my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
23



Hai yorobuen! Annyoenghaseyo. Baikkan? Jan lupa VOTE ya! Ga nyampe 5 detik kok!


Semalat menikmati


.


.


Setiap momen adalah kamu-kimsaeron


Pagi ini saeron kesal. Sedari tadi sehun itu tidak mau bangun, ketika sudah bangun mandi lama, setelah mandi tidak mau sarapan katanya dia tidak bersela sama sekali.


"sehun makan sarapan kamu. Kamu kenapa sih?"


"mager sayang. Udah ya kita berangkat. Nanti kamu t-hmphhh" saeron menyuapi roti bakar itu asal asalan pada mulut sehun, dan mau tak mau sehun menelan habis makanan itu.


"minum"


"bagus, ayo berangkat"


"sayang nanti pulang sekolah kamu sama siapa?"


"sama bae"


"kenapa sama bae sih! Sama aku aja!"


"jangan nge gas juga! Marah mulu lo. Terserah gua mau balek sama siapa!"


Sehun cengo, kenapa sedari tadi saeron marah-marah tidak jelas padanya. Hanya sekedar bertanya.


"udah nyampe. Cium dulu" ucap sehun menunjuk pipinya pad saeron.


"apa sih! Sana pergi!"


BLAM!


Saeron menutup kasar pintu mobil sehun. Sehun benar tekerjut sekarang. Ada apa dengan calonnya itu.


----


"SAERON!!!" teriak seseorang dari dalam kelas.


"mau apa lo" ucap saeron skartis dan berlalu bergitu saja. Bobby cengo. Abru ketemu setelah liburan dan dia disambut dengan wajah datar sahabtnya itu.


Saeron duduk mentap lurus kedepan.


"kenapa lo? Lagi PMS ya?" cibir jihoon.


"diam!"


"anjirrr saeron kalau lagi PMS serem anjing" ucap bobby.


Guanlin berjalan ke arah meja saeron dan duduk didepan nya, memberikan makanan manis pada saeron. Mata saeron berbinar menatap cake kesukaannya itu.


"aaaa guanlin manis banget sih"


"anjirrr! Saeron kek punya kepribadian ganda aja ya!" ucap lisa yang menggeleng kan kepalanya heran.


"iya dong, aku tau kamu kalau lagi pms suka yang manis"


"makasih"


"Sayang ga mau coklat yang dari LA nih. Aku juga bawa sepatu baru,tas,aksesoris buat kamu nih" ucap jinyoung menyodorkan paper bag pada saeron.


"ihhh bae, makasih ya. Pengertian banget. Tapi gimana cara bawanya?"


"tenang nanti aku antar kamu pulang"


"ga dia pulang bareng gua!" ucap guanlin protes.


"lo mau mati! Dia bareng gua!"


"gua!"


"engga gua!"


"STOP! KALAU GA BERHENTI GUA MARAH SAMA KALIAN"


Semua yang ada di kelas diam dan melihat ke arah saeron, satu persatu-satu murid termasuk teman-teman saeron ke tempat duduk masing-masing. Sekarang para guru ada rapat dan sekarang free class.


"sae kantin yok"ajak jihoon menyenggol lengan saeron lambat.


"hmm, traktir ya"


"enak aja, duit dari bang jack aja belum habis kan lo!"


"ya santai dong ngomongnya jangan nge gas juga!" marah saeron dan pergi begitu aja.


"lo sih udah tau dia lagi pms" ujar jinyoung memukul lengan jihoon.


"ka gua nanya baik sat!"


"udah ayo buru kejar si saeron!" seru bobby yang sudah berada di ambang pintu.


"mau makan apa sayang?" tanya jinyoung lembut.


"samain aja" ucap saeron yang sedang fokus bermain main game di ponselnya.


Beberapa menit kemudian jinyoung datang membawa tempat makanan dua tempat.


"sayang udahan mainnya, makan dulu"ucap jinyoung menegur saeron lembut.


Brak!


Saeron melempar kasar ke atas meja dan untung ponsel itu ditangkap oleh lisa, jika tidak hancur sudah ponsel iphone x itu retak.


"untung gua tangkap" ucap lisa menghela nafas legah menangkap ponsel saeron.


"thanks" ucap saeron yang mengambil kembali hp yang ada pada meja itu.


