa ngilu di punggungnya sudah tak dapat lagi dirasa karena cekikan yang semakin membuat napasnya sesak.
Bruk!
Leo melempar tubuh Carrie saat wanita itu hampir tak sadarkan diri membuat Carrie kembali tersadar dan merintih merasakan sakit dan ngilu di seluruh tubuhnya.
"Kau sudah gila!" teriak Vanessa melihat sahabatnya terluka seperti itu. Leo beralih menatap sini pada Vanessa.
Bruk!
tubuh Vanessa ikut tersungkur membentur dinding akibat terjangan Leo. Livia yang melihat itu sudah menangis tak bersuara bahkan kakinya tak mampu menopang tubuhnya, membuat dirinya jatuh terduduk di lantai.
"To-to-long maafkan a-a-ku" tubuh Livia gemetar menahan takut airmata sudah mengalir di pipinya.
"Aku benar-benar tidak tahu perbuatan Carrie." Livia kembali bersuara dirinya sudah menangis tersedu-sedu. perlahan tatapan amarah Leo mulai melunak.
"Hahaha ... setidaknya aku sudah cukup senang melihat gadis cupu itu mati." Carrie tertawa sembari memegang lehernya.
Cratsss!
"Aakkhhh ..." teriak Carrie merasakan sakit di wajah dan lengannya yang sudah terluka akibat cakaran dari kuku-kuku yang Runcing dan tajam.
Leo sudah berubah sempurna menjadi Serigala. pria itu kembali menancapkan kuku runcing nan tajam ke tangan dan wajah Carrie. Darah segar mengalir dari luka yang di buat Leo.
Carrie mengerang kesakitan saat Leo mencabik wajah Carrie lagi, perlahan-lahan kesadarannya mulai hilang.
Vanessa terkejut melihat Leo yang berubah menjadi Serigala, rasa takut sudah menghantuinya takut pria itu juga menyakitinya seperti Carrie. Tubuh Vanessa membeku, wanita itu melotot tak percaya dengan sadisnya, Leo mencabik wajah dan lengan Carrie hingga seperti sayatan pisau, darah segar keluar membuat Vanessa merasa mual.
"Akhh ..." tanpa sadar Vanessa berteriak melihat Leo menggigit leher Carrie membuat wanita itu tewas seketika.
pandangan Vanessa beralih melirik Livia yang duduk sambil menangis tanpa suara, wanita itu yakin Livia pasti terkejut dan takut melihat apa yang terjadi pada Carrie sama seperti dirinya. Vanessa berusaha bangkit dan mencoba lari dari rumah itu.
aku harus lari, dia bukan manusia. batin Vanessa dan berlari. baru saja sampai di depan pintu.
Shrek!
tubuh Vanessa terpelanting akibat Leo yang menerjangnya.
"Aakkhhh ..." Vanessa mengerang merasakan sakit di tubuhnya.
Leo sudah berubah kembali menjadi manusia, pria itu berjalan mendekati Vanessa dan mencengkeram wajah wanita itu kuat.
"A-a-ampun." Vanessa merintih kesakitan airmata sudah mengalir deras di pipinya.
"Ck ... sial!" Leo mengumpat dan menghempaskan tangannya.
"Ahhk ... " suara Vanessa meringis merasakan sakit di wajahnya.
"Ba-baik." ucap Vanessa dan Livia bersama.
"Kalian pulang lah, dan jangan sampai kejadian hari ini tersebar. jika tidak ku pastikan kalian juga akan menerima akibatnya!" lagi Leo mengancam kedua wanita itu, yang di balas anggukan oleh keduanya.
Livia dan Vanessa meninggalkan rumah tua dengan tubuh yang masih gemetar menahan takut. bahkan Livia masih terus menangis di dalam mobil.
"Tenanglah, Liv," ucap Vanessa melirik dari kursi kemudi.
"Aku takut, Van!"
"Dia sudah membunuh Carrie." lanjut Livia menangis histeris.
"Diamlah!" bentak Vanessa
"Jangan sampai ada yang tahu, lagi pula mereka akan mengira Carrie di terkam hewan buas,"
"Ingat ucapan Leo tadi, jangan sampai ada yang tahu atau dia akan membunuh kita juga!" lagi Vanessa membentak Livia, mengingatkan gadis disampingnya. Vanessa terus melakukan mobilnya hingga akhirnya keluar dari dalam hutan.
Sedangkan Leo membawa jasad Carrie tergeletak di luar pintu rumah tua. Pria itu pun segera pergi meninggalkan hutan itu dan menuju hutan X.
...****************...
Silvana menutup mulutnya dengan telapak tangannya, dirinya tak menyangka bahwa saudara tirinya akan mati mengenaskan seperti itu. Silvana mamandang wajah Leo yang tampak bersalah, dirinya tak bisa menyalahkan pria di depannya karena dirinya tahu bahwa tugas Leo mengawal dan menjaganya.
"Bangunlah, aku berterima kasih karena kalian telah menyelamatkan ku, kembali melindungi diriku ini," Silvana memandang Eudora dan Leo bergantian. wanita itu menghembuskan nafasnya merasa lelah dengan yang terjadi.
sementara itu Rosaline menatap tak percaya pada perkataan Raven yang mengatakan bahwa ratu baru kerajaan Vinhart seorang manusia biasa. bagaimana mungkin manusia bisa menjadi ratu diatas para klan yang ada.
"Jangan bercanda, tak mungkin Gerald mau dengan seorang wanita biasa, apalagi dijadikan ratu." Rosaline menatap sinis pada Raven
"Ya, dia memang bukan manusia biasa. dia gadis dengan darah suci." sahut Raven
"Mau bilang darah suci?" tanya Rosaline, wanita itu cukup terkejut mendengarnya.
"Ya, Dia memiliki darah suci." jawab Raven menganggukkan kepala dan melirik Rosaline, senyum tercetak di wajahnya.
aku yakin kau pasti akan membunuhnya. batin Raven kembali tersenyum.
Rosaline terdiam pikirannya menerawang mengingat bahwa Gerald bisa bebas dengan tetesan darah suci tapi, wanita itu tidak menyangka bahwa yang memiliki darah suci itu sungguh benar adanya dan seorang manusia.
jika memang benar seperti itu, maka aku harus membunuhnya. batin Rosaline
**** Bersambung
hai readers terus dukung aku ya dengan cara like dan komen, biar aku makin semangat up nya. iklan dan vote nya juga sangat ku harapkan 😊🤭🤭.
pokoknya terima kasih sudah mau membaca karyaku dan terus mendukungku.🤗🤗
sambil nunggu aku update baca karya temenku juga ya, ceritanya menarik dan seru loh.
blurb.
Antonie adalah pemulung yang mati akibat ulah Sonya, putri pemilik Rumah Sakit Harapan Kita.
Setelah kematiannya, Antoni bertemu dengan seseorang pria tua yang ramah. Awalnya Antonie tidak tahu jika dirinya telah mati, namun setelah obrolan dengan pria tua itu, Antonie tahu jika telah mati.
Pria tua itu bisa menghidupkan si Antoni, asal ada syaratnya, yaitu, merubah dunia kedokteran yang sudah rusak karena keserakahan....