my husband oh Sehun [EXO]

my husband oh Sehun [EXO]
04



"sayang bangun, kita lari pagi. Biar sehat yuk. Aku lagi malas kerja nih" ucap yang sedari tadi membangunkan gadis kecil yang tengah tertidur nyenyak sekarang ini.


"sayang bangun, nanti kita shopping deh, katanya mau beli sepatu baru" sehun masih tetap membangunkan saeron dengan hati-hati. Semanjak 1 minggu yang lalu dia berpikr keras agar hati-hati akan ucapan yang terlontar di mulutnya kini. Saeron memang mau membeli sepatu baru, tapi dia ingin jihoon yang menemani tapi karna sehun orang yang sangat keras dan triple over posesif ini tidak bisa diganggu.


Saeron membuka matanya dan tersenyum. Sehun yang setiap pagi melihat kecantikan saeron ketika bangun tidak bisa tidak tersenyum, hal rutin bagi mereka berciuman di pagi hari. Sehun pernah sesekali berpikir apakah saeron sudah ada di dalam hatinya. Walaupun belum dia akan berusaha.


"bangun sayang. Ga usah mandi kita lari pagi ya"


Saeron hanya mengangguk. Lalu beranjak ke kamar mandi membersihkan muka dan bergosok gigi. Setelah itu saeron menukar bajunya dengan memakai hoddie yang kebesaran dan celana pendek.


Sehun sedang menunggu saeron di ruang tv milikinya, saeron sudah selesai.


"sehun, ayo katanya lari" sehun yang mendengar suaranya di panggil melihat ke arah gadis kecil itu. Melihat penampilan itu. Sebenarnya dia marah melihat saeron memaka celana hotpands itu. Tapi karna baru pagi jangan lah.


Mereka keliling di area rumah mereka, saeron yang capek akhirnya berjongkok. Berusah menetralkan nafasnya. Sehun yang melihat gadis kecilnya itu sedang berjongkok ikutan berjongkok dan tiba di kepalanya untuk memotret saeron.


Cekrek.


Sehun langsung mengupload foto tersebut ke akun dirinya



Oh.sehun she's mine @kim_Sae


Kimdaniel adek gua!! Kangen dek @kim_sae


Saeron yang merasa hp miliknya berbunyi segera melihat notifikasi tersebut. Ternyata tunangannya ini sengaja memfotonya dan mengupload fotonya yang sedang kucel ini. Dia membalas komentar yang dikirm oleh abang tercintanya itu.


Kim_sae aaaa abang! Saeron kangen juga! Temen lo gabolehin kemana mana @kimdaniel


Kimdaniel lo paan pakai ngelarang temu sama adek gemeshh gua ha! @oh.sehun


Baekhyun saeron tambah cantik aja deh :*


Park.jimin saeron kapan kumpul lagi kita, kangen tau


Kathrinrza iihhh saeron mah jogging ga ngajak ngajak @kim_sae


Lalisa iya jahat banget ka gua pengen nambah sehat juga kim_sae


Bobby_cool oi semvak sok an olahraga badan udah kurus gitu lo pada @kathrinrza @lalisa @kim_sae


Oh.sehun ntar gua kerumah sama calon istri gua @kimdaniel/ lo mau mau rumah sakit apa kuburan @baekhyun/ @park.jimin kangen bapak lo botak!


Mimiperi sayang kamu kemana aja sih anak kamu udah nungguin tau


Kpopthebest best couple banget ini. Btw kak saeron canss banget sihhh @kim_sae @oh.sehun


Fansberatsehun ihhh ga cantik, cantikan juga gua kemana mana


Real_pcy oiii itu saeron kenpa cantik banget, mending sama gua aja ron @kim_sae


Kim_sae apa sih lo pada kakak, dimakan sama kak sehun baru sadar lo pada @baekhyun @park.jimin @real_pcy / @kathrinrza gimana mau ngajak orang dia maksa gua, kan mau bocan tadi. Dan lo bob jahat banget mulutnya ngatain gua kurus @bobby_cool


