![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
"sayang kamu kemana aja. Aku kangen tau ga" seorang wanita saat ini sedang bergelayut manja di lengan kekar miliki seseorang.
"lepas ga! Lo tu ngapain ke kantor gua!"
"ya aku kangen aja sama kamu"
"Lep-"
Omongan sehun terpotong karna pintu kantor sehun terbuka dan menampilkan ornag yang sangat sehun tidak sukai.
"hai bruh! How are u,man" sapa orang itu berlenggang masuk ke dalam ruangan dan duduk santai di sofa sehun.
Sehun dan irene menatap tak suka pada pria itu.
"yaaa! Kim chanyoel! Sedang apa kau disini?!" ucap irene tidak sopan pada chanyoel.
"haha. Santai dong. Kalian itu pada kenapa sih? Ga kagen emang sama gua. Dan lo ren, udah lupa sama gua?"
"sana pergi lo!"
"eh bang! Lo ga nyambut kedatangan gua?"
"pergi!"
"santuy bang, adek lo baru datang lho"
"pergi ***!" sehun murka di hadapan chanyoel. Dia marah.
"hun udah. Tenangin diri kamu"
Chanyoel beranjak dan pergi begitu saja, sebelum itu dia **** senyum yang tak bisa di artikan. Senyum yang mengerikan.
---
Saeron sekarang sedang berada di depan kantor sehun dia ingin mengajak sehun untuk membeli makanan untuk anak-anak lainnya. Saeron berjalan sembari memeriksa sesuatu pada tas dan tak sengaja menubruk seseorang.
"akh!" erang saeron. Sekarang jidatnya terbentuk oleh dada besaer milik seseorang.
"are u oke?" tanya oran itu dan membantu saeron untuk berdiri.
"it's oke"
Saeron melihat secara seksama orang itu yang lebih tinggi darinya.
"wahh~ so beautiful. Siapa nama kamu?" chanyoel mengulurkan tangannya pada saeron.
"saeron. Kim saeron" jawba saeron dan menjawab salam dari chanyoel.
"lo lagi apa disini?"
"ga perlu tau kan" saeron berlalu bergitu saja dan pergi meninggalkan chanyoel yang menarik perhatiannya.
---
Ckelek!
"sehun"ucap saeron masuk ke dalam ruangan sehun dan terkjut dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"saeron-ah"
"maaf menganggu"
Saeron pergi meninggalkan sehun yang panik akan saeron. Dia mnedorong kuat tubuh irene hingga irene terjatuh ke lantai dan pergi begitu saja.
"SAYANG!"
Saeron berlari tanpa tahu arah. Hari semakin mendung. Dia menangis melihat ke jadian dimana irene duduk di pangkuan sehun dan hampir berciuman. Saeron belum siap patah hati lebih dalam lagi. Kenapa lagi?
Hujan deras membasahi kota seoul, semua orang berlari mencari tempat teduh dan berlindung dari hujan yang deras itu. Saeron masih saja berjalan dan menangis, dia tidak merasa malu lagi karna air mata itu tertutupi oleh air hujan.
Tiba-tiba air hujan itu seakan-akan berhenti di sekitarnya saja. Saeron mendongaak melihat apa yang terjadi. Seseorang memayungi saeron. Cowok tampan yang sangat dia kenali.
"sayang, kamu kenpa hujan-hujanan?" tanya orang itu membrikan jaket pada saeron.
"hikss... bae"
"shhh udah ya sekarang masuk ke mobil"
Jinyoung menuntun saeron menuju mobilnya. Jinyoung sakit bercampur marah melihat saeron seperti ini, selama jinyoung mengenal saeron dan sampai mencintai gadis ini, dia tidak pernah melakukan hal yang membaut gadis cantik disebelah ini menangis pilu.
Jinyoung membawa saeron ke rumahnya. Menyuruh para maid membantu saeron menggantikan bajunya. Untuk sekarang saeron tidak akan mengganggu waktu saeron. Dia tahu saeron.
---
"jihoon! Lo tau saeron dimana?" tanya sehun pada jihoon lewat handphonenya.
"tadi gua anter ke kantor lo. Dia mau minta temenin lo buat beli makanan untuk kita-kita. Emang saeron kemana anjing!"
"saeron pergi! Sorry. Tolong jangan kasih tahu siapa-siapa dulu"
"kalau sampai saeron ga ketemu! Gua lapor bang J"
"makasih bantuan lo"
Tut!
Sehun mematikan handphonenya melanjutakan pergi untuk mencari saeron. Dia panik,kacau dan marah pada dirinya sendiri. Dia pria yang paling jahat.
---
"sayang, kamu mau cerita sama aku?"tanya jinyoung yang duduk disebelah saero.