Saeron makan dengan tenang tidak perduli dengan teman-temannya yang tertawa sambil makan itu.


"woi!"ucap


"apa sih hwi! Lo ganggua aja dah!" seru reza pada daehwi yang sendang nyengir kuda.


"ga ada sih, pen gabung aja gua. Bosen. Malah si woo jin pergi lagi!" ucap daehwi yang duduk disebelah lisa.


"kemana ujin?"tanya reza


"ntah, berak kali dia. Sae?"


"paan!"


"sensi amat. Gimana sama sehun?"


"kenapa? Lo mau nikung?"


"anjirrr, gu ga homo ya!"


"yaudah" jawab saeron cuek.


"lis, si saeron lagi PMS? Cuek jutek gitu sama gua?"


"hmm, udah jan di tanya lagi kena amuk iya lo"


"yudah. Kuylah kita pergi dari kantin nih"


Semua berdiri dan berjalan ke arah luar kantin. Jinyoung dan saeron sangat terkenal disekolah ini, saeron dan jinyoung tidak masalah dengan hal itu. Saat ini mereka pergi ke kelas. Duduk dan tertawa bersama.


BRAKK!!!"


Ada yang membuka pintu paksa, smeua menoleh pada orang itu. Orang itu berjalan ke arah meja saeron dengan wajah marah.


"lo!" tunjuk cewek itu pada saeron, saeron menautkan kedua alisnya bingung.


"lo kan yang curi ponsel gua!" tuduh cewek itu pada saeron, saeron yang dituduh sembarangan itu beridri menatap tajam pada cewek itu.


"punya bukti apa lo!"


"udahlah lo ngaku aja! Lo kan yang umpetin ponsel gua!"


"lo jangan asal nuduh ya choi mina!" seru lisa marah.


"lo jangan ikut campur sialan!"


"lo mau cari mati sama gua" ucap jinyoung dingin dan melihat tajam pada mina dan berdiri disamping mina.


"mau ngapain lo?" ucap mina ketakutan, dia semakin terpojok ke arah dinding.


"bae udah. Kamu diam aja!" seru saeron yang meninggikan suaranya.


"kalau bener iya, periksa tas gua!" ucap saeron yang melempar kasar tas itu da mengenai tubuh mina. Mina gusar mencari ponselnya itu. Ternyata tidak ada sama sekali.


"See. Ponsel lo ga ada di gua kan!"


"kenapa lo takut kehilangan ponsel lo! Setahu gua elo orang kaya kan? Kalau hilang juga bisa beli baru. Kenapa harus ngotot cari!" ucap reza yang menyindir mina. Sekarang mina terpojokkan dan sangat malu.


"ohh, atau karna foto lo yang waktu itu ketemu sama gua ya?" ucap guanlin mengancam.


"haha bener kali lin, dia kan 'pemain' high class lo dia"


"JAGA MULUT LO *******! GUA GA KAYA YANG LO LIAT!"


"daripada lo disini mending lo pergi deh ular!"


---


"baek udahan doang ah! Saeron udah nunggu nih!" ucap sehun yang malas meliaht baekhyun dengan dokumen yang bertumpuk itu.


"sabar dong, bentar lagi kelar"


Sehun bertahan untuk 10 menit kedepan.


"udah. Kuy pulang" ajak baekhyun pada sehun.


"kuy. Calon gua udah kangen"


"mati aja lo!"


----


Sehun sudah sampai di rumah dia naik berjalan ke arah kamar, dibukanya pintu. Dia melihat saeron sedang belajar serius disana. Dia bersama dengan buku-buku nya dan kacamata bulat yang bertengger dihidung. Sehun belum pernah melihat saeron memakai kacamata itu.


Dilihatnya saeron dengan seksama, memperhatikan cara saeron belajar, jawaban saeron juga dilihat, rata-rata jawaban saeron benar semua. memang tak salah pilih.


Sehun pergi meningglkan saeron, dia masuk ke kamar mandi. Sedangkan saeron masih berkutat dengan buku-bukunya. Setelah beberapa menit kemudia sehun keluar dengan piyama berwarna hitam. Dia berjalan ke arah sofa dan mengambil laptop. Sehun mulai fokus bersama pekerjaannya dan saeron masih belum menyadari kedatangan sehun.


