My Diary Is Our Diary

My Diary Is Our Diary
Aku takut terperangkap masa lalu 3



..." Seperti Kincir angin yang berputar membutuhkan angin. Seperti kapal yang berlayar membutuhkan angin. Seperti layang-layang yang terbang membutuhkan kamu wahai pencipta angin. Beranggapan kamu hanya perlu peredam, bukan pemadam. Menatap langit yang indah nan berawan, bukan pecahan. Aku takut, aku takut, aku takut terperangkap masa lalu. Semesta, tolong aku sangat takut. " ( Prolog )...


[ FLASHBACK ]


Mengapa kesungguhan selalu dipertanyakan? Ada kah yang salah? Apakah seluruh makhluk di muka bumi ini tidak percaya akan kesungguhan hati? Harusnya mereka mengerti, harusnya mereka memahami, hati yang tak bisa berbicara dan tak bisa mendengar tetapi bisa mengerti dan memahami. Mengapa mereka selalu tidak menggunakan hati? Walaupun begitu, mereka terlalu berhati-hati.


..." Sheila, apa untungnya kamu menanyakan ini kepada ku? Sampai-sampai kamu rela membayar Hidan demi menghubungi ku. " Balas kuku....


..." Derry, asal kamu tau, aku sama Dila sudah bersahabat lama. Aku tau ini bakal mencampuri urusan pribadi Dila, tapi aku ga tega Dila tiap hari sedih gara-gara pacarnya. Aku ga mau. "...


..." Ya sudah, kalo gitu kamu perlu bukti apa biar kamu percaya sama aku? "...


Setelah berbincang lama dengan Sheila, akhirnya Sheila mempercayai ku. Malam itu begitu tenang, malam itu begitu sunyi, gembira nya aku sampai membangunkan bulan dan bintang yang sedang tidur di pos ronda.


..." Bulan.. Bintang.. Mengapa kau tidur lebih awal? Bangun dan temani aku yang sedang bahagia ini. Aku punya cerita hebat yang harus kamu tau, bahwa aku benar-benar bisa mendapatkan Dila. Kamu setuju kan? Kamu merestui kan? " Teriak ku di depan rumah....


..." Woy acil, ngapain teriak-teriak? anak gua bangun nih? " Saut Mang Ujang, tetangga rumahku....


..." Eh iya mang maap. " Jawab ku sambil bergegas masuk rumah....


Esok hari pun tiba, rimbun pohon belimbing mewarnai jalanan menuju sekolah ku, riang hati ku punya saat itu. Ku kayuh sepeda ku, dengan sepatu kusut, dekil, dan bercampur dengan tanah pedesaan. Lalu lalang ibu-ibu menggendong bayinya depan halaman, ayam-ayam kecil bertebaran menyebrangi jalanan.


...( Gubrakkkkkkkkk.... )...


..." Ayam sialan.. !!! " Keluh ku....


Selalu saja, ketika melewati rumah Pak RT, induk ayam selalu saja mencari-cari masalah, goyah bersepeda ku karena induk ayam tiba tiba loncat di depan stir sepeda. Sampai aku bosan untuk mengeluh karena hal itu.


Hari itu ku lewati dengan perasaan suka, tanpa di reka-reka. Seperti rerumputan yang menyambut hari indah di musim penghujan, sorak sorai mereka pun bising terdengar.


( Bel pulang )


Aku langsung bergegas pulang, ingin cepat-cepat menghubungi Dila, ingin cepat-cepat kasih tau bahwa aku sebenarnya sudah sangat ingin bersungguh-sungguh dengannya. Tanpa mampir ke sekolah nya, tanpa menunggu Hidan pulang, aku langsung pulang dan menyiapkan beberapa lagu kesukaan.


..." Assalamu'alaikum Dila. " Pesan ku lewat sms....


..." Waalaikumsalam, maaf ini siapa yah? " Balasnya....


..." Aku Derry, temannya Hidan. Yang suka ada di depan gerbang sekolahmu. "...


..." Maaf yah, aku lagi sibuk. "...


..." Wah dia cuek banget yah ternyata, irit banget buat ngomong, apa harus ku belikan dia pulsa? Sebenarnya aku pengen memastikan saja, bahwa emang dia sudah punya pacar atau belum. " berkata ku dalam hati....


..." Dila, boleh kita berkenalan? " Tambah ku....


..." Maaf yah, aku sudah ada yang punya jadi plis banget ini mah ga usah hubungi aku lagi. " Balasnya....


Yah gimana dong, mamah, baru kali ini anakmu patah hati, baru kali ini anakmu sedih soal hati. Yang dulu terluka karena mainan ga ada, sekarang terluka karena yang diingin sudah ada yang punya.


Berlanjut sampai setelah Ujian Nasional sekolah dasar. Ku coba hubungi dia, tetap, dia tidak membalas pesan ku. Tiap hari aku kirim pesan untuknya, " Dila, apakah kamu sedang tidak sibuk? " Tak ada satupun balasan yang indah untuk dibaca, tak mungkin bila tiap-tiap insan laki-laki diciptakan untuk mengemis soal cinta, aku berhenti bukan berarti menyerah, tapi beristirahat, agar bisa berlari mengejar lebih cepat.


