![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
Pagi yang cerah seperti biasa saeron bangun pagi dan selalu saja tangan kekkar milik tunangannya ini selalu di pinggang kecil milik dirinya. Saeron mengangkat tangan itu pelan agar sang empu tidak terbangun. Masih sangat pagi buat sehun bangun. Saeron buru-buru kebawah unutk membuat sarapan untuk sehun.
Saeron memang pandai memasak, untuk 2 minggu ini sehun tidak tahu kalau calon istrinya ini yang memasak, agar tidak di ketahui oleh sehun maka dari itu saeron masak subuh-subuh begini.
Para pelayan yang ada dirumah saeron Cuma bisa melihat karna majikan manisnya ini tidak mau diganggu sama sekali. Seteah 30 menit selesai akhirnya saeron pergi ke atas untuk membangunkan sehun.
Sehun masih saja tertidur padahal matahari sudah mulai terbit dan menunjukan sinarnya. Saeron duduk di pinggir kasur membangunkan sehun yang tengah tidur dengan tenang itu. Menepuk pelan pipi milik sehun.
"kak bangun, sarapan"
"kak!" saeron sudah kesal melihat sehun yang tidak juga kunjung bangun itu. Akhirnya sehun membuka matanya dan tersenyum.
"morning sayang"
"pagi. Bangun terus mandi dan sarapan. Eh aku dulu mandi baru kakak deh" saeron mau beranjak ke kamar mandi tapi tangannya dicekal oleh sehun.
"kiss morning sayang?"
"ga ada! Bangun kak"
Bukan sehun namanya kalau tidak dapat apa yang dia inginkan, sehun menarik tangan saeron jadilah saeron terduduk kembali dan bibirnya menyatu dengan sehun, sehun tersenyum di balik senyum itu.
"kakak! Apa sih!" saeron bangkit dengan mengentakan kaikinya menuju kamar mandi milik mereka.
"lucunya"
---
"nanti aku ga bisa jemput kamu sayang, gpp kan?"
"gpp, aku berangkat bareng jihoon aja"
"NO! Kamu berangkat bareng aku pulang biar supir kita aja yang jemput"
"tapi kak"
"tidak ada bantahan sayang"
Terkadang saeron ingin kembali kedunia dimana dia bebas melakukan apapun, tapi karna sehun berniat baik jadi dia hanya bisa pasrah. Sehun itu benar-benar tidak mengijinkan siapapun cowok yang mendekati saeron.
Saeron sudah di antar oleh sehun, sebelum keluar sehun tiba-tiba saja membuka pintu milik saeron jadilah semua orang terutama para siswi disekolah saeron para teriak ga jelas melihat ketampanan sehun. Siswa maupun siswi kaget siapa yang turun dari mobil sport milik sehun. Ya, cewek cantik dan ramah itu turun dari mobil sehun.
Saeron benar-benar malu sampai sekarang. Tak habisnya teman-teman di kelasnya itu bertanya padanya. Untung ada reza yang punya mulut cabe itu semua orang pada bubar.
"BUBAR GA! KALAU GA BUBAR GUA SURUH SEHUN KE SEKOLAH YA! BIAR DI BLACKLIST SMUA LO PADA!"
"woooo, norak lo"
"apa lo liat liat item!"
"udah za, marah mulu lo" ujar saeron yang heran melihat temannya satu ini.
Jam istirahat akhirnya datang, saeron lagi bercanda di kantin, seketika suasana jadi histeris ga jelas, siapa lagi kalau bukan mark si most wanted sekolah. Mark sudah lama suka dengan saeron, mendengar saeron yang sudah putus dengan guanlin dia langsung tancap gas.
"saeron mark noh" ucap bobby yang menunjuk mark yang semakin mendekat ke meja mereka.
"hai saeron"
"hai mark"
"boleh ga gua duduk disini?"
"boleh"
Mark dengan antusias duduk disebelah saeron, saeron bahkan lupa kalau sehun sudah menyuruh suruhannya agar selalu waspada pada saeron, suruhan saeron sedang menelpon sehun bahwa saeron sedang di duduk dan tertawa dengan anak yang bernama mark itu.
"sialan!" sehun mengumpat dan berdiri mengambil jas kantor miliknya yang tergeletak begitu saja di sofanya lalu menacapkan gas ke sekolah miliknya.
Saeron tidak tahu bahwa tunangan posessifnya itu sudah mulai mendekat ke arahnya.
"ehem" seseorang berdehem membuat murid yang ad adi meja itu menoleh ke arah sumber suara, saeron yang mengetahui siapa itu langsung terkejut.
"kak sehun!"
"kamu nakal ya sayang"
"bukan kak!"
"APANYA YANG BUKAN! JANGAN DEKAT DENGAN COWOK MANAPUN SAERON!"
Saeron yang takut akan bentakan oleh sehun itu langsung menangis dan terisak-isak, sahabat saeron Cuma bisa diam, mereka takut sama tatapan milik sehun. Mark sudah mulai angkat bicara.
"eh lo ngotak dong marahin cewek jangan depan orang rame! Nangis kan dia!"
"gua ga ada urusan dengan lo! Dan lo jangan dekat dekat lagi dengan tunangan gua!"
Semua isi kantin terkejut akan kata 'tunangan' itu termasuk saeron sendiri.
"mana mau saeron yang kaya malaikat ini tunangan sama iblis kaya lo" sindir mark.
"udah jangan nangis! Diam" sehun masih belum bisa menahan emosinya ini. Dia ingin sekali menenangkan saeron, tapi melihat dan menginget bagaimana saeron tertawa mesra dengan bocah ingusan itu membuat dirinya semakin marah.
