![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
Pagi ini saeron lagi mandi dan lagi nyanyi di kamar mandi dengan keras membaut seseorang bangun dengan sangat terpaksa dari tidur indahnya karna suara berisik itu.
"i'm miss you so much~ na na na na"
"kenapa saeron jadi nyanyi ga jelas gini sih!" gertu sehun yang menendeng kesal selimut.
Saeron keluar sembari bernyanyi dan tidak menghiraukan sehun yang kesal padanya itu.
"na na na~"
Saeron berjalan ke arah walk in close nya itu dan sehun masih melihat kesal ke arah saeron.
"ada apa sih sama bini gua! Aish!"
Sehun sudah selesai mandi dan saeron masih menata rambutnya di meja riasnya itu, sehun hanya melirik sedikit lalu pergi berganti baju. Beberapa menit kemudian dia kembali ke kamar meliat saeron dengan penampilan beda. Rambuntya di ikalin, terus diikat sisi kiri dan kanannya ke arah bawah, menambahkan bahwa dia semakin cantik, gemas dan juga lucu.
Sehun masih cengo di buatnya. Saeron menatap sehun berkedip dan memiringkan kepalanya ke kiri.
Saeron menggerakan naik turun tangannya di depan muka sehun agar dia sadar.
"ha?" tanya sehun dengan waah bodohnya, saeron hanya menaikkan satu alisnya.
"sayang kenapa penampilan kamu kaya gitu? Ganti dong~ aaa manis banget. Ganti yah nanti kamu dilirik lagi sama yang lain. Ga mau ah! Aku juga ga bisa kesekolah sekarang lagi. Aish! Ganti ya?"
Saeron semakin menautkan alisnya bingung. Ada apa dengan penampilannya? Bukannya biasa aja. Hari ini saeron ujian terakhir dan tiket ke jerman sudah jihoon beli, karna mereka harus pergi tanpa sepengetahuan sehun dan jinyoung, daniel akan menyusul setelah mengurus sesuatu.
Saeron masih belum mau berbicara pada sehun dan jinyoung, hanya menjawab satu-satu pertanyaan dari mereka yang menurut mereka penting.
"kenapa?"
"aaa itu.. kamu manis banget~ ganti dong modelnya. Kucir kuda aja deh. Atau gerai aja. Eh jangan deh yang kaya biasa, kalau kamu gerai makin cantik. Ga usah"
"ga jelas. Buruan turun sarapan antar sekolah" setelah berucap seperti saeron berlalu meninggalkan sehun yang masih bergumam tidak jelas, lalu sehun berjalan cepat agar mereka sama ke meja makan.
Pelayan disana kagum melihat saeron, lebih tepatnya gemas melihat saeron yang rambutnya di kuicir seperti itu.
"kenapa bi?" tanya saeron yang melihat pelayan yang dirumah itu menatap saeron dengan senyuman yang bahagia.
"ah tidak nona hanya saja nona manis hari ini karna mengikat rambut seperti itu"
Sehun mendegar perkataan bibi itu menatap saeron melas.
"aah tuh kan sayang~ kamu itu manis kaya gitu. Ganti aja deh" rajuk sehun yang hanya di diamkan oleh saeron.
Semua pelayang termenung melihat aksi sehun yang manja pada saeron. Selama mereka tinggal bersama dengan saeron dan sehun mereka tidak pernah melihat sehun yang manja seperti ini seperti anak kecil. Tuannya benar-benar berubah oleh seorang gadis kecil yang akan menjadi pendamping hidupnya kedepan.
---
Saeron sudah di antar oleh sehun kesekolah tapi sehunt tidak bisa mengantarnya ke depan kelas karna ada urusan mendadak. Sehun di perhatikan oleh kakak kelas dan juga adik kelasnya. Mereka tersenyum pada saeron tentu saja saeron juga balas dengan tersenyum, apalagi cowok yang lebay nya selangit itu.
