my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
02



Hari ini adalah hari dimana saeron dan sehun bertunangan, saeron sedang di rias cantik, semua sudah di siapkan oleh sehun dan itu benar benar matang. Saeron bisa lihat bahwa sehun benar-benar serius akan dirinya. Tapi dia belum bisa mencintai orang yang adaakan menajadi tunangannya ini. Terlebih lagi saeron tahu bahwa sehun itu orang yang posessif.


Saeron menggunakan gaun yang sampai selutut. Dia berjalan menuruni tangga, sehun yang melihat itu kagum dengan kecantikan dan senyuman milik saeron. Mereka sekarang sedang bertatapan. Saeron tidak mengundang siapapun kecuali keluarga dia.


Sudah 1 jam acara ini berlangsung dan sudah 1 jam dimana saeron dan sehun bertukar cincin. Cincin yang diberikan itu sangatlah mahal, sebenarnya saeron ragu menerima cicin itu karna saking mahalnya.


Daritadi sehun sibuk mengenali dia dengan rekan kerja sehun, saeron capek sebenarnya. Dan teman-teman kak daniel juga pada datang.


"saeron lo cantik hari ini" ucap jisung kepada saeron dan hanya di jawab dengan senyuman.


"lo cantik dek" ucap baekhyun


Sehun menatap tajam satu persatu temannya itu dan itu membuat semua teman temannya tertawa.


"haha, sehun lo beneran ga berubah ya, sama aja kaya dulu" ledek jimin


"haha, iya ga ada ubah ubahnya tetep aja posesesif sama paasangannya, liat tu pinggang saeron erat banget gandengnya" ucap jisung sembari menunjuk arah dimana tangan kekar sehun melingkar di pinggang ramping milik saeron.


"diam lo!"


---


Acara sudah selesai saeron tidak pulang kerumahnya melainkan kerumah milik dirinya dan sehun. Dia heran kenapa harus tinggal satu atap dengan sehun, mereka itu baru bertunagan bukan menikah. Saeron tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya kalau dirinya tinggal bersama sehun.


Sehun sudah lama membeli rumah super mewah ini untuk dirinya dan juga saeron. Sehun benar-benar sudah memikirkan ini sejak lama.


"sayang kamu capek kan, kamu ke kamar dulu aja aku mau ke kantor sebentar"


"ke kantor?"


"iya, ada berkas-berkas yang harus aku tanda tangani dan selesaikan malam ini, jangan menunggu ya sayang. Aku pergi" setelah mencium pipi milik saeron sehun pergi.


"ngapain aja gua dirumah segede ini sih, komputer game gua dirumah lagi. Padahal mau mabar sama jihoon"


Saeron menaiki tangga untuk ke kamarnya. Saeron terkejut melihat isi kamarnya yang sudah sangat sangat mewah ini. Sangat besar, walaupun dia kaya tapi ini terlalu mewah buat dia tinggali berdua. Saeron masuk ke dalam kamar mandi, mulutnya tidak henti-hentinya mengucapkan wah. Dia sangat terkagum dengan kemegahan yang dimiliki rumah ini.


Saeron berkeliling meliat semua ruangan ini. Benar saja, setiap ruangan memiliki tempatnya masing, ruang perpus, ruang santai, ruang olahraga, ruang buat belajar, ruang game untuk saeron, dan bahkan ruangan buat saeron temannya bermain pun ada.


Luar biasa. Saeron dengan senang meliat komputer gamenya sudah ada dirumah ini, dengan hati yang senang dia memulai permainananya dengan jihoon, ternyata jihoon sudah menunggu sedari tadi.


Saeron memang terlihat feminim tapi dia jago main game. Hampir larut malam saeron bermain tanpa dia sadari sehun sudah ada di sebelahnya sejak 15 menit yang lalu. Ketika saeron menyadari bahwa ada orang yang memeperhatikan dirinya, pelan-pelan dia ihat ke ara sebelah kiri, dan ternaya itu sehun dia sangat sangat terkejut.


"kak sehun?"


