My Diary Is Our Diary

My Diary Is Our Diary
Aku dan bunga mawar ditanganmu 5



..." Pesona karang yang tak pernah membenci ombak, pesona layar yang tak pernah membenci angin. Mereka sangat baik dan terlatih, mereka hanya butuh yang namanya pengakuan. Karang, ombak, layar, angin dan beberapa hal yang membuatmu yakin. " (Prolog)...


[FLASHBACK]


Banyak dari pasang hati mengakui bahwa rumitnya soal cinta-mencintai. Karena ini suatu persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan satu orang saja, melainkan kedua belah pihak. Butuh komunikasi, butuh pengertian, butuh yang namanya saling percaya. Namun, tidak semudah apa yang kita bayangkan. Karena ketika kamu mencintai, kamu harus siap dengan segala resiko yang akan kamu hadapi. Kamu harus siap dengan kebahagiaan yang kamu akan dapati. Jikalau kau mulai sakit hati, janganlah untuk pergi ataupun bunuh diri. Tetaplah bertanggungjawab atas apa yang pernah kamu mulai, bukan lari menyembunyikan diri. Serumit itu soal hati.


..." Fan, sebenarnya iya sih, mawar itu tidak ada di dalam teks drama, itu emang dari aku buat kamu. " Balas ku....


..." Oh ini dari kamu. Makasih yah, aku suka banget. "...


Berbunga hatiku mendengar balasan dari Fany, laki-laki mana yang mampu tahan dengan senyumnya walaupun hanya dalam bayangan.


..." Fan, aku mau ajak kamu lari pagi, kamu mau ikut ngga? " Tulis ku....


..." Aku gak pernah lari pagi tau. " Balasnya....


..." Hemmm, iya kalo kamu mau. Nanti aku jemput kamu. "...


..." Iya, aku mau derry. "...


Hah? Apakah malam ini hujan? sepertinya nggak. Apakah malam ini habis badai? sepertinya nggak juga. Apakah kutub utara sudah mencair? hah? Habis ada gempa kah? Lalu ada peristiwa apa yang membuat Fany mau lari pagi denganku? Semesta, apakah ini yang kau maksud dari perbincangan kita setiap malam?


Pagi buta ku mulai menjemput Fany, dengan sarung yang masih ku kenakan. Sejujurnya, aku masih mengantuk dikarenakan aku sampai tidak bisa tidur semalam. Karena sebenarnya sebagian orang sulit bangun pagi itu disebabkan tidak ada motivasi atau kegiatan yang menyenangkan untuk kita di pagi itu sendiri. Dan mungkin, ketemu kamu adalah hal yang membuat ku menyenangkan, sehingga otak pun merespon baik di alam bawah sadarnya.


Sesampainya di rumah Fany, kulihat ada Bapak-bapak dan Ibu-ibu di depan rumahnya. Ah mungkin, itu orang tua Fany sepertinya.


..." Permisi Pak, Bu, saya Derry, teman sekolah Fany. Mau ajak Fany lari pagi, Fany nya ada ngga yah pak, Bu? " Tanya ku sambil bersalaman....


" Oh ada mas, sebentar yah, bapak panggilin dulu. "


..." Makasih yah pak. " Jawabku dengan senyum....


Bapaknya Fany langsung masuk ke dalam, meninggalkan aku dan ibunya Fany di halaman depan.


..." Orang mana dek? Pacarnya Fany yah? " Tanyanya....


..." Saya anak desa sebelah bu. " Jawabku dengan gugup....


..." Kamu pacarnya Fany yah? " Tanyanya....


Aku harus ngomong seperti apa, aku harus jawab seperti apa. Kalaupun aku jawab 'pacar' pun sepertinya aku dan Fany belum jadian. Harus kah aku jawab cuma 'teman' saja? mungkin ini lebih baik.


Tak lama kemudian, Fany pun keluar dengan bapaknya. Aku gak tau apa yang bapaknya bicarakan dengan Fany, yang pasti Fany keluar dengan kelihatan sumringah, kelihatan senang, ya mungkin bapaknya sudah mengizinkan.


..." Hati-hati ya mas. " Berkata Bapak Fany....


..." Oh iya siap pak, saya pamit dulu ya Pak, Bu. " Berkata ku sambil berpamitan....


Tanpa berlama-lama, aku langsung putar arahkan motorku dan ku nyalakan mesin motorku. Ku tancap gas pelan-pelan seakan menikmati tabrakan angin di pagi buta. Masih gak menyangka, motor antik ku membawa seseorang yang bukan seperti manusia. Bak Cinderella yang kemarin ada di cerita drama. Ku curi pandang lewat kaca motorku, terlihat nya begitu manis untuk sepagi ini. Semesta, aku gak mau ini berlalu terlalu cepat.


