
..." Seperti petani yang mengharapkan padi yang tumbuh, seperti nelayan yang mengharapkan ikan menikmati umpannya. Semua harap tertancap di depan halaman rumah, semoga saja tetap kokoh meski di luar tertimpa prahara rumah tangga semesta. " (Prolog)...
Hati yang sudah dipeluk erat dengan manusia yang memiliki keinginan untuk bisa hidup bersama, bisa menyebabkan rasa enggan untuk meninggalkannya. Tapi, hati juga punya hak dan wewenangnya. Berhak untuk melepaskannya atau tetap dengan hangat dekapannya.
Orang bilang, mereka sedih karena tak punya pilihan lagi selain ia sebagai seorang kekasih. Harusnya bersyukur, dengan begitu kita bisa fokus untuk menikmati rasa cinta yang mulai saling timbul. Tapi aku berbeda, aku justru merasakan sangat sedih ketika harus muncul apa yang ada di depan ku ini sebagai suatu pilihan. Ketika engkau dituntut untuk memilih, pasti ada satu diantaranya merasa terpukul atas pilihan diri ini, pasti ada satu diantaranya lagi yang merasa teristimewakan oleh diri ini. Dengan mengorbankan satu insan yang hatinya dihancurkan, dipatahkan, demi kamu yang sedang membangun kebahagiaan, apakah itu adil? apa itu bisa diterima dengan keduanya? ataukah ini yang dinamakan resiko? Semenjak aku mengenal Frisia, aku merasa kerap kali ditimpa ratusan pertanyaan "apakah" ketika hendak tidur. Entah, entah alasan apa yang benar-benar pantas untuk diagungkan.
..." Iii.. iyaaa.. Sayang, aku janji. Aku janji gak akan ninggalin kamu kok. " Jawabku....
Mengapa ya? Mengapa kali ini aku mulai ragu untuk mengucapkan janji soal ini. Sebelum-sebelumnya, aku merasa gak ada beban sedikit pun mengenai ini.
..." Kenapa sayang? Kok kamu kaya ngga yakin gitu bilangnya? " Tanya Fany....
..." Ngga ada kok Fan, aku cuma butuh air minum aja, barusan abis makan, belum minum juga sih. " Jawab ku....
..." Eh Fan, udah malem loh, kamu tidur ya, kalo kamu ga tidur sekarang, nanti yang bangunin aku pagi-pagi siapa dong? Tidur ya, oke? " Sahutku....
Supaya Fany tidak berpikiran kemana mana, aku langsung menyahutnya dengan meminta untuk dia segera tidur.
..." Aku minta maaf Fany, hatiku masih belum selalu terbuka untukmu, aku masih belum bisa mengungkapkan sebenarnya yang seharusnya kamu tau. " Berkata ku dalam hati....
..." Tidur yah, Udah malam loh sayang, nanti kita lanjut besok lagi ya? " Tambah ku....
..." Emm... Oke deh, aku selalu percaya kamu, aku selalu nunggu kamu, aku sangat merindukanmu. Makasih yah, aku tidur duluan ya sayang, jangan begadang yah, kalo begadang nanti aku cubit online okeh? " Berkata Fany....
..." Yah.. Hahaha.. Kalo gitu, begadang aja gapapa deh. Kayak nya gak akan kerasa nih kalo cubit online. Hahaha.. " Jawab ku....
..." Emang yah, kamu tuh gak ilang-ilang sifat nyebelinnya.. " Keluhnya....
..." Ini mah... diar nyebelin terus loh. Ini mah.. anak kesayangan mamah, ampun dah nyebelin banget. " Teriak Fany ke Mamahnya....
..." Ah, gitu gitu juga kamu suka sama dia kan? " Jawab mamah dari dapur dengan samar....
..." Hahaha.. Tuh kan, mamah kamu juga setuju sama aku loh hahaha.. " Jawab ku sambil tertawa....
Sungguh, suasana semakin pecah. Sedih yang tak kunjung pudar, kini telah menempuh jawabnya. Tarikan bibirnya mulai terasa lebih indah dari yang biasanya. Aku yakin, sangat yakin, bulan dan bintang baru saja menikmati adegan menarik dari scene film ku tadi.
Tak lama dari itu, Fany mulai menghentikan panggilannya. Ia langsung beranjak untuk tidur, sedang aku masih mengayunkan kaki ku di bangku depan. Saat-saat paling menyakitkan pun tiba, sebenarnya bukan sakit sih, lebih ke arah menyebalkan, atau bisa dibilang perasaan yang tidak diinginkan itu datang. Ketika ku mulai berhenti berinteraksi dengan Fany, mengapa selalu terlintas di pikiran ku mengenai Frisia? Apa Sih? Kok jadi gini? Aku sebenarnya capek memiliki perasaan seperti ini, adakah cara untuk menyudahi prahara hati ini? Semesta, sebaiknya kau kasih tau lebih cepat jawabannya.
