My Diary Is Our Diary

My Diary Is Our Diary
Aku takut terperangkap masa lalu 2



..." Gemerlap cahaya ruang lingkup semesta, ditunggu kehadirannya oleh sang pujangga. Kesempatan masa lampau yang telah tersia-siakan atau kesempatan yang sebenarnya harus ditinggalkan. Dikumpulkan, ditampung, dibendung bak membuat sebuah danau. Semoga menjadi hal yang berharga, semoga jadi hal yang mendapat gelar terpelajar. Semesta, kalau sebegitu aku tetap dia. " ( Prolog )...


Tepat 6 tahun yang lalu, akhir dari segala rasa yang terbangun kokoh berakhir roboh, berakhir runtuh, berakhir berceceran kemana-mana. Tepat 6 tahun yang lalu juga, awal mula dari segala rasa yang terbangun lebih kokoh, lebih teguh, dan mulai mengumpulkan lembaran-lembaran yang sempat terurai.


Dila kah? Dia mantan kekasih ku dulu, mantan teman curhat, dia juga penyayang, manja, lucu, dan pencemburu. Apapun yang dia lakukan terhadap ku, mungkin itu merepotkan tapi anehnya aku suka itu. Dia lugu, penurut, dan juga setia.


[ FLASHBACK ]


Pagi itu aku terpilih menjadi calon peserta sebagai perlombaan cerdas cermat di sebuah Sekolah Menengah Pertama yang diikuti oleh beberapa sekolah dasar lainnya. Dibentuk dengan 3 anggota, yaitu aku, ajeng dan alvi.


..." Waduh, kenapa saya laki-laki sendiri yah? " keluhku dengan lugu....


..." Sudah terima ajah, soalnya ibu percaya ke kamu pasti bisa kok, lagian yang kelas 6 kan laki-laki nya sedikit. " Jawab Bu Yossi....


Bu Yossi adalah seorang guru di sekolah kami. Dia baik, lugas, sedikit cerewet tapi tegas.


..." Nih bukunya buat belajar yah, jangan sampai rusak loh yah nak, nanti ibu bimbing besok pagi sebelum berangkat ke perlombaan. " Tambahnya....


..." Siap bu guru. " Saut Ajeng dan Alvi dengan bersemangat....


Tiba keesokan harinya, dimulai nya bimbingan oleh Bu Yossi sampai semua materi tersampaikan. Beruntung lokasi perlombaan tidak jauh dari tempat sekolah kami, jadi bisa mepet dikit gapapa lah buat datangnya.


Tak lama, kami langsung berangkat menuju lokasi perlombaan dengan jalan kaki.


..." Eh Bu, anak ibu juga mau ikut perlombaan? " bertanya Bu Yossi ke Bu Guru sekolah tetangga....


..." Eh iya nih Bu, masa lokasi perlombaan nya deket tapi ngga ikut lomba kan jadi gimana yah Bu? " Jawabnya dengan sedikit tertawa....


Aku, Ajeng dan Alvi pun turut senyum kepada peserta lomba yang di bimbing oleh ibu guru tersebut. Mereka pun begitu.


Seketika aku terpanah, takjub, terhadap salah satu peserta lomba tersebut. Tak henti-hentinya aku menatap sampai Bu Yossi menginstruksikan untuk melanjutkan perjalanan.


" Mari Bu, kita berangkat sama-sama ajah ke sana? "


..." Oh iya, mari bu. " Jawab Bu Guru sekolah tetangga....


Kami pun berjalan, beriringan, di perjalanan saling bercanda, berbincang, sampai-sampai aku curi-curi pandang ke dia. Dia yang waktu pertama kali membuat ku terpanah, dia yang pertama kali membuat ku tau apa itu cinta, walau pun orang dewasa bilang ini adalah cinta monyet.


Laju langkah ku percepat sedikit, ku coba lirik-lirik ke arah name tag nya. Dan ku eja sedikit demi sedikit namanya, ia adalah..


..." D... I... L... A "...


Dila namanya, aku mulai menjodoh-jodohkan diri, memantas-mantaskan diri, bagaimana kalau aku dengannya yah? bagaimana kalau aku mendapatkan hatinya yah? bagaimana?


Sejak setelah perlombaan itu, setiap pulang sekolah aku melewati sekolah Dila, berharap bisa bertemu dia, walaupun sebentar tak apa demi melihat senyum manis dengan rambut berderai di kening nya. Oh sungguh itu benar-benar indah, orang dewasa pun mungkin ketika aku ceritakan tentang keindahan Dila mereka juga akan terpanah, pikir ku saat itu.


