![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
"sayang jangan marah. Aku Cuma bercanda kok"
"sayang udah dong marahnya."
"sakit tau bunny"
"sayang tangan aku sakit, kepala aku tiba-tiba pusing"
Saeron dengan cepat menghampiri sehun yang hampir jatuh itu. Membawa sehun duduk di sofa. Akting yang cukup bagus.
Saeron bangkit tapi tangannya lagi-lagi di tahan.
"lepas, aku mau ambil obat"
"oke"
Saeron kembali dengan bermacam-macam obat yang sehun punya.
"minum obatnya"
"kecuali yang warna kuning ya. Pahit parah"
"minum ga!"
"iya iya"
Setelah meminum semua obat saeron saeron duduk dan menyalakan tv. Saeron hari ini tidak sekolah, padalah besok pagi ujian semester.
"sayang, maafin ya?"
"..."
"nyesel gua" gumam sehun.
Flashback
Ketika saeron bangun merasakan berat di bagian perutnya, ketika melihatnya ternyata tangan sehun yang melingkar di sana. Saeron merasa aneh. Tapi langsung dia angkat tangan itu dengan pelan. Lalu beranjak kekamar mandi untuk mandi, stelah mandi saeron turun kebawah untuk memasak sarapan. Hampir setengah jam saeron memasak barulah saeron ke atas untuk membangunkan sehun.
"sehun bangun?" saeron memukul pelan wajah sehun agar sang empu bangun
"bangun!"
"nghh~" sehun membuka matanya perlahan. Melihat ke arah kanan siapa yang membangunkan. Sehun tersenyum.
"pagi sayang. Kiss morning?"
"eh?"
"kiss morning"
"kamu!"
Sehun bangkit lalu memeluk saeron erat. Saeron melepaskan pelukan itu dengan sedikit kasar.
"kamu ingat?" tanya saeron dengan ekspresi terkejutnya.
"iya aku ingat"
"kapan?"
"baru bangun dari koma"
Saeron terkejut dengan apa yang dikatakan sehun. Tiba-tiba saeron menangis terisak-isak. Sehun bingung lalu memluk kembali gadis kecil itu.
"sshhtt maaf ya sayang"
"hiks.. lepas! Lepas!"
Sehun melepaskan pelukannya, dia panik.
"maaf sayang. Becanda kok!"
"becanda kamu bilang! Kamu ga ingat aku siapa? Kamu ga ingat aku ini siapa kamu. Dan lebih lagi kamu bilang kalau irene tunangan kamu. Jahat! Hikss... terus sikap kamu ke aku semakin dingin! Kamu bilang becanda! Huwaaa... bunda sehun jahat!!!"
"sayang, udah dong nangisnya. Maaf ya. Aku cuma mau tes daong kok"
"apa yang perlu kamu tes! Kamu nguji kesabaran aku! Jahat! Hikss... bae! Dia jahat!"
"bisa ga jangan bawa nama si brengsek itu!" tukas sehun ketika saeron mengadu pada 'bae' itu.
"aku Cuma mau lihat reaksi kamu doang kok. Well, aku semakin yakin kalau kamu benar sayang sama aku. Udah itu aja"
"serah! Jangan ngajak aku bicara lagi!"
"yahh sayang. Jangan dong. Aa bisa gila aku"
Sehun memeluk saeron dari belakang.
"engga. Lepas ga! Kalau engga aku ga bakal ngomong sama kamu sebulan!"
"aish! Iya" sehun degan terpaksa melepaskan pelukan itu.
Dia benar-benar menyesal sekarang. Ini yang terakhir.
Flashback off
Drrt drrt drrtt
Ponsel milik saeron berbunyi, saeron melihat siapa yang menelfon. Ternay jinyoung.
"hallo bae?"
"sayang kamu dirumah kan? Kenapa ga sekolah?"
"iya dirumah, lagi malas. Besok sekolah kok"
"pulang sekolah aku kerumah ya sayang. Love u babe"
"hmm"
Tut!
"sayang, jinyoung itu siapa?"
