My Diary Is Our Diary

My Diary Is Our Diary
Aku dan bunga mawar ditanganmu 2



..." Gemintang nya lintang menaungi pujangga menuju malam yang dingin, sunyi, berpangkuan setumpuk buku mungil. Panjat nya harap pada bintang yang lalu lalang berjatuhan, supaya hujan tetap turun dan tidak ada yang berharap reda sebelum dia selesai dengan tulisan nya. Semoga saja, dia tidak sakit karena hujan ku yang tak kunjung reda. " (Prolog)...


[FLASHBACK]


Musim gugur, dimana pepohonan rindang memilih untuk menjatuhkan daunnya sendiri tanpa meminta izin terhadap pemiliknya. Mereka tidak tahu kah? Ada hati yang benar merasa kehilangan, pamit pun tidak, kasih kabar pun nggak, lalu mau pulang lagi pun juga nggak tahu. Walaupun begitu, pepohonan ingin menjadi kan dirinya tumbuh, berkembang, bertambah indah supaya dapat merekam senyum seri dari bibir pemiliknya. Indah yah mereka?


Setiap ku buka ponselku, selalu saja teringat dia yang selalu mengabari ku, yang selalu bercerita tentang hari-hari, yang selalu meminta agar aku tetap dengan didalam panggilan meskipun dia tertidur, hem.. rumit ya kalau soal perasaan.


Sepertinya semua orang butuh tempat untuk berbagi, bercerita. Sepertinya juga semua orang butuh tempat dimana dia berbicara selalu didengarkan, diperhatikan. Mungkin saat ini, sepertinya aku butuh.


Putusnya jembatan menuju muara kasih, yang memungkinkan aku tidak bisa lagi menjadi kekasihnya. Setelah tersadar, untuk tidak lagi mau maju meskipun dekat tujuan. Aku memilih putar arah mengikuti arah mata angin yang bertiup kencang menghembus layar perahu nelayan. Aku yakin, setelah badai di depan akan ada seseorang yang dapat menjadi tempat ku pulang.


..." Ran, bagi kontak Fany dong hehehehe, boleh ngga? " Tulis ku via SMS....


Ranti, teman kelas ku dulu sewaktu duduk di kelas 2 SMP. Aku lumayan dekat dengannya, hanya sebatas teman akrab yang sering ku pinjami pulpen. Emang, selain dia baik, enak diajak ngobrol, dia itu seperti pabrik pulpen, setiap ku lupa membawa pulpen, dia langsung meminjamkan nya. Semoga hal-hal baik menyertaimu ran.


..." Wah derry, kalo ini aku gak bisa bantu nih, aku harus izin dulu sama dia lah. " Balas Ranti....


..." Kan satu kelas juga, masa harus izin dulu. "...


..." Iyah, gak enak aku soalnya. Bentar aku kabarin dia dulu. " Balas Ranti....


Sambil menunggu Ranti menghubungi Fany, aku bertanya lagi pada diri sendiri. Derry kamu yakin?


Derry, kamu sudah selesai dengan masa lalumu?


Derry, jangan begitu, kasihan Fany, dia tidak tahu apa-apa tapi ikut merasakan kesakitan yang kamu alami, kamu yakin?


Keraguan mulai melintas di benakku. Kalau begini ceritanya, aku jahat dong ke Fany? Tapi aku tidak bermaksud untuk menyakiti Fany, aku hanya ingin sembuh. Lalu, harus seperti apa kalau tidak seperti ini caranya? Kamu juga jahat, semesta. Kamu kasih pertanyaan yang tidak kamu tunjukkan jawaban yang sebenarnya.


..." Derry, ini kata Fany kontaknya buat apa katanya? " Tulis Ranti....


..." Waduh, hahahah. Bilang aja buat nanya tugas kok."...


..." Hahaha parah kamu Derry, kalo berani sana minta sendiri lah ke orangnya. "...


..." Yaudah, sini kontaknya, tar aku bilang sendiri. "...


..." Dih, sama aja boong. "...


..." Ayolah ran, usahain, bantulah kawanmu ini, hahaha. " Berkata ku merayu Ranti....


..." Yaudah, Iyah, bentar ya. "...


Semoga saja, Ranti bisa membujuk dia. Semoga saja, hal-hal indah menunggu di depan sana. Semoga yah, semoga.


..." Nih, kontak Fany. Kata dia, jangan kasih ke orang lain yah. Dia gak mau kalau sampai kontaknya tersebar. " Tulis Fany....


..." Wihhh, mantap banget Ranti. Siap lah itu mah, pokoknya aman kalo sama aku mah. " Balas ku....


