![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
hai semua apa kabar? baikkan
malming jangan lupa jalan lhooo. paksa aja pacar kalian kalau ga mau ya.haha
Sudah 1 minggu saeron berada di rumah mark dan sudah 1 minggu pula sehun mencarinya. Kini saeron sedang menatap keluar jendela kelas. Saeron selalu menghindar dari sehun, ketika sehun hendak datang kekelas saerin menyembunyikan diri, semua teman temannya membantunya. Sehun benar-benar terlihat sangat kacau, irene selalu saja datang padanya. Menempeli dirinya. Sehun benar-benar muak dengan kelakuan irene.
LINE!
Saeron membuka ponsel milikinya, terlihat ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Nomor itu mengirimkan sebuah vidio. Saeron membukanya dna melihatnya. Isi dari vidio itu dimana sehun dan irene sedang bercumbu mesra. Saeron sontak melemparkan ponselnya kasar.
Jihoon yang mendegar segera melihat isi dari ponsel milik saeoron. Rahang jihoon mengeras,mukanya merah. Dia marah, marah pada sehun yang brengsek dan marha pada dirinya sendiri membiarkan sahabt sendiri terluka.
"BAJINGAN!"umpat sehun yang tadinya duduk sekarang berdiri. Kuris itu terjungkal ke belakang dan menibulkan suara keras.
"kenapa jihun?"
Jihoon memberikan ponsel itu pada lisa.
"ANJING! BENAR –BENAR BERENGSEK!"
Jihoon menarik saeorn dan membawanya pergi dari sekolah. Tapi ketika hendak ke parkiran sehun melihat saeron. Sehun langsung berlari menghampiri saeron dan memeluknya.
"sayang kamu kemana aja. Aku khawatir"
Bugh!
Jihoon memukul keras wajah sehun dan membuat sang empu terjatuh kelantai.
"apan sih lo!"
"ELO YANG APAAN! LO BELUM PUAS NYAKITIN ADEK GUA! ANJING YAH LO! LO GA PERLU DATANGIN DIA LAGI! GUA UDAH GA TAHAN LAT SAEROB KAYA GINI. ENYAH AJA LO ANJING!!!!" jihoon murka. Jihoon benar-benar marah saat ini. Dadanya naik turun karna menagahan amarah lebih dalam.
"MAKSUD LO APA!"
Jihoon mengambil ponsel yang ada di tangan saeorn dan memperlihatkan vidio mesra milik sehun dan wanita ular itu.
"PUAS LO ANJING!"
"sayang ini bukan seperti yang kamu pikirin, aku-"
"jihoon lo tunggu di mobil ya biar gua ngomong sama dia?" ucap saeron dengan nada yang sedikit gemetar, mata merah itu.
"tapi chub?" pinta sehun.
"percaya"
"awas lo nyakitin dia! Gua bunuh lo!"
Jihoon berjalan ke arah mobilnya.
"sayang aku minta maaf. Maafin aku. Aku tau aku salah. Dia yang mancing aku dan-" sehun memegang kedua lengan saeron dengan erat.
"aku khilaf" potong saeron. Saeron saat ini memasang wajah datar tapi sorot matanya memancarkan kesedihan. Saeron merasa sesak ketika berkata itu. Dia tahu dia belum sepenuhnya menjadi milik sehun. Tidak bisakah dia bertahan sebentar saja?.
"sayang, aku mohon percaya sama aku. Aku ga ada hubungan apa-apa sama dia"
"udah, ga usah di perjelas. Saya tau saya ini hanya pelarian anda saja. Saya tau diri pak sehun. Jadi anda tidak usah berulang kali meminta maaf sama saya. Saya sudah memafkan anda dan untuk hubungan selanjutnya saya tidak bisa melanjutkan. Saya harus mundur dan ini cincin yang anda berikan saya kembalikan. Terimakasih untuk semuanya" saeron melepaskan cincin itu dan meberinya pada sehun. Sehun masih terpaku pada perkataan yang di utarakan saeron.
"ga aku ga mau saeron. Aku mohon jangan pergi. Aku bisa gila saeron"
"maaf saya tidak bisa. Setelah ini anggap saya orang asing bagi anda. Saya permisi"
Saeron langsung pergi meninggalkan sehun yang masih berdiri. Air mata sehun tiba-tiba jatuh dari mata sipitnya itu.
"saeron...hikss"
Semua murid yang ada disekolah melihat aksi mereka,hanya sebagian. Karna masih di jam pelajaran.
----
"saeron kamu kenapa sayang?" tanya bunda.
Saeron di antarkan kerumah ayah dan bundanya. Jihoon tidak bisa melihat saeron seperti ini. Saeron masih menunduk dia kembali menangis. Minyoung yang melihat anaknya menangis pilu ikutan menangis juga.
"udah ya sayang, kamu jangan nangis lagi"
"kamu cerita sama bunda"
Saeron tidak mau cerita sama mamahnya hanya saja dia memberikan hp dan menunjuka vidio itu pada minyoung.
Minyoung terkejut dan langsung menelfon suaminya.
"jadi sekarang saeron maunya gimana sayang?" tanya ji wook melihat tak tega anak kesayangannya ini.
"Saeon mau batalin aja tunangannya ayah. Saeron ga kuat"
"sayang kamu ga mau dengerin penjelasan sehun dulu?"
