My Love King of Darkness

My Love King of Darkness
bab 21 jebakan



Carrie sudah kembali ke rumahnya. Wanita itu baru mendapat panggilan dari ponsel milik ibunya.


Saat tiba di dalam kamar ibunya, Carrie terkejut melihat ibunya tergeletak di bawah ranjang.


"Siapa kau? Mengapa kau menggangguku? tanya Carrie sembari mendekati ibunya.


Wanita muda itu menatap sinis ke arah dua wanita di hadapanya. Ia duduk di kursi yang ada di dekat ranjang kamar itu.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Carrie dengan nada membentak dan juga tatapan matanya yang sinis.


"Aku Lorren," jawab wanita yang bernama Lorren itu. "Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku." wanita yang bernama Lorren itu langsung mengutarakan niatnya tanpa basa basi.


"Siapa kau berani memerintahku?!" Carrie menatap tidak suka pada wanita yang ada di hadapannya.


"Mau atau aku akan membunuhmu dan juga ibumu?" Lorren lagi tidak memberikan pilihan yang baik pada Carrie dan juga ibunya.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?" suara Carrie sedikit gemetar. Ia takut setelah mendengar ancaman wanita di hadapannya yang seperti tidak main-main.


"Aku ingin kau membawa Silvana ke hutan X sore nanti tanpa ada yang tahu termasuk Leo dan Eudora." terang Lorren pada Carrie.


"Bagaimana kau bisa mengenal mereka?" tanya Carrie dengan heran, bahkan dahi wanita itu sampai berkerut.


"Kau tak perlu tahu! Tugasmu hanya membawa Silvana padaku sore ini." jelas Lorren.


"Kau-" belum sempat Carrie menyelesaikan perkataannya. Lorren lebih dulu memotongnya.


"Jika kau gagal, maka aku akan membunuhmu. Ingat itu," bisik Lorren yang sudah berpindah tempat dengan cepat.


Hingha membuat Carrie begitu terkejut lalu setelahnya ia mengangguk pada Lorren.


Carrie kembali ke kampus setelah pertemuannya dengan wanita bernama Lorren. Carrie mencoba mencari celah agar bisa membawa Silvana pergi tanpa di ketahui oleh Leo dan Eudora.


Akhirnya kesempatan itu datang saat Silvana pergi ke toilet, Carrie mengikuti Silvana yang masuk ke dalam toilet kampus itu.


"Akkhh..." Jerit Carrie memegang perutnya ketika melihat Silvana baru keluar dari dalam bilik toilet.


"Ada apa, Carr?" tanya Silvana dengan panik sembari mendekati Carrie.


"Akhh.. Perutku sakit sekali Sil, tolong aku!" Jerit tertahan Carrie yang meringkuk di lantai.


"Ayo kita ke UKK." ajak Silvana sembari membantu Carrie untuk bangkit dari lantai itu.


"Sakit sekali Sil, tolong bawa aku ke rumah sakit." rintih Carrie sambil menggenggam tangan Silvana.


Tanpa pikir panjang lagi Silvana yang panik membantu Carrie berjalan dengan memapahnya tanpa menyadari senyuman licik tersungging di bibir Carrie.


"Tapi siapa yang menyetir Carr?" tanya Silvana begitu sampai di parkiran mobil.


"Tenang aku masih bisa menyetir." jawab Carrie lalu duduk di kursi kemudi, sedangkan Silvana duduk di kursi penumpang tepat di sebelah Carrie.


Carrie melajukan mobil meninggalkan kampus. Wanita itu tersenyum karena rencananya berhasil membawa Silvana pergi tanpa di ketahui oleh Eudora dan Leo.


Silvana memperhatikan sekitar lalu menoleh kearah Carrie, Silvana pun merasa heran.


"Ini bukan arah ke rumah sakit, Carr." Kata Silvana memandang Carrie


"Tujuan kita memang bukan rumah sakit." jawab Carrie melirik dan tersenyum sinis.


"Apa maksudmu? dan mau kemana kita Carr?" Silvana terlihat begitu cemas.


"Diam!" bentak Carrie


"Tapi carr-"


"Aku bilang diam!" bentak Carrie sudah memotong perkataan Silvana lalu menatap tajam membuat Silvana terdiam.


Carrie dan Silvana turun dari mobil setelah sampai di hutan X. Carrie menarik paksa tangan Silvana agar mengikutinya masuk ke dalam hutan.


"Kita mau apa di sini Carr? ucap Silvana takut saat Carrie menarik nya masuk ke dalam hutan lebat.


