my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
20



JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!


VOTING VOTING!


.


.


.


.


"hai bang" jawab jackson kikuk.


BUGH!


Orang yang bertubuh besar itu memukul jackson dengna kuat membuat jackson yang awalnya berdiri kini kembali terduduk.


"akkhh!"


"kenapa tidak memberitahukan aku! Mana dia!"


"aish! Bisa kah kau tidak memukul aku terlebih dahulu. Ini sakit. Emosi mu melebihi diriku!" ujar jackson yang memgang dan meringgis kesakitan karna memar di pelipisnya.


Sehun dan saeron masih terkejut dengan apa yang terjadi. Sehun masih tidak percaya akan keluarga yang tengah dihadapinya sekarang. Bahkan keluarga seron lebih para sepertinya. Sehun tau siapa keluarga saeron tapi tidak keluarga besarnya.


"BERISIK! DIMANA DIA!"


"di belakangmu!" ucap jackson yang menunjuk ke arah saeorn dan sehun. Jimmy melihat ke arah belakang dan langsung memeluk sang gadis kecil itu dengan sangat erat.


"sayang~ oppa J kangen tau ga. Kamu apa kabar?" tanya jimmy sembari melonggarkan pelukan itu dan melihat seksama wajah cantik adik kecilnya ini.


"oppa J! Saeron juga tau ga. Saeron baik kok, oppa sendiri?"


"oppa baik sekali hari ini karna bertemu dengan adik oppa yang sangat oppa rindukan ini"


"hehe" saeron cengegesan dan membuat jimmy semakin gemas padanya.


"ehem" saeron dan jimmy menoleh ke arah sumber suara. Sehun sedang memsang wajah datar dan kesal. Karna sedari tadi dia tidak berkauasa atas tunangannya itu.


"lo siapa!" tanya jimmy ketus.


"bang, sabar elah marah mulu. Dengerin mereka"


"lo mau masuk liang lahat hari ini?"


"hehe engga bang, sayang hidup gua"


"sayang dia siapa?" tanya jimmy yang memandang lembut ke arah saeron dan tersenyum.


"hmmm, dia sehun. Oh sehun. Dia tunangan saeron oppa J"


"tunangan?" tanya jimmy mengernyitkan dahi heran.


"iya oppa, saeron ga mau jelasin ih, tanya ayah bunda aja. Saeron itu kesini mau liburan tau ga"


"yaudah, saeron mau kemana?" tanya mereka berdua.


"apa sih lo ajak-ajak adek gua! Adek lo kan ada!"


"dia lagi ga disini njing! Lo main sama cewek lo sana. Di anggurin mulu dia"


"gapapa orang dia ngerti kok. saeron Cuma bentar disini jadi gua manfaatin sepuasnya!"


"ga! Dia sama gua aja!"


"sama gua!"


"gua!"


"ga!"


"STOPPP!!!" lerai saeron yang meninggikan suaranya.


"oppa kenapa pada rebutan sih! Saeron ga bakalan pergi sama kalian berdua, saeron mau temenin sehun dulu. Kapan-kapan aja"


"saeron adek oppa yang cantiknya luar biasa dan imut ini, kenapa harus dia? Dia belum juga jadi suami kamu"


"aish!"


"mulut!" ucap mereka bertiga.


"iya iya"


"nanti aja jalannya, oppa mau ngomong sama sehun, saeron nunggu di mobil baru oppa J aja. Oppa baru beli lho"


"oppa jangan apa-apain dia"


"iyaaa"


Saeron bangkit dan memegang tangna sehun sebentar sehun hanya mengangguk mengtakan bahwa dia tidak apa-apa.


---


Seseorang membuka pintu mobil membaut saeron yang awalnya sedang mendengarkan musik menggunakan earphone reflek membukanya dan menoleh ke arah pintu itu. Sosok tubuh besar masuk kesana dengan raut wajah yang kesal. Saeron heran.


"kamu kenapa?" tanya saeron khawatir.


