![my husband oh Sehun [EXO]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-husband-oh-sehun--exo-.webp)
VOTING VOTING VOTING VOTING!!!
SELAMAT MEMBACA:)
.
.
.
.
Sehun dan yang lain sudah sampai pada mansion milik daniel. Sehun sedikit tercengan dengan mansion milik keluarga kim ini, lebih mewah daripada milik mereka. Sehun masuk, mendapati setiap foto cucu dan keluaga dari kim. Hanya foto saeron yang terpampang paling besar disana. Sehun tersenyum pada foto saeron waktu dia masih kecil. Cantik.
"lo ke kamar saeron aja. Ada tulisanya di pintu. Janga di apa-apain ya adek gua. Belum sah juga lo"
"hmm. Gua naik"
"nih bawak koper lo!" ketus jihoon
"galak amat lo"
"jangan ganggu saeron!" ucap jihoon dan berlalu menaiki tangga mewah itu dennga cepat.
"gua naik ya niel"
"hmm"
Sehun memandangi pintu putih itu dan melihat papan nama kecil di depan sana, tertulis kim saeron. Sehun membuka pelan pintu itu melihat ke arah dalam mobil itu. Gadis kecilnya sedang tertidur denga pulas disana.
sehun meletakkan asal kopernya dan mendekati gadisnya itu. Sudah seminggu dia di tinggal pergi dan itu menyesakkan dada. Sehun mengelus pelan rambut itu dan mengecup kening saeron lama.
"sayang aku rindu"
Chu~
Setelah itu sehun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setealh beberapa menit sehun keluar dengan piyama dan handuk di lehernya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
Sehun menaiki kasur yang di sebelah saeron dengan pelan, matanya tidak pernah lepas pada saeron. Dia tarik saeron pelan kedalam pelukannya, dijadikan tangan kekar itu sebagai bantalnya. Saeron yang merasa nyaman pada posisi dimana dada bidang sehun ada pada wajahnya sekarang mendusel mencari kenyamanan disana. Sehun tersenyum pada tingkah saeron. Di kecupnya lama lalu tertidur.
----
"enghh~" seorang cewek mengerang dalam tidurnya, cahaya amtahari mulai masuk dalam jendela kamar saeron. Perlah saeron membuka matanya, merasa sesuatu pada tangan bagian kiri, meraba sesuatu yang keras dan sedikit lembut itu. Kini matanya sudah sepenuhnya terbuka. Saeron melotot siapa yang sekarang bernai-beraninya memeluk saeron saat tidur.
Saeron duduk lalu menendang keras orang itu sampai orang itu terjauh dari kasur yang lumayan tinggi itu.
"aaahhh!!!! LO SIAPAA!! KENAPA ADA DI KAMAR GUA!"
BUGH!
"akhh!" erang orang tersebut.
Saeron menyadari suara bariton ini, mata yang tertutup karna berterteriak tadi terbuka perlahan memastikan bahwa yang ada di pikirannya itu salah. Dia meiat perlahan ke arah orang yang tadi dia tendang.
"sayang kenapa aku di tendang" ujar orang itu mengelus pantatnya dan lengan yang kena lantai keras itu.
"aaahhh!!! Lo siapa! Kenapa mirip sama sehun! Lo hantu ya!!! Huwaaa oppaaa!!!" saeron kembali teriak histeris.
Sehun langusng menutup mulut saeron agar tak kembali teriak.
"hmmpphhh" erang saeron memukul lengan sehun.
"shhhh, kenapa teriak sih sayang. Ini aku tunangan kamu" ucap sehun yang membuka pelan mulut saeron.
"engga mungkin, sehun ada di korea. Lo siapa?!" ketus saeron
"sayang ini aku oh sehun, caalon suami kamu!"
"sehun?"
"iya ini aku. Jahat banget kamu"
"aaahhh!!! Sehunnn~" saeron langsung melompat ke arah sehun dengan antusias, untung sehun menangkapnya dengan baik.
"sayang aku rindu tau ga. Seminggu kamu tinggal" ucap sehun mengertkan pelukannya dan mencium pipi saeron beberapa kali.
"hehe" saeron melepaskan pelukannya dan tersenyum pada sehun.
