![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
"saeron nanti kelompok sejarah kita satu kelompok kan?" tanya sa rang kepada saeron
"iya, jadi mau kerjakan dimana?"
"lo maunya dimana?" tanya jihoon
"terserah gua mah ikut aja sih"
"yaudah cafe tempat kita nangkring biasa aja gimana?" usul lisa
"siap!"
Saeron,lisa,jihoon dan sa rang mereka satu kelompok dalam mata pelajaran ibu soo ri. Sedangkan bobby dan reza satu kelompok dengan guanlin dan daehwi.
"hari apa kita kumpul bareng?" tanya sarang memastikan
"besok pagi aja gimana?"
"yaudah share loc sama gua ya" ujar sa rang pada saeron dan aseron hanya mengangguk mengiyakan.
"chub, di jemput siapa?"
"ga tau, sehun katanya lembur. Gimana dong?"
"apanya yang gimana? Yaudah jalan sama gua"
"hehe, sayang deh"
"udah ih jalan dulu"
Tentang hadiah bobby sudah sampai dirumah, awalnya bobby sangat marah dan kesal pada saeron, tapi saeron sudah terbiasa akan hal ini jadi dia bisa memahami sifat bobby ini. Terkadang bobby bekerja paruh waktu di minimarket dekat dengan rumahnya, terkadang jadi tukang antar jjajangmyeon ataupun chiken.
Sehun
Sayang pulang sama siapa?
Saeron
Aku pulang sama jihoon, gpp kan? Mau jalan bareng juga udah lama
Sehun
Jangan ada perilaku yang lebih. Ingat aku tahu apa yang kamu kerjakan sayang.
Saeron
Iya, posesif banget!
Sehun
Saranghae uri wife!
Read
---
"hallo"
"hallo, sehun. Kamu apa kabar sayang?"
"hallo nek. Sehun baik. Nenek apa kabar?"
"nenek baik sayang. Kamu bisa ke restaurant dekat hotel kita?"
"memang ada apa nek? Mendadak sekali?"
"sudah datang saja. Jangan lama!"
"baiklah"
Tut!
Sehun bingung kenapa neneknya mendadak ke hotel miliki keluarganya itu. Apakah neneknya merencanakan sesuatu. Sehun harap tidak terjadi apa-apa saat menemui nenek.
Sehun sudah sampai di hotel dan menuju restaurant itu. Ketika melihat sang nenek dia langsung menghampirinya. Dia tersenyum, tapi disini neneknya tidak sendiri melainkan bersama seorang wanita. Cantik dan elegan. Tapi tidak secantik calon istrinya itu.
"nek, ada apa?" sehun mengambil tempat duduk yang berada di sebelah neneknya itu.
"kau sudah datang. Perkenalkan namanya nam joon. Kim nam joon. Anak dari kim heechan dan lee ji soo"
"hallo. Oh sehun-inmida"
"nah kalau begitu silahkan mengobrol berdua nenek ada keperluan. Nam joon-ssi mengobral lah dengan cucuku ya"
"iya nek. Hati-hati dijalan"
"terimakasih"
Setelah kepergian sang nenek tidak ada percakapan apapun antara dua insan ini. Sehun yang sibuk menanyai kabar pada saeron, sedangkan wanita iut bingung harus memulainya darimana.
"hmm, jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya nam joon yang memecahkan keheningan itu. Sehun yang mendogak melihat wanita yang di hadapannya itu dengan ekpresi datarnya.
"ntahlah. Kenapa kau mau di ajak bersama nenek?" tanya sehun to the point
"hmm, hanya saja aku penasaran dengan sosok oh sehun ini. Dari dekat kau benar-benar tampan sehun-ssi." Wanita itu dengan nekat mengeggam tangna sehun yang terletak di atas meja.
Sehun tidak menyadari bahwa sedari tadi seorang gadis kecil melihatnya disana. Dia sakit hati melihat sehun yang bermesra bersama wanita yang jauh lebih cantik darinya.
---
Saeron menangis didalam mobil jihoon. Jihoon hanya bisa menengkan sahabt kecilnya ini. Dia menghela nafa panjang. Sebenarnya jihoon marah pada sehun, benar benar brengsek.