"kamu itu aku suruh istirahat kan saeron. Ke kamar sekarang!" sehun membentak saeron, saron menunduk dia tidak sadar kalau sudah tengah malam begini. Air matanya sudah jatuh. Sehun sadar kalau saeron menangis. Dia langsung menarik dan mememluk saeron.


"kamu itu capek sayang, kamu butuh istirahat. Jangan kaya gini, aku ga suka"


"tapi... hiks... tadi kakak bentak aku.. aku takut kak" ucap saeron terbata-bata.


"maaf, yaudah sekarang kita tidur yah?"


Sehun menuntun saeron untuk ke kamar, setelah melihat saeron tertidur dia juga mengikutinya sehun memeluk erat saeron.


"good night babe" setelah mengecup mereka tertidur dan bermimpi indah.


---


Seorang cewek terbangun dari tempat tidurnya, dia merasa berat di area pinggangnya ketika melihat ke bawah dia kaget kalau seorang laki-laki melingkari tangan kekar itu di tubuhnya, saeron membalikkan tubuhnya melihat sehun yang tengah tertidur sangat damai dan tenang.


"kamu kalau tidur dama dan tenang ya" saeron mengusap lembut wajah milik sehun.


"sayang aku tau aku ganteng kok" sehun membuka matanya menatap saeron yang tengah terkejut. Sehun tersenyum setelah itu.


Chu~


"kak?"


"kiss morning sayang"


"ha?"


"sekarang kamu bangun terus sekolah kan?"


"ya ampun aku lupa!" saeron langsung bangkit dari berlari kecil menuju kamar mandi, sehun terkekeh melihat tingkah lucu saeron. Dia sanagt beruntungmendapai saeron, karna saeron itu cantik dan manis.


Setelah mandi saeron tidak melihat sehun di kamar, dia segera memakai sergam sekolahnya dan segera turun menuju meja makan.


"sayang sarapan"


"tapi saeron udahh mau telat kak"


"sarapan"


Saeron dengan pasrah menuju kurusinya, seorang maid sudah menyiapkan semuanya. Janga pernah berpikir kalau saeron di perbolehkan buat masak, itu sangat tidak di izinkan sehun, sehun tidak mau kalau saeron tu ke capekan.


"sayang nanti pulang sekolah aku jemput yah?"


"ha?"


"tidak ada penolakan"


"yaudah"


"good girl" setelah mengecup puncuk kepala sehun pergi ke mobil duluan menunggu saeron.


Di dalam mobil sehun tidak pernah lepas mengenggam tangan saeron, saeron terkadang risih. Dia kan juga pengen bebas. Dia takut buat kesekolah untuk bertemu guanlin.


"udah sampe"


"aku sekolah yah kak"


"ingat jangan dekat dengan laki-laki manapun. Kamu milik aku. Kalau kamu ketahuan selingkuh dari aku, lihat aja akibatnya"


"iya sayang iya"


Saeron keluar dan berlari menuju kelasnya. Sehun masih terkejut dengan perkataan saeron. Saeron tadi memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Itu pertama kalinya.


---


Di kantor sehun sibuk berkutat dengan berkas-berkasnya. Sampai datang seorang sekretaris seksinya yaitu, krystal jung.


"pak ini ada berkas yang baru lagi" ucap krystal sembari memberikan amplop berwarna merah tersebut. Ketika membarikan krystal dengan sengajanya membungkukan badannya agar buah dadanya terlihat sempurna.


Sehun tidak masalah akan hal itu, ntah kenapa dia memilih krystal, Cuma satu dia pintar.


"terimakasih. Kau boleh keluar" ucap sehun ketus.


"kenapa sih si sehun ga mau lirik gua. Menyebalkan. Lihat saja nanti"


---


"guanlin?"


"sayang kamu dari mana aja kenapa ga ada kabar?" tanya guanlin khawatir.


Sekarang mereka lagi di atap sekolah. Saeron sedang ingin memberitahukan kebenarannya.


"guanlin aku mau ngomong"


"ngomong aja"


"maaf"


"kenapa?"


