My Love King of Darkness

My Love King of Darkness
part. 33



Silvana masih menopang dagu dengan tangannya menatap semua para pemegang saham. melihat semua sedang berdiskusi tak terima. Silvana menatap Luis, Leo, dan Eudora bergantian. Silvana teringat ucapan sebelum Gerald pergi bahwa, Luis memegang berkas yang sangat penting dan dapat di gunakan untuk ditunjukkan pada pemegang saham.


Silvana berjalan mendekati Luis, dan menanyakan hal itu. Luis menyerahkan sebuah berkas kontrak kerjasama antara perusahaan milik ayah Silvana dan perusahaan Vinhart grup. Silvana mengerutkan kening setelah membacanya.


"Kak, ini?"


"Benar, ini perusahaan milik, Tuan Gerald," ucap Luis.


"Apa ini perusahaan yang sama besarnya dengan milik ayahku?" tanya Silvana memastikan.


"Ini lebih besar dari milik ayah, Yang Mulia Ratu," jawab Luis pelan.


Silvana tersenyum, wanita itu mengerti ucapan Gerald saat mengatakan ini hal yang sangat penting. Silvana Kembali duduk ditempatnya dan melemparkan berkas kontrak kerjasama perusahaan milik ayahnya dan Vinhart grup ke tengah meja.


"Kalian lihat!" Silvana berucap dengan tegas.


semua melihat berkas itu secara bergantian. pandangan mata mereka langsung tertuju pada Silvana. Bagaimana mungkin perusahaan Vinhart yang dalam beberapa waktu sudah menjadi salah satu perusahaan terbesar di kota ini mau bekerjasama sama. sebelumnya mereka sudah pernah mengajukan kontrak kerjasama dengan perusahaan Vinhart grup tapi, ditolak. Kini perusahaan itu menawarkan kontrak kerjasama dengan Silvana yang akan menjadi CEO sebagai syaratnya.


"Bagaimana mungkin?" tanya wanita bernama Margaretha menatap tak percaya pada berkas yang di pegangnya.


Silvana tersenyum menatap wanita itu dan berkata. "Tentu, Karena pemilik perusahaan itu adalah kekasihku,"


Semua melongo tak percaya, Jason pun semakin menunduk, dirinya begitu malu pada Silvana. belum cukup sampai disitu. Silvana kembali mengatakan hal yang membuat semua pemegang saham semakin terkejut.


"Ahh ... Satu hal lagi. Dia Leo waldy, kurasa kalian semua sudah mengetahui perusahaan Waldy. Dialah CEO perusahaan itu." Silvana menunjuk Leo memperkenalkan pria itu di depan para pemegang saham. atas permintaan Leo sendiri.


Akhirnya semua pemegang saham setuju agar Silvana menjadi CEO di perusahaan itu, terutama karena melihat dia perusahaan besar yang ada di samping Silvana yang dapat di pastikan akan memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan dan investor saham atau pemegang saham.


Silvana keluar bersama ketiga pengawalnya. Leo berteriak kesakitan saat mendapat pukulan di punggung hadiah dari Eudora, wanita itu merasa kesal dengan sifat Leo yang selalu ingin tebar pesona. Silvana dan Luis menatap keduanya dengan tertawa.


"Hari ini apa yang ingin, Yang Mulia Ratu lakukan?" tanya Luis langsung mendapatkan tatapan horor dari Silvana.


"Bagaimana kalau kita ke cafe paman, Kak Leo," usul Silvana. Membuat Leo dan Eudora saling melirik.


"Bagaimana kalau kita ada kan pesta karena Silvana sudah menjadi CEO," Leo tertawa keras dan kembali mendapat jitakkan dari Eudora.


"Ish ... kenapa kau selalu memukul ku sih, aku kan kakaknya, Kau yang Adik," rengek Leo sembari menunjuk Eudora yang mendapat tatapan malas dari wanita itu.


Silvana dan Luis tersenyum kecil sambil berjalan meninggalkan Leo di susul oleh Eudora di belakangnya.


Suasana cafe tampak sepi, Silvana duduk sembari menunggu kedatangan Gerald yang sudah berjanji akan datang secepatnya. Silvana melihat sekeliling cafe dan tiba-tiba saja dirinya mendapat ide agar cafe ramai.


Leo, Luis, dan Eudora saling memandang satu sama lain lalu tersenyum. Dengan cepat Leo mengambil seluruh peralatan yang diperlukan untuk mengubah dekorasi Cafe. Silvana tentunya sudah mendapatkan izin untuk merombak seluruh dekorasi Cafe dari paman Roland dan Bibi Layla.


Mereka tampak bersemangat dengan alat yang di pegang masing-masing. Cukup lama mereka mendekorasi ulang hingga akhirnya biasa cafe milik Roland dan Layla berubah menjadi nuansa kerajaan.


Silvana menenteng tas yang berisi baju-baju bertema kerajaan membuat Leo tertawa terbahak-bahak. bukan hanya dekorasi cafenya yang diubah tapi, tampilan mereka pun ikut di rubah. Silvana menatap kagum dengan mereka bertiga setelah berganti kostum. tampilan mereka memang luar biasa memukau. Leo terlihat charming dengan pakaian di kenakan serta senyum yang menghiasi wajahnya. Luis dengan pakaian seperti ini terlihat begitu gagah dengan wajahnya yang selalu terlihat tegas. Eudora wajah cantik di tambah dengan pakaian putri kerajaan semakin menambah kecantikannya.


Silvana tersenyum dan menyuruh ketiganya untuk berdekatan, Silvana mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan memfoto ketiganya.


"Baik lah, hari ini mari kita ramaikan Cafe ini," ucap Silvana penuh semangat.


Gerald yang baru tiba tersenyum memandang ketiga pengawalnya. Gerald merasa bahagia saat melihat Silvana sudah mulai berani dalam melakukan sesuatu. Dan sudah di pastikan itu karena kekuatan dalam diri Silvana sudah mulai terbuka. "Kau melupakanku, Ratu,"


Silvana menoleh ke arah sumber suara tersebut dan langsung berlari memeluk Gerald. Gerald membalas pelukan Silvana dan mencium puncak kepala Silvana.


Gerald melongo tak percaya pada pakaian yang di pegangnya. Berbanding terbalik dengan Luis dan Leo yang diberikan pakaian seorang raja atau pangeran. Gerald justru diberi pakaian perajurit. Silvana menahan tawa melihat reaksi dari Gerald.


***Bersambung


hai readers tersayang balik lagi nih dengan yang tipis-tipis. jangan lupa terus dukung karya recehku ini ya dengan like komen dan subscribe ya. jangan lupa Vote juga ya..😂🤭🤗🤗