Kedatangan saeron ke hotel itu adalah menemui bundanya disana, karna bundanya sedang mengobrol bersama mamah jihoon. Dan itu kebetulan sekali. Saeron sudah lama disana, jadi dia ingin segera pulang takut bahwa sehun akan marah padanya jika pulang terlambat. Tapi ketika saeron melihat ke arah lain saeorn tidak sengaja melihat seseorang yang sangat dia kenali itu. Sehun. Dia melihat sehun bersama seorang wanita cantik disana.
Saeron menangis dan jihoon yang melihat arah pandang saeron menjadi emosi. Dia langsung membawa saeron kedalam mobilnya.
"hikss.. hun jahat dia hun"
"udah jangan nangis. Nanti lo bisa kecapean sae. Sekarang kita pulang terus istirahat ya?"
Saeron hanya mengangguk dalam pelukan jihoon dan segara melepaskannya.
---
Saeron masih di dalam ruangan gamenya dia tidak berniat menunggu sehun. Tapi ketika melihat jam sudah pukul sepuluh malam sehun tidak juga pulang. Saeron berusaha tidak peduli tapi hatinya masih gelisah. Saeron harus bisa menyembunyikan ini. Saeron harus bersikap seperti biasa pada sehun.
Saeron sudah sangat lama bermain di depan komputernya, dia memakai headphone dan menaikkan volumenya.
Sehun sudah pulang sekitar jama sebelas malam. Dia memanggil saeron tapi tidak juga ada sahutan. Akhirnya sehun berjalan menuju ruang game milik saeron. Benar saja gadisnya itu sibuk bermain hingga lupa waktu.
Sehun menepuk pelan pundak saeron, saeron yang merasa ada yang memegang pundaknya reflek menoleh siapa itu.
"sayang kenapa belum tidur ini sudah tengah malam"
Saeron tidak menjawab melainkan meng log out permainan itu dan beranjak ke luar ruangan. Sehun mengikuti arah kemana saeorn pergi. Dia heran kenapa saeron menjadi pendiam begini.
"sayang kamu udah makan malam?"
Saeron hanya mengangguk semabari berbaring di kasur dan menarik selimut hingga lehernya. Padahal dia belum makan malam, karna menunggu prian brengsek ini.
"yaudah kalau gitu aku mandi terus kita tidur"
"mandi aja, aku tidur duluan"
Sehun menghela nafas berat. padahal tadi pagi tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan saeron. Jadi ada apa dengan saeron? Daripada pusing mending dia mendiginkan pikirannya dengan berguyur di air dingin.
---
Pagi ini saeorn sudah bangun dan sudah membuatkan sarapan. Dia tidak ada niat membangunkan sehun, setelah menyiapkan sarapan dia segera mandi dan bersiap pergi kesekolah.
Sehun belum juga terbangun, jadi saeron bisa pergi tanpa di antar oleh sehun. Untuk beberapa hari kedepan dia harus irit bicara pada sehun karna kejadian semalam.
"bi, jika kak sehun bangun suruh dia sarapan ya? Saeron mau berangkat"
"baik nona dan hati-hati"
"hmm"
Sehun menggeliat memeriksa apakah saeron sudah bangun, ternyata sudah tidak ada siapa-siapa. Dia melihat ke arah jam dinding sudah menunjukan pukul tujuh lewat yang artinya saeron sudah berangkat. Dia lalu bangkit dari tempat tidurnya dan segera mandi.
Setelah lebih kurang mandi selama 20 menit sehun berganti baju dan menuju meja makan. Ternyata sudah ada makanan disana. Semanjak dia tinggal degan saeron, sarapan pasti dengan nasi. Dulu dia selalu makan roti panggang saja. Tapi kenapa saeron tidak membangunkannya kali ini. Ada yang berbeda dari saeron.
"bi, dengan siapa berangkat?"
"dia sama temannya jihoon tuan"
Sehun hanya diam.
---
Bel istirahat sudah berbunyi saeron bangkit dan keluar bersama teman-temannya agar ke kantin untuk pergi makan.
"Sae! Tau ga lisa lagi deket sama orang tau" ucap reza yang melirik temannya itu yan?g sedang santai memakan makanannya.
"siapa?"
"joen jongkook. Hebat kan! Hahah temen abang lo deketin dia"
"wahhh! Daebak! Kenapa bisa?"
