my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
22



JANGAN LUPA VOTINGG


TYPO EVERYWHERE.....


Sehun dan saeron sedang mampir di caffe dimana disana lebh banyak makanan manis dan minuman segar. Saeron mesen banyak cake dan ice cream bahkan ada yang di bawa pulang.


"yakin mau habisin semua?" tanya sehun menunujuk makanan yang ada di meja sekarang.


"hmm. Aaaa" ucap sehun membuka mulutnya dan menyuapi sehun, sehun ragu untuk makanan manis itu.


"kamu aja, aku ga terlalu suka"


"coba aja. Buka mulutnya" saeron menyuapi sehun dengan tampang tidak suka.


"enak kan?"


"hmm. Habis ini mau kemana lagi?"


"kamu ga cape. Kalau cape mending pulang. Aku mau masak deh"


"i said no kim saeron. Ga boleh masak. Suruh maid aja"


"gimana mau jadi ibu yang baik kalau gini. Masak aja ga boleh. Jangankan masak nyapu,nyuci aja ga dibolehin. Terus kerja aku tu nagapain selain belajar,ha?"


"yaudah belajar aja. Kamu kan udah kelas 3, besok mau daftar dimana?"


"london"


"kenapa harus jauh sih?"


"pengen aja. Sesekali kan"


"jangan. Jangan ya. Aku mohon"


"ya tuhan, dilarang semua elah. Heran saya"


"disini aja. Sama aku. Lagian kamu bentar lagi jadi Ny. Oh kok"


"sayangnya aku ga mau"


"saeron"


"ga sayang, becanda aku mah" ucap saeron tersenyum geli ke arah sehun yang tadinya mengerutkan kening lalu ikutan senyum.


"kamu maukan nikah sama aku?"


"tapi mau sekolah"


"udah kamu tu dah pintar, jadi ibu rumah tangg yang baik aja"


"ga ih, aku mau belajar. Males dirumah mulu"


"terus acara pernikahan gimana?"


"hmm, tunda?"


"saeron jagan macam-macam deh! Aku ga becanda"


"aku juga, aku pengen kuliah bareng unnie yeri disana"


"terus aku gimana? Jihun sama jinyoung pasti ikut. Lisa sama reza bobby aku ga tau"


"ya mereka pasti ikutan. Aku udah daftar lho hun. Oppa J bantu aku"


"sayang" ucap sehun sedih, matanya mulai merah menangan tangis. Bagi sehun jauh dari saeron itu berat.


"udah ga usah sedih. Aku ga macam-macam kok. inget lho oppa J ga suka aku dilarang, aku tahu batasan kok"


"tapi aku yang ga bisa sayang. Apa aku haurus pindah ke london untuk ngurus yang disana. Aku juga punya yang disana"


"banyak amat dah perusahaan calon gua. Kaya bener"


"yaudah kamu kuliah disana aku juga ikut"


"terus yang di sini gimana? Kamu terlantarkan?"


"engga lah, baekhyun kan ada"


"udah kamu disini aja. Ga ada penolakan sehun"


"aku belum siap sae. Kamu tinggalin seminggu aja di jerman, rasanya sesak. Apa lagi 3 tahun"


"kan kalau libur aku pulang"


Sehun tidak menjawab lagi. Dia masih berpikir bagaimana caranya agar saeron tidak jadi kuliah di london. Terlebih algi jinyoung ikut. Walaupun dia masih muda jinyoung lawan terberat sehun, sehun yakin saeron belum sepenuhnya menjadi pemilik hatinya. Mereka putus baik-baik, mustahil tidak ada perasaan bukan? Walaupun Cuma sedikit.


Sehun memang tak bisa jauh dari saeron. Itu sungguh membuat dirinya beanr-benar seperti orang kehilangan arah. Segitu cintanya sehun pada saeron.


"sayang ga perlu di pikirin. Intinya kamu ga macam-macam aja disini. Aku juga"


Sehun berdiri membawa paper bag belanjaan saeron keluar. Dia tidak bisa untuk sementara berbicara dengan saeron. Saeron mengikuti sehun dari belakang. Dia tahu sehun sangat khawatir akan keputusan ini, bagaimanapun saeron sudah lama bermimpi satu sekolah lagi bersama unnienya itu.


---


Sehabis pulang dari caffe itu sehun belum berbicara pada saeron. Dia masih belum siap. Saeron menunda pernikahan. Ini tidak bisa di biarkan dia harus cepat melangkah sebelum chanyeol adiknya itu merebut milik sehun lagi. Masalah dengan irene belum kunjung selesai.


Saeron bingung harus berbuat apa, sehun benar-benar diam, tiak berbicara padanya dar tadi malam dan sekarang sudah malam kembali. Beberapa hari lagi sudah masuk sekolah. Dan bulan depan sehun ulang tahun, jika masih saja belum ada percakapan bakalan gagal acara pestanya.


"sehun, udah ga usah dipikirn sih sayang. Aku bakalan pikirin kembali kok"


"aku pergi. Kamu sama jihoon aja" ucap sehun pergi dari meja makan.


Saeron ingin pergi ke toko buku untuk membeli buku referensi soal untuk ujian akhir sekolah. Ingat saeron anak pintar juga dikelasnya. Sehun sebenarnya ingin menemani saeron pergi, tapi mengingat kata-kata saeron membuat dirinya menjauh dari saeron. Dia tahu untuk sekarang ini dia berlaku egois. Tidak bisakah saeron berkata demikian. Dia belum siap dan mungkin tidak akan pernah siap.