Tak!


"sehun tu kemana sih! Dari tadi ga pulang. Udah malam gini juga. Pasti tuh anak selingkuh lagi!"


"awas aja kalau pulang, gua kebiri"


"ehem" saeron merasa bulu kuduknya tiba-tiba berdiri, dia merasa ada yang bedehem tadi. Padahal dia sendirian di ruangan ini. Dengan sangat pelan saeron menoleh ke arah sofa di kamarnya.


"SEHUN! KAMU KAPAN PULANG!"kaget saeron yang meliaht kekasihnya sedang menatap kesal padanya.


"aku udah pulang dari tadi. Kamu aja yang terlalu fokus sama buku-buku tebal kamu. Di anggurin deh aku"


"yaa maaf, kan aku udah kelas 3 ya gila belajar deh, udah mandi?"


"hmm, dan kamu kenapa ngira aku selingkuh?"tnaya sehun yang masih menggunakan ekspres yang sama.


"err...a-aku.. ituu"jawab saeron gugup.


"kamu apa?"tanya sehun semakin mengeluarkan aura yang gelap.


"yaa ga ada mana tau kamu lagi sama irene berduaan. Itu cewek kan ga bisa lari dari kamu tu" jawab saeron yang semakin takut pada sehun. Dem tuhan itu perkataan yang tak diinginkannya.


"kamu kira aku ini apa! aku kerja sae. Jangan berpikir aneh begitu. Kamu kali yang selingkuh!"


"kok jadi nyalahin aku. Udahlah kamu fokus aja sama kerjaan kamu, aku mau fokus belajar"


"ih kok jadi ngambek sih sayang" ucap sehun yang berdiri dan berjalan menuju meja saeron. Memeluk saeron dari belakang.


"maaf ya udah bentak kamu tadi" sehun berusaha berkata selembut mungkin pada saeron. Sekarang saeron dalam mood sensitif.


Tes!


Air mata itu lolos begitu saja, jatuh ke tangan sehun. Sehun yang sadar langsung membalikkan tempat dudukk itu menghadapnya.


"hikkss...hiksss"


"shhh jangan nangis sayang. Udah ya. Cup cup"


"kan saeron...hikks c-Cuma khawatir aja sama kamu"ucap saeron yang menangis di pelukan sehun.


"iya iya tahu kok. udah ya sayang ya. Sekarang tidur, nanti kamu kecapean"


"hmm"sehun menggendong saeron ke tempat tidur dan menarik selimut itu pelan. Sehun menyusul dan berbaring menghadap saeron.


Sehun menyingkirkan rambut yang mengenai mata saeron, menatap mata saeron yang mulai membengkak itu. Dia mengelus pipi saeron dan saeron mulia merasa kantuk yang luar biasa dan terlelap.


"aku mencintaimu,kim saeron" setelah berucap demikian sehun menarik saeron memeluk hangat tubuh itu.


----


Saeron dan sehun benar-benar sibuk dengan kerjaannya masing-masing, saeron yang selalu pulang telat karna les dan belajar bersama teman-temannya. Sehun yang sibuk dengan urusan kantor.


Sehun merasa saeron semakin jauh semenjak dia fokus belajar, di rindu pada saeron. Perkataan saeron kemarin terus terngiang, bahwa dia akan kuliah di London. Membuat sehun semakin takut.


Sehun tidak kuat berjahuan. Dia akan membicarakan hal ini pada saeron ketika pulang.


---


"sayang! Kamu dimana?" panggil sehun yang baru masuk kedalam rumah. Dia sangat merindukan pelukan hangat saeron. Sehun berjalan ke arah kamar dan melihat saeron sedang fokus dengan buku. Dia ragu untuk bertanya sekarang. Dia berjalan pelan dan memeluk tubuh saeron dari belakang.


"sayang"


"ada apa hun?"


"aku rindu. Aku rindu sama kamu" tanpa iziin air mata itu jatuh di pundak saeron, saeron berdiri dan menatap mata merah sehun.


"aku kan selalu dekat kamu sayang. Kamu kenapa" tanya saeron lembut dan menangkup wajah sehun.


