![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
"sehun-ah~" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan sehun. Padahal hari ini sehun akan pulang kerumah.
"lu ngapian kesini si baek!"
"ehh kolor ijo! Gua kasihan aja sama lu. Ga tau lu di anggurin kan ya sama cewek lu. Lihat noh cewek lu main ama mantan"
"ehh banci! Kalau ngmong di jaga ***"
"sehun, lu kaga laper apa? ni gua bawa makanan buat lu"
Saeron yang mendengar itu melihat ke arah kantong belanjaan yang di bawa oleh abangya daniel.
"abang! Jangan dia kasih makanan selain bubur"
"lah dia Cuma lebam gitu masa makan bubur doang, kaga kasihan lu?"
"buat gua aja, laper"
"ron-ah kamu udah makan lho tadi" ucap guanlin memeperingati saeron.
"mash laper lin, kamu kaya ga tau aku aja"
"udah mantan manggilnya tetep aku-kamu an aja dek!" ucap jongkook yang duduk disebelah lisa.
"bacot!"
"sayang aku pen itu lho, masa makan bubur mulu"
Kali pertama melihat sehun yang berbah seperti anak sd membuat semua menatap horor pada sehun yang hanya di tatap bingung oleh sehun.
"kenapa lo pada liatin gua gitu?"
"hun kepala lo geger kali ya?" ucap jimin memastikan
"apa sih, engga. Tu bocah emang kuat. Tapi kepala gua ga papa"
"sehun kenapa jadi bocah gini?!"
"sehun berubah!"
"sehun salah bergaul nih sama kai gini kan jadinya"
"eh gigi kelinci! Kalau ngomong jangan sembarangan"
"emang gua kenapa sih?" tanya sehun.
"LO KENAPA JADI MANJA SAMA SAERON GINI!" ucap mereka bersamaan.
"hehe" cengir sehun seperti orang bodoh.
---
Sehun sudah pulang sekarang dan sudah berisitirahat di kamar dengan nyaman tapi tidak dengan perasaannya. Saeron masih marah dan sifat saeron kalau udah marah ga mau ngomong, aneh kan.
"sayang! Aku pen makan jus alpukat dong!" teriak sehun dari kamar. Saeron yang berada di ruangan tamu itu segera pergi ke dapur dan membuatnya jus alpukat itu.
Cklek!
"nih!" ucap sehun menydorkan jus alpukat itu pada sehun dan di ambil dengan senang hati oleh sehun.
"makasih sayang" ucap sehun lalu menyeruput jus alpukat itu. Saeron berjalan ke arah meja belajarnya. Hari ini dia tidak sekolah karna yang punya tidak mengizinkannya tapi absen saeron tetap hadir. Beruntung sekali anda.
Sudah 2 jam sehun seperti orang bodoh di kamar ini, bermain game udah, vc sama temen-temennya juga udah. Sehun bosan. Dia butuh saeron, tapi ga mau ganggu saeron belajar.
"sayang?"
"..."
"akh!"
Saeron dengan sigap berjalan ke arah sehun, memeriksa daerah dimana sehun meletakkan tangannya pada kepala sehun.
"kamu kenapa?! Apa yang sakit?"
Sehun berubah posisi menghadap saeron.
"kenapa kok diem?"tanya saeron.
"giliran ada yang sakit aja perhatian, aku bosan sayang"
"gua kira apa! manja banget! Minta rawat sama irene noh"
"sayang, temenin kek"
"ga bisa aku mo pergi sama guanlin. Pergi les"
"tapi kan aku sakit sayang, masa kamu pergi"
"tidak ada bantahan. Aku pergi. Guanlin udah nungguin"
"kamu pergi, guanlin aku keluarin dari sekolah" ancam sehun yang menahan tangan saeron.
Saeron berhenti dan berpikir lalu mengambil handphone yang ada di saku celananya dan menghubungi seseorang.
"ga jadi pergi"
"nah gitu dong"
Saeron duduk di sebelah sehun dengan wajah yang masih kesal pada sehun.
"kim saeron"
"..."
Sehun menarik dagu saeron dan menatap saeron dalam.
"kim saeron, mau kah kau menjadi ny. Oh?"
"ha!"
"haha. Dengerin aku ya"
"hmm"
"kamu maukan nikah sama aku?"tanya saeron yang memegang tangan saeron dan menatap lama mata saeron yang mulai gugup itu. Saeron tahan napas.
"bernapas sayang"
"haaa.... kamu bilang apa?"
"nikah sayang"
"eh kok nangis?"
"aku dari dulu pengen kamu bilang ini sama aku hun. Huwaaaa!!!"
Saeron menangis kencang di depan muka sehun. Sehun tertawa dan memeluk saeron erat walaupun ada rasa sedikit rasa sakit ketika memeluk saeron erat. Sehun tau bahwa saeron tidak akan menolaknya.
"makasih sayang" ucap sehun merenganggkan pelukannya dan mengecup sebentar bibir saeron.
