
..." Besi baja yang kokoh hasil tempaan sang pakarnya, biji-bijian tumbuh dengan terpaan derasnya hujan, anak burung elang riak meminta tolong dari kencangnya angin sebelum jadi pemimpin. Semua pernah lemah, pernah tidak bisa apa-apa sebelum menjadi yang benar-benar istimewa. Semesta, aku harap kamu cepat berpihak kepada pujangga. " (Prolog)...
[FLASHBACK]
Fajar mulai muncul di ufuk bagian timur, ulat-ulat kecil mulai berdansa ria dengan dedaunan muda. Entah, entah, entah mengapa mereka bisa bahagia. Aku tak menyangka, benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang berubah menjadi tempat pertaruhan perasaan? Kali ini semoga saja kau benar.
Sudah sejak malam itu aku menjadi orang yang tak memiliki rumah. Sudah sejak malam itu aku merasa tidur di halaman depan. Entah mengapa aku mulai merasa kehilangan sosok yang benar-benar menganggap ku sebagai bagian dari kehidupan.
Aku mencoba membuka ponsel ku, dua hari setelah aku putus dengan dila, aku benar-benar seperti diteror oleh sahabat-sahabatnya, tak lain dan tak bukan salah satunya si sheila. Dia menelfon ku berkali-kali, membujuk ku sedemikian rupa, berkata "kamu udah cocok dengan dila kenapa harus udahan", lagi - lagi aku menjawab tak bisa. Hampir setiap hari dila menghubungi ku, mencoba berusaha agar bisa kembali bersama. Kali ini sungguh tidak bisa, kau timpakan gunung ke punggung ku pun tidak apa-apa. Serumit itu kalau soal kepercayaan.
Aku mulai menghapus semua foto dila di galeri ku, menghapus semua gambar tentang ku dengannya di Facebook ku. Aku yakin, dengan cara seperti ini aku bisa melupakan dila. Aku yakin, dengan cara seperti ini aku bisa sembuh, pulih seperti sediakala.
Mentari yang terik, menembus kain putih seragam sekolah ku, bel pulang adalah suara paling merdu yang pernah ada di sekolah.
..." Bro, sorry nih kalo gua lancang, lu udah gak sama dila lagi? " Berkata Andre sepulang sekolah....
..." Hahaha, gak papa kali ndre, lu kan sahabat gua, ya mungkin lu juga harus tau. " Jawabku....
" Kenapa bro? Gak bisa diselesaikan baik-baik kah? "
..." Udah dua minggu lalu ndre, gua putusin dila, gua udah capek ndre, ya mungkin dila masih belum puas dengan apa yang ada di gua sekarang, mungkin itu salah satu alasan dia mau sama dodi. "...
..." Ya udah bro, lagian tampang lu gak jelek-jelek amat, pinter lagi, tenang aja cewe mah banyak, kan masih ada Fany yah gak? " Jawab Andre sambil menepuk perut ku....
..." Aahhhhh, kenapa harus perut yang lu tepuk sih? " Jawabku sambil memegang perutku....
..." Hahaha yaelah gitu doang, ya udah tuh Fany lagi jalan mau ke gerbang, udah sana anterin pulang napa. " Berkata Andre sambil menunjuk ke gerbang sekolah....
..." Wah, Gak bisa gua ndre, nanti gua dikira putus sama dila gara-gara Fany lagi. Ogah ah, gak mau. "...
..." Ya ampun, udah sih, yang udah udah, toh dila mungkin bahagia sama dia, kamu juga berhak bahagia dong, masa lu cemen gini. " Berkata Andre sambil menepuk pundak ku....
..." Kalo lu gak mau, biar gua yang anterin Fany pulang gimana? " Tambah nya....
..." Lah, ya udah sono anterin lah, hahaha. " Jawabku dengan ketawa....
Tanpa berlama-lama, aku pun mulai berhenti berjalan, Andre berlari menuju parkiran untuk mengambil sepeda motor miliknya, aku hanya melihat dari kejauhan. Aku melihat Andre mulai menghampiri Fany, mereka mulai berbincang sedikit percakapan, entah apa yang mereka bicarakan tiba-tiba Andre menunjuk ke arah ku. Aku gak tau apa yang dimaksud Andre menunjuk ke arah ku, lalu disusul dengan gerakan Fany yang seperti menganggukkan kepala.
..." Woyyy, Derry.. sini buruan..!! " Teriak Andre sambil melambaikan tangannya ke arah ku....
..." Lah si Andre kenapa memanggil aku yah? Katanya dia mau nganterin itu cewe. " Berkata ku dalam hati....