"iya aku juga"
BRAK!!!
Pintu cantik kamar saeron di buka dengan keras, untung pintu mahal. Dua insan yang sedang melepaskan kerinduan itu terkejut dan reflek melihat ke arah pintu.
"oppa~"
"hmm? Kenapa? Ada yang sakit?"
"ga ada kok"
"oppa kira kamu kenapa"
"hehe"
"syukurlah kalau begitu"
Sehun yang melihat interkasi antara saeron dan jackson cengo, kenapa saeron memanggil orang yang bertubuh besar ini dengan sebutan oppa, dan selalu tersenyum padanya?
Jackson yang merasa di perhatikan langsung menoleh ke arah sehun dan memandang tajam pada sehun.
"lo siapa! Lo apain saeron! Kesayangan gua!" jackson bangkit dan menarik kerah piyama sehun.
Ketika jackson hendak melayang kan pukulan di wajah tampan sehun, saeron bertindak.
"hikss... oppaa...hikkss"
Jackson mengalihkan padangannya pada addik kecil kesayangannya itu, dan menangkup tubuh kecil itu sebelum itu dia melemparkan sehun kasar.
"sayang kenapa nangis?? Ada yang sakit"
"ga... oppa mau pukul dia kan? Jangan.... hikss..."
"kenapa?"
"saya tunangan saeron" ucap sehun lantang.
Jackson yang mendengarkan itu melihat ke arah sehun dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"sayang dia beneran tunangan kamu?"
"iya oppa. Jangan sakiti dia"
"shhhh, ga kok ga. Udah ya jangan nangis. Oppa ga pernah bikin kamu nangis lo sayang. Udah diam ya" jackson masih menenagkan saeron dan arah padangannya masih pada sehun.
"tolong jangan peluk calon istri saya terus menerus" ketus sehun
"lo masih calon ya!"
"oppa!"
"iya iya engga"
"kalian berdua turun. Oppa mau bicara" ucap jackson lalu beranjan keluar.
"sayang kenapa nangis sih?"
"oppa jackson itu temperamental, bisa aja kamu di bunuh karna bikin aku kaya gini. Dia ga liat bulu, makanya aku nangis"
"oh jadi namanya jackson. Ihhh serem liat tatapannya tadi, pengen di makan aja ransaya tadi."
Setelah acara rindu saeron dan sehun berakhir dan mereka sudah mandi dan mengenakan baju santai hari ini, mereka turun dengan sangat gugup krna jackson memanggil mereka untuk berbicara.
"oppa"
Sang empu yang dipanggil menoleh dan menyuruh saeron dan sehun duduk. Saeron dan sehun saling melirik satu sama lain.
"jelaskan!" ketus jackson yang melipat tangannya pada dada bidangnya. Didalam ruangan ini hanya mereka bertiga, minjae dan daniel mereka suruh tunggu di ruang lain. Tidak ada yang akan membantah perkataan dari sang jackson yang sungguh tempramental itu, kecuali 3 bidadari nya itu.
"jadi saya dan dan saeron sudah lama bertunangan, sudah setengah tahun"
"kenapa saya tidak tahu akan hal ini. Terlebih lagi keluarga yang ada di jerman ini" tanya jackson tetap memandang tajam ke arah dua insan itu. Sehun berusa menjadi seseorang yang profesional saat ini. Malu dong seorang CEO terkenal di kotanya di bilang pengecut.
"oppa saeron minta maaf, ayah bunda lupa ngasih tau, acara ini sangat mendadak oppa. Jangan marah" ucap saeron yang akan menangis itu. Suara nya bergetar.
"dan kamu kenapa bisa secapat itu mengambil keputusan?"
"saya mencintai dia adik anda. Saya tidak bisa hidup tanpanya"
"saya akan melihat dan memantau kalian dengan ketat. Jika saeron adik kesayangan saya menangis dan membuat dia sedikit berubah, lihat saja apa yang akan saya lalukan pada anda"
"saya tidak bisa berjanji, tapi saya akan usahakan"
"JACKSON!!!" teriak seseorang dari arah pintu utama. Mereka melihat ke arah pintu itu seseorang lelaki bertubuh besar datang pada mereka dengan wajah yang merah padam, berjalan ke arah mereka.