Tiba-tiba ada seseorang yang berhenti didepan saeron membuat saeron mau tak mau menabrak dada bidang itu. Saeron meringis kesatikan karna jidatnya terbentur oleh dada bidang itu. Saeron mendongak dan melihat siapa itu.
"jinyoung?"
"hai babe. Kenapa jadi gemesh gini sih~ makin sayang deh. Ayo kekelas?" ajak jinyoung menarik tangan saeron tapi saeron tidak bergerak.
"kenapa?" tanya jinyoung bingung. Saeron melirik ke arah tangan yang di genggam itu dengan tatapan yang berkata 'lepasin tangan aku. Atau...'.
"aishh! Lama banget ngambeknya" jinyoung melepas pelan tangan saeron. Saeron berjalan duluan ke arah kelas.
Di kelas saeron di sambut sama teman-teman gilanya itu, mereka heboh dengan gaya rambut saeron. Saeron memang sekali itu bergaya seperti itu tapi kenapa reaksi mereka sungguh berlebihan?
"saeron! Aa gemesh gua liat lo" ucap lisa yang menangkup wajah saeron lalu menggelengakan kepala saeron kiri dan kanan.
"ihh saeron kaya anak kecil deh, enak punya wajah baby face ga sih"
"sae, lo lucu banget, makin sayang gua sama lo" ketika bobby hendak memeluk saeron ditahan oleh dua orang, tentu saja jinyoung dan guanlin.
"apa sih lo pada! Over banget" ujar bobby yang menepis tangan mereka dengan kesal.
"apa sih kalian! Biasa aja! Udah sana bentar lagi masuk!"
---
"wahhh!!!! Akhirnya ujian kita selesai tinggal tunggu hasil ujian aja lagi"ucap jihoon yang sedang mengemasi barang-barangnya.
"hoon-ah, udah beres?"
"siap!"
"saeron, lo liburan kemana?" tanya lisa
"belum tau"
"kita liburan rame-rame aja gimana?" tanya reza yang mengusulkan salah satu ide yang ada di benaknya.
"maaf temanku tercintah, gua ada urusan sama saeron ya, ga bisa di ganggu" jawab jihoon.
"sayang kamu mau kemana?"
"belum tahu. Kamu mau ke LA kan?" tanya saeoron yang masih mengemasi barangnya itu.
"iya sih, daddy nyuruh urusin perusahaan yang disana sebentar"
"yaudah sekalin liburan nyari bule aja lo disana" ujar jihoon yang tersenyum meledek.
"lo gila ya! Orang saeron mau jadi bini sehun juga" ucap bobby yang.
Raut muka jinyoung langsung berubah saeron langsung menarik jinyoung keluar, jihoon menyusuli mereka berdua sebelum itu dia mampir ke uks sebentar.
Jinyoung merogoh sakunya dan tampaklah pisau kecil itu, saeron sudah sangat ketakutan sekarang, sudah 3 tahun saeron tidak mengalami ini, sekang dia mengalaminya lagi. Dengan cepat jinyoung menyayat telapak tangna saeron yang kecil itu, keluarlah darah yang banyak itu, jinyoung segera menghisap darah itu sampai tidak ada lagi yang keluar, saeron hanya menahan rasa perih.
Jihoon sudah sampai ke rooftop dengan nafas yang terenagh-engah lalu menghela nafas berat melihat aksi jinyoung itu, berjalan malas ke arah mereka berdua.
"manis" ucap jinyoung
Saeron hanya tersenyum getir, lalu seketika jinyoung sadar.
"sayang maaf, aku ga sengaja" ucap jinyoung khawatir.
"gpp, udah baikkan?" tanya saeron khawatir
"udah. Makasih"
"saeron-ah jinyoung-ah"
"oh hoon-ah" jawab saeron yang memgang tangan sakitnya.
Jihoon megajak saeron duduk disalah satu kursi yang tidak terpakai itu, jinyoung hanya bisa menunduk bersalah.
"shhh... sakit hun" ringgis saeron
"maaf yah sayang, aku.. aku"
"gpp" ucap saeron yang tersenyum manis dan tenang itu.