"maaf aku ga bisa nerusin ini. Kita udahan aja yah?"


"tapi kenapa? Kita ga ada masalah saeron"


"maaf, aku udah tunangan. Aku tunangan sama sehun. Oh sehun lin" ucap saeron semabri menundukkan kepala dia menahan tangisnya.


"sialan. Aku benaran sayang sama kamu sae. Tapi aku ga bisa melawan sehun gila itu. Kalau itu mau kamu aku bisa terima. Kita masih bisa jadi sahabat kan?"


Saeron terkejut dengan keputusan yang guanlin berikan. Inilah yang di suka saeron guanlin orang yang sanagat dewasa di umurnya yang masih 17 tahun ini. Sebenarnya saeron masih sayang sama guanlin tapi apa daya. Sehun tidak pernah main-main dengan ucapannya itu. Saeron takut kalau terjadi apa-apa dengna guanlin maka dari itu dia menjauhi guanlin.


Bel sekolah telah bunyi saeron sedang menunggu sehun di halte. Sudah 1 jam saeron menunggu tapi tidak kunjung juga sehun datang. Pada akhirnya guanlin menemukan saeron di hal te dan memberhentikan motor miliknya.


"saeron kamu kenapa sendiri?"


"aku lagi nunggu sehun lin"


"dia belum jemput?"


"belum. Udah 1 jam juga"


"mau aku antar?"


"jangan"


"yaudah aku temenin kamu disini yah?"


"makasih"


Guanlin duduk disebelah saeron, sesekali mereka tertawa melihat hal yang lucu muncul di sns milik mereka. Tanpa saeron ketahui sedarit adia da yang memotretnya.


---


LINE!


Sehun membuka pesan yang masuk. Matanya memanas melihat dimana sang kekasih tengah tertawa bersama seorang lelaki. Sehun langsung pergi dari kantornya menuju rumahnya.


Saeron sudah sampai dirumah 30 menit yang lalu, dia sudah menunggu selama 3 jam lamanya. Dan sehun tidak juga menjemput. Pada akhirnya saeron meminta guanlin mengantarkannya.


BRAK!!!


"SAERON! TURUN!"


Saeron yang mendegar suara sehun yang berteriak marah itu segara keluar dari kamar dan berlari menuju ruang TV.


"kak kenapa marah?"


"KAMU ITU BERANI BERANINYA DUDUK BERDUA DAN TERTAWA YA! SUDAH AKU BILANG JANGAN DEKAT DENGAN COWOK MANAPUN! KAMU NGERTI GA SIH! SIALAN!"


"aku nunggu kakak, kata kakak mau jemput. Daripada aku nunggu berjam jam disana..hikss..hikss"


"KAMU ITU CENTIL TAU GA! DI BILANG JAGAN DEKAT DEKAT SAMA COWOK!"


"hiks... huwaaa... kakak jahat. Kenapa harus bentak saeron. Saeron takut disana kak. Uda mulai malam juga! Harusnya kakak ngerti! Untung ada guanlin yang nemanin saeron"


Saeron tertududuk dia masih menangis, tubuhnya bergetar. Sehun yang menaydari bahwa saeron semakin terisak membantu saeron unutk berdiri dan memeluknya.


"maaf, aku khilaf. Kamu tau aku ga suka ada cowok yang dekat sama kamu sayang. Maaf udah bentak kamu yah?"


Saeron masih menangis. Sehun mengakat tubuh saeron ala koala. Sehun menduduki dirinya di sofa di dalam kamar. Saeron masih juga belum berhenti menangis.


"sayang udah dong nangisnya, nanti kamu kecapekan"


"hikss... kak sehun jahat"


"iyah aku jahat, udah yah nangis. Aku juga sakit lihat kamu nangis sayang. Udah yah?"


"ga mau. Huwaaaaa"


"yaduah beli ice cream mau kan?"


Saeron mengangguk dalam pelukan sehun. Sehun tersenyum melihat tingkah saeron yang sangat lucu dan menggemaskan milik saeron.


Sehun menyuruh saeron untuk mencuci muka dan mengganti baju.


