My Love King of Darkness

My Love King of Darkness
part 25.



Raven meninggalkan rumah tua yang dijadikan tempat persembunyian Gussion, Fanny, dan Rosaline. Pria pergi dengan senyum di wajahnya. Rencana yang sudah di rancang sebentar lagi akan berjalan. Rosaline sudah dipastikan wanita itu akan mendatangi Silvana ke dunia manusia.


Aku akan melihat kehancuran mu sebentar lagi. Raven berucap dalam hati tersenyum senang.


*****


malam berlalu dan pagi menyapa. Silvana tersenyum menikmati sarapannya sambil menatap orang disekelilingnya. Gerald mencoba menikmati makanannya walau hanya sebagai syarat agar Silvana merasa senang. Leo menikmati susu segar dengan tampang coolnya, Eudora mencoba menikmati segelas susu yang sama seperti Leo. Luis menikmati roti panggang dengan selai kacang.


semua seperti biasa biasa, berjalan tanpa ada keributan hanya sesekali Leo yang membuat candaan garingnya. membuat Eudora beberapa kalo menjitak kepala saudaranya itu.


mobil yang di kendarai Leo memasuki halaman rumah Silvana. Diikuti oleh mobil Luis yang terparkir tepat disamping mobil Leo. Leo keluar bersama Eudora. Mereka berdiri menyambut Silvana.


Silvana keluar dari dalam mobil dengan perasaan kesal menatap sebal pada Gerald yang tersenyum. pria itu sejak di perjalanan terus memeluk tubuh Silvana hingga wanita itu merasa pegal. Gerald ikut turun dan berjalan mendekati Silvana. Gerald menarik tangan Silvana dan mencium kening Silvana sembari tersenyum kecil dan masuk kembali kedalam mobil.


Silvana mendengus kesal saat Gerald kembali mencium nya didepan orang lain.


"Aku masuk dulu ya kak." ucap Silvana melangkah masuk ke dalam.


Silvana selesai berganti baju, wanita itu menatap Leo yang tertawa kencang. Silvana mendekati keduanya dan menyipitkan matanya melihat Eudora yang tampak kesal pada Leo.


"Kenapa kak?" tanya Silvana menyipitkan matanya


"Haha ... tidak apa-apa, dia hanya terlalu senang karena harus berburu tikus kecil." Leo tertawa menjawab pertanyaan Silvana yang ditujukan pada Eudora.


Leo kembali tertawa melihat Eudora yang menggeram menahan emosi.


"Tikus kecil? untuk apa berburu tikus kecil?" tanya Silvana terlihat kerutan di dahi menandakan wanita itu bingung.


"Karena mereka sangat mengganggu," jawaban Leo membuat Silvana semakin bingung.


Tuk!


Leo mengaduh kesakitan setelah mendapatkan jitakan dari Eudora wanita itu menatap tajam pada Leo.


"Sekarang sudah saatnya kita mengantar ratu ke Cafe paman!" Eudora berucap tegas menatap Leo


"Ayoo." ajak Leo membukakan pintu mobil untuk Silvana. sedangkan Silvana tersenyum sembari menggelengkan kepala.


Leo menatap sekitar area rumah Silvana.


"Ada yang datang," ucap Leo pelan namun dapat di dengar oleh Eudora.


Leo menatap Eudora yang berdiri tak jauh darinya.


"Bawa Ratu pergi sekarang!"


"Katakan padaku jika kau butuh bantuanmu," ucap Eudora sebelum meninggalkan pekarangan rumah


"Ada apa?" tanya Silvana yang melihat raut wajah tegang pada Leo dan Eudora.


"Ratu, ku mohon tenang dan kencangkan sabuk pengamannya. Ada musuh yang mendekat,"


"Tapi bagaimana dengan Leo?" tanya Silvana dengan wajah cemasnya.


Eudora terdiam, wanita itu sendiri pun tak tau lawan yang akan di hadapi Leo kali ini. karena Eudora merasakan aura yang begitu besar.


Eudora menatap sekitarnya waspada.sesemi menatap Silvana dengan gusar. hingga sebuah dentuman dari atas menghentikan laju mobil mereka.


BENG! BOAMMMM!


Detik berikutnya suara tangisan terdengar ramai di jalanan. teriakan dan tangisan semua orang terlihat sangat menyedihkan. Eudora dengan cepat turun dan menuju pintu mobil Silvana. meraih tangan Silvana dan menuntun Silvana ketempat yang lebih aman.


Tiba-tiba sebuah portal pelindung muncul mengelilingi Eudora dan Silvana.


Dua portal untuk dua dunia yang berbeda terbuka. Valir keluar dari portal tersebut dan berjalan mendekati Eudora dan Silvana. satu portal berwarna putih melindungi manusia dari serangan iblis dan satu portal berwarna ungu untuk melindungi Silvana dan Eudora. melindungi semua kerusakan dari pertarungan pada dunia manusia.


Eudora menatap Valir dan menganggukkan kepala, kemudian membentangkan sayapnya dan melebarkan sayap satunya untuk melindungi Silvana. Valir terbang dan menggerakkan tangannya ke bawah, kesebuah portal putih yang berisi banyak manusia. Mata Valir sudah berubah merah dengan api biru yang bercampur dengan sedikit petir hingga menjadikan sebuah kilat.


**** bersambung


maaf ya hari ini aku update nya sedikit. semoga bsok aku bisa update panjang ya.


jangan lupa dukung aku ya dengan like komen dan beri gift🤭


sambil nunggu othor update mampir juga dikarya temen othor ya..


Seorang putra baron yang dianggap sampah kini dikirim ke sebuah desa yang tengah dilanda oleh para bandit.


Pemuda ini terluka, ia menggertakkan giginya karena tujuan dirinya sama sekali belum tercapai, akan tetapi ia meninggal terlebih dahulu.


Kematian pemuda itu mendatangkan satu jiwa yang melayang. Jiwa itu ialah orang yang berasal dari bumi tahun 2983.


Dua jiwa bergabung menjadi satu, keinginan dan tekad saling terjalin.


Satu tujuan yang harus mereka capai, yaitu ialah...


Menghancurkan Dunia