"bae..hikss... sehun sama irene"
"udah aku udah ngerti. Sekarang istirahat, aku mau kasih kabar kamu sama jihoon dulu"
"hmm"
Setelah saeron berhenti menangis jinyoung pergi keluar dari rumah dan menyuruh jihoon untuk menunggunya di rumah jihoon. Jihoon bilang orang tuanya saat ini tidak ada di rumah.
---
"park jihoon!" bae jinyoung murka sekarang. Jiwanya bangkit. Dia melihat pria brengsek itu di hadapannya.
Jinyoung menghajar sehun tanpa ampun. Memberikan pelajaran pada sehun. Sampai sehun tidak sadarkan diri saat ini.
"bae! Tenang! Saeron ga suka lo kaya gini! Ingat!"
"gua tau! Kalau lo sayang saeron, gua mohon tahan"
"gua ga bisa! Awas gua mau bunuh dia!"
Jihoon kewalahan menahan jinyoung sudah seperti iblis ketika marah. Jiwa iblis itu datang. Pisau yang ada disaku jinyoung keluar dari sakunya. Dengan cepat jihoon memberikan pelajaran pada jinyoung.
"LO GILA! INGAT SAERON! DIA INI TUNANGAN SAERON BRENGSEK!"
Sehun di bawa oleh para pelayan jihoon ke rumah sakit terdekat. Dengan cepat jihoon memberi kabar pada saeron. Jinyoung mengikuti kemana jihoon pergi. Dia tahu kali ini saeron akan marah besar padanya.
---
"mana dia!" tanya cewek itu yang sedang dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"dia udah di obatin"
"haa.. syukurlah"
"bae! Kenapa kamu mukul dia!"
"sayang aku mukul dia karna aku marah! Aku marah liat kamu kaya gini! Aku ga pernah bikin kamu nangis sepilu itu ya! Sadar sayang"
"bae, kamu sayangkan sama aku?"
"hmm. Kamu tau aku sae"
"aku tau. Sekarang keluar! Aku marah sama kamu"
"sayang, maaf"
"keluar!"
Jihoon membawa jinyoung keluar.
"hikss.. hun. Kenapa sih harus kaya gini. Sakit hun. Aku gabisa nahan ini"
"..."
"kenapa kamu ga jujur aja sama aku kalau kamu lebih milih dia dibanding aku"
Saeron menangis terisak di ruangan itu. Menatap sedih pada sehun, hatinya sakit melihat sehun kembali terkapar dirumah sakit lagi. Dan semakin sakit melihat adegan tadi siang.
"engh"erangan seseorang membuat saeron terkesikap melihat orang itu.
"kak, kakak udah sadar?" tanya saeron antusias.
"aku panggilin doketr ya?" ketika saeron ingin pergi sehun menahan tangannya.
"j-jangan"ucap sehun yang menahan sakit ketika berbicara.
Saeron duduk dan mengambil minuman dan memberikan sehun menium.
---
Sehun sudah duduk sekaran, tatapannya tidak lari dari saeron, saeron masih saja fokus melihat ke arah luar jendela besar itu.
"sayang aku disini, sedang sakit"
"aku tau"
"dengarin aku dulu, semuanya salah paham"
"yang aku lihat itu benar"
"engga sayang, aku ga ciuman sama irene kok"
"tapi kenapa harus duduk di pangkuan kakak"
"jangan panggil kakak sayang. Aku tahu kamu marah"
"aku ga marah, aku kecewa sama diriku sendiri percaya sama omongan kamu"
"sayang! Aku ga gitu, aku sangat sayang sama kamu"
"tapi ngapin irene ke kantor kakak! Aku kesana Cuma mau ajak kakak aja nemenin aku pergi beli makanan. Tapi apa yang aku lihat!"
"maaf, besok aku ga bakalan nyuruh irene kesana, aku akan larang dia buat masuk, aku janji"
"hmm"
"kamu nangis ya?"
"engga! Aku nyengir!"
"ihh bego. Sini duduk sebelah aku"
"aku ga mau deket bekas dia, bersihin dulu badan kamu"
"sayang kok gitu. Aku kangen tau ga"
"bodo"
Saeron beranjak dan duduk di sofa, membaringkan badannya dan mulai menutup mata.
"sayang udahan marahnya. Aku ga mau lho kamu ga ngmong-ngomong beberapa hari kedepan"
"sayang, nanti kita ke swiss liburan kamu"
"kalau engga ketemu sama oppa korea kamu deh"
"sayang, beli pizza yang banyak kuy!"
Sehun pasrah dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Saeron benar-benar marah padanya. Pertemupuran menahan rasa rindu di mulai.
.
.
.
.
nah lhooo saeronnya ngambek lagikannn sehun sih. hihihih
TBC