my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
16



SELAMAT MEMBACA!


.


.


.


.


.


To:Sayang <3


Sayang, kamu udah pulang sekolah?


12.40


Saeron


Udah, aku pulang bareng sama jihun kok


Sayang<3


Maaf ga bisa jemput, sekarang kamu dimana?


10 menit sudah sehun menunggu balasan dari saeron tapi tidak juga ada notice yang masuk ke ponselnya. Baekhyun yang melihat sehun yang uring-uringan itu kesal melihatnya. Sehun sudah bolak-balik di depannya selama 10 menit.


"yaa! Berhenti ga lo bolak-balik! Risih gua njingg!"


"gua nunggu saeron balas pesan gua! Gua khawatir"


"palingan dia lagi hang out sama temennya. Lagian dia libur juga. Sesekali calon lo itu bebas, di kekang mulu"


"ga ini lain, kaya saeron itu mau pergi jauh aja gitu"


"serah dah, susah ngomong ama batu" ucap baekhyun yang mengambil potongan pizza dan memakan terlebih dahulu topingya itu.


---


"hoon-ah, nenek udah jemput kan?"


"bukan nenek yang jemput sepupu lo sama sepupu gua yang jemput"


"ha! Demi apa! Aa makin rindu gua sama mereka"


"eh sehun gimana?"


"ga tau, ga gua balas pesennya, hp sengaja gua matiin. Ganggu"


"ga kebayang gua lihat sehun marah terus nyusul lo kesini"


"ga bakal, dia lagi banyak kerja"


"lo yakin ga ngabari merek berdua?"


"jinyoung sama sehun kan ga tahu kita dimana njir"


"ishh mulut lo. Bunda ayah udah tau?"


"udah, malah bunda mau nyusul tapi ga boleh sama ayah karna mereka bakalan ke jepang. Bang daniel nyusul katanya"


"asiik! Rame!"


---


Setelah semuanya selesai sehun bergegas turun ke bawah dan munggu mobilnya sampai di depan, buru-buru dia pergi ke rumah.


Setelah 45 menit sehun baru sampai dan langsung masuk berteriak memanggil saeron.


"SAERON-AH! SAYANG KAMU DIMANA!"


Seorang pelayan datang menghampiri sehun dengan takut.


"tuan, nona saeron sudah pergi 3 jam yang lalu"


"kemana?"


"tidak tahu tuan"


"ARRGGHH!!!"


Sehun berjalan ke atas, mengecek ruangan pakaian mereka. 1 koper hilang dan beberapa baju saeron juga tidak ada. Sehun melempar semua barang yang ada disana. Dia takut saeron pergi tanpa kabar. Dia takut kehilangan lagi.


"arrggh! Saeron kamu kemana sayang? Jangan tinggalkan aku!" teriak sehun frustasi.


---


Saeron sudah sampai di bandara pada subuh hari, dia mencari keberadaan seseorang yang akan menjemputnya. Saeron melihat kana kiri dan mendapati orang itu melambaikan pada saeron. Saeron sontak berlari dan meningglakan kopernya jadilah jihoon yang memunguti.


Saeron berlari ke arah mereka berdua dan meloncat sambil memeluk erat pria tampan itu.


"saeron-ah udah sampe? Wahh tambah cantika aja lo" ucap pria itu menurunkan saeron dari tubuhnya dan menangkup wajah saeron.


"hehe, oppa! Aaahhh kangennn" saeron kembali memeluk pria itu.


"saeron-ah aku ga di peluk,kan juga kangen. Rindu malah" ucap pria yang satunya lagi.


"hehe, ahh! Saeron rindu kalian berdua tau ga"


"gua juga kok"


Jihoon menghampiri mereka bertiga dengan muka kesal.


"jihun lo kenapa kesel gitu, bukannya kasih peluk gitu ini malah kesel" ucap kim min jae pada jihoon.


"tau tu sepupu lo, rese banget masa gua disuruh bawa koper dia"


"ga boleh gitu hun, saeron kan lagi rindu sama kita berdua jadi maklumi aja" ucap minhyun semabari tertawa kecil.