"ayah, saeron ga mau lagi ketemu sehun. Sakit yah... hiks"
"ji wook, mending suruh sehun kesini sekarang"
"baiklah aku akan menelfonnya"
"sehun ceritakan pada saya sekarang"
"sebelumnya maaf yah, maafkan saya. Saya tahu saya salah. Tapi demi apapun saya tidak ada hubungan dengan wanita itu"
"tidak ada hubungan tapi tidur satu ranjang" sindir daniel
"daniel, janga memotong pembicaraan orang nak"
"ayah, ga usha diperpanjang yah. Daniel marah liat dia. Daniel sakit liat saeron kaya gini"
"ayah tau, jadi dengarkan dia dulu"
"maafin sehun yah, saya..." ucapan sehun menggantung.
"tidak usah di lanjutkan saya tau apa yang kamu bicarakan selanjutnya. Jadi untuk kedepannya saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini. Saya sebagai ayahnya kecewa melihat kamu. Saya kecewa memberikan anak saya pada orang yang tidak memiliki hati dan pikiran seperti kamu. Jadi jangan bertemu dengan anak saya lagi. Dia harus melanjutkan hidupnya dan sekolahnya. Sudah itu saja yang bisa saya sampaikan. Beritahu keluarga oh tentang ini. Saeron ayo ke kamar nak"
Saeron tidak kuat melihat wajah sehun. Sehun masih menunduk dan menangis. Kenapa dia sangat bodoh sekali. Kenapa dia harus tergoda oleh wanita itu. KENAPA!
"pergi! Gua ga mau lihat muka lo lagi. Belum jadi adik ipar gua udah kaya gini lo. Lo ngecewain kita semua hun. Gua harap lo bahagia sama wanita jalang itu"
---
2 bulan saeron tidak ada berbicara pada sehun dan selama itu juga sehun selalu mengunjungi sekolah, duduk disebelah saeron. Memberikan saeron hadiah kecil. Orang tua sehun marah besar pada sehun. Sehun di hajar habis-habisan sama papahnya.
Irene wanita itu masih saja menempel pada sehun. Padahal sehun sudah memaki irene. Tapi wanita itu terlewat memiliki muka banyak jadi dia masih saja mengintil.
Sehun tidak sama seperti dulu, dia benar benar sangat kacau. Bahkan dia sekarang jarang untuk makan. Dia tidak ingin makan jika tidak bersama saeron. Sehun hanya menyantap kopi dan teh hangat saja. Jika sarapan hanya satu helai roti bakar saja.
Wajahnya tambah pucat, saeron masih tidak ingin berbicara pada sehun. Viidio itu masih teringat dikepalanya. Saeron benar-benar terpukul akan keadaan sehun yang seperti mayat hidup itu.
Sehun sedang megendarai mobil pikrannya ntah kemana, pangaannya osong.
BRAK!!!
Mobil sehun tertabrak truk, mobil sehun berbalik balik. Semua yang melihat ini langsung menelfon ambulance, disana terlihat sangat ramai. Sehun pingan, darah segar banyak mengaliar pada kepalanya, darah penuh pada bajunya.
"saeron... sae"
Kalimat terakhir yang diucapkan sehun, sehun tidak sadarkan diri. Para medis bersusah payah membuka pintu mobilnya, mobil sehun mendadak mengeluarkan api. Secepat mungkin semua orang menolong. Dan sykurlah sehun masih diberi kesempatan.
Sehun di larikan kerumah sakit terdekat, para dokter terpecaya yang menangani sehun. Sehun sedang di atasi oleh dokter di dalam. Salah satu suster melihat hponsle itu dan mencari nomor telfon keluarga.
---
"pahh, sehun pah. Gimana ini" mamah sehun sudah menangis terisak di pelukan sang suami. Sehun mash belum sadarkan diri. Sehun mengalami kekerangan darah itu sangat diperlukan.
"sabar mah, sehun kuat kok"
Selang beberapa menit keluarga kim datang ke ruamh sakit, saeron terlihat sangat khwatir disana. Dia menangis menatap jendela tebal itu di luar.
"keluarga pasien?"
"saya ayahnya dok? Kenapa dengan anak saya?"
"anak bapak kehilangan darah, darah nya B. Apakah disini ada yang darahnya B?"
"saya saja dok, saya ibunya. Darah saya sama dengan anak saya"
"maaf bu, kondisi ibu tidak mendukung saat ini. Ibu bisa sakit setelah mendonorkan darah itu"
"saya aja dok, darah saya B. Dan saya sehat"
Langsung saja suster membawa saeron keruangan lab. Saeron di suntik dan di tangani disana.
---
Sehun masih koma, dia terkena benturan keras di kepala, mengakibatkan tongkoraknya sedikit retak, tangan kiri sehun patah, tangan kananya retak, tulang rusuk sehun juga sangat parah.
Saeron menangis. Dia merasa bersalah membuat sehun menjadi seperti ini.
"bunda sehun bun. Sehun dia koma.... hikss.. saeron jahat bun"
"ga sayang saeron ga jahat. Tenang ya nak sehun pasti kembali seperti dulu. Kamu berdoa"
"saeron ga kuat bu"
"sabar" minyoung mengelus punggung anaknya itu. Sedangkan ayah dan kakaknya terlihat sangat panik saat ini. Sehun koma dan tidak tahu kapan bangunnya.
tbc
hai aku kembliiiii!!!
jangan lupa tinggalin jejak kalian yahhhh:)))))))