
..." Bagai api yang dikhianati oleh kayu kering. Bagai hujan yang tidak dipercayai oleh mendung. Bagai anak ayam yang tidak dilindungi oleh cangkang telur. Patah, pecah, hancur, roboh, runtuh dan semacam nya. Rasa jenuh, bosan, monoton, tak berwarna, menjadi salah satu alasan kokoh untuk sebuah perpisahan. Saling menahan, menahan tidak mau meninggalkan, menahan tidak mau beranjak duluan. Saling menunggu, menunggu kesalahan, menunggu kekeliruan, agar dapat meninggalkan tanpa menahan-nahan. Maafkan aku semesta, kali ini aku memilih balik badan. " ( Prolog )...
[ FLASHBACK ]
Mendongkrak kepercayaan terdahulu, mendongkrak kesetiaan terdahulu. Mengikis kecintaan, mengukir prestasi yang kejam. Kejam, amat sangat kejam.
Lalu, bagaimana hati ini akan tumbuh? Sudah kau sirami, sudah kau tanami, sudah kau pupuki, hingga tumbuh besar melebihi kejammu sendiri.
Lalu, bagaimana hati ini bisa tumbuh? Sudah kau rawat, sudah kau jaga, sudah kau simpan, hingga hilang menjauhi hidupmu sendiri.
3 tahun berjalan hubungan ku dengan Dila, terseok-seok, lika-liku jalan mulai terasa, sedikit sakit, perlahan cinta monyet yang kata orang itu menghilang.
Sore itu di hari libur berniat untuk bertemu dengan Dila, bermaksud kan membuka celengan rindu yang sudah kita tabung bersama.
..." Derry, kita mau kemana hari ini? " Berkata Dila dengan menaruh kepalanya di bahu ku....
..." Ke tempat kita dulu. " Jawab ku sambil mengendarai sepeda motor....
Sesampainya di Saung pesawahan, aku dan Dila bercanda tawa sambil mengenang sewaktu dulu. Lucu juga yah punya tempat kenang-kenangan seperti ini, bisa bernostalgia.
..." Suatu saat, jikalau nanti kita sudah punya anak, nanti aku kasih tau tempat ini yah, ini adalah tempat dimana mamah kamu mau sama papah nak. " Berkata ku sambil tersenyum....
..." Lah, lah, lah.. Papahnya emang kepedean nak, padahal mamah kasihan aja sama papah. " Jawab Dila sambil tertawa....
Senja pun mulai turun, mulai bawa ransel dan berpamitan, beranjak untuk beristirahat. Semakin sore, semakin erat berpelukan. Semakin lama berbincang, semakin dalam obrolan.
..." Dila, katanya kamu lagi deket sama orang lain? "...
..." Kok kamu gitu? Emang kamu tau darimana? Kamu ga percaya sama aku? " Jawab Dila dengan memegang tanganku....
..." Aku tau pokoknya dari temen ku, kamu ga usah tau itu siapa. Tapi itu ga bener kan dil? " Tanya aku sambil mengelus kepala Dila....
Tanpa menjawab pertanyaan ku, Dila mengajak ku untuk pulang dikarenakan hari sudah mulai petang.
..." Derry, pulang yuk, sebentar lagi petang. "...
Malam itu ditutup dengan bintang-bintang keraguan, tiba-tiba kepikiran tentang seorang teman yang satu sekolahan dengan Dila.
..." Derry, cewe lu lagi deket sama si dodi. Emang lu gak tau? Dua hari lalu di boncengan sama dodi, kirain lu udah gak sama dia lagi der. " berkata Ihsan (dalam bayangan ingatanku)....
..." Apa emang bener yah Dila dekat dengan si dodi? " berkata ku dalam hati....
Ihsan, teman rumah ku, dia satu sekolahan dengan si Dila, seandainya aku kangen atau rindu pun aku sering menitipkan surat untuk Dila ke ihsan. Agar terkesan lebih romantis saja.
Waktu berlalu semakin hari semakin merenggang kan hubungan ku dengan Dila, duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas akhir menjadi awal mula pecahnya kepercayaan. Rentan pegangan dan lemahnya simpul tali yang dibuat, menimbulkan rasa ingin memutuskan dengan hal yang lebih bermanfaat.
Pagi itu dimulai dengan hari pertama memasuki kelas 9 sekolah menengah pertama, dihadiri beraneka ragam teman yang secara acak dikelompokkan dan dibentuk menjadi sebuah kelas. Aku diam, duduk di bangku deretan kedua dari depan yang secara langsung bersebrangan dengan murid perempuan. Dengan hal yang sewajarnya dilakukan oleh semua orang, bilamana ketika hendak memulai sebuah obrolan alangkah baiknya untuk memulai dengan perkenalan.