"kak ayo pergi beli ice cream"


Sehun melihat pakaian milik saeron. Matanya melihat tajam ke arah kaki jenjang milik saeron.


"kamu mau pamer paha?"


"panas kak"


"ganti"


"ya tuhan punya calon gini amat. Bentar"


"udah kan?"


Saeron memakai baju yang lumayan tertutup agar Sehun tak lagi marah ketika saeron memakai baju yang terbuka. membosankan jika mendengar nya terusan berbicara.


"nah gitu kan cantik sayang ga harus pamer paha juga"


"ishh, aku tu masih kecil, gapapa kali aku gayaan dikit"


"udah jangan kesel nanti aku cium depan pelayan ini mau?"


"apaan sih kak"


Saeron berjalan duluan dan memasuki mobil berwana biru milik sehun.


"sayang nanti mau beli apa aja?"


"..."


"udah lah jangan ngambek mulu"


"hmm"


Sehun Cuma pasrah, ternayta saeron kalau ngambek lama juga.


Sekarang mereka algi duduk di cafe dan lagi menikmat ice cream yang cup nya besar. Sehun sedari tadi ga nyicipi ice creamnya dia Cuma lihat saeron makan ice cream, menggemaskan.


Sehun yang melihat ada ice cream di sudut bibir saeron membersihkan ice cream tersebut. Saeron kaget.


"ihh kok muka kamu jadi merah gitu. Haha kamu blushing yah" sehun tertawa melihat saeron yang sedang cengo itu. Para pengunjung melihat dan membicarakan ke romantisan mereka disana.


"aishh... apaa sih kak. Saeron ga merona kok" kata saeron yang melanjutakan memakan ice cream coklat miliknya.


"sayang pulang yuk?"


"ayo" sehun menggandeng tangan saeron. Mereka berjalan keparkiran menuju mobil sport milik saeron. Di dalam mobil saeron malah nyanyi ga jelas. Sehun Cuma bisa ketawa dengar suara saeron. Ternyata saeron itu lucu dan cantik ketika menyanyi. Suaranya juga lumayan bagus.


"sayang udah ih nyanyi nanti tenggorakan kamu serak"


"ehemm.. tes tes" saeron mencoba suaranya dan masih terlihat bagus lalu tersenyum kepada sehun.


"ihhh gemesin banget kamu" sehun mengusap kepala saeron sayang.


Mereka sudah sampai di rumah saeron tertidur didalam mobil dan itu membuat sehun menjadi merasa bersalah membuat gadis kecilnya ini kecapekan. Sehun menggendong saeron untuk menuju kamar. Mebaringkan tubuh kecil milik saeron dengan hati-hati dan menyelimuti saeron sampai ke perut.


Sehun menyentuh rambut saeron dan mengusap lembut.


"saeron, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Aku tau kau itu masih kecil dan masih bekum bisa nerima aku, aku bakal tunggu kamu. Aku cinta sama kamu sayang. Kamu itu tetap gadis kecil aku. Aku janji bakal jagain kamu dan melindungi kamu. Saranghae" setelah mengecup bibir saeron sehun berdiri menju kamar mandi itu membersihkan dirinya.


Saeron akhirnya bangkita dan mencari sehun, dia membuka pintu kerja sehun dan benar saja sehun masih berkutat dengan laptop dan juga berkasnya itu. Saeron masuk dengan hati-hati. Melihat dengan seksama ketampanan yang dimiliki sehun, dia tersenyum. Baru menyadari kala sehun itu tampan.


Sehun yang merasa ada yang memperhatikannya itu melihat ke arah depan dan terkejut melihat gadis kecilnya itu sekarang berada di depannya sambil tersenyum manis.


"sayang kenapa bangun?"


"tadi saeron cari kakak, kakak masih ada kerjaan yah?" tanya saeron yang melihat berkas sesekali membacanya.


"iya sayang, masih banyak dan harus selsai hari ini"


"tapi saeron maunya tidur sama kakak" muka saeron jadi sedih


"ihh kenapa jadi manja gitu kamu, haha. Tapi kakak ga bisa sayang" jawab sehun yang masih setia membaca berkas yang tidak di mengerti saeron sama sekali.


