My Diary Is Our Diary

My Diary Is Our Diary
Aku yang tidak pandai berkenalan



Perkenalkan, Namaku Derry. Seorang anak muda berusia 20 tahun, yang sekarang bekerja di sebuah perusahaan minuman. Aku memiliki seorang pacar bernama Fany, kami berpacaran sudah hampir 5 tahun. Gak kebayang kan? kami sudah melewati banyak hal, banyak cerita, banyak pengamalan atau semacamnya. Dan kami lewati itu semua dengan LDR ya, ga gampang sih, banyak cobaan, banyak godaan, ga sedikit masing-masing overthinking, tapi aku rasa emang percintaan kita sedikit aneh, lebih ke dewasa kali yah, sudah sama-sama cuek akan hal yang mendekat dengan 'cemburu', kami saling percaya ajah satu sama lain. Tetep kokoh pendirian, komitmen, janji yang dibuat agar sama-sama terus sampai akhir hayat.


Pagi itu, aku memulai bekerja dengan penuh gembira, ku sela motorku lalu ku berangkat dengan sekantung plastik sarapan, tiap pagi selalu ku sapa bapak kost yang sedang duduk di kursi depan dengan handuk di lehernya,


..."Mari pak, derry mau kerja dulu."...


...dengan nada dan perkataan yang selalu sama bapak kost menjawab,...


..."Oh iya mas, Hati-hati."...


Matahari saat itu sangat terik, gak biasanya, menandakan ada hal bahagia kah? entahlah, puji Tuhan aku bersyukur tidak kehujanan pagi-pagi. seperti biasanya, jalanan mulai ramai kendaraan yang hendak masuk kerja,


..."ah sial, kena macet lagi" keluh ku....


Sesampainya di kantor kerjaku, aku bertemu teman-teman yang baru mau pulang, mereka bekerja shift malam, dan.. sangat amat heran, aku gak tau ternyata ada seorang perempuan yang gak aku kenal, partner kerja ku langsung menghampiri nya, mengajak berkenalan, bercanda gurau sebelum jam kerja dimulai, sedang aku yang masih setengah sadar bangun tidur tidak dapat memalingkan mataku kepada perempuan itu. Usut punya usut, ternyata dia karyawan baru di tempat kerjaku,


... "emang iya sih, toh teman kerjaku yang dulu baru saja habis kontrak, ya mungkin ini buat penggantinya." berkata ku dalam hati....


Jam kerja pun sudah dimulai, aku mengerjakan seperti hal biasa nya, tiba-tiba partner kerjaku yang bernama Mona datang menghampiri ku,


..."Derry, ini anak baru kamu yang ajarin yah, aku gak bisa ngajarin soalnya takut cara penyampaian aku kecepetan." katanya....


...Akupun menjawab, "Oh yaudah deh, gapapa, tapi entar kalo aku sibuk, nitip dulu yah."...


Beberapa detik Mona meninggal kan aku dan anak baru ini berdua saja, aku sudah mulai gemeteran, bukan hal biasanya aku kaya gini, Sebelum-sebelumnya juga si Mona selalu mempercayakan kepadaku untuk men training anak baru, tapi.. ah sudahlah ini mungkin hal yang wajar. Alih-alih aku memulai percakapan, biasalah, hal yang paling utama dalam pertemuan pertama adalah 'perkenalan'. Dengan gemetar nya ketika aku melihat matanya, aku coba paksakan tapi lidah terasa gugup, bicarapun terbata-bata, gagu, nervous, gagap, apalah itu semuanya ada, dengan sedikit pengalaman ku dalam menangani hal semacam ini, sambil menulis laporan, aku curi-curi buat memulainya dengan menanyakan,


..."aku boleh tau siapa namamu?"...


..."oh iya boleh, namaku Frisia." sautnya....


..."Frisia tinggal dimana?"...


..."Aku di sini kak, dekat stasiun itu."...


..."Oh iya, tau. kamu rumah apa ngontrak?"...


..."Rumah kak."...


Dengan berbagai kata sudah dilontarkan, emang, menulis laporan ini adalah penyelamat dari kegugupan ini, ah Tuhan.. baru kali ini aku seperti ini.


5 hari berlalu, tepatnya di hari rabu dengan matahari menyengat dari ufuk barat. aku berencana pergi ke bengkel motor dengan maksud mengganti ban motor ku yang sudah jelek. Lama dalam antrian panjang, jenuh mulai mendekam, tiba-tiba HP ku berbunyi, dan.. Frisia, anak baru itu memfollow akun instagram ku, dia meninggalkan pesan,


"Follback dong kak, hehe"


Aku pun terheran-heran, bertanya-tanya, kok dia bisa tau instagram ku dari mana? Lantas aku langsung spontan balas,


"kok Frisia tau instagram ku darimana?"


"kan aku cewek kak." dengan lugunya dia menjawab.


Sontak dibenakku, ah mungkin iya kali ya, seorang cewe itu seperti intel handal, kita selingkuh pun kayanya mereka tau deh sebenernya.


"Buat besok, Siap-siap yah, aku test materi yang sudah kamu pelajarin selama ini." sambung ku.


"Metodenya seperti apa kak kira-kira?"


"Aku pengen kamu jawab lewat tulisan di kertas selembar yah?"


"Kenapa gak kaya tanya jawab gitu kak?" sautnya.


Seandainya dia tau, aku merasakan sebuah rasa yang ga kaya biasanya, aku pun sebenernya lebih enakan tanya jawab, simple, praktis dan cepet, tapi yang ada seperti nya aku gakan bisa nanya sepatah katapun, ah baru kali ini aku jadi pecundang.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


Bagaimana kah perasaan Derry keesokan harinya? Mampukah dia menyembunyikan perasaan nya?


Nanti kan di episode berikut nya yah.


...Happy Reading ...