
..." Bak disayat oleh pisau tumpul, bak dijatuhkan dari ketinggian. Sakit perlahan, menembus relung dan jantung hati jiwa. Menahan beban pedih, menahan beban perih. Aku kira kayu dan ranting yang hanya bisa patah, aku kira kertas dan kain yang hanya bisa robek, aku kira gelas dan kaca yang bisa pecah. Ternyata tidak, pun hati juga bisa patah, robek maupun pecah. "...
[FLASHBACK]
Hari sabtu, malam minggu yang penuh kelabu untuk masa percintaan ku. Penuh dengan nestapa, hancur dan pilu. Elegi malam itu mengisahkan tentang insan yang diciptakan untuk pembelajaran, untuk bekal, untuk jaga diri dari persoalan hati. Lain kali bisa gunakan hati dengan hati-hati.
..." Itu dodi lagi bicara, kok kamu gak hiraukan dia? " Berkata ku....
Sementara dila pun menangis, air mata pun mulai membanjiri pipinya, tangan dila tak henti-henti nya mengusap air mata yang mengalir deras cukup merepotkan. Seketika dila langsung menghentikan panggilannya dengan dodi.
..." Kenapa kamu matikan telfon nya? " Berkata ku....
..." Apa yang kurang dari aku Dil, sampai-sampai kamu mencari kekurangan itu dari orang lain? Kita bisa obrolin ini baik-baik kok, tapi bukan kaya gini caranya. "...
..." Kamu.. kamu... kenapa tega lakuin kaya gini ke aku? "...
..." Aku sudah cukup jaga hati ke kamu, apa ini imbalan dari semua perjuangan ku? Apa karena aku jarang marah jadi kamu bisa seenaknya gini? "...
..." Aku sudah kasih semua akses akun sosial media ku ke kamu, aku kasih tau password segala macam, biar kamu bisa cek sendiri bahwa memang aku cuma kamu. Dan itu mungkin salah satu bukti aku percaya sama kamu....
..." Jadi, tolong lah Dil, kalau kamu selingkuh plis jangan sampai aku tau. Karena kalau aku tau itu rasanya sangat merepotkan. "...
Hancur, sehancur-hancurnya. Sakit, sesakit-sakitnya. Entah mengapa dari sekian banyak problema yang sudah dihadapi, aku lemah kalau soal begini. Ahh Tuhan, kau kuatkan tulang ku tapi tidak dengan hatinya.
..." Kamu tau perasaan ku saat ini bagaimana Dil? " Berkataku....
..." Derry, aku minta maaf. Mungkin kita bisa perbaiki hubungan ini lagi, aku janji, aku ga bakal mengulanginya lagi kok. " Jawabnya sambil menunduk, menangis tersedu-sedu....
..." Apa yang harus diperbaiki Dil kalau kaca sudah pecah? Kamu ga bakal bisa susun lagi sampai benar-benar utuh. "...
..." Aku sudah mempercayaimu lebih dari apapun, tapi kamu ... "...
Belum selesai bicara, tiba-tiba dila langsung memeluk ku dengan erat. Memeluk ku dengan benar-benar hangat. Hangat peluknya, redam kan lara yang sempat singgah. Hangat peluknya, lupa kan lara yang sempat berteduh.
Sontak aku pun mulai ikut meneteskan air mata kesekian kalinya dan mungkin ini adalah tetesan air mata yang terakhir ku dengan dila.
Berbeda dengan pasangan-pasangan lain, aku dengan dila setiap kita bertemu pasti saja berujung kesedihan, nangis, entah apapun itu masalah nya. Karena mungkin dila terpancing dengan gaya bicara ku yang sedikit dalam ke perasaan yang membuat emosional kesedihan hatinya tak tertahan. Entah, apa yang membuat nya begitu nyaman denganku. Entah, apa yang membuatnya begitu yakin kepadaku untuk tempat berteduh. Yah, begitulah, kadang aku iri dengan pasangan lain, mungkin mereka bahagia, tertawa bersama, canda bersama tanpa mementingkan luka. Tapi, justru kami berbeda, kami saling terbuka, saling menceritakan masalah yang kita hadapi, saling mengerti, memahami, menjadi tempat saling berteduh, mungkin ini yang membuat kita bertahan sejauh ini. Terimakasih, baju ku sering basah karena tangisanmu.
Malam semakin larut, air mata dila semakin tak terbendung. Kesedihan mewarnai malam ini, sampai bulan pun beranjak mengurung diri di kamar. Ribuan bintang pun mulai mengintai di setiap bilik, berharap film favorit nya selesai dengan happy ending.
Aku.. aku.. aku tak kuasa melihat dila berlarut-larut dalam kesedihan nya. Ingin ku mengelak lepas dari pelukannya, namun dila semakin erat memeluk ku.
..." Sudah Dil, cukup.. " Berkata ku....