"yaudah kak sehun tidur di ruang yang lain, jangan ttidur sama saeron" saeron bangkit namun tangannya masih ditahan sama sehun.


"udah jangan ngambek ya. Iya kita tidur"


Saeron mendegar itu merasa senang.


"gendong kak"


Sehun membungkuk kan badannya dan saeron naik ke atas punggung itu. Belum sampe kamar aja saeron udah tertidur. Sehun yang melihat itu segera tidur di sebelahnya dan memeluk saeron erat.


Sehun memang sengaja memanjakan saeron agar dia terbiasa bergantung pada dirinya. Agar saeron tidak salah lagi memilih bahwa sehun benar-benar tulus mencintainya.


---


Pagi ini saeron pergi masak buat sarapan unutk dirinya dan sehun. Padahal sehun tidak membiarkan saeron memasak, para pelayan disana sudah menampilkan muka paniknya itu merasa akan di omeli oleh sehun pagi ini.


"non, biar saya aja yang masak nanti tuan marah sama saya"


"udah bi, bibi lihatin saeron aja, nanti saeron bagi deh sama bibi yah. Ga ada penolakan"


Ketika sehun bangun dia tidak mendapatkan kalau gadis kecilnya itu tidak ada disampingnya. Mungkin saeron sedang di bawah menunggu dirinya untuk sarapan. Sehun bangun dan meuju kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama sehun sudah selesai dengan acara mandinya itu, ketika sehun akan menuju ruangan yang menembus baju miliknya dan saeron, saeron masuk ke kamar, tujuannya yaitu Cuma membangunkan sehun. Tapi saeron di berika pemandangan yang sangat sangat langkah. Dna itu pertama kalinya.


Saeron melihat tubuh bagian sehun yang masih terlihat basah itu. Itu membuat saeron terpaku akan tubuh indah milik sehun. Sehun yang menyadari itu memikirkan ide yang licik di kepalanya. Dia memajukan badannya dan menarik tangan saeron dan mengehempaskan tubuh itu di atas kasur.


Sekarang posisi mereka sehun di atas dan saeron di bawah dengan wajah yang masih terkejut.


"sayang, kamu kenapa?"


"kamu suka yah sama badan aku? Kamu boleh kok pegang. Atau sekarang aja kita lakuin?" tanya sehun dengan sneyuman yang menggoda.


Saeron yang pikirannya sudah mulai stabil tapi tidak dengan jantungnya mendorong sehun menjauh, sehun tertawa.


"ihh kakak, i-itu pakai bajunya sana" saeron masih merona melihat tubuh seksi milik sehun.


"yahh, padahal aku maunya sekarang"


"kakak!"


"iyaa iya aku ganti baju"


Setelah kepergian sehun, saeron baru bisa bernafas dengan legah.


Anjir seksi banget-ksr


"kak saeron berangkat sekolah yah!"


"nanti pulang aku jemput kamu. Jangan dekat sama cowok saeron. Ingat sekolah itu milik aku"


"iya kak iya"


"yaudah, sini dulu kepala kamu"


Saeron yang awalnya setengah badan udah turun malah masuk dan dekatin kepalanya ke sehun dan


Chu~


Sehun mengecup bibir saeron sebentar dan tersenyum.


"ihh kaka curang! Udah saeron masuk yah"


"yang rajin sayang"


"byee kak sehun"


Setelah mobil sehun jalan, saeron berjalan ke kelas. Didalam kelas udah ada sahab-sahabatnya yang lagi asik ngerumpi. Ketika saeron datang malah diam.


"ihh kalian kenapa dia waktu gua datang. Kalian ngomongin gua yah?"


Mereka lihat saeron dengan tatapan tidak dimengerti saeron.


"kenapa sih?"


"lo tadi di antar siapa?" tanya reza


"ha, itu diantar....hmm" saeron memikirkan alasan apa yang harus tepat baut mereka.


