my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
27



"sae lo beda hari ini. Cerita"


"pekaan banget deh. Kenpa lo ga datang di acara semalam?"


"males, lagian daddy juga ga ngaajak"


"lah kan daddy lo tau lo pasti bakalan pamit setelah 30 mneit disana"


"yee suka bener lo! Yaudah cerita. Ga ada rahasia yah kim saeron"


"hmm. Sehun lamar gua!"


"WHAT! Demi apa! dihh mau mar-" omongan jihoon terpotong karna saeron dengan cepat menutup mulutnya.


"diam ga lo!"


"duhhh mau jadi Ny. Oh dah lo ya?"


"hmm. Lo tau ayah bunda gimana. Tinggal minta persetujuan dari keluarga besar aja lagi. Apa lagi kakek. Mampus dah sehun"


"lama dah sehun bersimpuh didepan kakek lo"


"haha ga kebayang gua"


"lagi ngmongin apa sih?" tanya jinyoung yang ikutan nimbrung obrolan jihoon dan saeron.


"bae, saeron mo nikah!"


"sayang"


"maaf"


Jinyoung bangkit lalu pergi ke arah atas loteng. Dia marah pada dirinya sendiri yang mengikuti perkataan daddynya untuk ikut ke LA. Jika tidak saeron kaan selama-lamanya dengannya.


Saeron menyusul jinyoung yang sedang marah saat ini.


"bae. Bae jinyoung!"


"jangan mendekat! Aku mohon"


"hikss... sayang jangan di atas sana ya"


"JANGAN DEKAT!"


"bae, saeron ga bermaksud gitu kok. sekarang jinyoung turun ya sayang"


"ga! Kamu jahat!"


Jinyoung turun lalu mengambil cutter lalu menyayat telapak tangan saeron.


"Akh!"


Jinyoung menghisap lalu menjilatinya. 3 kali jinyoung menyayat telapak tangan milik saeron, membuat saeron menahan perih saat ini. Air matanya selalu turun tanpa henti.


"maaf" ucap jinyoung yang sudah sadar.


"ga papa... udah tenang kan?"tanya saeron dan di jawab anggukan oleh jinyoung.


"sayang, saeron sayang banget sama bae. Bae selalu ada buat saeron. Bae sama jihoon itu beda letaknya di hati saeron. Bae jangan gini ya sayang. Uda yah. Bae ga boleh gini lagi. Bae udah serng kambuh sekarang"


"maafin bae. Tangan saeron lagi-lagi terluka" ucap saeron yang melihat luka di telapak tangan saeron.


"gpp yang penting bae udah baikkan. Besok bae harus pergi ke pskiater lagi ya sayang?"


"ga mau sae! Bae ga mau!"


"sayang, kalau ga kaya gini kapan sembuhnya,hm?"


"iya bae mau"


"ga marah lagi kan sama saeron?"


"engga, bae ga bisa marah sama kamu sae. Ga bisa. Bae cinta banget sama saeron"


Saeron memeluk erat yang cowok itu. Cowok yang pernah ada dalam kehidupannya.


---


"bae! Kenapa saeron jadi gini lagi! Berapa kali sih dibilangin!" jihoon marah pada jinyoung.


"ya maaf. Kan lo tau gua hoon. Kalau kambuh Cuma saeron yang cepat reaksinya bekerja"


"lo ga kasihan liat tangan mulus itu lagi!"


"iya maaf"


"ga mau tau lo harus pskiater lagi!"


"iya! Puas lo!"


Jinyoung pergi begitu saja tanpa melihat ke arah mereka berdua.


"dasar anak-anak. Gimana nih sama tangan lo. Mampus dah gua dimarahin sama suami lo sae"


"iya sih, mau gimana daripada dia mau bunuh diri"


"demi apa! ihhh tu anak ga bisa di bilangin" dumel jihoon yang masih setia mengobati luka saeron dan sedikit berkerut keningnya itu.


"sakit hun! Jahat deh ah!"


"ini udah pelan chub. Manja"


"nah udah siap, kuy berangkat" lanjut jihoon yang menarik saeron untuk keluar dari atap itu.


"ihhh kemaren gua gendong lu berat deh sae, makan apa sih?"