"hikss... kak sehun jahat. Hiksss... apa apa saeron di bentak, saeron ga bisa dibentak kak ga bisa. Huwaaaaa.... bunda saeron mau pulang saeron ga mau sama sehun gila ini!" saeron menangis sejadi jadinya saeron masih sesegukan. Sehun yang ga tega melihat gadis kecil miliknya ini menangis dan berakhir kecapean memeluk erat tubuh kecil saeron.
"udah jangan nangis ya, cup cup"
"hikss... jahat!"
"iya aku jahat jangan nangis sayang udah" sehun masih mengelus lembut pungung milik saeron dan saeron masih memukul dada bidang milik sehun.
Sudah 15 menit saeron menangis akhirnya berhenti. Sehun mengembuskan nafas legah, di berikannya minuman botol kepada saeron, saeron yang haus karna menangis lama langsung meminum air mineral itu hingga setengah.
"sayang kamu haus banget?" tanya sehun yang tak habis pikir dengan saeron yang meneguk minuman hingga setengah, saeron yang ditanya menatap sinis ke arah sehun dan dia hanya tersenyum.
"sayang, mau kemana?"
"..."
"sayang, mau beli apa?"
"ga ada"
"mau pulang aja, atau mau pergi nonton?"
"pulang"
"jutek amat sama calon suami sendiri"
"udah jalinin aja mobilnya ga usah banyak omong"
Kenapa jadi dia yang marah? Gua yang kesel dia yang marahin gua-osh
Saeron sedari hanya diam sehun sudah kewalahan dengan sikap yang baru dia ketahui ini, saeron emang tidak bisa marah tapi karna ga mau meperpanjang masalah mending dia diam. Sehun sudah sangat kacau, melihat gadis kecilnya yang tak acuh sama sekali membuat dia semakin merasa bersalah. Siapa yang tidak kecewa di marahi didepan orang ramai. Tidak ada. Itulah yang dirasakan saeron. Selama hampir 2 tahun bersekolah disana saeron tidak pernah mendapat masalah sama sekali, dia memang gadis yang baik dan ramah dengan orang lain. Tapi semenjak sehun datang semua berubah.
"sayang jangan diam dong. Sakit tau liat kamu diam gini"
Saeron masih tetap bungkam, lebih menarik komputer game yang ada didepan miliknya ini daripada orag yang sedari tadi duduk disampingnya dengen terus menerus membujuknya.
"maaf, aku benar benar ga bisa nahan emosi. Cowok tadi beda pandangannya terhadap kamu. Aku tau kamu itu cantik sae, tapi jangan sampe kecantikan dalam juga diperlihatkan kesembarangan orang. Aku sayang dan cinta sama kamu. Butuh waktu lama buat aku bisa seberani ini sama kamu"
Saeron masih juga tetap diam, sehun yang semakin kesal melihat saeron yang tak menghiraukan kehadirannya mencabut kabel komputer, otomatis komputer itu mati. Saeron masih kesal lalu beranjak berdiri dan meninggalkan sehun yang amarah nya sudah mencapai ubun ubun. Di tariknya tangan saeron dan di tatap mata itu, saeron Cuma memasang muka datarnya.
"apa" tanya saeron dengan muka darat itu.
"kamu itu yang kenapa! Kamu yang salah tapi aku yang di diemin! I bilang jangan dekat sama cowok masih juga ganjen"
Sudah cukup.
"ganjen gini kenapa masih mau tunangan sama saya? Kalau mau mencari calon yang baik. Kalau menurut anda saya tidak baik. Mending sudahi tunagan ini. Saya juga sadar diri. Saya masih kecil, masih butuh kebebasan. Dan anda dengan semuda itu menyuruh kedua orang tua saya membuat saya menjadi tunangan anda. Kalau tidak ingin, baik saya yang meninggalkan anda"
Sehun yang mendengat penuturan kata itu yang kelauar dari mulut kecil saeoron merasa menyesal menyebut saeron dengan 'ganjen'. Jelas sudah bahwa cowok yang bernama mark itu yang mendekati saeron bukan gadis kecil ini.
"bu-bukan itu sayang. Maaf bilang gitu sama kamu. Terus tadi kamu bilang apa sudahi tunangan ini. BIG NO kim saeron. You'r mine! Selamanya kamu milik aku. Aku bukan mau bilang kamu ganjen. Maaf buat yang tadi. Terus buat kamu bilang buat ninggalin aku! Aku bakal cari kamu kemana pun itu saeron. Ingat kamu milik aku. Aku ga bisa kalau ga ada kamu saeron. Cukup kali ini kamu yang ngomong gini" sehun tertunduk dia tidak habis pikir dengan kata yang keluar dari mulut saeron. Walaupun saeron adalah gadis yang polos ternyata dia memiliki sifat yang sama dinginnya dengan dirinya.
"udah?" sehun mendogak kan kepalnya bingung apa yang ditanyakan saeron.
"maksud kamu?"
"udah kan. Minggir aku mau tidur"
Sehun masih cengo dengan sifat saeron yang baru dia temui ini. Kalau lagi ceria aja masih baik, ramah murah senyum. Tapi kalau lagi mood buruk itu sehun tidak habis pikir.
"sayang kamu udah maafin aku kan?" sehun memeluk saeron dengan sangat sangat erat.
"sayang dimaafin kan?"
"hmm. Udah aku mau tidur"
"gomawo. Saranghae"
.
.
.
.
.
.
.
tbc