Tiba di rumahku, langsung ku parkir kan motorku. Tanpa berlama-lama, aku langsung mengajaknya kembali untuk menuju tempat ku biasa lari pagi di sana.


..." Yuk, fan, lewat sini. " Ajak ku....


..." Derry, yang bener kamu nih? Kamu tau kan jalannya? " Jawabnya....


..." Lah kan ini daerah rumah ku, gak bakal tersesat juga kok hehehe "...


Matahari pun perlahan mulai memunculkan diri. Jalanan yang sepi, sejuk, segar mewarnai hati yang lagi kasmaran. Anak-anak kecil berlarian menyusuri pesawahan berharap mendapat capung yang lupa untuk terbang. Ku putuskan untuk menepi di sisi sungai irigasi petani. Menatap jauh anjing-anjing berkejar-kejaran di tepi campuhan. Sampai hati tidak bisa menahan diri untuk berbicara soal hati yang perkasa, yang selalu bergejolak, yang selalu meminta untuk menjadi satu-satunya.


..." Fan, aku boleh ngomong sesuatu ngga? " Tanyaku....


..." Ngomong aja lah. " Jawabnya....


..." Tentang apapun? "...


..." Iya Derry, emang ada apa? " Jawabnya dengan menatap mata ku....


..." Fan, aku rasa ini bisa jadi langkah terakhir dari jawaban dari kedekatan kita selama ini. Fan, maaf jika ku kurang sabar, maaf jika ku berlalu buru-buru. Aku hanya ingin memulai lebih awal. "...


..." Maksud kamu apa derry? "...


..." Fan, kamu mau ngga jadi pacarku? "...


..." Derry, aku belum pernah pacaran, aku pun nggak tau akan seperti apa yang harus aku lakukan ketika menjadi seorang pacar. "...


..." Fan, kalo boleh jujur kamu lebih pilih aku atau Fandi? "...


Fany seketika diam, aku ngga tau apa yang dipikirkan olehnya. Aku ngga tau apa yang dipusingkan darinya. Secara, aku adalah orang biasa yang masih kebingungan tentang hal apa yang aku bisa banggain dari diri ini. Sedangkan Fandi, murid berprestasi, kesayangan guru-guru, rajin, pinter, anggota organisasi. Lalu apa yang membuatnya bingung? Apakah memang aku pantas untuk dipertimbangkan? Entahlah.


..." Fan, tolong kamu jawab sekarang juga yah, sebelum aku terjun terlalu dalam sampai ke ranah keluargamu, seandainya hati kamu bukan untuk aku, its oke, aku akan berhenti buat ngehubungin kamu lagi. Ya, aku rasa cukup sampai disini saja. "...


Fany masih terdiam, menatap sawah yang diguncang kan angin pelan. Bangau yang anggun berdampingan mencari makan. Birunya langit pagi ini mencemburui matahari yang mulai punya hati. Harumnya tanah sawah ladang menjadi saksi diatas derunya air dari hulu. Memanjakan hati untuk berpikir, memilih sang pujangga untuk melayani segala problem khatulistiwa. Semesta, kabar baik semoga saja.


..." Baik, mulai saat ini, kamu berhasil mendapatkan ku. " Berkata Fany dan langsung meninggalkan ku dari tempat....


Aku sampai tidak menyangka, Fany berkata demikian. Aku hanya menengok ke belakang menatap fany yang sudah beranjak meninggalkan ku pulang duluan. Aku masih tidak percaya, akhir-akhir ini aku selalu dikejutkan oleh semesta. Mataku langsung berkaca-kaca, jantungku kencang berdetak. Aku ingin memetik bintang, untuk menghadiahi indahnya pagi ini. Aku ingin bernyanyi dengan rembulan, untuk menyambut pagi-pagi lainnya. Aku berjanji, akan ku kumpulkan semua makhluk di muka bumi ini untuk menyambut film terbaru yang akan ditayangkan esok.


Berlari ku mengejar Fany yang semakin jauh dari arahku duduk. Semakin anggun ia ketika menengok balik ke arahku yang mulai kecapean mengejarnya. Ia hanya tertawa, tersenyum melihat ku yang sudah kerepotan dengan nafasku.


***


..." Kalo inget dulu rasanya sedih juga hen. " Berkata ku. ...


..." Ya namanya juga masa lalu bro. Masa lalu diciptakan untuk kita belajar, segala hal, apapun itu. Karena kita tidak bisa belajar dari hal-hal baik saja, dari hal-hal buruk pun kita juga bisa. " Berkata Hendra. ...


..." Jadi lu mau deketin anak baru itu? " Tanya Hendra. ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


Apakah jawaban dari derry mengenai kedekatan nya dengan Frisia? Mampukah derry menahan perasaan nya?


Sampai Jumpa Di Next Episode Ya.


...Happy Reading...