"siapa saeron?" ucap lisa


"sama supir lah siapa lagi"


"saeron lo ga punya mobil itu dirumah sayang" jawa jihoon


"apa sihh hun ada, ayah baru beli"


"jangan boong" ucap bobby


"aaa kalian bikin gua takut deh. Nanti di kantin gua ceritain"


"aishh... padahal gua udah penasaran parah" gerutu jihoon


"udah sih hun duduk nih disebelah gua"


Jihoon dan saeron lagi nunggu guru masuk. Sekarang mereka lagi belajar bahasa korea, saeron dengan fokus melihat guru di depan sedangkan jihoon sudah terlelap, ngantuk.


Akhinrya bel keluar sudah berbunyi, saeron dan kawan-kawan buru ke kantin agar dapat tempat. Saeron Cuma cari tempat duduk. Ketika makanan sudah datang ada yang mengantar makanan enak ke meja saeron.


"nona ini makan siang nona"


"maaf ini punya siapa dan dari siapa?"


"ohh ini di pesan oleh tuan besar untuk nona. Selamat makan nona"


Semua pada bingung ada yang tidak beres dengan temannya yang satu ini. Semuanya aneh. Dari tingkah laku dan gerak gerik saeron sampai ada yang mengantar makan sekalian.


"jadi saeron?" tanya reza kembali.


"jadi sebenarnya.." saeron menatap satu persatu teman temannya itu dia tampak ragu tapi ini harus di beritahu.


"jadi sebenarnya gua itu tadi di antar sama sehun. Oh sehun"


"WHAT!!! DEMI APA SAERON LO DI-HMMMPPHH" saeron langusng menutup mulu bobby agar tidak di dengar ole siswa lainnya.


"iya sehun. Yang punya oh corp dan sekolah ini"


"anjirr... terus cowok tampan yang ada di sebelah gua gimana?" tanya lisa yang sedang menyindir guanlin.


"yah kita putus, gua ngerti kok posisi saeron. Kan gua baik orangnya" jelas guanlin dan tersenyum.


"iihh ga nyangka gua lo sama sehun kok bisa?"


"ayah bunda nyuruh gua tunangan sama sehun" ucap saeron yang lagi-lagi membuat bobby histeris.


"apa tunangan!. Hehe iya sae"


"anjiir sae, beruntung banget dapetin kolongmrat kaya sehun lo. Udah tampan kaya lagi. Tapi dari mulut orang ni yah sehun itu orangnya posesif, over deh pokoknya. Gua aja kalau di ajak sama papah ke acara perusahaan dan keteu sama sehun, duh tatapannya itu tajan dan dingin. Serem" ucap lisa


"iya, kak sehun emang posessif tingkat dewa. Ga boleh ini dan itu. Karna gua sayang ayah bunda jadilah gua tunangan sama kak sehun. Kapan-kapan gua ajak ketemu kak sehun deh kalian"


"siap! Mana tau gua yang jadi tunangannya yang ke dua khan?" ucap reza yang langsung di cubit lengannya oleh lisa.


"ga boeh nikung temen sendiri rezaa"


"aww sakit sa! Ajaht banget"


"jihoon tau?"


"hehe hun maaf yah, lupa kasih tau"


"emang sahabat laknat. Sama temen dari orok aja lupa lo" ucap jihoon kesel dan lanjutin makannya.


"yahh jangan ngambek ngapa hun, kapan-kapan gua traktir deh ya"


"iyaa"


---


Saeron serang lagi nunggu sehun, dia udah dapat pesan dari sehun dan sekarang lagi nunggu di depan gerbang. Saeron ga sendirian di temani sama jihoon.


"ron, lama banget sehunnya?"


"bentar lagi juga datang"


Tin tin


Sekarang mobil sport berwarana biru sudah ada dipan mata. Sehun keluar dengan pakaian yang sangat-sangat tampan, mebuat siswi yang masih melewati gerbang sekolah histeris melihat sang pemuda kaya itu.


"hai kak" sapa saeron tersenyum.


"hai sayang. Ini siapa?"


