![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
Saeron masuk kedalam ruangan milik sehun. Sehun disana terlihat sangat pucat, terbaring lemah, semua tubuhnya di baluti perban sana sini. Saeron semakin sakit melihatnya.
Saeron menarik kusi yang telah disedikan disana.
"hai kak, ini aku saeron. Kakak kenapa tidur lama?"
"kak, tau ga saeron selama ini mati-matian nahan rindu kak, hikkss.. terus saeron terus terusan peluk kemeja kakak, saeron sengaja ambil karna saeron pasti rindu sama aroma itu. Aroma parfum dan aroma alami tubuh kakak"
"kak, saeron sayang sama kakak. Sekarang buka matanya. Katanya mau lihat saeron, jagain saeron, terus selalu ada buat saeeron selalu lindungi saeron dari apapun. Mana buktinya"
Air mata itu terus terusan keluar dari mata sipit milik saeron.
"tau ga kak, jihoon marah banget sama kakak. Katanya dia mau balas dendam sama kakak, dia sakit lihat saeron kaya gini. Terus dia mau cariin saeron kolongmrat yang baik hati dan sayang sama saeron. Kakak ga marah?"
Lagi-lagi tidak ada jawaban, sampai pada akhirnya saeron tertidur disebelah sehun dengan memegang tangannya.
---
Sudah 1 bulan sehun belum juga terbangun dari mimpi indahnya itu. Saeron setiap hari kesana, menemani sehun, membawa sehun bercerita. Saeron benar terpukul akan keadaan sehun, dai ingin kekasihnya itu segera bangun dan menatap kehadiran dirinya.
Saeron membawa ember kecil dan handuk putih. Diletakkannya di dekat nakas. Lalu mengompret handuk itu, membersihkan tangna sehun yang besar itu, lalu mebersihkan wajah yang selau dia rinduka itu kemudian kaki. Setelah itu dia mengelapnya dengan handuk kering.
Sudah lama saeron duduk dan memandangi sehun, berharap sehun bangun. Lalu karna bosan saeron mengajak sehun bercerita.
"tau ga kak, lisa udah pacaran tau sama bang jungkook. Mereka mesra kak. Bang kookie selalu antar jemput lisa lho. Haha, lisa seneng banget kak, kapan saeron kaya gitu lagi sama kakak? Saeron rindu kak. Buka dong matanya, masa betah tidur selama 1 bulan"
"kak, sebentar lagi saeron ulang tahun lho kak, kok ga bangun. Terlalu indah yah mimpinya, jangan lama di dalam mimpi kak, saeron nunggu disini. Saeron sayang sama kakak"
Cklek!
Saeron menoleh ke arah pintu kamar, ternyata mamah sehun datang.
"hai ma"
"hai sayang, kamu udah makan?"
"belum dan saeron ga laper"
"sayang jangan di lalaikan, kamu jangan bikin sehun marah, dia kan ga suka kamu makan ga teratur gini"
"tapi mah saeron ga laper"
"kamu makan sekuat kamu aja, yang penting berisi,oke?
Saeron mengangguk memakan makanan yang di masak oleh calon mertuanya itu.
"mamah udah makan?"
"udah sayang,
---
Hari ini saeron kembali kesekolah seperti biasa, hanya saja harinya yang berubah. Terasa sepi. Saeron sudah datang di kelas dan duduk. Saeron membaca novelnya, membaca serius.
"sae, dia datang"
"dia siapa?"
"bae jinyoung"
Saeron membulatkan mata ketika sosok pria yang sangat tampan itu memasuki kelasnya. Pria itu tersenyum manis pada semua orang, terutama pada saeron yang duduk di ujung kelas. Bae jinyoung tahu kalau saeron bersekolah disini.
"hai anak-anak!"
"hai ssaem"
"kita kedatangan murid baru dari london. Perkenalkan dirimu"
"hai! Perkenalkan namaku jinyoung, bae jinyoung. Aku pindahan dari LA. Senang bertemu dengan kalian" setelah membungkuk dan memberikan senyuman ahn ssaem mempersilahkan jinyoung duduk di sebelah lee dae hwi.
Sebelum itu jinyoung pura-pura jalan ke arah bangku jihoon dan saeron. Menyapa mereka.
"hai jihun dan chubby"
"hmm"
Saeron tidak menjawab dia masih mencerna situasi saat ini. Bae jinyoung. Mantan lama saeron, lebih tepatnya mantan pertama saeron. Sekaligus cinta pertama saeron. Bae jinyong dan saero berpacaran cukup lama sekitar 2 tahun lebih. Setelah jinyoung pindah mereka mengakhiri hubungannya. Saeron ke korea jinyoung ke los angeles. Awalnya mereka semua berada di jerman. Bae jinyoung masih mencari keberadaan cinta pertamanya itu, sekitar satu tahun baru mendapatkan keberadaan saeron.
Mereka putus dengan cara baik-baik. Hanya saja bae jinyoung lebih protective dan sedikit psyco dibandingkan sehun. Bae jinyoung akan melakukan apapun demi mendapatkan yang dia inginkan. Jika dia marah dia akan menghisap darah. Mengerikan bukan.
Selama dia pergi tidak ada darah yang lebih merasa enak dibandingkan darah milik saeron. Ketika jinyoung marah dan stress saeron akan melukai tangannya dan memberikan darah itu untuk jinyoung. Saeron tidak masalah dengan itu. Yang menjadi masalahnya ada jinyoung kenapa bisa berada di korea selatan. Ini akan menibulkan masalah yang lebih besar.
