My Love King of Darkness

My Love King of Darkness
part. 31



Silvana mendesah kasar saat para pelayan mempersiapkan segala hal yang ia butuhkan untuk pergi ke kantor. Silvana hanya mengambil pakaian yang menurutnya pantas untuk tubuhnya dipakai saat ke kantor. Silvana duduk di balkon dan menyentuh daun-daun yang mulai berguguran. Gerald menatap Silvana sesaat dan tersenyum. Memegang tangan Silvana dan memeluk tubuh Silvana dari belakang.


“Apa yang sedang kau lakukan, Ratuku?” Gerald mencium samping leher Silvana pelan.


“Tuan, haruskah aku pergi ke kantor?” SIlvana berucap pelan “Aku takut,” lanjut SIlvana.


“Apa kau mau aku datang menemanimu?” Gerald membalikkan tubuh Silvana menghadapnya.


“Tuan, aku hanya tak yakin dapat melakukan semuanya,” Silvana memeluk Gerald membuat pria itu terkejut dan dengan cepat membalas pelukan SIlvana.


“Ratu, apakah kau ingin aku membantumu menghilangkan rasa takut dalam dirimu? Karena aku tak tau kapan musuh akan datang menyerang,” wajah Gerald terlihat khawatir.


“Bagimana caranya?” tanya Silvana sete;ah diam sesaat dan berpikir.


“Ini akan sedikit sakit tapi kau akan bisa mengatasi segalanya, kau mau mencobanya?” bisik Gerald lembut di telinga Silvana membuat gadis itu tertawa kecil.


Silvana melepaskan pelukannya dan menatap Gerald. “Sedikit sakit?”


“Hanya sedikit sakit dan itu hanya sebentar, kau akan baik-baik saja. Aku tak mungkin membuatmu dalam bahaya, Ratu,” ucap Gerald meyakinkan Silvana.


Silvana diam dan berpikir. Gerald tersenyum tipis dan memeluk SIlvana lagi. Menyinkirkan rambut Silvana yang berada di leher dan mengusap lembut kulit leher Silvana. Silvana hanya diam tanpa menyadari apa yang Gerald lakukan. Silvana menikmati pelukan Gerald dan mencoba mencari keberanian untuk menghadapi semuanya.


Gerald tersenyum tpis dan memejamkan matanya, kemudian membukanya kembali. Matanya sudah berubah biru dan merah kemudian keluar taring dari yang telah tumbuh lebih panjang.


Gerald mencium pelan leher Silvana lalu menancapkan taringnya. Menyerap sedikit darah SIlvana dan mencari titik darah yang berisi kegelapan dalam diri Silvana. Silvana berjangkit merasakan sakit di lehernya. Tangannya meremas punggung Gerald. Gerald mencabut taringnya, dan tersenyum menatap Silvana. Tak lama bekas gigitan yang ada di leher Silvana menghilang.


Kau memang luar biasa, Ratuku. Bahkan aku tak ada sisi kegelapan dalam dirimu. Gerald berucap dalam hati.


“Hanya sedikit sakit, kan? Tak apa, kau akan mampu melewati segalanya. Ada mereka juga yang membantumu,”


“Iya, terima kasih karena, Tuan sudah menjagaku,” Silvana kembali memeluk Gerald.


Gerald mengusap lembut puncak kepala Silvana. Menciumnya berkali-kali hingga membuat SIlvana tertawa kecil.


Silvana merasakan suhu tubuhnya mulai merasakan dingin, darah peri Silvana membuka gerbang kedua dalam diri Silvana, membuat wanita itu mulai merasakan hawa dingin yang teramat karena darah peri yang mendominasi dalam tubuh SIlvana. Detak jantung Silvana berpacu sangat cepat membuat Silvana merasakan lelah. Gerald yang mengetahui itu menggendong SIlvana turun ke lantai bawah.


Gerald tahu karena darah yang coba di salurkan pada Silvana justru berbalik karena darah peri dalam tubuh Silvana memberikan perlawanan. Gerald menyadari bahwa karena darahnya itu membuat gerbang kedua dalam kekuatan peri Silvana terbuka. Gerald dengan cepat menuruni tangga hingga sampai ke lantai bawah. Luis, Leo dan Eudora yang berada di bawah membungkuk hormat.


“Yang Mulia,” ucap mereka bersamaan menunduk hormat.


“Ratu, sedikit lelah, tapi akan membaik dengan cepat. Pukul berapa rapat kantor di laksanakan?” Gerald membaringkan tubuh Silvana di sofa dan menjadikan pahanya sebagai bantal kepala Silvana.


“20 menit lagi, Yang Mulia,” jawab Luis cepat.


“Kalian sudah menyelidiki tentang rapatnya?” tanya Gerald memastikan.


“Sudah, Yang Mulia. Sebagian para pemegang saham menolak untuk menerima Ratu, karena di nilai ratu tidak mengerti urusan perusahaan, Yang Mulia,” jawab Luis kembali.


“Baiklah, Biarkan mereka semua melihat Ratuku hari ini, apa mungkin mereka mampu menolaknya,” Gerald tersenyum sembari menatap Silvana.


*** bersambung.


hari ini up tipis-tipis aja ya,🤭 nanti kalo aku sudah sehat baru aku up yang berat-berat ya. 🤣🤧