My Diary Is Our Diary

My Diary Is Our Diary
Karena kamu



..." Hati sulit menghadapi gejolaknya cinta yang tumbuh bertunas, membagi protein dan zat-zat bernutrisi untuk yang sedang tumbuh. Tetapi hati tidak punya indra penglihatan, sulit membedakan tunas ataupun benalu pepohonan. "...


Jutaan pasang bintang saling berlarian, bergandengan, bersama rembulan yang kerepotan menahan isak tangisnya atas kesendirian. Aku coba bujuk dia dengan mengulurkan tangan, memberikan kehangatan, seperti telur yang rindu dieramkan. Sudah yah, esok lusa aku yakin semua akan jauh lebih indah dari yang diharapkan.


..." Ga tau gua hen, di satu sisi gua masih sebegitu sayang sama Fany, di sisi lain gua mulai tumbuh rasa baru sama si Frisia ini. " Berkata ku....


..." Menurut gua, udah lu jangan kaya anak kecil lah bro, semua yang lu pengen, semua pengen lu milikin. Kita orang dewasa ga bisa seperti itu lagi, kita harus bisa berkomitmen dalam hal apapun. " Jawab Hendra....


..." Dah yuk, turun, sebentar lagi shubuh. " Tambah nya....


Mendengar perkataan Hendra, membuat ku sedikit berpikir, rasa bingung dan campur aduk kian menghantui. Apabila ku putuskan hubungan dengan Fany demi Frisia, rasanya aku harus memulai lagi dari awal, membangun lagi tembok kokoh, menempa lagi, aku pasti butuh waktu lama. Semesta, mengapa aku selalu dihadapkan dengan problema seperti dulu lagi.


Matahari yang cerah menyilaukan mata dari sela bilik jendela, membangunkan ku dari mimpi yang perlahan mulai sirna. Gaduh ayam bapak kost menguasai telinga ku. Sedikit mengganggu, mengusik hari libur kerja ku.


..." Sayang, bangun ya, udah siang loh " Tulis Fany via Whatsapp....


..." Iya sayang, sudah kok. " Balas ku....


..." Sayang, minggu depan aku pulang ke rumah, kamu bisa pulang ngga? Nanti kita bisa ketemu. " Tulis Fany....


Hubungan jarak jauh memang sangat-sangat melelahkan, untuk ketemu saja harus menunggu waktu lama, sekalinya sudah ketemu itu pun gak bertahan lama. Entah sampai kapan harus terus seperti ini, entah harus menunggu berapa lama untuk terus seperti ini. Entahlah.


..." Sayang, maaf yah, aku gak bisa. Jadwal kerja ku padat minggu depan. " Balas ku....


..." Oh kalau seperti itu, ya sudah. "...


Aku tau apa yang dipikirkan dia, aku tau apa yang dirasakan olehnya. Tapi harus bagaimana lagi, memang keadaan memaksa untuk berpisah terlebih dahulu, berjarak terlebih dahulu. Kenapa sih dalam kisah percintaan ku, selalu dihadapkan dengan masalah jarak dan pilihan.


..." Kak, besok aku satu shift sama kakak. " Tulis Frisia via instagram....


Kok Frisia bisa satu shift denganku? Sepertinya ada yang gak masuk kerja, Mona kah? Setau ku, dia bulan depan mau habis kontrak, ya mungkin dia mau menghabiskan sisa cutinya.


..." Emang ada yang gak masuk besok Fris? "...


..." Iya kak, katanya Kak mona cuti. "...


..." Oh ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya. "...


..." Oke Kak. "...


Sepertinya hatiku mulai bertunas, entah mengapa dengan sentuhan kecil dari Frisia membuatku sedikit goyah. Semesta, apa boleh aku ambil dua-duanya?


Esok hari pun tiba, aku sangat bersemangat untuk bekerja. Karena, hari ini aku bisa satu shift dengan Frisia. Tiap hari selalu melihat mona, rasanya sudah hambar. Mendengar ocehannya membuatku sedikit bosan, tapi walaupun begitu dia sangat baik terhadap ku. Maaf yah mona, aku lagi benar-benar butuh penyejuk baru.


(Bel Masuk)


..." Pagi kak Derry. " Sapa Frisia dengan senyumnya....


..." Eh Frisia, rajin amat dah. " Jawab ku....


..." Iya dong, kan udah lama ga ketemu kakak. Sibuk mulu sih. "...


..." Yah maklum, kita kan beda shift. Udah pindah aja shift nya, minta tukeran sama si Mona. "...