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, semua pada berbondong-bondong untuk menuju keluar. Tidak dengan beberapa orang siswa. Jinyoung menghampiri saeron dengan tiba-tiba memeluknya. Sangat erat. Jujur melihat jinyoung rasa rindu yang lama terpendam kembali. Saeron juga membalaskan pelukan itu.
Lisa, reza, bobby dan guanlian terkecuali jihoon, mereke terkejut dengan tindakan itu. Mereka bingung kenapa mereka terlihat sangat akrab. Bahkan saeron membalas pelukan itu.
"aku merindukanmu, sangat" jinyoung melepaskan pelukannya dan memandangi saeron.
"aku juga"
Semua kembali terkejut. Apa yang terjadi?
"wahhh!!! Apa yang terjadi di antara kalian? Kenapa bisa saling merindukan?"
"anjirr!!! Si saeron dapat pelukan si ganteng!" ujar reza
"itu bocah baru kenapa peluk-peluk my beb sih" kesal bobby
"jaga pandagan lo man!" tukas guanlin yang sedang memandangi kesal kepada mereka berdua.
"mereka berdua itu mantan" ucap jihonn santai sembari melihat malas ke arah mereka berdua.
"anjirr! Demi apa! Tapi kenapa harus peluk?"
"ga papa. Nama juga rindu" jawab jinyoung yang masih mengelus sayang rambut saeron. Saeron melirik jam yang ada di tangannya. Dia tidak boleh telat menjenguk tunangannya saat ini.
"bae, aku pergi. Ada urusan"
"tapi kita baru ketemu chub"
"tidak sekarang. Oke"
"no. Aku bisa sendiri. Jihoon ayo pergi"
"hmm. Bae gua cabut"
"jaga dia baik-baik hun"
"dasar posesif!"
---
"hun, gimana ini? Si bae datang sehun belum sadar. Tambcah kacau!"
"ga tau gua sae, kenapa hidup lo ribet gini ya? Gua ga tau apa yang akan terjadi kalau bae tau lo punya tunangan"
"aish! Jangan bikin gua takut dong setan! Jinyoung itu lebih nekatan orangnya!"
"ngomong kasar gua aduin mereka berdua lo!"
"maaf. Aishh! Gimana nih! Ihh ribet amat kisah percintaan gua!"
---
Setelah berganti baju saeorn langsung kerumah sakit menjenguk sehun. Hanpir dua bulan sehun belum juga bangun.
Cklek!
"hai sayang. Udah datang?"
"udah ma, bunda ga kemari?"
"bunda udah pergi tadi sama abang kamu"
"ohh. Terus sekarang mamah mau kemana?"
"mamah mau ke butik. Ada urusan"
"yaudah hati hati ya"
"iya, sayang yang sabar ya, sehun pasti sadar kok. Doain aja terus"
"saeron takut kak sehun ga bangun-bangun"
"husshh ga boleh ngomong gitu"
"iya mah maaf"
"yaudah mamah berangkat"
Saeron duduk di sebelah sehun, memandangi wajah tenang itu. Sehun sama seklai belm menunjuka tanda-tanda akan sembuh kembali. Masih sama seperti 1 bulan yang lalu.
"hai sayang, hehe pasti kakak seneng kan aku panggil sayang. Kakak kapan bangun sih? Saeron kangen banget sama kakak. Saeron dirumah sendiri. Terus saeron juga makan sendiri. Ga seru tau kak. Setiap hari saeron masak banyak, tapi yang makan cuam saeron sendiri. Kalau kamu tahu aku yang masak kamu pasti marah"
"kak, bangun? Saeron cinta sama kakak"
"tau ga kak, dia datang kak. Dia kembali saeron takut. Dia emang ga jahat tapi jika keinginannya dia bisa gila"
"kalau kaka bangun pasti kakak tau orangnya jadi bangun ya sayang"
Butiran bening itu lagi-lagi lolos dari mata indah milik saeron. Jihoon yang sedang duduk dari sofa hanya bisa memandang punggung bergetar itu. Saeron benar-benar rapuh saat ini.
Cukup lama saeron menangis hingga tangan besar itu bergerak, saeron yang menyadari itu langsung berteriak pada jihoon unutk suruh memanggil dokter.
Sekaran dokter telah menangani sehun, saeron masih berjalan monda-mandir didepan pintu ruangan itu. Saeron sudah menghubungi semua keluarganya. Mereka sedang berjalan menuju kemari.
Jihoon risih melihat saeron yang terus-terusan mondar mandir itu.
"saeron!" panggi seseorang paruh baya yang sedang berlari ke arah mereka.
"sayang gimana keadaaan sehun?"
"belum tau mah, sehun masih di tangani dokter"
"tenanglah sayang, anak kita pasti bangun"
Hampir 1 jam dokter menangani sehun akhirnya dokter itu keluar.
"dok bagaimana kedaan anak saya?"
"anak nyonya sudah sadar, tapi dia mengalami amnesia sementara untuk saat ini. Walaupun hanya sebagian yang dia ingat"
"ya tuhan! Pah! Gimana nih!"
Saeron membeku di tempat. Bagaimana ini? Apakah saeron tidak di ingat oleh sehun? Bagaimana jika sehun tidak akan mengingat tentang saeron?
"kalau begitu bolehkah kami masuk dok kim?"
"hanya sang ibu yang di minta oleh tuan sehun terlebih dahulu"
"baiklah. Sayang aku masuk"
"baiklah"
.
.
.
.
.
.
tbc
kasihan saeron di lupain sama calonya yah:(((
kalian ga sedih?