
..." Berpisah itu mudah, tapi setelahnya itu yang sulit. Seperti ombak dan pantai, yang mengusahakan rindu selalu terdampar di pinggiran, selalu dan dengan kesengajaan. "...
Berkumpul dalam suatu ranah kekeluargaan, sudah semestinya saling memeluk erat, sudah semestinya saling menjaga. Kepergian senja tiap sore bukan dengan tanpa alasan, melainkan berbagai macam makna yang memang ia harus pertanggung jawabkan. Pergi pun bukan soal pilihan, terkadang memang itu yang harus kamu lakukan. Dari telur menuju ulat kecil, dari ulat kecil menuju ulat dewasa, dari ulat dewasa menuju kepompong, dari kepompong menuju kupu-kupu, itu merupakan suatu proses kepergian yang harus dilewatkan, bukan suatu pilihan.
Pagi hari ini adalah 2 hari menuju perpisahan antara kami dan Mona. Kantung mata ku sampai terlihat jelas, memusingkan untuk merencanakan kejutan seperti apa untuk Mona semalam. Setelah dapat kabar dari Teh Laura kemarin sore seperti itu, aku mulai mengenang masa-masa indah dulu sewaktu aku masih di-training sama si Mona.
[FLASHBACK]
Mentari yang cerah menyambut seseorang yang baru saja tamat sekolahnya, memakai seragam hitam putih layaknya sang pencari kerja. Belum apa-apa aku sudah diledek olehnya.
Aku datang dengan kebebasan, tanpa ada apapun yang terikat dalam kehidupan kecuali sekolahan. Aku sekarang bebas, aku lepas. Tapi aku curiga, mengapa guru-guru di sekolah malah menyambut "Selamat datang di dunia sesungguhnya", aku masih belum mengerti, harusnya kata yang tepat adalah "Sampai jumpa". Entahlah, memang sulit memahami guru-guru yang berbahasa tinggi.
Aku datang pagi-pagi ke sebuah perusahaan, aku berjalan dengan percaya diri.
..." Selamat pagi Pak Derry, Saya Andri yang akan menjadi leader bapak disini. " Berkata Pak Andri dengan mengajak ku bersalaman....
..." Selamat pagi juga Pak Andri, senang bertemu dengan bapak. " Jawab ku dengan menyambut tangannya untuk bersalaman....
Setelah lama berbincang mengenai hal-hal yang harus aku lakukan nanti, Pak Andri langsung memanggil seseorang.
..." Mon... Mona... Kesini dulu sebentar. " Seru Pak Andri....
Tak lama kemudian, mona datang masuk ke dalam ruangan.
Tok.. tok.. tok.. (Ketok pintu)
..." Iya Pak, ada apa yah? " Berkata Mona....
..." Derry, kenalin, ini Mona. Mulai hari ini sampai seminggu ke depan, kamu belajar dulu sama dia. Oke? " Berkata Pak Andri....
Setelah Pak Andri berhenti berkata, aku dan mona reflek untuk saling melihat. Aku hanya melempar senyum untuknya, pun dia sebaliknya.
..." Baik Pak. " Jawab ku....
..." Oke, kalau begitu. Mona silahkan boleh melanjutkan kembali aktivitas nya. " Berkata Pak Andri....
..." Baik Pak. Terimakasih. " Jawab Mona lalu pergi meninggalkan ruangan....
Setelah pertama kali aku melihat Mona, mengapa first impressions aku sangat buruk ya kepadanya. Dia itu seperti perempuan yang cuek, jutek, judes apalah yang kaya gitu-gitu ada di dalamnya. Aku jadi takut dengannya. Tapi, semoga saja ini hanya perkara dugaan saja.
Setelah Mona meninggalkan ruangan, aku melanjutkan bimbingan dengan Pak Andri. Aku dan Pak Andri berkeliling ke area perusahaan sambil memperkenalkan apa aja yang ada di perusahaan ini. Syukurlah, hari pertama ku masuk dalam dunia kerja, okelah, aku masih happy, aku masih merasa bangga atas apa yang aku perjuangkan selama ini.
Esok hari pun tiba, aku masih dengan perasaan yang sama, masih positif thinking untuk hal-hal yang akan terjadi kedepannya.
Sesampainya di depan perusahaan, aku langsung bergegas menuju ruangan ku untuk bertemu Pak Andri. Aku berlari, karena sebentar lagi pukul 07:00 menginjaki. Sial sekali, hal yang tidak ku sukai dalam olahraga ialah lari, maksudnya, lari pagi sebelum bel pukul 07:00 berbunyi.