Oh.sehun ihhh sayangnya aku @kim_sae


Bobby_cool baru tau gua kekasih lo ini bisa alay ron @kim_sae @oh.sehun


Lalisa haha iya bisa alay juga lo bang @oh.sehun


saeron menutup aplikasi instagramnya dan segera mengajak sehun untuk pulang. Setelah sampai dirumah mereka langsung mandi karna mereka akan kerumah ayah dan bunda saeron. Saeron rindu sama orang tua dan juga abang kesayangannya itu.


saeron hari ini memakai kaos yang kebesaran dan celana jeans koyak yang di lutut dan memasukan sebagian baju itu kedalam celanaya, tidak lupa saeron memakai sepatu bermerknya itu berwana hitam dan putih. Sedang kan sehun memakai sweater berwarna abu-abu dan di padukan dengan celana jeans berwana hitam dan sepatu snacker yang sama seperti saeron, hanya warnanya saja yang sama.


Mereka menaiki mobil bmw berwana hitam milik sehun. Dan segera meluncur kerumah saeron.


Tidak butuh waktu lama saeron sudah sampai di depan rumahnya itu. Setelah mobil berhenti saeron langsung keluar mobil dan berlari ke dalam rumah, sebelum masuk para maid menyambut kehadiran mereka.


Sehun hanya bisa menggelangkan kepala mlihat tingkah sanga gadis kecilnya ini.


"BUNDAAA SAERON DATANG! HELLO EPRIBADEH!!!! SAERON PULANG!!!" saeron berteriak sekencangnya agar penghuni rumah ini segera menyambut mereka, sehun Cuma bisa nutup telinga ketika saeron berteriak. Tidak menyangka kalau saeron sangat sangat manja kepada orang tuanya ini.


"ya ampun saeron! Kamu kenapa teriak teriak sih sayang kaget bunda" bunda saeron yang turun dari tangga heran dengan tingkah anak gadisnya ini yang setiap masuk rumah selalu berteriak.


"bundaaaa!!!! Saeron rindu tau sama bunda" saeron langsung saja memeluk bidadari tak bersayap itu dengan erat.


"iya budan juga rindu saeron kok"


"bunda ayah mana?" tanya saeron melepaskan pelukannya.


"ayah ada di ruang kerja, lagi malas ngantor"


Tanpa babibu saeron langsung berjalan ke arah ruang kerja hero nya itu.


"ayah?" panggil saeron hati-hati.


"hai sayang, anak ayah udah pulang ya?" saeron langsung saja memeluk ayah tertampannya itu. Dia duduk di pangkuan ayahnya. Dia memang sangat manja pada pria tampan ini.


Ji wook memang sangat sangat memanjakan putri bungsu nya ini. Sebenarnya waktu saeron ingin di pertunangkan dengan sehun, ada rasa dimana dia tidak rela anaknya ini akan menjadi milik orang lain. Bagaimanapun seorang ayah pasti selalu merasa kehilangan ketika anaknya segera menjadi teman hidup orang lain bukan?


Ji wook selalu menekankan pada sehun agar tidak berbicara sembarangan terhadap saeron, jika dia tidak ingin sakit hati. Saeron memang selalu ceria, tapi ketika sedang dalam mood terburuk saeron akan bungkam, dan ketika berbicara selalu dengan nada dingin dan menusuk.


Ji wook selalu mengawasi putri kesayangannya ini agar tidak menangis oleh siapapun. Karan itu sungguh membuat ji wook menjadi ayah yang gagal. Bahkan ji wook tidak pernah menyakiti perasaan putrinya ini. Ji wook benar benar mencintai dua malaikat yang ada dirumahnya, ibu ji wook masih hidup dan itu jauh di prancis.


Saeron di gendong oleh ayahnya di belakang. Walaupun sudah berkepala dua ji wook masih kuat mengendong putri nya ini. Minyoung yang melihat mood manja saeron Cuma bisa tersenyum dan sehun kaget. Dia hanya tau kalau saeron itu dewasa dan bijak bahkan dia jarang bermanja dengan dirinya.


"kak sehun lagi ngobrol apa sama bunda?" tanya saeron yang sudah turun dari punggung ayahnya itu dan duduk disebelah sehun. Sehun Cuma belai sayang kepala saeron.