Dia enggan menghiraukan ku, dia semakin erat memeluk ku, dila masih melanjutkan tangisannya. Apa boleh buat, dengan ini aku lemah, dengan ini aku gak bisa apa-apa. Memang, ia paling tau bagaimana menangani ku ketika ku sedang marah, bagaimana mengendalikan ku ketika aku sedang tidak jadi diri sendiri. Dengan perasaan yang sudah dihangatkan nya, aku mulai sedikit membalas pelukannya dan meletakan dagu ku di atas kepalanya, mulai ku cium wangi rambutnya, mulai terasa hati jadi lebih baik dari sebelumnya. Perlahan, dila melepaskan pelukannya, menatap mata ku dengan penuh keyakinan, mulai mengusap sedikit demi sedikit air mataku dan langsung mencium ku dengan seksama. Ciuman hangat yang diberikan membuat ku lupa bahwa aku pernah sakit membuat ku lupa bahwa aku sedang sekarat. Di sela ciumannya, dila berbisik.
..." Derry, maafin aku yah. " Bisik dila di telinga ku....
Tanpa ku menjawab nya, dila pun langsung melanjutkan ciuman nya. Bagaimana tidak, singa pun pasti terbuai oleh tawarannya.
Semakin larut, sepi, hening malam ini. Tangis nya pun mulai reda, aku mulai melepaskan sedikit demi sedikit pelukannya.
..." Dila, sudah cukup yah. " Berkata ku sambil melepaskan pelukannya....
..." Maafin aku yah. " Jawab Dila....
..." Dil, aku rasa hubungan kita cukup sampai disini aja yah? "...
..." Mungkin kita sudahi saja hubungan ini yah Dil. "...
..." Hah? Kok kamu gitu sayang? Aku sudah minta maaf, apa itu ngga cukup? "...
..." Aku sudah maafin kamu kok, sekarang giliran aku yang minta maaf boleh kan? "...
..." Derry, tolong maafin aku sekali lagi, aku gak mau kamu pergi, aku.. aku.. menyesal sudah melakukan ini. Derry, kasih aku kesempatan sekali lagi... " Berkata Dila dengan mulai meneteskan air matanya....
Hati ini sudah terlanjur sakit, sakit dikhianati. Hati ini sudah terlanjur sakit, sakit diduakan. Mau menyerah pun tidak berhak, daftar perlombaan saja tidak.
..." Kamu mau pulang aku antar atau mau pulang sendiri? " Tanyaku....
..." Oke deh, kalo mau kamu kita ga sama-sama lagi, aku harap kamu bisa jadi lebih bahagia dengan pilihan mu nanti. Semoga kita setelah ini masih bisa menjadi teman yah, Derry. Tapi, masih bolehkah aku untuk sekedar chat sama kamu Derry? Aku bukan maksud mengganggumu, tapi kamu benar-benar orang yang bisa mengerti aku, dengan cara marahmu, cara berpikir mu, cara bicaramu, cara diammu itu sangat-sangat membuat ku nyaman denganmu. Aku butuh itu, Derry. Aku gak tau bakal bertemu dengan orang seperti mu lagi. " Berkata dila dengan meneteskan air matanya....
Di sela dila berbicara bagaimana perasaannya terhadap ku, aku pun memarkirkan motor kakek ku yang antik itu. Tak heran, suara bising knalpot dapat menghidupi malam yang kelabu.
" Ayo naik, biar teman mu menunggu di rumah saja "
..." Gak, aku gak mau derry. " Jawab dila....
..." Kalo gak mau aku duluan yah. "...
..." Kamu tega banget sih, derry. " Berkata dila dengan tersedu-sedunya....
Setelah ku bujuk, dila pun akhirnya mau untuk ku ajak pulang. Di sepanjang jalan masih terdengar ritik sedu tangisan dila, aku pun tak bisa berkata-kata, hanya berdoa semoga dila mendapat laki-laki yang lebih baik dari aku. Ah ibu, maafkan aku, aku baru saja membuat seorang perempuan menangis.
Setelah sampai depan rumah dila, dila pun turun dari motor dan berdiri tepat di samping jalan. Ku lihat teman dila sedang menunggu di depan rumahnya, aku langsung memegang kepala dila, mengelusnya dengan seksama.
..." Aku pulang, boleh kan? " Tanyaku....
..." Makasih yah atas tumpangan nya, aku sangat amat nyaman. " Jawabnya dengan menunduk dan mengusap air mata yang sempat tak kunjung reda....
..." Setelah ini, kamu jaga diri baik-baik yah. Maksudnya, kita jaga diri masing-masing yah dil. Sekali lagi maafin aku yah dila, aku bukan bermaksud membuat mu nangis begini. "...
..." Iya derry, aku mengerti kok. " Jawab dila dengan senyumnya....
" Sampaikan ke temanmu yah, terimakasih sudah mau mengantarmu untuk sampai ke tempat kita bertemu. "
Dengan sedikit berat hati, ku mulai menyalakan motorku dan beranjak pergi dari rumah dila. Berharap semesta mengerti apa yang ku putuskan malam ini, film indah tidak saja berakhir dengan happy ending, namun semua kalangan akan resah dengan ketidakpuasan mereka menonton nya. Bagaimana kalau aku karang lagi agar memuaskan semesta? Ah mungkin gak bisa kalau dengan yang sama, aku coba dengan yang berbeda mungkin semesta suka.
.......
.......
.......
.......
Bagaimana kelanjutan hubungan Derry dan Dila?
Akankah Derry berpacaran dengan Fany setelah putus dengan Dila?
Sampai Jumpa Di Next Episode Yah.
...Happy Reading...