My Love King of Darkness

My Love King of Darkness
part 30.



Jangan lupa koment ya. Bagi yang


masih punya vote silahkan


berikan buat Silvana dan Gerald.


Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat,


pisau, nonton iklan sangat


disarankan.


terima kasih sudah membaca karyaku.


......................


Gerald merebahkan tubuh Silvana di atas pembaringan, wajah cemas perlahan sudah menghilang dari wajah Gerald.


Gerald menatap dalam wajah Silvana, Ratunya kini sudah membuka darah peri yang ada di dalam tubuhnya. Valir berdiri tepat di samping Gerald duduk, masih memandang takjub pada Silvana yang ternyata mempunyai kekuatan bahkan Silvana juga Ratu dari para peri.


"Apa kau sudah mengetahui bahwa Silvana adalah Ratu peri?" tanya Valir


"Iya, saat darahnya menyatu dalam tubuhku, aku sudah merasakannya, tapi aku tau kekuatan ada dalam jiwa yang dalam,"


"Dia belum terlalu kuat untuk menahan semua kekuatan peri, bahkan jika dirinya memaksa justru dapat membahayakannya," lanjut Gerald masih memandang Silvana dan menggenggam tangannya.


"Apa yang harus kami lakukan untuk membantunya?" tanya Valir semakin penasaran.


"Tenanglah, biarkan dia menguasai kekuatan peri dalam darahnya sesuai keinginannya. Terima kasih sudah menjaga Silvana," ucap Gerald beralih memandang wajah Valir.


"Tentu, dia Ratu dari kerajaan Vinhart. Sudah tugasku untuk melindunginya," jawab Valir membungkukkan badan. sedangkan Gerald mengangguk dan tersenyum tipis.


"Kau pergilah, aku rasa Clara membutuhkanmu,"


"Tap-" ucapan Valir terhenti.


"Tenanglah. Di sini sudah ada Eudora, Luis, dan Leo yang menjaganya. Terlebih, saat ini Ratu telah membuka gerbang ke satu dari kekuatannya," jelas Gerald. Membuat Valir menganggukkan kepala dan pergi.


Silvana langsung memeluk Gerald begitu tersadar, menangis dan takut menjadi satu. Gerald mengusap punggung Silvana menenangkan. Cukup lama Silvana melepaskan pelukannya. Gerald tersenyum lembut memandang wajah Silvana.


"Tenanglah, Ratuku," ucap Gerald sembari mengelus rambut panjang Silvana.


"Kak Eudora, dan Kak Valir. Mereka di serang dan terluka," Silvana berucap di tengah tangisannya.


"Tidak, Ratu. Mereka baik-baik saja. Kau sudah Menjaga mereka Ratu,"


"Aku? Tidak mungkin, bagaimana aku bisa menjaga mereka, Tuan?" tanya Silvana


"Aku bahkan tidak punya kekuatan," ucap Silvana menghapus air matanya.


"Tidak, Ratu. Kau memang menjaga mereka dan melindungi mereka," jelas Gerald mengecup kening Silvana.


Gerald tersenyum menatap wajah Silvana. Gerald memajukan tubuhnya mendekat ke Silvana. Hembusan napas Silvana begitu terasa di wajah Gerald. Dengan cepat Gerald menyatukan bibirnya pada Silvana, tangannya menekan tengkuk


Silvana mencium lebih dalam.


Gerald melepaskan tautan bibir itu. Tersenyum melihat Silvana yang ngos-ngosan mengambil napas.


"Tuan, jangan tersenyum seperti itu," ucap Silvana merasa malu.


Silvana memegang keningnya saat pintasan bayangan dari kejadian saat diri melawan Rosaline. Silvana mengerutkan keningnya bingung. Saat Silvana melihat ada begitu banyak peri kecil berkumpul mengelilingi dirinya.


"Tuan," ucap Silvana memandang Gerald.


"Benar, Ratu. Kamu adalah Ratu para peri yang ada di kehidupan ini," ucap Gerald seakan tahu apa yang dimaksud oleh Silvana.


"Tapi, bagaimana mungkin?"


"Kamu adalah reinkarnasi dari Tetiana. Ratu para peri yang sudah lama tiada. bahkan banyak yang menganggap itu hanya dongeng," jelas Gerald


Eudora,Luis,dan Leo membungkuk hormat kepada Gerald dan Silvana yang baru tiba di ruang makan.


semua duduk di kursi yang ada di meja makan atas perintah Silvana. Silvana memandang Eudora melihat wanita yang berada tak jauh darinya terlihat baik-baik saja.


Silvana merasa senang karena dirinya mampu melindungi orang-orang yang sangat penting dalam hidupnya.


"Tuan, apa kegiatan Tuan hari ini?" tanya Silvana memecah keheningan.


"Aku akan menyelesaikan sedikit urusan, Ratu. Kamu berlatihlah bersama mereka untuk mengambil hakmu," jawab Gerald.


Silvana mengerutkan keningnya memandang Gerald heran.


"Apa maksud, Tuan?" tanya Silvana


"Kau akan mengurus perusahaan milik ayahmu, Ratuku. Aku akan mengurus semua berkas yang diperlukan.


"Tapi, aku tidak bisa. Lagi pula semua sudah di atur oleh Mama Lyna dan Carrie," ucap Silvana pelan.


"Ratu, apa kau lupa, jika mama tirimu tak mampu lagi mengurus perusahaan itu, dan Carrie sudah tiada," jelas Gerald.


Silvana tersadar akan ucapannya. Benar wanita itu lupa bahwa Carrie sudah tiada dan Mama Lyna lumpuh.


"Tapi, Tu-" ucapan Silvana terhenti.


"Tenanglah, ada mereka yang akan membantumu," Gerald menggenggam tangan Silvana memberikan keyakinan. Membuat Silvana akhirnya menganggukkan kepala.


**** Bersambung


maafkan aku ya terlalu lama libur. masih sakit bestie🤧😂 jadi gak bisa mikir