Temaram yang semakin terang, seiring dengan malam yang semakin hitam memekat. Nyamuk coba kasih solusi, dengan terbang berputar-putar, berbisik di telinga, tetap saja tidak bisa menyelesaikan masalah. Maaf nyamuk, aku tidak mengerti apa yang kau maksud. Dan ku mulai berbaring di samping Hendra yang sudah tertidur pulas. Akhirnya, aku pun mulai tertidur dengan bisingnya pikiran, lelucon nyamuk, dan aneka dengkuran Hendra. Aku tak yakin menyebutnya ini indah.
Malam yang panjang membuat pagi ku menjadi melelahkan. Pikiran-pikiran seperti itu datang dengan sendirinya, aku pun tidak berniat untuk menyambutnya dengan berbagai macam tarian, untuk apa? Lagian, mana ada Pujangga bisa menari, ayolah semesta, kau sudah dari dulu menertawakan ku dari pojokan langit-langit kamar. Aneh, aku masih belum mengerti, mengapa kau tak puas mengguraui duniaku.
Setelah reda bertikai dengan diri sendiri, aku mulai menyalakan motorku.
..." Rajin amat nih anaknya Ibu Erni, hahaha... Pagi-pagi tuh ngopi dulu brad, serius amat lu. " Berkata Hendra yang sedang merokok di depan kosan....
..." Alah, emang situ anaknya Ibu Yati, males. " Jawabku sambil mengerucutkan mulut....
..." Hahaha.. Lu lagi kenapa sih? Galau mulu gua liat-liat. Kasian masih muda, udah pusing gara-gara cewe Hahaha... " Berkata Hendra....
..." Hahaha.. Emang kampret lu sialan hen. " Jawabku dengan tertawa....
..." Ya udah hen, gua cabut dulu dah nih, udah siang. " Tambahku....
..." Siap, Hati-hati di jalan kawan. "...
Aku keluar melewati kandang unggas-unggas milik bapak kost, terlihat merengek meminta untuk segera dikeluarkan, aku pun acuh, aku hanya meledeknya dari luar kandangnya.
..." Pengen main ya kamu wahai unggas, Hahaha.. " Celotehku....
Setiap ku keluar dari area kosan ku, aku merasa diiringi oleh lagu kebangsaan unggas. Walau aku tak mengerti bahasanya, tapi aku yakin itu bukan makna yang buruk.
Sesampainya di parkiran kantor, aku langsung buru-buru masuk ke dalam kantor, aku yakin semuanya pasti sudah menunggu kedatangan ku yang sedikit terlambat ini.
Saat ku membuka pintu kantor, ternyata ngga ada siapa-siapa kecuali..
..." Fris, kok kamu belum pulang? Lah terus pada kemana ini? Kok sepi ya? " Berkata ku dengan nafas yang sudah kerepotan....
..." Hihihi.. Kak Derry lari ya dari parkiran? " Tanya Frisia....
Melihat Frisia berdiri di hadapan ku, aku seolah-olah tidak ada apa-apa, aku seakan-akan menjadi profesional di depannya.
..." Kakak haus? Ini minum aja punya ku. " Tambahnya dengan menyodorkan botol minumnya....
..." Nggak kok Fris, tar aja deh. Nanti aku mampir ke paintry dulu buat minum kok. " Jawab ku....
..." Yang bener nih? Itu sampek keringetan gitu loh hihihi.. "...
..." Nih, udah bawa ajah sama kak derry dulu botolnya. Besok bawa lagi aja ya, aku udah ngantuk nih. " Berkata Frisia dengan memberikan botol minumnya....
..." Oke deh. " Berkata ku sambil menerima botol minumnya....
Aku pun belum sempat berterimakasih kepadanya, Frisia langsung meninggalkan ruangan dengan bergegas nya. Ia berjalan melewati ku, menciptakan hembusan angin yang mampu meremajakan putik-putik bunga.
..." Fris,.. " Panggil ku dengan menahan tangannya....
Keren, gila, good job, terharu, ter the best. Mungkin itu yang dikatakan para bintang dan bulan, flora dan fauna, matahari dan awan ketika menyaksikan adegan film romansa. Kamu hebat, Pujangga. Kamu memang pemeran sekaligus sutradara dalam film yang belum pernah dicetak dalam media apapun.
.......
.......
.......
Apa yang akan diucapkan oleh Derry terhadap Frisia? Apakah yang dirasakan Derry setelah itu?
Sampai Jumpa Di Next Episode Ya.
Jangan lupa tetap support karya-karya indah ini, supaya author nya rajin upload ya guys.
...Happy Reading...