Seorang wanita muda berdiri tepat di belakang mereka. Tidak tahu dari mana dan kapan datangnya wanita itu. tiba-tiba dirinya sudah berada tepat di belakang Silvana dan Carrie.


"Good. Ternyata kau memang berguna!" suara tegas seorang wanita membuat Carrie dan Silvana menoleh dan berbalik.


"Kau." Silvana terkejut melihat wanita yang berada tepat di depannya.


"Ya, aku Lorren," ucap Lorren


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Silvana sudah cemas di iringi rasa takut.


"Kematianmu!" jawab Lorren tegas dengan tatapan tajamnya. Lorren beralih menatap Carrie.


"Kau pergilah!" usir Lorren melirik Carrie, wanita yang di lirik itu dengan cepat berlari meninggalkan Silvana sendiri di dalam hutan itu.


"Carrie, jangan tinggalkan aku. Kumohon" pinta Silvana saat dirinya di dorong oleh Carrie dan berlalu meninggalkannya.


"Nikmatilah sisa waktumu!" teriak Carrie yang sudah cukup jauh dari posisi Silvana dan Lorren.


Swos..!


Lorren mengangkat tangannya dan mengeluarkan sinar ungu, wanita itu pun mengarahkan sinar ungu itu ke arah tubuh Silvana. Hingga membuat Silvana menjadi kejang seperti terkena sengatan listrik.


"Akhhh..!" Pekik Silvana saat merasakan sakit di sekujur tubuhnya. "To-to-tolong!" teriak tertahan Silvana.


"Hahahaa! Nikmati dan rasakan," Lorren tertawa. "Tidak lama lagi, tubuhmu akan mati karena kehabisan darah!"


Lorren yang melihat kesakitan Silvana, merasa begitu puas. Ia menjadi begitu tidak sabar ingin segera melihat Silvana mati.


"To-to-tolong aku.." suara Silvana terdengar semakin lirih.


Di saat Silvana semakin lemah, tiba-tiba angin bertiup kencang. Bertepatan dengan seorang wanita yang mengepakkan sayapnya.


"Beraninya kau menyakitinya!" Suara wanita terdengar tajam itu mengejutkan Lorren. Lorren pun menoleh dan terkejut melihat Eudora sudah berada  tepat di belakangnya.


"Kau ... Bagaimana bisa kau tau ak-"


"Tidak perlu kau tahu itu." Eudora sudah menggeram marah. Bola matanya berubah merah dan di tangannya sudah terulur tombak.


Eudora dan Lorren saling bertarung, Eudora menangkis setiap serangan yang dilakukan Lorren, sinar ungu yang di lempar Lorren tidak ada yang mengenai Eudora satu pun. Lorren terpelanting jauh saat Eudora menerjang tubuh Lorren dengan tendangannya, lalu di bawa terbang dan di jatuhkan begitu saja. Lorren sudah tampak sekarat, darah sudah keluar dari mulutnya.


Eudora menatap tajam dengan tatapan membunuh, berjalan mendekati Lorren.


"Siapa dia, kenapa kau sampai begitu marah?" tanya Lorren yang sudah terbatuk mengeluarkan darah.


"Kau menyentuh orang yang salah!"


"Dia Ratu Silvana Efarton Ratu diatas segala klan yang ada, ratu untuk Yang Mulia Gerald!


"A-a-apa?Aku ti-"


"Sudah terlambat!" potong Eudora sembari menatap tajam dan langsung menancapkan tombak di tangannya tepat di jantung Lorren membuat wanita itu mati.


*Bersambung


hai bestie ku terus dukung aku ya dengan like dan komen. serta jangan lupa hadiah dan iklannya ya biar aku makin semangat. 🤗🤭🤭


sambil nunggu aku update baca karya temenku juga yuk.


Seorang CEO muda, Frans Alvino dikutuk menjadi seekor ular karena Ia menyentuh sebuah benda keramat, yaitu sebuah patung ular, Ia tidak bisa kembali ke wujud semula sebagai manusia biasa, untuk membuat dirinya kembali sebagai manusia biasa, maka dia harus memiliki seorang anak dari wanita normal.


Tak ada satupun wanita yang mau menjadi ibu dari anak Frans yang ternyata adalah seekor ular jantan. Mereka takut bayi mereka akan terlahir menjadi seekor ular juga.


Nasib membawa Frans pada seorang gadis bernama Lisa, gadis yang memiliki phobia terhadap ular, justru mengandung benih darinya yang saat itu sedang dikutuk menjadi ular, lantas apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Lisa akan tetap melahirkan anak ular? Dan apakah Frans bisa kembali ke wujud nya semula sebagai manusia?