Setelah ku mendapatkan kontak Fany, aku merasa semakin risau, apakah aku benar-benar ingin mendekati Fany? Apakah aku akan serius dengan Fany? Tapi kalo aku ingin maju, berkembang, aku harus mencari perempuan yang lebih dari ku. Karena aku gak mau, aku merasa tidak percaya diri, ketika aku nanti sebagai kepala keluarga hanya menjadi pengurus rumah tangga dan kebun saja.


..." Malam Fany, ini Derry. Tetangga bangkumu. " Tulis ku via SMS....


..." Iyah Derry, kenapa? " Balasnya....


..." Oh itu, iya gapapa. Lagian kamu kenapa gak minta ke aku langsung Derry. "...


..." Aku merasa kurang percaya diri fan, aku takut kamu menolak nya. Maaf yah. Sepertinya kamu orang nya cuek banget. "...


..." Oh Iyah, emang mau nanyain tugas apa? Ranti bilang ke aku, katanya kamu minta kontak ku buat nanyain soal tugas. " Tanya Fany....


..." Oh itu fan, hehehe. Sebenarnya itu cuma siasat aja fan, hehehe. Maksud sebenarnya, cuma pengen kenal lebih dekat aja sama kamu, boleh ngga? "...


..." Hemmm, maaf yah Derry. Aku gak bisa. Aku gak mau pacaran dulu untuk saat ini. "...


Belum apa-apa sudah dikasih pagar, belum apa-apa sudah dikasih pembatasan. Bagaimana nih kalo sudah seperti ini? Mau terus maju berjuang atau mundur perlahan-lahan.


..." Aku nggak bermaksud ke sana kok fan, hehehe.. " Balas ku....


..." Maaf yah Derry, aku nggak ada waktu buat terus membalas SMS mu. "...


Sesering ini hati patah, tumbuh, patah lagi, tumbuh lagi. Lalu harus seperti bagaimana supaya baik-baik saja? Sudah tau kalau soal cinta-mencitai itu sakit. Tapi, lebih sakit bila tidak memiliki cinta. Terasa hampa, kosong, hening, tanpa ada memikirkan untuk cemburu, curiga, entah apapun itu. Mungkin beberapa orang bisa bertahan dalam kondisi kesendirian nya, mungkin seperti nya aku bukan salah satunya. Ya sudah, emang masih banyak lagi yang harus di-ya mau bagaimana lagi-in. Jadi, nggak usah sepenuhnya dilimpahkan semua untuk soal seperti ini.


(Bel masuk)


..." Bro, lu beneran mau deketin si Fany? Lu ngga tau kah? Dia lagi di deketin sama si Fandi, itu anak OSIS kesayangan guru. Gua tau dari dulu sebenarnya, cuma gua keep dulu, mau mastiin kamu masih mau ngga gitu sama Fany? " Berkata Tio sambil merangkul ku....


Tio ya, dia teman ku, teman kelas waktu kelas satu SMP, beruntung nya aku bisa kembali satu kelas lagi di kelas tiga ini. Dia kocak sama kaya andre, tak heran, dengan background kami yang suka becanda, kami kemana-mana selalu bersama.


..." Ah, yang bener lu yo? Gua tau lu suka becanda, jangan gini lah. " Jawab ku....


..." Hahahaha, apapun yang gua sama andre omongin, gak pernah lu percaya, walaupun gua gini-gini juga, gua masih perhatian sama sokib gua. " Berkata Tio....


..." Aidahh, lebay amat, hahahahaha.. " Jawab ku dengan tertawa....


..." Tapi, kalo iya emang bener kenyataan nya begitu, gilak banget ya, gua saingan sama anak OSIS, murid kebanggaan guru, ketua organisasi, termasuk ranking 10 besar untuk satu sekolah. Wah, wah, wah, kalo kaya gini ga tau gua nih yo. " Tambah ku....


..." Ya.. ya... ya.. temen gua cemen banget, baru segitu doang udah mau nyerah, hahaha.. " Balas Tio sambil menertawakan ku....


..." Tapi coba lu pastiin dulu deh, tanyain ke Fany bener atau ngga nya, apapun yang terjadi gua tetep di belakang lu sob. " Tambah nya....


Keadaan semakin tidak kondusif, semakin gaduh, ricuh di belahan dada ini. Entah apa yang dipikirkan oleh pujangga saat terpojok kenyataan? Apakah dia selalu menulis nya dalam buku mungilnya? Sungguh membosankan sekali hidupnya. Tapi mungkin dengan seperti itu dia dapat menceritakan bagaimana bahagianya hidup dengan dan tanpa pendamping itu sama saja. Tapi ini cuma bualan bukan? Selepas itu hanya kata indah yang hanya ada di buku dongeng Cinderella.


.......


.......


.......


.......


Benarkah Fany dan Fandi ada kedekatan?


Bagaimana perasaan Derry ketika mengetahui hal yang sebenarnya nanti?


Sampai Jumpa Di Next Episode Ya.


...Happy Reading...