"ini jihoon kak sahabat aku. Kakak kenal kan?"


"iya aku kenal, kamu anaknya park jung suk kan?"


"iyah bang, kalau gitu gua pulang yah saeron. Bye chubby"


"ttdj yah hun"


"hmm"


"kamu apaan sih senyum manis gitu sama jihoon. Pake manggi nama sayang lagi"


"ihh apaan sih kak. Udah kita pulang"


"ga mau jalan-jalan?"


"kakak mau di bilang om-om pedofil. Jalan saama gadis cewek sma gini?"


"enak aja. Aku itu calon suami kamu. Yaudah nanti malam aja jalnnya"


"ehh ga mau. Beliin baju aja di mall yah ya ya ya?" mohon saeron sedikit memkai puppy eyesnya.


Hun tahan hun. Tunggu satu tahun lagi nikah kok


"yaudah ayok"


---


Sekarang saeron dan sehun sedang asik keliling bersama sesekali tertawa melihat ada yang lucu, tertawa bersama, saling bercanda satu sama lain.


Sehun merasa dunia telah berubah menjadi warna warni, dimana dulu sejak dia pergi duania sehun menjadi hitam dan putih tidak seperti sekarang menjadi lebih banyak warna.


Saeron sangat pandai siapapun di dkeatnya merasakan apa itu bahagia, wauapun kebahagiaan ini hanya sementara. Sehun sangat mencintai gadis cantik yang sedang tertawa lepas didepannya ini. Sehun bahagia. Dia harap akan seperti ini selamanya.


Saeron juga begitu merasa bahagia di dekat sehun walau hatinya belum bisa menepatkan sehun di hatinya, guanlin masih ada disana. Tidak semudah itu melupaka seorang yang benar-benar ada saat kita suka dan duka.


Mereka tidak akan tahu kapan masalah itu datang dan kapan berakhir. Mulai hari ini waspadalah sehun.


"haha, kakak itu lucu" saeron menunjuk dimana film yang tadi mereka tonton itu sangatlah lucu.


"iya sayang iya. Udahan ya ketawanya nanti pipi kamu sakit perut kamu juga sakit"


"hehe, iyah. Sekarang kita makan dimana?"


"kamu mau apa?"


"steak?"


"call"


Saeron sudah menganti bajunya, karna sehun ak ingin melihat pacarnya ini seperti simpanan para pengusaha di luar sana jadi dia menyuruh saeron bergaya sedikit dewasa.


Sangat sulit bagi saeron membujuk sehun agar dia membeli baju ini, sehun itu tidak tahan melihat cowok yang kemana mana liatnya. Sehun ingin marah dan memukul wajah pria sialan yang melihat saeron dengan tatapan ingin memakan. Karna hari ini melihat saeron sangat bahagia jadilah sehun mengurungkan niat itu.


Sehun memotong semua daging itu dengan sangat rapi, saeron masih melihat kekaguman tempat makan ini. Walaupun dia dari keluarga yang kaya raya, dia tidak ingin pergi ketempat mahal seperti ini, dan ini pertama kalinya. Memiliki tunangan seorang CEO memang terasa berbeda.


Sehun selesai memotongnya dan menukarnya dengan piring saeron, saeron yang menyadari itu bingung dan tersenyum.


"makasih sayang"


Sehun yang sedang fokus memotong menjadi melihat saeron yang sedang menikmati makanannya itu.


"sayang kamu bilang apa tadi?" tanya sehun ingin memastikan.


"aku bilang makasih"


"setelah itu"


"sayang"ucap saeron sembari tersenyum dengan menggunakan puppy eyesnya itu.


Sehun yang merasa itu panggilan yang sangat-sangat ingin dia dengar dari mulut kecil milik saeron sangat senang pastinya, dia menjulurkan tangannya dan mengusap rambut saeron sayang. Saeron yang di perlakukan seperti itu hanya senyum.


Hunn tahan hun, bentar lagi jadi milik lo kok-osh


.


.


.


.


.


.


tbc


3000 lebih lo baru chap 2. mohon bantuannya ya ! voting!!!