"ga ada, Cuma ngobrol ringan"


Tiba-tiba ada suara dimana mobi yang sangat dikenali saeron terpakir didepan rumahnya, dia tau kalau itu abangnya saeron Cuma bisa diam dan melihat reaksi abangnya ketika masuk.


"bunda!!!! Bunda daniel kangen mak lampir bun. Dia lagi ngapain sih? Kenapa coba ga ada kabar!" daniel segera duduk disamping budannya dan tidak melihat saeron yang ada di sampingnya.


"ehem" daniel yang mendengar itu langsung menoleh dan sangat terkejut siapa yang berdehem itu.


"bunda!!! Ini siapa? Kenapa mirip saeron bun?" daniel masih belum emnyadari kalau adek kesayangannya itu telah datang kerumah demi dirinya.


"ihh apa sih abang bilang gua hantu! Jahat! Terus lo ngatain gua mak lampir! Iya! Ga bisa dipercaya! Padahal gua kesini karna lo" saeron menatap tajam abangnya itu dan daniel Cuma bisa cengegesan tanpa babibu dia memeluk erat sang adek tersayang itu.


"abang jangan kuat kuat ga bisa nafas!" daniel segera melepaskannya.


"lo sih bikin orang kangen, kangen tau gua sama lo gabisa curhat, ga bisa mabar bareng lagi. Itu si peter kangen juga sama lo, tidur di kasur lo mulu"


"sok sok an kangen. Ketemu gua di katain mulu. Salah gua apa coba"


"iya kali boleh nginep sama si es batu noh" tunjuk saeron pada sehun. Sehun Cuma bisa diam. Dia sedang asik melihat interkasi antara keluarga kecil ini.


"kadang ya dek, gua heran kenapa temen gua satu ini bisa yang sama lo yang manjanya ga ketulungan"


"tuh kan ngatain mulu! Ayah!"


"daniel jangan bikin dia kesel, nanti kamu di diamin mau?"


"hehe engga yah. Asli serem"


"bang, besok pergi main yok, males dirumah mau libur aja sekolahnya. Lagian sekolah punya kak sehun kok"


"gua sih mau mau aja, apa lagi sama lo. Lagi ga ada kelas juga gua"


"sayang?"


"iya ayah?"


"kenapa masih manggil nak sehun dengan sebutan kak?"


"biar sopan aja ayah. Emang kenapa? Saeron salah?"


"bukan salah, ga enak aja dengernya. Pasti sehun merasa ga enak kalau kamu panggil begitu. Sekarang panggil dengan nama aja, biar kalian terlihat seperti pasangan?"


Saeron Cuma mengangguk dan tersenyum menampakan deretan gigi dan mata puppy eyes itu. Ji wook bangga pada istrinya bisa mendidik anak-anak yang patuh dan sangat pintar ini.


---


Saeron udah pergi dari rumah bunda, bunda masakin banya ke buat saeron dan itu semua udah diikirim oleh supir pribadi ayah kerumah saeron. Dan disinilah saeron di mall milik sehun. Saeron ingin membeli sepatu kelauran terbaru, ayahnya mengirimkan uang dan itu untuk beli sepatu, ji wook memang ayahable banget. Memang setiap 1 kal sebulan saeron ganti sepatu, ga tau lagi sepatu udah berapa banyak. Udah kaya mau jualan aja lagi.


"hmm, sehun bagusan yang mana kiri apa kanan?"


"ga usah dipilih ambil aja semua yang baru"


"ihh apaan sih, kan ayah Cuma ngasih buat sepasang sepatu doang"


"sayang kamu lupa mall ini punya siapa?"


"iya tau punya kamu, masa iya kamu mau nenteng banyak?"


"kenapa harus di tenteng, mbak barang baru yang ada disini kirim semua, yang unlimited juga yah, kerumah saya?" ucap sehun yang menunjuk saah satu karyawan disana dan dia Cuma mengangguk.


Saeron Cuma bisa pasrah aja. Selalu saja begitu.


"sayang kesana yuk, ada yang baru juga?"