..." Pak Andri, maaf saya sedikit terlambat. Saya masih belum memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk saya sampai di sini. " Berkata ku dengan keringat lari di dahi....
..." Waduhhh.. Habis lari nih Pak Derry, sudah ngga apa-apa, lagian jalanan depan ini macet kalo misalnya kita berangkat 30 menit sebelum masuk kerja. Lain kali lebih awal ya, oke? " Berkata Pak Andri sambil menepuk pundak ku....
Untungnya Pak Andri baik orang nya, hari ini aku masih aman, tapi dengan sisa napas yang kerepotan.
..." Oke Pak, siap laksanakan. " Berkata ku sambil memberi gerakan hormat kepadanya....
..." Oh iya, Mona sudah nungguin dari tadi tuh. Semoga betah ya disini. " Ucap Pak Andri....
..." Siap Pak. "...
Setelah Pak Andri mempersilahkan ku meninggalkan ruanganya, aku langsung menemui Mona di area kerja.
(Suara deru mesin)
..." Permisi Kak, Saya Derry, Karyawan baru di sini. Maaf mengganggu waktu kakak sebelumnya. " Berkata ku....
Aku pun duduk di depan mesin pengisi minuman ini, aku masih gak tau aku harus bagaimana, aku hanya melihat Mona dari jauh yang sedang bercakap dengan operator mesinnya.
Tak lama dari itu, Mona langsung melihat ke arah ku, ia langsung mengambil beberapa produk minuman yang sudah dikemas, ia berjalan dari jauh mendekat ke arah ku.
..." Nih, minum dulu. Kamu haus kan? " Berkata Mona dengan menyodorkan minuman....
..." Oh iya kak, makasih yah. " Jawabku sambil menerima nya....
..." Oh iya, kenalin, gua Mona. Sebelumnya sorry ya kalo dalam bahasa gua pake 'gua atau lu', mungkin kesannya agak aneh. "...
..." Gak apa-apa kok kak, hehe santai aja. "...
Emang nih cewek kayaknya galak banget sih, sejauh ini aku melihatnya seperti itu. Sampai-sampai terlintas terfikir untuk jangan sampai membuat kesalahan ketika sedang bersamanya. Apalah aku ini, seperti laki-laki yang hilang jati diri.
..." Berhubung di sini berisik, mending kita ngobrol di ruang laboratorium kita aja. " Berkata Mona....
Setelah ku mendengar kata 'laboratorium' ini, seketika aku teringat masa-masa sekolah. Yang dimana, semua orang tekun dalam hal ketelitiannya.
Sesampainya di ruang laboratorium, ternyata ada dua karyawan wanita lagi yang belum saya lihat sebelumnya.
..." Teh, ini ada anak baru. " Berkata Mona....
..." Nah, derry, ini ada Teh Laura sama Teh dian. Ya mungkin kamu ini bakal menjadi tim bersama kita nanti. " Tambah Mona....
..." Oh ini yang baru itu. " Berkata Teh Laura dengan senyum....
..." Oh cowok yah, emang nih Pak Andri tau ajah. Hahaha.. " Tambah Teh Dian....
..." Derry, Teh Laura dia udah lama kerja disini, jadi kalo misalnya mau nanya tentang sesuatu juga bisa tanya ke dia ya, jangan malu-malu. " Berkata Mona....
..." Saya Derry. " Sambil menyodorkan tanganku ke Teh Laura....
..." Oh iya, Saya Laura. Jangan malu-malu ya, kita mah aman kok hahaha. " Jawab Teh Laura sambil tertawa....
..." Derry. " Sambil menyodorkan tanganku ke Teh Dian....
..." Dian. " Jawab Teh Dian sambil menyambut tanganku....
Hari pertama ku bersama mereka memiliki kesan yang manis, saling memperkenalkan diri, saling menunjukkan kesukaan masing-masing, saling berbicara banyak mengenai pribadi masing-masing.
Rasa senang ku waktu itu seperti bandung dikala malam, dingin yang selalu ingin ku peluk.
.......
.......
.......
.......
Bagaimana keseruan mereka selanjutnya?
Bagaimana perasaan Derry kepada Mona?
Sampai Jumpa Di Next Episode Ya.
Tetap support karya-karya indah ini, supaya authornya rajin upload ya guys. Janji, Gak akan PHP hehehe
...Happy Reading...