"kamu terlalu fokus pada belajar kamu, aku selalu di anggurin, sebenarnya pekerjaan aku udah selesai, lihat kamu yang fokus pada buku itu aku ga berani ganggu kamu...hiks"


"ya tuhan calon laki gua cengeng banget. Sini peluk" saeron merentangkan tangannya membawa sehun kedalam pelukannya, di usap lembut punggung sehun lembut.


"maaf ya aku anggurin kamu. Aku belajar sayang. Aku ga ngapa-ngapain kok. aku juga rindu sama kamu, aku juga ga mau ganggu kamu"


"aku cintaaaa banget sama kamu. Sayang"


"hmm"


"kamu batalin kuliah di london ya?" pinta sehun yang masih dalam dekapan saeron.


Saeron melepaskan pelukannya dan berjalan menuju bibir kasur lalu duduk. Sehun merasa takut akan jawabanya yang diberikan saeron. Saeron menghela nafas berat lalu menatap sehun.


"walaupun aku mau ke london kuliah pun kamu bakalan lakuin hal aneh nantinya. Haa..baiklah aku ga bakalan kuliah disana,oke"


"serius!" tanya sehun meyakinkan penuturan saeron.


"iya, aku kuliah di sini aja. Tapi belum tau mau jurusan apa"


"tapi sayang ga usah kuliah deh. Ntar kamu nikah sama aku bentaran lagi, terus kamu ngandung, kuliah kamu terbengkalai dong"


"kok gitu! Aku capek lo hun buat dapat 5 besar di ujian terakhir. Lagian aku belom kepikiran buat mau hamil dulu"


"hehe iya iya. Tapi kamu kalau ga mau kuliah juga ga papa. Kalau mau buka usaha ga boleh, duduk anteng aja dirumah, tubuh kecil ini gaboleh capek. Aku ngerti kok"


"bilangin bunda lho bilangin anaknya kecil"


"dihh emang iya"


"rese emang! Udah sana aku mau belajar!"


"ada yang susah ga. Biar aku bantu. Kamu lupa calon kamu ini jenius sayang"


"nanti aja, soalnya masih bisa aku jawab. Hmm hun"


"apa sayang? Mau apa? makanan? Ice cream"


"bukan, beliin ituu"


"bicara yang jelas"


"aku mau beli buku edisi terbaru lagi yang ada banyak soalnya yah"


"ya tuhan! Kamu ini, aku kira apa! nanti aku suruh hyung baek buat cariin yang bagus buat kamu. Atau perlu beli pabriknya?"


"gila aja! Udah beliin ya sayang ya?"


"ada maunya manjaanya ga ketulungan"


"ikhlas ga!"


"ikhlas sayang, yang ga ikhlas kamu pergi sama orang lain"


saeron hanya memutar bolanya malas, beberapa jam kemudian belajar saeron akhirnya selesai, saeron meregangkan otot-ototnya agar rileks kembali, ketika mengahadap kebelakang terlihat seorang pria tengah tertidur dengan laptop yang ada di paha nya. Saeron berdiri lalu membantu Sehun membersihkan laptop dan membenarkan tidurnya agar lehernya tak sakit ketika bangun nanti.


ketika semua sudah beres saeron juga mengikuti sehun, sebelum itu dia mengecup kening sehun dulu. Lalu tanpa sadar Sehun akan memeluk saeron sangat teramat kuat membuat saeron nyaman bersandar di bawah pelukan itu.


---


"morning sayang"


"hmm"


"bangun, nanti telat lho ke sekolah"


mata coklat itu membuka perlahan lalu bibir tipis itu membuat sebuah lengkungan yang sangat indah di mata Sehun. jangan lupa kiss morning.


"aku mandi dulu" ujar saeron lalu bangkit dari kasurnya.


di susul dengan Sehun yang membersihkan kamar tidur mereka, walaupun puluhan maid dirumah ini tapi Sehun tak mau membiarkan siapapun membersihkan kamar mereka.


beberapa menit kemudian saeron keluar dengan baju sekolahnya, saeron yang sedang mengeringkan rambut terlihat sangat manis saat itu. Lalu Sehun menyuruhnya duduk di meja rias. Lalu menghidupkan mesin hair dryer. Saeron yang diperlakukan seperti itu sangat senang dan suka ketika Sehun dengan mood seperti ini.


.


.


.


TBC