..." Lah emang bisa begitu yah Kak? Jangan deh, gak enak sama Kak mona. "...


..." Hehehe becanda kok, tar aku diamuk sama dia. "...


Setelah lama berbincang, aku dan Frisia mulai mengerjakan seperti hal biasanya. Kadang ketika ku mulai lelah, sesekali aku ambil istirahat sebentar untuk curi pandang ke dia. Akhirnya setelah sekian lama, ada penyejuk baru selain si mona yang cerewet itu.


(Bel Istirahat)


..." Mon, lu kenapa gak masuk? cuti? " Tulis ku via Whatsapp. ...


..." Iya lah, ngapain kerja mulu bentar lagi kan gua abis. " Balasnya. ...


..." Hahaha, udah lu yang lama aja ga masuknya. "...


..." Sembarangan lu, mentang-mentang ada yang baru lu ya. "...


..." Kak, aku boleh duduk di sini ga? " Tanyanya sambil membawa kotak makanan. ...


..." Oh iya, boleh deh, sini aja. " Jawab ku. ...


..." Gimana? udah bisa semua kan masalah kerjaan? "...


..." Udah dong, siapa dulu gurunya. Hehehe.. "...


..." Hahaha.. Kan aku mah ga ngapa-ngapain, kamu dulu kan sama si Mona. " ...


..." Eh iyaaa, waktu itu kakak so sibuk banget ya keliatan nya. " ...


..." Ya ampun dah, udah mondar mandir gitu masih dibilang so sibuk. " ...


..." Hihihihi.. " ...


(Bel Pulang)


Aku masih gak ngerti soal waktu, ada mitos apa di dalamnya. Ketika kita sedang merasa bahagia, mengapa berlalu begitu cepat. Pun sebaliknya, ketika kita sedang merasa bersedih, hari-hari terasa begitu lambat. Semesta, tolong tambah lagi pasir di jam mu, sepertinya itu terlalu sedikit.


..." Frisia, mau pulang bareng ga? " Tanyaku sambil jalan menuju parkiran. ...


..." Kayanya ngga dulu deh kak, aku mau dijemput soalnya. " ...


..." Dijemput siapa? Pacar? Ayah? "...


Setelah ku tanya oleh siapa dia akan dijemput, dia hanya membalas dengan senyuman. Aku mulai sedikit curiga, bahwa dia memang sudah memiliki kekasih. Tetapi logis juga sih, masa iya secantik dia gak ada yang mau dengannya.


..." Oh ya sudah, aku duluan ya. " Sambung ku. ...


..." Iya kak, hati-hati ya. " Sautnya dengan melambaikan tangannya. ...


Di perjalanan aku selalu memikirkan bagaimana jika Frisia sudah memiliki kekasih. Rasanya aku sedikit berdosa sebagaimana aku mengusik soal permasalahan hubungannya. Aku menyadari kalau aku salah jika memang dia sudah memiliki. Tetapi, mudah-mudahan ini hanya prasangka saja. Seandainya dia belum memiliki kekasih, toh aku harus ngapain? Haruskah aku untuk menjadikan dia yang kedua setelah Fany? Sayangnya aku tidak berbakat soal mendua, aku tau rasanya bagaimana diduakan. Semesta, aku sangat butuh jawaban.


Sesampainya di kosan, masih terpikirkan mengenainya. Aku heran, mengapa hal yang menyangkut dengan kebahagiaan ketika jatuh menjadi titik kebingungan membuat selalu terpikirkan. Sampai-sampai lupa untuk makan.


..." Kak, ini aku Frisia. Boleh kan aku kalau hubungi kakak lewat Whatsapp aja? " Tulisnya....


..." Eh Fris, iyah gapapa kok, sans aja. "...


..." Yeyyy... " ...


Mengapa yah Frisia terlihat kegirangan setelah ku mengizinkannya, lagian memang dia orangnya sangat ekspresif dari awal kenal juga.


..." Save nomor aku dong kak. " Tambahnya. ...


..." Iya.. Iya.. Aku save kok. "...


Setelah ku memutuskan untuk menyimpan nomornya, muncul gambar profil miliknya. Amat terkaget, ternyata apa yang selama ini mengganjal di perjalanan pulang itu benar. Lalu, bagaimana jika ini benar-benar terjadi? Semesta, sepertinya kamu harus menyudahi permainan ini.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


Apakah yang dilihat Derry dari profilnya Frisia?


Bagaimana kah sikap Derry selanjutnya?


Sampai Jumpa Di Next Episode Ya.


...Happy Reading...