"tau ga dua oppa kamu itu nonjok aku" ujar sehun yang memandang saeron sedih.


"kok bisa? Terus oppa bilang apa?"tanya saeron melihat dengan baik wajah lebam yang ada pada sehun.


"mereka bilang. Kenapa berani ambil keluarga kesayangan kim secepat itu. Saeron masih sangat kecil, dia tidak akan bisa melewati masa sulitnya. Apa lagi kau seorang pengusaha tidak sedikit wanita diluar sana mengincarmu. Kau tau siapa kami kan? Itu katanya terus langsung di tonjok dah"


"hahha.... ngakak sumpah"


"kenapa ketawa sih?"


"ketawa aja. Mereka memang gitu. Aku Cuma anak satu satunya perempuan di keluarga kim. Oppa jackson itu dari keluarga kim dan oppa J dari keluarga park. Mereka sangat sayang sama aku karna hanya ada aku dan yeri yang perempuan. Mereka menghargai setiap wanita yang ada pada hidup mereka. Oppa j dan oppa jack bakalan nurutin kemauan aku dan yeri sama mommy mereka nenek juga. Karna keluarga kami sangat kesulitan mendapatkan anak perempuan. Jadi maklumi saja mereka. Sekuat apa oppa jack akan kalah sama oppa J. Karna lebih parahan mereka, bahkan dia pernah masuk penajara karna membunuh sahabat sendiri dan untung hanya beberapa tahun saja sudah keluar, sepertinya oppa J baru keluar 1 tahun yang lalu"


"wahhh daebak! Aku ga bisa ngomong apa-apa lagi sayang. Sangat mengerikan. Pantas daniel dan ayah kamu sangat mencintai kamu. Maaf ya aku sering bikin kamu nangis"


"hehe ga papa. Aku tau kamu lakuin ini buat kebaikkan kamu dan aku juga" ujar saeron tersenyum.


"makasih sayang, beruntung aku dapatin kamu. Aku sangat sangat mencintai kamu" ucap sehun tulus dan memeluk saeron dari samping.


"iya iya, sekarang kita jalan, nanti bang daniel sama jihoon ikutan lagi"


"siap my Queen!!!"


"let's go!!!"


Keluarga kim sangat kesulitan mendapatkan anak prempuan, nenek kim hanya memiliki anak lelaki 3 orang, anak pertama mereka bernama kim jungsuk dan menikah dengan seorang wanita yang berasal dari orang kaya juga , memiliki beberapa perusahaan di negara eropa sana. kim jungsuk dan kim christie graham orang tua dari jackson dan si hyun. Anak kedua mereka bernama kim hyung sob dan kim seul gi, orang tua dari minjae dan minwoo. Dan yang terakhir kim ji wook dan kim minyoung orang tua dari, kim daniel dan kim saeron.


Saeron memng di perlakukan seperti putri di keluarganya. Maka dari itu tidak ada satupun yang akan menyakiti saeron, jika ada yang akan bertindak yaitu hanya jackson dan jimmy lah. Merek benar-benar sensitif mendengar nama saeron dan yeri. Saeron memang tidak terlalu di kekang, tapi semua orang yang mengenal keluarga kim tidak aakan macam-macam padanya, mereka tau jakcson dan jimmy itu seperti apa.


---


"sayang kamu mau makan apa?" tanya sehun yang mlihat saeron ke arah luar jendela restaurant itu.


Mereka sedang makan disana, makan siang tentunya. Saeron sedang berada di restaurant yang terpopuler sekarang.


"samain aja ya"


"yaudah"


Sehun memanggil satu orang pelayan yang berada di dekat mereka. Dan kebetulan pelayan itu cowok. Ketika sehun sedang mendiktekan pesanan mereka sang pelayan lebih asik memandangi gadis cantik yang tengah menikmati keindahan di luar sana. Dia kagum dengan kecantikan yang dimiliki saeron.


"hei! Kenapa natap tunangan saya serpeti itu! Mau cari mati!"


