
“Tidak aka nada yang mati di sini tanpa seijinku, Rosaline! Kau sudah cukup membuatku menahan semuanya. Aku muak dan benci pada seseorang yang selalu merasa dirinya paling kuat!” Silvana berucap sangat tajam.
Rosaline menggeram marah, rasa bencinya semakin membesar melihat Silvana yang berani untuk melawannya. Rosaline mengulurkan kedua tangan yang sudah dipenuhi oleh kekuatan dan mengarahkan pada Silvana.
Braaaanggg! Braangggg!
Sebuah kekuatan tanpa arah menyerang Rosaline. Membuat Rosaline mundur dan bingung. SIlvana diam dan terus menatap Rosaline dengan tatapan tajam. Terbang sedikit lebih tinggi dan menatap Rosaline yang kebingungan.
“Dari sinilah aku pantas melihatmu, Rosaline!” Silvana masih menatap tajam Rosaline yang juga menatapnya.
“Kau, bagaimana kau bisa punya kekuatan seperti ini?” tanya Rosaline bingung dan mencoba mengeluarkan kekuatannya namun tertahan karena tatapan Silvana.
Silvana tersenyum sinis dan berkata pelan. “kau tak berhak atas kekuatan yang kau miliki selama ini,”
Silvana menatap keatas, Menatap matahari yang tengah bersinar terang. Silvana tersenyum dan memejamkan matanya. Tangannya terulur ke atas.
Splaassshhh! Sinar matahari yang bersinar terang mengelilingi tubuh Silvana beserta semua peri kecil yang hadir dari seluruh penjuru arah. Rosaline terdiam dan terpaku. Rosaline menatap semua peri kecil yang mengelilingi seluruh tubuh Silvana dan berhenti tepat di depan Silvana.
“Hormat kami Yang Mulia Ratu SIlvana, Ratu peri diantara semua peri yang ada di dunia ini. Kami datang atas persetujuan mu untuk membukakan pintu kekuatan Yang Mulia Ratu miliki. Bersatu dengan darah darah Yang Mulia hingga Yang Mulia sanggup memegang segala kekuatan Yang Mulia Ratu miliki sendiri. Mengendalikan semua yang ada di dunia berserta yang hidup di dalamnya. Kami akan menjadi kunci untukmu Yang Mulia Ratu,” ucap para peri kecil bersamaan.
Semua peri kecil terbang mengelilingi tubuh Silvana lagi. Para peri kecil mengulurkan tangan mereka ke atas hingga sinar putih yang sangat terang muncul. Mereka semua mengarahkan Kekuataan pada mahkota yang ada di atas kepala Silvana. Sinar putih yang bersinar terang itu meresap kedalam mahkota Silvana seiring dengan kepakan sayap Silvana yang semakin kencang. Para peri menghilang saat Silvana terbang begitu tinggi dan mengulurkan kedua tangannya keatas. Mengambil alih tugas Valir dan mencoba mengembalikan segalanya.
“Aku, Silvana Efarton, Ratu peri diatas para peri yang ada di kehidupan ini. Ratu peri yang berkuasa memerintahkan pada peri penghuni bumi dan seluruh isinya, normalkan dan kembalikan seluruh keadaan yang ada di bumi ini seperti semula. Hancurkan semua kekuatan yang jahat dan menghalanginya, kekuatan yang ingin menghancurkan bumi ini!”
Detik berikutnya kabut dan sinar putih menyelimuti seluruh bumi. Kabut merah Valir melemah dan tergantikan dengan kabut putih dari Silvana. Para peri kecil yang hidup di dunia berkumpul, terbang dan bersatu menjalankan segala perintah Silvana. Dalam hitungan menit semua kembali normal. Eudora yang sudah pucat dengan segala luka terbukanya. Perlahan luka itu menutup dan kekuatan Valir kembali normal. Mereka berdua bangun dan menatap Silvana dengan tatapan Takjub dan bingung.
Rosaline mundur dan menggelengkan kepalanya. Menatap tak percaya pada apa yang di lihatnya. Rosaline terus mundur membuat Silvana yang menatapnya tersenyum sinis. Silvana turun dan mendekati Rosaline. Silvana mengulurkan tangannya dan menjentikkan jarinya. Sinar putih bercampur petir dan api biru keluar menyatu dan mengarahkannya ke arah Rosaline.
“Aaaahhhkkkk,” Rosaline berteriak sangat kencang dan jatuh terduduk kemudian mengerang kesakitan, karena kekuatan dalam tubuhnya yang menguap dan menghilang. Kekuatan Rosaline menyelinap kembali ke dalam jiwa terdalam hingga membuat tubuh Rosaline terangkat dan dan menguapkan sinar merah dan tak lama Rosaline tak sadarkan diri.
“Aku memerintahkan kalian untuk mengembalikan Rosaline pada klan nya yang menunggu dalam kesakitan! Katakan pada mereka semua bahwa kekuatan Rosaline telah ku segel bersama jiwanya!” perintah Silvana menatap semua peri yang ada di sana menunggu perintahnya.
“Dan lepaskan kembali semua segel pelindung yang ada!” perintah Silvana lagi.
“Baik, Yan Mulia Ratu akan kami laksanakan,” ucap mereka bersamaan. Para peri melepaskan pelindung yang ada setelah keadaan kembali normal. Para peri kecil mengelilingi tubuh Rosaline dan membawa Rosaline pergi.
*** bersambung
hai readers tersayang ku jangan lupa ya terus dukung othor dengan beri like dan komen bair othor semakin semangat dalam update.
sambil nunggu othor update mampir ke karya temenku yg kece ya.
Blurb :
Selamat @BramHero, kode akun xxxBRSuperHero! Ayo lanjutkan, permainan kode slot timun emas. Selangkah lagi menuju level tertinggi, ini adalah tahap awal kamu memenangkan hadiah sebesar 1.000.000.000 cek secara berkala dalam 24 jam, tarik dan proses uang akan dikirim ke akun bank dalam waktu 7hari.
Bram, seorang kurir sayuran box fresh! Mendapat sebuah pesan, misi dari sebuah system delivery.
Akankah Bram tekuni setelah mendapat pesan misterius atau ia abaikan?! Di tambah, kisah cintanya ia ditolak mentah, hanya karena dia pria susah.