"sehun itu udah banyak"


"no! Kamu harus ganti semua baju kamu, kalau bosan kasih aja ketemen kamu gampang kan?"


"temen aku mah ga ada yang ga punya uang. Kaya semua mereka kecuali bobby" saeron menunduk ketika mengucapkan itu. Ya bobby dari keluarga yang sederhana. Bobby terkadang minder berteman dengan mereka, tapi mereka tidak mau bobby menjauh dan merasa asing. Saeron selalu menguatkan bobby, maka dari itu bobby sayang sama sahabt satunya ini. Selalu perduli akan persaan orang lain.


"yaudah beli buat bobby dan kirim kerumahnya"


"jangan banyak, kalau banyak nanti bobby marah"


Sebenarnya sehun sedikit risih melihat saeron yang terlalu peduli kepada orang lain, siapapun akan jatuh cinta pada saeron dengan kebaikan dan kecantikan milik saeron. Sehun takut karna semakin banyak yang akan mendekati dan merebut saeron, apalagi saeron belum mengungkapkan isi hatinya.


"sayang?"


"kenapa?" saeron masih mencari baju untuk bobby.


"aku mau ngomong"


"yaudah bentar yah mau ngasih barang bobby dan alamatnya sama mbaknya dulu"


Sehun Cuma bisa menganggukan kepala.


Sekarang mereka ada di dalam mobil, karna saeron sudah sangat sangat kelelahan keliling.


"jadi mau ngomong apa?"


Mobil mereka belum bergerak sama sekali, saeron masih menyeruput jus jeruk yang dibelinya tadi.


"bisa ga sih kamu jangan terlalu baik sama orang? Kamu ga tau yang mengincar kamu itu banyak? Apa lagi yang seumuran sama aku dan kamu? Kamu tau ketakutan aku itu, ketiika kamu hilang saeron. Aku ga mau itu terulang kedua kalinya. Aku cinta sama kamu. Aku bukan nyuruh kamu buat jadi berbeda tapi ya kurangi. Aku benar benar marasa sangat sangat marah ketika kamu diperhatikan, di lirik, di senyumin sama cowok aku marah sae. Aku sayang kamu. Kamu tau kan aku posesesif sama kamu. Karna ga mau kehilangan kamu. Orang kaya diluar sana juga banyak yang mendatangi ayah kamu buat menjadi kamu istrinya. Kamu ga tau kan?


Jadi aku mohon jangan terlalu baik sama siapapun. Aku benar benar bisa gila kalau sampai kamu pergi dan ninggalin aku. Aku akan kacau saat itu juga sae. Kalau perlu aku cari kamu kemana pun. Aku bakal rebut hati kamu. Ingin sekali aku marah sama kamu. Tapi melihat kamu menjadi dingin itu lebih menyakitkan"


Saeron Cuma bisa tersenyum melihat sehun yang sudah capek mengucpka hal tersebut. Sebenarnya saeron sudah ada rasa sama sehun. Tapi dia ingin lebih memastikan saja, agar tidak jatuh sakit terlalu dalam nantinya.


"jagan senyum aja"


"terus aku harus apa sehun?"


"tolong jangan pergi"


"aku ga kemana mana. Tergantung kamu, semuanya tergantung kamu sehun. Bukan aku. Kalau kamu menyakiti aku dan itu membuat ayah marah aku tidak bisa bertahan bagaimanapun untuk saat ini aku masih milik orang tua aku. Dan satu lagi, percaya aku aku pun begitu. Tapi kalau kamu bohong kamu akan ngerasain hal yang pahit sama kaya bang daniel"


"aku janji"


"ga perlu janji, janji lebih dominan dengan ingkar. Jadi buktikan saja perktaanmu itu"


Sehun benar-benar tidak mengerti akan sifat saeron, yang hanya bisa santai. Saeron benar-benar sangat dewasa. Beruntung dia mencintai gadis cantik ini.


"akan aku usahakan"


Kenapa setiap berada didekat saeron, sehun benar-benar sangat berubah dari watak aslinya. Yang aslinya dingin menjadi sangat ramah kepada satu gadis,yang tatapannya tajam menjadi lembut. Sangat berubah.


.


.


.


.


.


.


Tbc