"ga tau, terajadi begitu saja"
"wait! Lisa terlihat tenang aja, berarti dia juga suka sama si jongkook itu! Benarkan?" ujar bobby
"hehe, ganteng"
"wahhh, berita yang sangat sangat bagus!" ucap jihoon
Mereka tetap tertawa seperti biasa, saeron beanr-benar bisa menyembunyikan ekspresinya itu. Jihoon hanya meliaht saeron yang sedang tertawa kepada teman yang lainnya. Jihoon khawatir akan kedepannya pada saeron. Saeron benar ceria tapi sebenarnya dia tipe orang yang tidak kuat menahan sendiri masalah atau beban itu.
Jihoon tidak habis pikir dengan sehun, dia benar terang-terang melakukan kencan buta itu, tanpa berpikir perasaan orang lain.
---
Sehun sibuk dengan segala berkas-berkasnya, karna ada berkas yang akan di kirimkan unutk besok dan harus tepat waktu, jika tidak kerja sama akan di batalkan. Hampir sedikit lagi selesai.
Sudah 30 menit dia berkutat dengan kertas dan juga laptop, akhirnya itu selesai juga. Sehun menghela nafas panjang dan bersandar pada tempat duduknya itu.
Dia melirik ja yang ada pada tangan kirinya, saeron sudah pulang waktunya menjemput sang kekasih. Tapi ketika dia hendak pergi sebuah pesan masuk.
Kim nam joon
Sehun-ssi kau sudah selesai bekerja? Jika sudah datanglah ke cafe dekat kantormu ada yang ingin aku bicarakan.
"apa maunya wanita ini!"
Sehun
Baiklah. Aku tidak akan lama. Karna aku akan menjemput kekasihku
Sehun sudah sampai dimana nam joon memberitahukannya. Dia melihat wanita itu sedang duduk dan sepertinya beanr benar menunggu seseorang akan datang. Sehun menghampiri dan duuk di depannya.
"oh kau sudah datang?"
"hmm. Jadi apa yang akan kau katakan?" tanya sehun tidak mau basa basi.
"well, aku menerima tawaran nenekmu unutk bertunangan denganmu sehun-ssi"
Sehun terkejut mendengar apa yang di katakan wanita yang ada di hadapannya ini. Dia benar-benar gila!.
"apa yang nenek kukatakan padamu?"
"dia hanya mengatakan bahwa kau juga menyetujui pertunangan ini jadi aku juga. Kenapa?"
"kau sudah gila? Tidak aku tidak tahu mengenal hal itu. Dan gilanya lagi kau menerima aku? Aku sudah bertunangan nam joon-ssi"
"aku sudah tahu perihal bahwa kau sudah bertunangna dengan anak dari keluarga kim ji wook bukan? Tapi apasalah jika aku juga ingin. Kau bisa saja memutuskan gadis kecil itu. Lagian dia masih kecil bagimu sehun-ssi" nam joon mencoba menyakinkan sehun, sehun masih ingin berpikir, nam joon dengan kesempatannya menggenggam tangan sehun dan tersenyum menggoda.
"tidak aku tidak ak-" sehun menggantungkan omongannya tidak sengaja dia melihat ke arah dimana kekasih kecilnya itu baru mau memasuki cafe itu, nampaknya bersama teman-temannya. Sehun sontak kaget dan langsng berdiri mengejar sae ron yang sudah, sepertinya menangis. Sehun melirik ke arah jihoon, temannya itu melihat tajam dan memberikan tatapan tidak suka kepada sehun. Tapi, dia tidak peduli yang dia pedulikan saat ini adalah perasaan saeron.
Sehun melihat saeron tidak jauh dari cafe itu. Sehun berlari mencengkal tangan saeron, saeron kaget. Sehun tanpa persetujuan dari saeron menarik saeron ke dalam mobil yang tak jauh dari sana.
---
Saeron masih menagis dalam diam, air matanya masih mengalir. Sehun membawa saeron kerumah mereka. Saeron langsung turun dan berlari ke arha kamar, sebelum itu sehun sudah menahannya.
"sayang, aku mohon dengarkan aku dulu"
"hikss... tidak ada yang perlu di jelasin kak. Semua yang aku liat itu yang sebenarnya terjadi. Aku tau aku masih kecil dan tak pantas untuk dirimu"
"sayang aku mohon dengar kan aku. Itu semua salah paham. Dia wanita yang di kenalkan oleh nenek padaku. Aku bersumpah tidak melakukan apapun dengan dirinya, dan tidak ada hubungan apa-apa sayang!"