"bukan urusan kamu"
Saeron bangkit dari tempat duduknya dan lagi dicekal sama sehun. Membawa saeron duduk di atas pangkuan sehun.
"sayang dia siapa?" tanya sehun lembut sembari merapikan rambut saeron.
"aku ga mau ngomong sama kamu. Sekarang lepas"
"jawab dulu kek. Nanti aku marah lho"
"lepas!" ujar saeron dingin.
"sayang mau kemana?"
Sehun mengikuti arah kemana saeron pergi, well saeron kalau marah dan bosan selalu saja bermain game. Sehun mengikuti saeron.
Sudah satu jam saeron bermain game itu dan satu jam juga sehun memperhatikan saeron bermain, sehun tertawa ketika saeron kesal ketika kalah.
"sayang udah ya mainnya. Udah jam makan siang"
"hmm"
Saeron bangkit dari tempat duduk lalu ke ruang makan.
Saeron mengeluarkan semua bahan masakan. Sehun heran kenapa gadisnya yang memasak?
"sayang kamu ngapain? Kenapa kamu yang masak? Lepas ga! Nanti kamu kena percikan minyak atau engga tangan kamu kena pisau"
"aku mau masak"
"sayang nanti kamu luka! Aku ga mau ya badan kamu sampai lecet gitu"
"tch, sok peduli. Hati gua aja udah masuk ruangan UGD aja ga peduli"
"SAERON!"
"apa"
"sayang jangan kaya gini. Aku Cuma ga mau terluka sama benda-benda itu, udah"
"hmm"
"bibi! Masakan makanan siang!" seru sehun yang memanggil pelayan khusus dapur itu.
"baik tuan"
Saeron berjalan ke ruangan tengah dan duduk.
"sayang udah ya marahnya. Jangan lama-lama. Kan aku udah minta maaf juga. Masa ga mau maafin. Ya awalnya mamah ga mau aku rencanain ini semua. tapi aku pengen lihat kamu tanpa aku aja. Bukannya kamu merasa hampa ini malah asik sama cowok brengsek itu. Malah pakai sayang-sayangan lagi. Augh! Pengen rasanya aku habisin bocah satu itu. Kamu juga baik banget sama dia. Terus! Dia kecup kening kamu! Gendong kamu! Arghhh!!! Mancing emosi"
"salah sendiri ngapain pakai drama segala"
"iya maaf. Ini yang terakhir aku ga mau ngulang lagi"
"hmm"
"di maafin kan" sehun memeluk saeron dari samping sembari menghirup aroma dari tubuh saeron.
"iya dimaafin"
"sehuun.. huk.. ga bisa nafas ini" saeron mengadu sesak nafas sambil memukul tangan sehun.
"oh.. maaf. Aku rindu sama kamu"
"hmm"
---
Saeron benar-benar risih saat ini. Sehun benar –benar tambah posesif karna sekarang. Semua teman saeron main kerumah. Lisa, reza, bobby, jihoon, guanlin dan juga jinyoung. Awalnya jinyoung ingin marah pada saeron karna sehun sangat posesif memeluk pinggang kecil milik saeron.
"hai baby, aku bawain cupcake sama cake cheese buat kamu"
"huwaaa!!! Terimakasih jinyoung" saeron sangat senang karna jinyoung membawa makanan kesukaan saeron. Jinyoung memang tahu siapa saeron. Sehun memandang sinis pada jinyoung.
"saeron!" panggil bobby sambil sedikit berlari untuk memeluk saeron tapi niat itu di hentikan oleh jinyoung bukan sehun.
"stop! Jangan sentuh dia" ucap jinyoung dingin. Setelah jinyoung pergi dan duduk di sofa bobby langusng mendelik ngeri.
"kenapa sih bob?"
"itu si bae jinyoung itu. Kesel gua. Parah banget kalau soal lo. Dia kaya pyscopath tau ga. Kesel gua!. Kami lama kerumah lo karna dia. Dia keliling cari cup cake sama cake itu aja. Padahal mah sama aja. Anjir kesel gua. Terus tuh ya beliin cemilan juga milih-milih. Bilanngya ga boleh kasih saeron yang sembarangan nanti disakit. Aish!"