..." Sorry nih bro, gua belum kenalan sama lu, kenalin nama gua Andre. " Berkata Andre sambil menyodorkan tangannya....
Andre, teman sebangku ku, teman pertama di kelas 9 yang bisa membuatku lebih enjoy dalam menjalani hari-hari di kelas. Dia kocak, banyak omong, easy going, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
..." Gua, Derry. " Jawabku....
Aku heran dengan orang yang cepat sekali bisa akrab dengan orang lain, yang cepat sekali bisa berkenalan dengan orang lain. Aku sendiri, tidak pandai dalam hal ini.
..." Derry, cewe samping lu kayanya oke juga tuh, lu mau ngga sama dia tar gua yang bilangin? " Berkata Andre....
Sontak aku langsung menengok ke samping kiri ku, dan benar seperti yang dikatakan Andre, dia benar - benar sangat indah ketika dipandang.
..." Ah lu ndre, jangan macem-macem ah, gua udah punya pacar. " Jawabku....
..." Yaudah sini tukeran dulu, lu duduk sini dulu, gua pengen kenalan sama dia. " Saut Andre....
..." Boleh aku tau namamu siapa? " Tanya andre ke perempuan sebelah tempat duduk ku tadi....
..." Fany. " Jawab ia dengan cuek nya....
..." Fany, aku mau bantuin teman ku, dia jomblo, aku rasa kamu cocok deh sama derry. Iya kan der? " Berkata andre sambil merangkul ku....
..." Lah kok jadi bawa-bawa gua ndre, hahaha.. " Jawab ku sambil tertawa....
..." Oh iya, kenalin namaku.. Derry. " Berkata ku ke Fany....
..." Iyah, salam kenal yah. " Jawab singkatnya....
Aku melihat nya, ia begitu tertutup, sangat tertutup, benar-benar ga mau terbuka. Dia cuek, amat sangat-sangat cuek. Sampai-sampai dia melebihi cueknya dila saat pertama kali aku berkenalan dengannya.
(Bel istirahat)
..." Gimana der, mau sama dia ga? Kalo gua sih kayanya pesimis dah, mending lu aja. Tampang lu juga kayanya ga bego-bego amat, gua liat-liat dia kayanya anak pinter, rajin, baik tuh tapi cuek banget sumpah. Itu kayanya kalo kita ga sekelas sama dia, gak akan dijawab pertanyaan-pertanyaan kita. " Berkata andre sambil mengunyah makanannya....
..." Yaelah ndre.. ndre. Lah gua kan udah ada si Dila. " Jawab ku....
..." Dila yang sekolahnya di dekat kantor balai desa itu? Seangkatan sama kita? " Tanya andre....
..." Lah kok lu bisa tau ndre? " Tanya ku sambil terkejut....
..." Oh jadi elu cowoknya si Dila? (Wohohokkk..) " Tanya andre sambil tersedak makanannya....
..." Wah, gila lu der, lu gimana bisa dapetin tuh cewek sih? " Tambah nya....
..." Udah tuh, minum dulu. Ceritanya panjang ndre. " Jawabku....
..." Derry, asal lu tau yah, lu di sekolahnya dila ternyata lu famous bro. Gua kata temen gua. Banyak yang nanyain dan nyariin Derry yang sekolahnya disini yang mana. Lah gua bilang ga tau aja. " Berkata andre....
..." Ah yang bener lu ndre, lagian nyariin gua buat apaan? " Tanya ku....
..." Ya mungkin mau ngajak berantem lu buat deketin Dila, hahahha..." Jawabnya dengan tertawa....
..." Ngapain diributin sih, heran gua, hahaha, kalo Dila nya mau mah yaudah sono ambil ajah. " Jawabku....
..." Der, gua sebagai temen lu yang sekarang, gua pengen kasih tau, cuma gua merasa gaenak sebenarnya, tapi memang ini realita yang aku lihat dan memang benar adanya. Cewek lu, Dila, dia sering keluar sama temen gua si dodi. " Berkata si andre....
..." Hah? serius lu ndre? salah liat ngga? "...
(Bel masuk)
Belum dijawab oleh andre, bel masuk pun nyaring terdengar. Aku pun beranjak masuk ke kelas. Aku masih gak percaya apa yang dikatakan oleh andre, tapi dia yang dia katakan sama seperti yang ihsan pernah katakan waktu itu. Aku bimbang, aku bingung, risau, resah, gelisah, tidak percaya. Aku mungkin akan mengetahui semua esok hari.
.......
.......
.......
.......
Bagaimana kelanjutan hubungan Derry dan Dila?
Apakah benar dodi dekat dengan dila?
Sampai Jumpa Di Next Episode Yah.
...Happy Reading...