"TIDAK! AKU TAU KAK. KAKAK HANYA BERMAIN DENGAN AKU! KAKAK MASIH BIMBANG DENGAN PERASAAN KAKAK! KAKAK TIDAK PERNAH MENCINTAIKU. AKU MOHON BATALKAN PERTUNAGAN INI! AKU TIDAK INGIN MELANJUTKAN INI. AKU MOHON"
"Sayang, itu ga benar. Aku benar benar sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu saeron. Nenek benar benar tidak tahu bahwa aku dan kamu sudah bertunangan sae. Nenek waktu itu di prancis jadi tidak ada yang tahu tentang dirimu ini, kau adalah tunaganku, kau calon istri ku sae"
"kak aku mohon aku ga mau lebih jauh dari ini. Padahal aku suda yakin akan perasaan ini, aku udah JATUH CINTA SAMA KAMU KAK! Kau puas sekarang! Jadi aku mohon untuk tidak melangkah lebih jauh lagi. Kau hanya mempermainkan aku"
"SAERON! JAGA UCAPANMU ITU! SUDAH BERAPA KALI AKU KATAKAN BAHWA AKU SANGAT MENCINTAIMU SAE. KU MOHON JANGAN BATALKAN INI"
"hikss... sakit kak"
Saeron tertuduk dan terisak. Tangisannya sangat pilu. Suhun merengkuh tubuh kecil itu dan membawanya ke kamar. Membiarkan saeron saeron menenangkan diri.
Sehun benar-benar menyesal menuruti kemauan sang nenek. Jika tidak dituruti sang nenek akan mengancam dengan akan membawa irene kembali ke korea. Irene adalah mantan pertama sehun, irene adalah pacar pertama sehun. Irene sekarang berada di australia. Irene pergi meninggalkan sehun tanpa meberi kabar. Sehun merasa sangat kacau pada saat itu. Dia sangat mencintai irene. Kejadian 2 tahun yang lalu membuat sehun teringat kembali. Irene pergi dengan selingkuhannya itu. Neneknya selalu berkata bahwa irene ingin kembali pada sehun. Itu membuat sehun khwatir tentang dirinya dan juga seron.
Saeron memang maish berumur di bawah tahun, tapi dia yang membuat seorang sehun jatuh cinta akan keacantikan dan kepolosan saeron. Melupakan irene tidak semuda itu bagi sehun. Dia berharap irene tidak akan pernah lagi muncul setelah ini.
---
Sehun masuk kedalam kamar mereka. Melihat saeron yang tengah duduk di balkon kamar mereka. Di hari yang sangat dingin ini, sehun mengambil selimut dan meletakannya pada saeron. Saeron sempat kaget tapi dia beralih menatpa kedepan.
Sehun menatap wajah saeron dari samping. Cantik, hidung mancung, bibir tipis dan manis itu selalu menggoda sehun.
"sayang?"
"..."
"maafkan aku. Berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya?" tanya sehun berhati-harti.
Saeron membalik ke arah sehun menatap sehun denan ekspresi datarnya itu.
"oke, jelaskan"
"wanita itu bernama kim nam joon, dia wanita yang di jodohkan dengan aku oleh nenek. Nenek tidak tahu bahwa aku sudah bertunangan denganmu saeron. Dia berada di paris waktu itu. Tidak ada yang memberitahunya. Dan soal aku menemuinya itu karna dia ingin berbicara bahwa dia akan berbicara penting. Jadi aku datang. Dan dia berkata bahwa dia akan menerima pertunangan dengan diriku, aku bahkan tidak tahu soal hal itu. Kukira nenek hanya memperkenalkan saja. Aku sudah bilang bahwa aku sudah bertunagan dengan dirimu sayang. Aku sudah bilang itu saeron. Yang mengejutkannya lagi dia tahu bahwa kau itu tunagan ku. Aku takut terjadi yang tidak-tidak padamu. Sepertinya dia wanita yang nekat"
"jadi nenekmu benar-benar tidak mengetahui pertunagan ini?"
"aku rasa iya"
"kalau begitu ajak aku bertemu dengan nenekmu itu. Perkenalkan aku"
"kau berani?"
"apa yang aku takutkan kak? Jika kau tidak juga memperkenalkan aku. Kau akan terus terusan di jodohkan. Asalkan kau tahu aku sudah dua kali menemukan kau sedang berkencan buta"
"benarkah? Pantas saja kau bersikap dingin semalam. Itu sangat mengerikan sayang. Aku tidak ingin kau menampilkan ekspresi itu lagi. Aku tidak suka"
"jadi bagaimana?"