"udah ih pulang saeron cape"


"gendong aja ya sama gua chub?" tawar min jae


"mauuu!!"


Min jae membalikkan badannya dan sedikit membungkukan badan saeron dengan semangat menaiki tubuh min jae.


---


Sehun tidak tidur karna sedari tadi dia menghubungi saeron, teman, abangnya, temannya, bahkan jihoon. Tidak ada yang menjawab atau tahu keberadaan saeron.


Sehun semakin kacau. Bahkan dia tidak sempat mandi.


LINE!


Sebuah pesan masuk pada ponsel sehun, sehun langsung menggeser layar ponsel itu dan melihat siapa yang mengirimnya pesan itu.


Sayang <3


Sayang aku sekarang lagi liburan. So jangan ganggu! Awas aja ganggu aku ga bakalan pulang dan tinggal disini.


"aish! Kemana sih dia liburan!"


Sehun


Liburan kemana! Kamu tu aku cari kemana-mana juga! Kenapa ga boleh?


Sayang<3


Aku ketempat nenek. Jangan ganggu!


Sehun langsung saja menelpon saeron.


"hallo sayang. Kamu dimana"


"dimana! Jangan bikin orang khawatir gini, pulang pulang taunya kamu ga ada"


"jangan teriak ih! Di jerman. Udah ih"


Sehun mendengar bahwa ada yang memanggil saeron dan berucap 'saeron sayang mandi dulu terus istirahat'


"sayang itu suara siapa! Suara jihoon ga kaya gitu! Kamu jangan macam-macam di luar sana!"


Tut!


"ARRGGHHH!!! SIALAN!"


"jerman. Oke tunggu aku disana ya sayang" ucap sehun yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi.


Sehun akan memberikan waktu untuk saeron beberapa dan akan menyusulnya kesana. Karna dia tidak akan meninggalkan saeron sendirian dan mendapati saeron bersama laki-laki lain.


Untuk saat ini sehun harus tahan.


---


"nenek!!!! Saeron kangen. Really miss u"


"ohh cucu kesayangan nenek"


Setelah sampai pada mansion keluarga saeron, saeorn langsung berlari ke ruangan dalam mencari keberadaan neneknya. Ketika bertemu langsung saeron memeluk erat sang nenek.


"hehe, saeron kangen tau"


"nenek juga"


"ehem! Sama kakek engga?" tanya seorang pria paruh baya itu.


"aahh kakek! Saeron rindu tau sama kakek. Udah lama ga pulang" sambut saeron yang memeluk sang kakek lalu mengecup singkat pipinya.


"kakek juga, sekarang kamu mandi terus makan lalu tidur"


"hmm"


Di ruangan tengah sudah ada kakek dan nenek dari jihoon yang sudah menunggu lama saeron. Tentu saja nenek park itu senang melihat cucu cantiknya ini. Jihoon bahkan di lupakan ole neneknya. Hanya kakek dan nenek kim yang menyambutnya.


Tapi saeron berkata bahwa dia pergi bersama jihoon, sang nenek bertanya pada saeron dimana jihoon. Well, bahkan cucunya itu sudah duduk dan memandang kesal pada nenek dan kakeknya itu.


"jihoon-ah" sapa nenek yang merentangkan tangannya.


"aish! Nenek lupa apa juga punya cucu lain di korea, masa Cuma saeron aja yang di ingat"


"hehe, nenek kangen berat sama dia sayang"


"hmm, tau kok"


"yaudah sini peluk nenek kakek dong" uajr saeron


Jihoon beranjak dan memeluk erat kakek dan neneknya itu.


"yaudah sekarang kalian mandi terus makan dan istirahat ya"


"siap captain!" seru saeron yang beranjak lalu ke atas tanpa mempedulikan kopernya.


"tuhkan cucu nenek tu, apa-apa jihoon mulu yang bawa"


"ehh, mulutnya. Ga boleh gitu sama saeron"


"iyaa tau mah saeron kesayangan kalian"


Para bebuyut yang ada disana Cuma bisa tertawa, sedangakn minhyun dan minjae sudah pergi meninggalkan jihoon yang susah payah itu.