"udah sih gendong aja! Lemes nih"


Jihoon membungkuk kan setengah badannya dan mengisyaratkan saeron untuk menaiki punggung itu. Jihoon menghela nafas berat, untung saja sekolah ini memiliki lift, hanya saja orang tertu memiliki kartu akses ini. Seperti jihoon saeron dan teman mereka yang lain, dalam arti hanya anak elite atau anak pintar paralel yang bisa masuk.


Ting!


"hoon, apa perasaan lo waktu denger gua dilamar?" tanya saeron yang melihat dekat wajah jihoon dari samping.


"gua bahagia lah, cewek yang gua anggap adek gua sendiri udah ada yang jagain, jadi gua ga buang waktu lagi"


"dihh kok gitu!"


"gua bahagia sae. Kebahagiaan lo kebahagiaan gua juga"


"makasih park jihoon"


"sama-sama"


Jihoon memang merasa sangat-sangat bahagia saeron sudah memiliki pasangan hidup lebih cepat darinya, jauh di lubuk hatinya ada rasa sakit, jihoon pernah menyukai saeron, tapi perasaan itu harus di enyahkan, karna jika saeron tahu dia tidak akan lagi mau berteman dengannya. Jihoon sayang sama saeron. Dia baru menyadari waktu saeron sudah memiliki tunangan. Tapi jihoon memantapkan hatinya hanya untuk menganggap saeron sebagai adiknya saja.


Jihoon akan memendam ini semua. semoga dia dapat yang lebih baik dari saeron, walaupun saeron suda kategori wanita yang memasuki sempurna itu.


---


Jihoon sudah sampai di rumah mewah miliki saeron dan sehun. Jihoon hanya sekedar mengantar tidak ingin menemui sehun dulu. Jika bertemu habislah jihoon. Saeron sudah masuk dan tak mendapati sehun dimana pun. Mungkin dia sedang berada di kantor.


Saeron berjalan ke kamar untuk membuka bajunya dan berniat untuk membesihkan diri.


Setelah beberapa menit saeron keluar dengan kimono handuk mandi itu keluar dengan rambut yang sudah basah dan handuk kecil yang sibuk mengerikan rambut itu.


Cklek!


Saeron menoleh ke arah pintu mendapati seseorang masuk ke kamarnya.


"ngapain lo?"tanya saeron.


"oh sorry, gua kira sehun juga ada di kamar ini"


"sana keluar gua mau ganti baju"


"judes amat sae. Ga boleh judes sama adik ipar sendiri"


"keluar!"


Chanyeol keluar dari kamar itu dan mendaratkan bokkongnya pada sofa empuk di ruang tamu. Saeron turun dengan hanya memakai piyama berwana pink, membuat wajah saeron semakin cantik dimata siapapun.


"cantik" gumam chanyeol.


"tau gua cantik. Mau ngapain lo?" tanya saeron yang sekarang duduk di kursi sebrang sana.


"ga ada pen main aja gua mah. Sehun mana?"


"kerjalah!"


"nyantai dong jawabnya. Ga suka banget sama gua"


"..."


"sayang! Aku pulang" ucap seseorang dari pintu utama berjalan ke arah ruang tamu.


Sehun terkejut dengan apa yang sekarnag tengah duduk bersama istrinya. Chanyeol.


"ngapain lo dirumah gua?"tanya sehun yang sekarang duduk disebelah saeron.


"ga ada pen lihat rumah lo doang"


"pergi"


"dihh kalian kenapa sih! Ga suka banget sama gua"


"kalau lo ga pulang! Gua ga segan kebiri lo ya chan!" itu bukan sehun yang ngomong sama chanyeol tapi saeron.


"iya pergi gua! Awas aja kalian ya!"


"PERGI!"


"ihh seerem njjiirr!"


Chanyeol keluar agak sedikit berlari ke arah pintu utama. Sehun masih melihat bingung ke arah saeron. Ada apa dengan kekasihnya ini.


"sayang kenapa marah sih?"


"iyalah marah! Orang baru selesai mandi dia masuk kamar!"


"anjing tu anak ya!"


"udah ga usah. Hun besok hari apa?"


"hari kamis kan. Kenapa?"


Dih masa ulang tahun sendiri lupa! Bego-ksr


"iya ya. Yaudah deh"


Saeron bangkit dan pergi begitu aja meninggalkan sang calon suami sendirian dengan begonya. Sehun mengikuti saeron dari belakang. Setelah sampai kamar sehun masuk ke kamar mandi.


TBC