"chub, sehun sama lo ga baik kan?" tanya jihoon memilih buku-buku di rak.


"hmm, gua bilang gua mau kuliah di london bareng lo, jinyoung sama unnie yeri. Tapi dia ga bolehin"


"mana boleh. Lo tahukan dia begimana sama lo. Gila emang lo"


"lo tahun gua hun, gua kan dari dulu kepengen main bareng ama unnie yeri lagi"


"ngintil mulu lo"


"kalau ga nenek sama kakek nyuruh ogah banget gua!!"


"bilangin ayah ya lo"


"mainnya kaduan. Manja"


"awas ya lo. Gua pergi beli pizza ga bagi lo ya"


"yah jangan gitu, sayang tau duit dari bang J. Banyak pasti noh"


"lah iya dong. Kadang gua heran aja gitu sama oppa j sama oppa jack. Mereka kan mau nikah tu kan, tapi kenapa sama gua royal bet yah?"


"mana gua tau, kasihan tau sama calon mereka. Tapi gua yakin abag kita itu kalau udah cinta ga bisa lepas gitu aja"


"ya itu pasti"


---


Sehun sibuk di ruangan kerja, tiba-tiba pesan masuk di ponsel miliknya. Dia menggeser dan melihat nomor yang tak dikenalnya itu.


012xxxxx


Hai hyung, apa kabar? Besok aku kana ke korea. Tunggu aku


Sehun melempar ponsel miliknya kasar. Dia adik kandung sehun datang ke korea. Sehun semakin kacau. Dia harus segera berbaikkan pada saeron. Ehun beranjak dari tempat duduk menunggu saeron pulang di luar.


Mobil hitam itu berhenti. Seorang wanita datang ke rumah sehun. Dia tersenyum, memakai pakaian minim.


"mau ngapain lo kesini?"


"sayang aku kangen tau sama kamu" ucap wanita itu memeluk sehun erat. Sehun mendorong tubuh wanita itu kasar.


"sayang kamu kenapa sih?"


"elo yang k- sayang?" panggil sehun melihat saeron mentap datar pada sehun. Jihoon Cuma bisa megelus pundak temannya dan berpamit pulang.


"hai adik cantik. Kau baru pulang?"


"selamat bersenang"


"tentu saja!" ucap irene dan berdada seperti penggoda pada saeron. Sehun mendorong irene terjatuh dan membiarkannya baegitu saja, sehun menutup pintu besar itu dan mengejar saeron kekamar. Dan well kosong. Mecarinya keruangan game, ka dapu dan ke kamar mandi, kamar tamu. Dan ternyata saeron berada di perpustakaan. Sehun menghela nafas panjang.


Berjalan cepat memeluk saeron dari belakang.


"lepas"ucap saeron dingin.


Terasa ngilu di dada sehun kita saeron bersikap seperti ini. Dia sangat berbeda.


"sayang maaf. Dia yang memelukku aku dulang"


"ohh sudah pelukan"


"maaf sayang. Aku ga ada ngapa-ngapain kok. jangan kaya gini,hmm"


"kak lepas" sehun melepas pelukannya, hatinya sakit ketika saeron tidak lagi memanggilnya dengan kata 'sehun'. Jika saeron sudah memanggil kaka tu artinya saeron marah.


"sayang aku tahu aku salah, aku ga bisa di maafin. Apa yang harus aku lakuin supaya kamu percaya. Hikss... sae maafkan aku" ucap sehun yang menangis di bawah lantai rumahnya.


Saeron merasa bersalah, dia hanya tidak suka dan marah pada sehun yang hanya diam begitu saja. Saeron memutarkan badanya dan mulai berjongkok. Mengankup wajah sehun, mata sehun merah air matanya terus turun, isakan masih terdengar. Saeron menghapus air mata itu lembut, menatap sehun lekat.


"aku ga marah kok. udah ya"


"ga... kamu marah..hiks kamu tadi panggil aku kak. Aku tahu kamu marah sae. Jangan"


"shhh" saeron memeluk sehun dengan posisi diinya sedikit berdiri dan sehun memeluk pinggang saeron erat. Saeron mengelus rambut sehun lembut.


"udah ga boleh nangis sayang. Kak sehun yang aku kenal itu ga kaya gini, ga cengeng"


"tuh kan panggil kak lagi. Sae maafin aku,jangan marah"


"iya aku ga marah. Sekarang berdiri"


Saeron berdiri terlebih dahulu menjulurkan tangannya, sehun menyambut dan mulai berjalan ke arah kamar. Di kamar saeron menuntun sehun untuk duduk di sofa.


Saeron mengambil handuk basah dan duduk di pangkuan sehun agar bisa mengelap wajah bekas nangis tadi. Sehun menatap lekat wajah saeron.


"kamu itu tampan sayang, kenapa nangis sih. Cowok ga boleh cengeng"


"daniel cengeng kok, kenapa aku ga"


"jangan ngeles. Udah kalau depan orang lain aja dinginnya minta ampun. Sama aku kenapa manja gini"


"karna aku cinta. Jangan marah. Aku takut"


"ga aku ga marah kok. sekarang kita tidur ya" ucap saeron menarik sehun ke kasur. Saeron menarik sehun kedalam pelukannya. Mengelus rambut sehun pelan. Dia sayang pada sehun, tapi untuk mengungkapkan secara tulus dan benar belum saatnya.


"sekarang kamu tidur besok kerja"


"hmm. Thank you ma luv"


"sama-sama"


.


.


.


.


.


.


.


Tbc