---


Saeron sedang menelpon sehun di pertengahan minjae masuk, saeron langsung mematika ponselnya karna sehun marah marah mendegar min jae yang memanggilnya sayang.


Kebiasaan buruk min jae. Memanggil saeron tanpa melihat keadaan sekitar, min jae belum memiliki kekasih sampai sekarang,karna dia terlalu pemilih mungkin? Atau ntahlah.


Saeron sudah mandi dan membaringkan tubuhnya di kasur Quenn size itu dan perlahan matanya tertutup. Seseorang membuka pintu ingin memanggil untuk segera makan. Tapi ketika melihatnya sedang terlelap jadi tidak jadi. Min jae masuk dan berdiri di melihat saerin yang tertidur di tengah kasur itu.


Min jae mengangkat saeron agat posisinya nyaman lalu menyelimuti tubuh kecil itu.


"makin cantik aja sih lo"


Chu~


Min jae mengecup kening saeron dan berlalu ke luar.


"saeron mana minjae?" tanya nenek park


"dia tertidur, mungkin karna kecapean"


"biarkan dia, dia tidak bisa kecapean bukan?" ucap kakek kim


"benar"


---


Sehun bangun kesiangan, dia buru-buru mandi, setelah mandi dan memakai baju kantornya dia turun ke bawah dan langsung ke garasi mengeluarkan mobilnya. Sehun mengumpat pada dirinya karna tidak biasa bangun di pagi hari, setiap hari saeron selalu membangunkan dirinya dengan lembut maupun kasar. Sehun sekarang ada meeting penting dan dia sudah telat 10 menit.


Sehun tiba di ruang meetingnya, semua mata tertuju padanya karna sang pemilik perusahaan tidak biasanya telat seperti ini. Sehun menahan nafas karna berlari-lari tadi.


"maaf semuanya saya terlambat, lanjutkan meetingnya"


Semua tertuju pada layar yang tengah di tampilkan, baekhyun membacakan hasil presentase oh corp untuk tahun ini.


---


Satu sajam sudah meeting itu sekarang sehun sedang makan siang bersama baekhyun, sehun hanya memandang makananya tanpa ada rasa tertarik pada menu sekarang. Baekhyun yang melihat sahabatnya ini sedang galau risih melihat sehun seperti ini, seperti mayat hidup.


"hun, kenapa sih?"


"gua rindu saeron. Dia pergi" sehun masih melihat ke arah luar dimana terlihat pemandangan luar perusahaanya itu.


"pergi kemana? Ga mungkin dia kabur dari lo kan?"


"dia pergi tanpa kasih tau gua, kemaren itu dia marah sama gua karna bentak dia depan murid sekolahan berdua sama jinyoung mantannya dia. Sekarang dia dijerman bersama jihoon sahabat dekatnya itu"


"y aelah bini Cuma menikmati masa liburannya doang. Ga usah cemburu gitu deh lo"


"gua pengen nyusul aja deh baek, ga tahan gua" ujar sehun yang memandang baekhyun meminta pendapat padanya.


"gila yah lo! Besok masih ada meeting penting!"


"terserah, ga tahan gua bisa gila iya gua. Lo aja yang urus. Gua pergi beli tiket dulu." Setelah mengatakan itu sehun bangkit lalu pergi meninggalkan baekhyun yang bertertiak keras namanya itu.


"SEHUNNN!! AWAS YA LO!"


.


.


.


.


.


TBC


bayangin aja baekhyun teriak gimana kesehun ya gais. wajah kesal baek itu gemesh lo gais.


oh iya kemaren sehun ulang thaun kan yah! beberapa hari yang lalu.


SELAMAT ULANG TAHUN BUAT OH SEHUN!~ heartu!


aku mau bilang sama kalian, aku ga terlalu fans sama sehun, tapi lihat wajahnya itu dan ada kaya waah aktor gitu aku suka, maka dari tu aku bawa sehun jadi charater cowok utama di cerita ini. aku ga tau asal usul sehun. terbentuknya EXO juga aku ga tahu. aku suak sama wajahnya aja gitu dan cara dia bicara aja.


makasih yah:)