"apanya?"
"tch. kau akan mempertemukan aku dengan nenekmu kan?"
"baiklah besok kita akan ke mension keluarga"
"bagus"
"sayang, kamu sudah memafkan aku bukan?"
"kali ini aku maafkan"
"terimakasih"
Sehun memeluk erat saeron, dia tahu saeron akan mendengarka penjelasannya terlebih dahulu. Sehun menghirup roma tubuh saeron. Sangat wangi.
"minggir aku mau main game"
"sayang, jangan bermain terus. Matamu bisa menjadi sakit"
"aku bosan"
"TIDAK! Kamu akan ikut aku untuk makan malam diluar. Oke?"
"aishh! Menganggu saja. Baiklah. Makan apa?"
"mau makan apa?"
"ttoebboki pinggir jalan?"
"tidak, itu tidak higenis sayang. Nanti kau akan sakit perut"
Saeron memutar malas matanya. Makanan terenak itu ya dipinggir jalan.
"ayoolahh sehun. Aku ingin itu. Aku belum makan semenjak tadi siang"
"kenapa kau tidak makan? Ya tuhan kau bisa sakit perut sayang, jangan telat untuk makan. Jadi kita makan nasi saja oke?"
"aaaahh sehun, mau ituu saja. Habis itu makan sapi daging sapi, hm?" saeron memelas kepada sehun agar permitannya dituruti. Sangat susah membujuk sehun jika berhubungan dengan makanan.
"baiklah. Karna aku sudah membuat mu menangis. Ganti baju mu"
"kenapa? Aku malas ganti baju"
"sayang celana mu itu terlalu pendek, kamu ingin memperlihatkan kaki jenjang itu pada laki lain?"
"aishh. Padahal ini biasa saja. Selalu saja berlebihan"
Saeron berjalan sambil menghentakan kakinya menuju ruangan walk in close milik mereka. Sehun tekekeh melihat tingkah gadis kecil itu.
---
"ayo pergi aku sudah lapar~"
Sehun bangkit lalu menggandeng tangan kecil itu menuju mobil mereka.
---
Sehun sedang memperhatikan saeron yang makan dengan lahapnya. Semua pengunjung memperhatikan saeron dan sehun. Well, siapa yang tak mengenal dirinya ini.
Sesekali dia mengahpus sisa makanan yang ada di bibir saeron, saeron Cuma bisa senyum. Mungkin karna makanan ini sangat lezat.
"Sayang makanlah pelan-pelan, nanti tersedak"
"enak. Habis ini makan daging sapi ya"
"iyaa, jadi cepat habiskan"
"oke!"
Sekarang mereka sedang memakan daging sapi korea itu, sehun memangggang daging-daging segar itu, saeron benar-benar berbinar meliaht makanan itu.
"sayang apa kau sangat lapar? Kau seperti tidak makan seharian saja"
"hmm, sangat lapar"
"kenapa makanmu banyak sekali hari ini?"
"tidak tahu, sudah kebiasaan ku jika aku menangis sudah pasti aku akan kelaparan setelah itu, tapi semua tergantung mood ku"
"baiklah, nih daging mu"
"nanti bungkus yah hun, aku mau memakannya dengan bibi dirumah"
"ya tuhan, kenapa tidak sekali saja suruh aku membeli tempat ini sayang?"
"kalau begitu belikan untuk ku, biar aku bisa makan disini terus"
"wahhh!!! Tidak disangka adik seorang daniel memiliki selara makan yang luar biasa"
"makanlah sayang, kau tidak lapar? Jangan berbicara ketika makan, itu tidak baik"
"aku sudah kenyang, makanlah"
"baiklah, awas kalau minta yah dirumah"
"tidak, aku nanti mau beli pizza saja nanti"
"2 kotak yah?"
"sayang kamu sudah terlalu banyak makan. Sudahlah"
"aku lapar,gegara menangisi pria jahat seharian"
"oke aku salah, ada yang ingin dibeli lagi?"
"hmm, besok aku ingin melihat tas baru?"
"baiklah, besok aku temani. Tapi tanpa kau minta aku sudah tahu itu sayang. Kau tidak lihat koleksi tas mu yang baru di lemari?"