Hari demi hari semakin tak tahan, semakin menggebu-gebu, ingin sekali mendapat kontak HPnya, supaya bisa kenal lebih dekat denganya. Cara demi cara dilakukan, sampai aku punya teman yang sekelas dengannya. Menunggu teman ku pulang adalah cara terhebat, termulus, terlancar yang pernah aku coba sebelumnya.


..." Oy Der " Seru si Hidan dari depan kelasnya....


Hidan, kawanku, dia sekelas dengan Dila. Mungkin dengan berhubungan dekat dengan Hidan, dia bisa membantu ku untuk bisa dekat dengan Dila.


..." Oy Der, sudah pulang lu? cepet banget sih sekolah lu pulang nya, jam segini udah di depan gerbang aje nih. " Tanya si Hidan sambil menghampiri ku....


..." Wah jelas dong, sekolah gua lebih enjoy dan. " Jawab ku sambil duduk di atas sepeda ku....


" Gila sih, lu pake pelet ya, tau ga, temen gua ada yang suka sama lu der, mana dua cewe lagi gila. Lu mau yang mana nih pilih aja katanya, ini gara-gara lu nungguin gua pulang mulu jadi ada yang nyantol. "


Wah emang bener sih, rejeki gakan kemana, cuma tiap hari pulang bareng Hidan, eh dapet dua cewe sekaligus, besar harap Dila adalah salah satunya.


..." Itu sama yang itu der yang pinggir kanan, mereka udah nanya-nanya ke gua tadi kontak lu, ga gua kasih dulu takutnya lu ga mau. " Sambil menunjuk-nunjuk teman cewe nya....


..." Waduh dan, kek nya gua ga suka dua-duanya nih, gua lagi suka sama yang itu. Yang rambutnya dikuncir. Gua tau itu namanya Dila kan? sampain salam yah dari gua. " Jawab ku dengan tertawa....


..." Yaelah, setau gua dia udah punya cowo der, dia pinter juga lu gimana? hahaha. "...


..." Masalah gua pinter atau ngga mah belakangan dan, udah pokoknya titipin salam aja yah buat dia. "...


Keesokan hari yang cukup cerah, menunggu sang pujaan pulang dengan indah liuk jalannya. Kemarau yang kelihatannya sangat terik pun, bukan jadi penghalang untukku menjumpai Dila, ternyata bener kata orang dewasa, cinta monyet itu memang benar adanya.


..." Der, aku udah bilang ke Dila. Dia emang udah ada yang punya, jadi maaf aja katanya. " Berkata Hidan dengan menyedot minuman yang digenggamnya....


..." Waduh, emang yang mana cowonya? "...


..." Ah gamau ah, tar lu ribut lagi sama dia. "...


Perasaan mulai gundah, sedikit kecewa, karena cewe yang diidam-idamkan ternyata sudah ada yang punya, bak ranting yang terinjak gajah yang berlari dari kejaran pemangsa. Sepatah itu hati yang ku punya.


..." Assalamu'alaikum....


...Der.. ini aku, Sheila. Temannya Hidan. "...


Pukul 7 malam aku langsung dapat SMS dari Sheila. Aku pun tak tau Sheila itu siapa, dia dapat nomor HP ku juga tak tau darimana. Usut punya usut, Hidan temanku menjual kontak ku ke temen - temen nya, emang sialan nih Hidan.


..." Waalaikumsalam, kenapa yah? "...


..." Der, kenapa kamu mau sama Dila? Dila itu sahabat aku, aku ga mau sahabat aku bakal sedih kalo seandainya nanti sama kamu. Jadi aku harus nanya dulu, emang kamu seserius apa nanti? "...


Tanpa ku menjawab pertanyaan Sheila terlebih dahulu, aku langsung memotong pertanyaan nya.


..." Sheila, boleh aku minta kontak Dila? "...


..." Aku ingin tau dulu kamu punya maksud seperti apa dengan Dila. Aku ga mau sahabat ku bakal sering bersedih ketika dia bersama cowo yang gak bisa dipercaya. "...


.......


.......


.......


.......


Apakah Sheila dapat mempercayai Derry?


Apakah Derry akan mendapatkan kontak Dila?


Kenapa Derry bisa putus sama Dila?


Sampai Jumpa Di Next Episode Yah.


...Happy Reading...