"jinyoung-ah, saeron udah lama ga gini. Kasian dia"
"maaf"
"udah hoon, gpp"
"udah selesai. Sekarang kita pulang. Dan lo bae, pergi ke LA kan. Sana pergi kita ada urusan"
"hmm"
Jinyoung memeluk saeron terlebih dahulu agar sedikit meredakan rasa rindu unutk beberapa minggu kedepan.
---
Sehun saat ini benar-benar sibuk karna ada kerja sama dengan negara lain, sekretarisnya juga berada di ruangannya sekarang. Krystal masih saja memakai baju yang seksi itu. Dia selalu menunging ketika memberikan laporan pada sehun. Sehun sebagai pria yang akan memasuk usia 21 tahun itu pasti memiliki hasrat yang lebih untuk para lelaki, sehun harus sabar menahan rasa yang ingin sekali dia coba setelah bercinta dengan irene.
Ngomong-ngomong soal irene dia masih saja mengikuti kemana perginya sehun, sehun merasa marah ketika irene dengan lancangnya mencium dirinya. Sehun merasa sangat gagal menjadi seseorang pria yang sebentar algi akan menajdi suami dari adik sahabtnya sendiri. Sehun tidak bisa marah pada irene, bagaimanapun irene pernah menepati hatinya dulu.
Sehun berharap saeron tidka tahu mengenai ini. Dia harus meyakini bahwa saeron lah yang saat ini dia cintai tidak ada yan lain. Sehun merasa sangat khwatir karna saeron akan mendapatkan masalah lebih banyak lagi. Tangisan yang selalu dia dengar dalam waktu beberapa bulan ini.
Hubungan dan sehun sudah hampir setengah tahun, dan itu membuahkan hasil yang memuaskan bagi sehun tidak bagi saeron. Saeron merasa ada yang aneh pada sehun. Dia seperti menutupi sesuatu. Saeron menyadari itu. Karna ingin menengkan diri dia memilih tempat asalnya di jerman. Dimana tempat itulah saeron merasa sangat tenang. Merasa hidup kembali jika sudah bersama dengan keluarganya.
Tapi terkadang karan tingkahnya sendirilah timbul masalah kecil. Tapi, jika tidak ada keributan, pertengkaran, tawa, dan kesedihan hubugan itu tidak akan indah pada akhirnya bukan?
Sehun mengirim pesan pada saeron setiap dia merindukan wajah cantiknya itu, apa lagi penampilan saeron tadi pagi.
"pak sehun, berkasnya sudah selesai, bolehkah saya pergi?"
"silahkan" jawab sehun yang mash fokus menanda tangani surat dmei surat itu.
Cklek!
Seseorang masuk keruangan sehun membuat sehun yang fokus pada kertas itu menoleh pada pintu itu.
"ngapain lo ke kantor gua?" tanya sehun yang melihat pria itu sedang berduduk santai di sofanya itu.
"ga ada, pengen aja makan aja sih" ujar pria itu yang menganyun-ayunkan kakinya.
"baekhyun-ah. Gua lagi banyak kerjaan, bentar lagi cewek gua udah mau pulang"
"bego emang, orang anak sekolahan udah pulang juga. Udah makan dulu bareng gua. Udah gua pesen kok. pizza aja ya?"
"aish! Gara-gara dokumen yang banyak ini ga jadi jemput bini gua!" kesal sehun yang melemparkan map hitam asal.
"cewek lu palingan di antar sama temennya. Btw lo sama irene ga ada hubungan apa-apa lagi kan? Lo ga boleh lengah hun, kalau elngah dia bakalan bawa saeron pergi dari lo"
Sehun langsung mengambil ponsel yang berada di atas mejanya itu. Dia tahu maksud dari perkataan baekhyun. Dia berusaha menetralkan detak jantungnya. Rasa yang menggerotinya itu selalu saja timbul ketika saat saeron ingin pergi. Sehun tidak bisa. Tidak akan bisa.
.
.
.
.
.
tbc
kamu,udah punya pacar?