"jangan sampai denger bob. dia emang gitu kok. Sama nih kaya yang disebelah gua" tunjuk saeron pada sehun yang hanya di tanggapi dengan wajah datar.
"aish! Sialan!"
"bobby jangan ngomong kasar depan saeron!" ucap lisa reza dan juga jihoon serentak.
"sama aja lo ah semua!"
"ambekan banget dah pok ipeh!"
"oi za! Lu mau gua kebiri ha!"
"lo duluan yang di kebiri sama maknya bob"
Semua temen saeron sudah di ruangan tengah. Sehun masih menahan saeron.
"kenapa sih hun?"
"itu si jinyoung itu kenapa di ajak kesini sih. Sayang aku gabisa nahan emosi. Nih tangan pake sakit lagi sebelah kiri"
"udah ih. Dia emang gitu. Tapi yang kata bobby itu benar. Dia lebih parah daripada kamu. 2 kali lebih nekat dariapada kamu babe. Nanti deh aku cerita ya sayang ya. Sekarang lepas"
"kiss"
"mesum emang!"
Chu~
"makasih sayang"
Sehun benar-benar bosan sekarang ini, dia muak. Sehun sekarang sedang memeriksa email yang dikirimkan oleh sekretarisnya itu. Dia membolak balikkan PC tabletnya itu. Saeron sedang asik tertawa dengan teman-temannya. Jangan bilang duduk sehun dan saeron itu berjauhan. Kalian salah. Sangat dekat malah tidak ada celah.
Guanlin dan jinyoung kesal. Jinyoung sebenarnya terlihat marah. Jinyoung belum tahu hubungan saeron dan sehun itu seperti apa. Jadi dia akan bersabar sebentar lagi. Guanlin kesal melihat ke posesifan sehun. Walaupun rasa sayang pada saeron belum hilang tapi tetap saja dia kesal. Karna dia saeron dan dirinya putus, padahal tidak ada masalah sama sekali.
"sa, gimana sama bang kokkie?" tanya saeron yang menggeser sedikit tangan sehun dari pundaknya itu.
Sehun ngeselin ih. Posessif banget-ksr
"berjalan dengan sangat baik dong ya. Malahan udah jadian"
"wahh daebak! Lis beneran?" tanya jihoon tidak percaya.
"hmm, udah 3 hari yang lalu"
"masih di mabuk-mabuk cintah ni si eneng" ledek bobby yang mencolek lengan kecil lisa.
"iya lah. Emang elo jomblo"cibir lisa
"lagi malas pacaran gua. Pengen sukses dulu baru nikah. Habisin waktu gua aja mah. Biar kaya si sehun noh. Muda udah jadi CEO"
Sehun yang namanya di sebut-sebutkan itu hanya melirik sekilas.
"semoga tercapai ya bob. Tapi jangan lupa lo sama kita-kita gua kebiri lo idup-idup" ujar guanlin.
"apa sih kongguan. Kongguan kesel ya. Iya ya" bobby meledek guanlin yang sedang kesal dengan sehun.
"apa sih lo! Sana minggir geli gua!"
"taik lo!"
"bob, do u wanna die?" ancam jinyoung yang sedang menatap tajam bobby.
"ishh serem. Sae gua balik ya. Mak gua udah nelfon adek gua rewel nih"
"bentar deh, gua mau kasih sesuatu sama adek kecil lo. Bentar"
Saeron hendak berdiri tapi sehun menahannya.
"tunggu bentar dan ga usah ikut!" anca saeron.
Saeron membawa paperbag berwarna pink kebawah. Dan memberikannya pada bobby.
"apaan nih?"
"ga ada Cuma boneka, ga sengaja mampir ke sana kemaren. Karna gua sayang banget sama sera jadi gua beli deh"
"makasih ya. Yaudah gua berangkat"
"kita semua juga. Besok ujian"
"gnite swetty" ucap lisa dan reza
"gnite"
"babe, i'm go to home. So, taake care for u. And good night sweetheart"
"gnite bae"
"hai chub, aku pergi. Tidur yang nyenyak ya" ucap guanlin yang tersenyum hangat.