"tidak, aku kan jarang keluar, padahal mau ngobrol banyak sama guanlin kemarin"
"sayang! Jangan membicarakan pria lain di depanku, atau aku habisi cowok itu"
"iya iya. Marah mulu"
---
Hari ini adalah hari dimana saeron dan sehun pergi kemansion milik keluarga sehun. Saeron sudha sangat rapi dengan pakaiannya.


Mereka siap berangkat ke mansion.
Sekarang mereka sudah sampai didepan mansion. Saeron merasa takut menghadapi nenek sehun. Walaupun kata sehun neneknya itu baik dan tidak terlalu galak tapi tetap saja saeron merasa takut.
"sayang kamu gapapa? Kenapa jadi tegang gitu?" tanya sehun yang melihat aneh ke arah saeron yang sedang duduk di sebelahnya.
"iya ga papa kok"
"sehun?" itu suara nenek sehun yang baru turun dari tangga menuju ruang tamu.
"hallo nek. Apa kabar?"
"baik sayang. Dengan siapa kau kemari?"
"oh ini, dia tunangan sehun, namanya kim saeron. Anak dari kim ji wook. Sayang perkenalkan dirimu"
"hallo nek. Perkenalkan namaku kimsaeron" saeron membungkuk lalu tersenyum kepada nenek. Nenek hanya memasang wajah tidak sudak kepada saeron.
"ohh begitu"
"nek, nenek taukan kalau sekarang aku sudah bertunangan dengan saeron, jadi aku mohon jangan menjodohkan aku lagi dengan siapa-siapa."
"sehun, wanita yang ada disebelahmu ini masih terlihat kecil, dia belum bisa apa-apa. Lagian dia masih perlu belajar lagi"
"tidak apa-apa dia masih kecil, yang terpenting dia akan segera menjadi istri sehun. Jadi nenek jangan mencoba-coba menjodohkan aku dan mengancam aku. Karna aku sudah melupakan wanita itu"
"kenapa kau suka pada gadis kecil ini?"
"tidak ada alasan untuk tidak suka padanya nek. Dia memang masih kecil tapi sifatnya sangat dewasa dan tidak terlalu manja. Dan aku yakin dia tidak akan pernah meninggalkan aku tidak sama dengan wanita itu. Jadi mulai sekarang jangan sentuh gadisku" ucap sehun dengan datar dan tegas.
Neneh sehun menghela nafas berat. bagaimanapun sehun adalah cucu pertama yang sangat dia cintai. Sehun memang sangat dingin dan cuek, tapi dia jika sudah jatuh pada pesona seoarng wanita dia akan selalu terpikat.
"baiklah, dia tidak akan nenek sentuh. Dan nenek tidak akan lagi menjodohkanmu dengan siapa-siapa"
"terimakasih. Kalau begitu kamu permisi dulu"
"kenapa begitu cepat?"
"aku harus kerja nek, dan dia hari ini ada tugas kelompok bersama temannya"
"hufftt... baiklah kalian boleh pergi. Untuk saeron jangan lupa sering main kesini karna aku lama di korea ini"
"baiklah nek, aku akan sering dan mengobrol banyak dengan nenek" ucap saeron sembari tersenyum.
Sehun memang bisa mencari calon yang hampir sempurna seperti saeron. Ramah dan cantik-nenek
"baiklah"
"kalau begitu kami pergi ya nek. Jaga kesehatan"
Saeron menghampiri sang nenek dan memeluknya. Nenek terkejut akan tindakan saeron, karna itu pertama kalinya orang yang baru kenal memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"bye nenek cantik"
---
"wahhh, aku beneran tegang loh tadi hun, serius. Sampe keringat dingin gini"
"hmm"
"aku kira nenek ga nerima aku tadi, ternyata dia beneran baik"
"iya sekarang jangan mikir macam macam. Karna setelah lulus kamu akan aku nikahi. Mengerti?"
"ihhh ga mau ah! Aku kan masih mau kuliah mau main sama temen yang lain"
"tidak ada penolakan sayang. Jadi terima saja keputusan ini. Toh orang tua kamu juga merestukan aku sama kamu"
"ihhh kok gitu"
Saeron merasa hidupnya akan benar-benar di atur oleh sehun. Sebenarnya dia tidak perlu bersekolah lagi, karna percuma sehun tidak akan mengijinkannya.
.
.
.
.
.
.
tbc