"makasih udah mau jadi Ny. Oh di hidup aku, makasih udah ada buat aku, terima aku yang selalu tanpa henti nyakitin kamu belakangan ini. Aku memang orang yang tidak terlalu romantis, aku ga bisa kaya mereka yang ada di dunia drama yang sering kamu tonton. Tapi dengan aku mengatakan bahwa aku ingin menikahi kamu itu, itulah cinta aku sebenarnya. Kamu selalu ada buat aku, kamu sabar hadapi aku, sifat aku yang selau kekanakan kalau bersama kamu. Makasih udah menjadi penghangat di hidup aku. Makasi udah melelehkan bongkahan es di hati aku. Aku mencintaimu"
Saeron sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi, dia menangis dan terharu oleh penuturan kata-kata yang keluar dari mulut sehun. Dia cinta sehun. Sangat. Empat kataku itu sangat diinginkan oleh para kaum hawa jika sudah memiliki hubungan yang jauh, siapapun itu. Menikahi orang yang kita cintai itu sangat luar biasa.
Suatu kebahagiaan yang sangat-sangat amat terdalam, bahkan tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Itulah yang dirasakan saeron sekarang.
"shhh udah dong nangisnya, di lamar itu seneng sayang kok malah nangis"
"g-gimana ga nangis, aku masih kesel sama kamu, terus kamu tiba-tiba lamar aku. Mana ga ada cincinnya lagi. Huwaaaa"
"haha, giyowo. Lihat dulu tangan kamu noh, udah ada dua cincin cantik disana"
Saeron melepaskan pelukan sehun dan melihat cincin berwarana putih dengan berlian di tengahnya.
"ini berlian?"
"hmm, itu berlian. Kalau cincin pernikahan mau apa?"
"aa sehun ini mahal banget. Kenapa harus mewah terus sih"
"ya ga papa, ga seberapa kok. besok mau apa?"
"terserah mah, biar bunda sama mamah aja yang milihin, kalau kamu belebihan"
"yaudah iya"
"tapi kenapa ga romantis sih! Pen yang kaya yang di drama itu lho hun"
"yaudah maunya kapan, sekarang?"
"ga jadi deh. Aku pen berdua aja mah sama kamu"
"aaa giyowo, sini peluk"
---
Sejenak mereka melupakan masalah mereka masing-masing di atas kasur berukuran king size ini. Melepaskan rasa sayang dan rindu saling memeluk satu sama lain. Berita bahagaia ini harus di segera beritahu kepada keluarga sehun bahwa saeron sudah menerima lamaran sehun.
Sekarang semua keluarga tengah berkumpul di rumah sehun. Sehun memanggil mereka semua. mereka heran dengan sehun, padahal sudah tunangan kenapa harus di lamar lagi.
"jadi kamu maunya kapan sehun"tanya papah sehun pada sehun.
"aku maunya secepat mungkin pah" ujar sehun tanpa memikirkan bagaimana respon saeron padanya.
"kak! Saeron masih sekolah lho. Masa iya habis selesai sekolah nikah kak"
"sayang, kita udah hampir dua tahun tunangan, masa iya mau di undur mulu sih"
"lo ngebet banget nikah sama adek gua hun!" Ujar Dani Yanga ada di seberang kursi sana
"iya lah, lo kira gua tahan dia di incer-incer ama orang apa?"
"sudah sudah, semua bergantung pada saeron. Kalau menurut bunda seharusnya selesai saeron sekolah aja. Toh sekarang udah musim-musimnya nikah muda kan?"
"nah bener tu minyoung aku setuju sama kamu" ucap mamah sehun menyetujui ide bunda saeron.
"tapi kan saeron pen kuliah"
"kamu tetep kuliah kok sayang, tapi udah ada status yang jelas aja"
Saeron tidak menjawab, dia masih berpikir. Sehun tahu ini berat untuk saeron, keputusan sehun sudah bulat, tidak ada yang menolaknya. Untung pada pertemuan ini chanyeol tidak datang pada pertemuan ini.
Sehun mengelus tangan saeron memberikan kekuatan disana. Saeron menghela nafas panjang.
"haaa.... yaudah tamat sekolah. Tapi saeron belum mau punya anak yah!"
"hahaha... sayang kamu kenapa bilang gitu sih"ucap sehun.
"saeron masih mudah kak. Iya kali umur 19 tahun udah gendong debay"
"ya gapapa dong, kami ortu mah seneng"ucap ayah yang menggoda puti cantiknya ini.
"Ayah!"
Semua tertwa gembira disana. Mereka senang, terutama ayah saeron akhirnya anaknya memiliki seseorang yang akan benar-benar melindungi dirinya. Di dalam hati jiwook sedih dan bahagia. Putri kecilnya telah milik orang lain sekarang.
"dek cepet amat nikah nya! Tungguin abang kali dek"
"dihhh kok salahin saeron! Tanya nih sama temen abang, ngebet banget" ucap saeron yang mencubit tangah sehun.
"tapi kalau lu bahagia mah gua bahagia. Kalau lo udah nikah gua musti cari calon lagi, kan udah ada yang jagain lo"
"aaa abang! Sini peluk"
Saeron hendak berdiri dan ingin memeluk daniel tapi sehun menahannya.
"apa sih hun!"kesal saeron.
"ga boleh, kalau kamu peluk dia nanti kamu di bawa pulang kerumah"
"ihh apa sih lo! Adek adek gua. Posesif banget"
"serah dong!"
"bun, lihat tu mantu bunda"
"udah kamu ngalah kek, si sehun emang gitu. Heran bunda kaadang"
"saeron milik sehun"
"iyain!"
Saeron udah kesel wajahnya. Masa sama abang sendiri ga boleh pelukan. Kan aneh. Pusing saeron punya laki kaya sehun mah.
.
.
.
TBC