Saeron terkejut karna sehun tiba-tiba marah kepada seorang pelayan itu.


"sehun! Kenapa marah sih. Malu tau!" tegur saeron yang menyuruh sehun duduk.


"maaf ya, silahkan kembali bekerja"


"termikasih nona"


"kenapa sih dilarang! Aku tu ga suka sayang. Ga suka!"


"hilangin kek sehari sifat posesif kamu itu. Heran hayati mah"


"enak aja kamu samain diri kamu sama hayati. Ga! Kamu lebih cantik sayang"


"bener kata bobby kamu emang alay!" cibir saeron yang lebih memilih memotret ke arah luar sana.


"sayang kamu lebih milih motret ga jelas daripada aku disini? Makanan kamu udah datang nih"


"iyalah, orang aku liat bule ganteng noh" tunjuk saeron dan melambai pada pria tampan di luar sana.


"saeron" ucap sehun dingin dan itu membaut saeorn dengan cepat membalik kan badan dan menatap sehun gugup.


"sekali lagi kamu senyum manis sama bule disini, aku ga segan-segan ya buat matahin leher mereka"


"asihh! Iya iya! Nyebelin"


"good girl!" ucap sehun mengusak rambut saeron dan tersenyum.


---


Setelah berjalan santai menikmati indahnya sore di berlin. Saeron dan sehun pergi ker mansion milik saeron. Ketika masuk mereka melihat sosok yang sangat familiar di dekat sana. Bae jinyoung.


"bae?" tanya seron menyakinkan dan berdiri di samping jinyoung.


"hai babe. Long time no see" ucap jinyoung yang memeluk erat saeron.


Sehun marah.


"lepas!"


"apa sih lo ngelarang gua!"


"dia punya gua!"


"enak aja punya gua!"


"woi kalian berdua! Sekali lagi kalian ribut gua patahin leher kalian" ujar jimmy pada jinyoung dan sehun.


"hyung, kenapa cowok gila itu ada disini?"tanya jinyoung menunjuk sehun yang sedari tadi tida melepaskan tangannya dari bahu kecil saeron.


"mana aku tahu. Dia sudah ada disini dan aku baru tahu hari ini. Dan kau kesini mau apa?"tanya jimmy tanpa basa basi.


"aish hyung! Ayolah aku kesini itu unutk menemui calon ibu dari anak-anak ku. Apa tidak boleh?"


"kau memang gila jinyoung! Kapan kau datang ke berlin?"


"kemarin. Kau tahu aku sangat merindukan saeron. Chubby benar-benar ngangenin"


"berhentilah memanggil dia chubby,kau tidak lihat tatapannya padamu. Kau bisa saja tidak di sapa selamanya"


"haha, dia memang menyeramkan ketika marah hyung J"


"terus ngapain lo masih disini?" tanya jihoon


"elah, gua masih kangen sama saeron, kaya ga tau gua aja lo. Palingan gua nginep sini aja, gua bisa tidur di kamar lo kan?"


"ga! Ogah gua tidur sama lo mah"


"sok an nolak semvak!"


"lo tidur bareng minjae aja noh"


"ogah gua! Dia tidurnya ga tenang njiirr"


"MINJAE!"


"maaf bang, keceplosan" ucap minjae yang tersenyum gugup menatap tajam mata j dan jack itu.


"yaudah lho tidur di kamar jihoon aja. Dan ga ada penolakan jihoon" ucap J finish dan berlalu pergi ke atas.


"sayang, ke atas yuk. Kamu belum bersih-bersih lho. Maid udah nyiapin air panas buat kamu"


"hmm"


"sayang, nanti makan malam bareng aku ya?" ucap jinyoung yang masih megang tangan saeron.


"saeron makan malam sama-sama kita! Daddy sama mommy gua dan J mau ke sini"


"aish! Hyung ini mengacaukan saja"


"apa?"


"hehe tidak hyung, kau tampan hari ini"


"jijik!"


.


.


.


.


.


TBC