"gnite lin"
"chubby gua nginep ya, daddy sama mommy pergi malas dirumah. Bang daniel juga ga dirumah lo, katanya ada tugas dan harus nginep. Padahal mau di rumah bunda"
"yaudah cari aja kamar lo. Sayang ayo ke kamar"
"hmm"
---
"kak sehun?"
"hmm?"
"kamu kesel ya?"
"ntahlah"
"ihh kok gitu. Mau denger aku cerita ga?"
"mau. Sini bersandar sama aku" sehun menepuk dadan bidangnya menyurh saeron untuk berbaring disana sambil cerita.
"jadi gini. Bae jinyoung. Dia mantan aku. Dulu aku pacaran sama dia di waktu aku sekolah menegah pertama di jerman. Kita sama sama suka dan saling mencintai. Bae jinyoung cinta pertama aku begitu juga dia. Aku pacaran sama dia 2 tahun. Ketika kenaikkan kelas aku pindah begitu juga dengan jinyoung. Dia pindah ke LA dan menetap. Terus kenapa aku bilang dia nekatan dan seperti orang psycopath. Dia akan melakukan apapun demi yang dia inginkan sama seperti kamu. Dia kalau marah minum darah, terlebih lagi darah aku.kenapa dia minum darah? Karna dengan itu dia bisa tenang dan kembali normal. Dia sangat suka itu. Aku ga keberatan dan bunda ayah juga memaklumi jika tidak aku dalam bahaya. Dulu pernah kakak kelas aku mengungkapkan perasaannya kepadaku di lapangan sekolah. Jinyoung tahu dan langsung memukul kakak itu dengan brutal sampai dia dilarikan kerumah sakit dan kepalanya retak bahkan dia amnesia. Jinyoung memang seperti itu. Dia ga mau ke pskiater. Aku bujuk dia dan temenin dia baru dia mau. Aku sama dia putus baik-baik. Dia benar-benar hampir gila karna keputusan daddynya karna harus pergi meninggalkan aku. Jadi begitu ceritanya"
"tapi sayang, aku ga bisa. Dari cerita kamu dan tindakan semua teman-teman kamu dia belum tahu kalau kamu tunangan aku ya?"
"belum, aku ga mau kamu kenapa-kenapa dan berakhir ke rumah sakit. Jinyoung ga bakalan melukai aku sedikitpun hun. Dia selalu jaga aku dan menjauhkan aku yang berhubungan dengan hal yang tajam dan membuat aku capek, sama seperti kamu"
"aku ga mau tau. Kamu tunangan aku. Tamat sekolah ini kamu nikah sama aku. Please don't leave me alone babe. I can't do this. Aku bahkan ga makan selama beberapa bulan karna mikirin kamu. Aku ga bisa makan kalau ga sama kamu. Separuh jiwa aku hilang sae. Kamu pelengakap aku. Rumah besar ini benar-benar sunyi kalau ga ada kamu. Ga ada suara tawa kamu, teriakkan kamu, tangisan kamu, suara kesal kamu semuanya tentang kamu.semenjak aku mnegenal kamu aku lupa waktu aku tidur,makan dan menjalani hidupku sendiri.aku ga bisa tanpa kamu, ga bisa. U know i'm really love u babe"
"aku ga bisa janji hun. Manusia ga bisa selamanya hidup. Aku ga bakalan niggalin kamu. Aku cinta sama kamu"
Sehun memeluk saeron erat. Tanpa saeron sehun bukan apa-apa.
"i love u so much"
"love u too"
.
.
.
.
.
.
Sosweet banget sih mas sehun kan ya? Pengen ga sih di gituin sama calon kalian? Apa lagi ngedusel di dada bidangnya. Aww~ hahah!
Segini dulu ya. Buntu aku tu...
nah panjang kan. aku ga php kok tenang ajaaa
Tbcccccc