..." Woy, sini cepet.. " Tambahnya....
Seketika aku langsung bergegas untuk menghampiri andre dan Fany di depan gerbang.
..." Wey, kenapa ndre? " Tanyaku kepada Andre....
..." Eh ada Fany? mau pulang nih? Buru-buru amat. " Sapa ku ke Fany....
..." Bro, dia gak mau dianter pulang sama gua, maunya sama elu katanya. Tanya aja orangnya. " Jawab Andre....
..." Eh Derry, iya nih, aku mau pulang. " Jawab Fany sambil tersenyum....
..." Eh engga, engga, engga Derry. Dia bohong, aku gak bilang gitu tadi. " Tambah Fany sambil menepuk punggung Andre....
..." Hahahaha, tuh kan mulai salting nih. " Saut Andre....
Paras nya yang terkesan lembut nan anggun, menawan nan berkharisma, membuat beribu pasang mata pun terkesima.
..." Woy, malah bengong, udah sono pake motor gua dulu nih anterin tuh. " Berkata Andre sambil menekan klakson motornya....
..." Ah gak bisa gua ndre, masih belum bisa. Gua gak mau buru-buru nyari pacar lagi. Gua gak mau pacar gua yang baru nanti merasakan pahitnya masa lalu yang gua punya. Jadi, kalo gua udah bener-bener kelar urusan ini, baru gua mulai cari penyemangat lagi. "...
..." Yaelah, payah banget. " Jawab Andre....
Tak lama ku berdebat dengan andre, angkot yang dituju Fany pun mulai datang, ku lihat dari kejauhan Fany mulai masuk dalam mobilnya, sedang Andre membujuk ku agar menyusul Fany untuk mengantarnya sampai ke rumahnya, namun ku masih tetap kokoh untuk menolaknya.
..." Aduh, lagi-lagi lu menyia-nyiakan kesempatan, dia udah kaya berharap buat di deketin sama lu itu Derry, kamu coba peka napa. " Berkata Andre....
..." Ah, gak gitu juga kali, Fany kan orang nya rajin, pinter, mana cantik lagi. Lah, gua kan gini, bergaul aja sama lu lu pada, gaya slengean, amburadul gitu lah hidup gua. "...
..." Nah, justru itu, kalo lu mau berubah jadi lebih baik, lu nyari yang lebih dari lu bro, biar lu termotivasi buat jadi seperti dia. "...
..." Hahahahah, bisa aja lu ndre, nanti kalo gua udah baik, yang ada gua gak akan se tongkrongan lagi sama lu. " Jawab ku dengan tertawa....
..." Berarti, fix ya, lu sama Fany nih? " Berkata Andre....
..." Lah kok, jadi begini sih.. ya gak.. "...
Belum selesai ku bicara, Andre langsung menyela.
" Udah, ngaku aja, udah keliatan kali itu, hahahaha. "
..." Hahahahahaha, sialan lu ndre, udah lah gua mau ambil motor terus cabut gua. " Berkata ku sambil berjalan menuju parkiran....
" Jangan lupa pajak jadian nya bro. " Teriak Andre.
Setelah hati ini dihancurkan dengan begitu hebatnya, seperti nya sudah mulai menemukan pemahat nya. Setelah hati ini diracuni dengan begitu hebatnya, seperti nya sudah mulai menemukan penawar nya. Apa mungkin ini mawar yang selama ini aku cari?
Seiring berjalan waktu, semakin bertambah nya hari, musim ke musim berganti, seharusnya aku bisa dekat dengan Fany, tapi ini tidak. Aneh kan? Semua orang pasti, ketika di dalam suatu kelas, bertambah nya hari, pasti akan bisa dekat dengan teman kelasnya. Sepertinya aku bisa dekat dengan semua teman kelas ku, kecuali Fany. Dari semua teman-teman ku, hanya aku, hanya aku yang tidak diajak mengobrol sama sekali olehnya. Aku pun heran, kok Fany akrab dengan teman ku tapi tidak dengan ku? Bicara dengan ku pun itu sebatas untuk menagih uang tabungan harian, selebihnya cuma sebatas tetangga bangku saja.
Adakah yang tau apa maksud dia seperti itu? Adakah yang tau mengapa hanya aku yang tidak akrab dengannya? Jangan begitu dong, kenapa kamu masih merahasiakan ini kepadaku, semesta?
Semesta..? Dengar tidak..?
.......
.......
.......
.......
Bagaimana hubungan Derry dan Fany?
Mengapa Derry gak bisa akrab dengan Fany?
Sampai Jumpa Di Next Episode Yah.
...Happy Reading...