Berbagai cara sudah dilakukan, dari mulai menghubungi lewat sms sampai menghampiri nya secara langsung. Hasilnya sudah tertulis di atas kertas, bahwa dia sudah gak bisa lagi menjadi kekasih dari seorang pujangga. Mencari jawab lewat jalur sahabat, menanyakan bagaimana agar bisa mendapatkan hatinya adalah mungkin cara yang tepat. Sheila, benar, sheila mungkin bisa membantu ku dalam hal ini.


Tiap hari ku hubungi sheila, menanyakan apa hal yang harus ku lakukan hari ini untuk Dila. Semuanya berjalan dengan amat sangat tepat, semua sesuai prediksi sheila. Dan ternyata, setelah aku berhubungan dekat dengan sheila, aku kaget sekaget-kagetnya, ternyata selama ini Dila itu sebenarnya belum punya pacar. Laki-laki yang diagung-agungkan oleh Dila ternyata hanya sekedar mengaguminya. Entahlah, mengapa Dila sampai menganggap bahwa ia memiliki nya.


Beberapa bulan terakhir ini, Dila mulai merespon baik sms ku. Dia mulai terbuka, mulai berani, mulai menunjukkan diri bahwa dia sebenarnya masih belum punya pacar. Dengan keadaan seperti ini aku mulai memberanikan diri, mulai mengajak Dila bertemu di sebuah saung sisi sawah.


Dengan sepoy angin mengoyak rambutnya, dengan segerombolan capung menyinggahi tanaman padi, hujan pun perlahan mulai turun, masih sangat amat nyaman sampai aku coba katakan,


..." Hah? Maksud kamu? Kamu mau kita berdua pacaran? " Berkata nya dengan tarikan senyum di bibirnya....


..." Ii-iiya mungkin bisa dibilang seperti itu. " Jawab ku sambil menundukkan kepala ku....


..." Terus, kalo aku jawab iya mau, kamu bakal gimana? " Jawabnya sambil tertawa kecil dan mencondongkan wajahnya....


..." Kalo kamu jawab iya mau.... Ihhh jangan deket-deket mukanya yah "...


..." Hihihihi.. Oke, jadi.. ? "...


..." Kita jadian kan? " tegasku....


Hujan perlahan mulai sedikit reda, ricuh katak saling saut dalam ocehannya, burung pipit dan gereja tak mau kalah, deru air mengaliri irigasi sawah ladang petani, sisa-sisa hujan menciptakan suatu dinamika suhu yang cukup mendinginkan. Dalam diamnya perhentian obrolan, Dila memeluk ku dan berkata,


..." Derry, aku mau kita jadi pasangan. "...


Pernah tersetrum listrik? Pernah tertidur pulas karena memeluk guling? Pernah makan gulai daging sapi? Pernah jatuh dari sepeda? Pernah makan pedas sampai kepedesan? Pernah? Pernah ga?


Maksudku, se ambigu itu perasaan ku saat Dila mengatakan nya. Aku ga tau, aku harus sedih atau senang. Aku rasa ini yang namanya perjuangan. Jujur, ini adalah rasa yang paling nyaman yang pernah aku punya selama lahir di dunia.


Hari-hari demi hari telah lewat, Bulan demi bulan telah beranjak, hingga tiba saat kita mulai naik tingkat ke Sekolah Menengah Pertama. Dengan kecerdasan yang aku punya, dengan keberuntungan yang belum memihak, aku pun terpisah sekolah dengan Dila, sebenarnya aku sedikit khawatir akan perpisahan ini, tapi mau bagaimana lagi. Dan akhirnya, aku dan Dila berhasil melewati segala hal rintangan dan ujian dalam soal percintaan.


***


..." Nah der, lu kenapa ga sama Dila aja sih? Gua tau Dila orangnya gimana kok, kan dulu satu sekolahan sama gua der, cuma ya beda kelas doang. " Berkata Hendra sambil menepuk bahu ku....


..." Untuk itu, gua ga tau hen, gua rasa kayanya kita berdua ga bisa diterusin lagi. Gua udah ga tahan hen. " Jawab ku sambil menggelengkan kepala....


..." Btw, lu bisa sih dapet cewe yang oke-oke mulu der, ajarin gua lah ngapa, hahaha.. " Jawabnya sambil tertawa....


..." Wah kalo gitu gua juga ga tau hen kenapa mereka mau sama gua, hahahah.. "...


..." Jadi? Kok lu bisa berani putusin Dila sih? Lu melek ngapa bro, Dila segitu cantiknya lu putusin dia. Asal lu tau yah, dulu pas di sekolahan banyak yang deketin dia der, lu beruntung masuknya kalo gitu. " Jawabnya sambil menghisap rokoknya....


..." Lah terus abis putus sama Dila, lu langsung sama Fany bukan? " Tambah nya....


Mendengar perkataan Hendra sedikit mengingat kan ku tentang Dila, memang dulu seberuntung itu aku memiliki dia. Banyak laki-laki mendamba-dambakan Dila, tak sedikit laki-laki yang ia tolak demi mempertahankan hubungan agar tetap terjaga. Tapi, aku benar-benar gak bisa, benar-benar gak ada jalan keluar nya, gak ada yang dapat menyelesaikan permasalahan aku dan dila selain dari kata pisah.


..." Iya hen, dulu itu.. gua gak bisa lanjutin dengan si Dila gara-gara dia.. Ah gua males nginget-ngingetnya hen. " Jawab ku sambil memporak-porandakan rambut ku....


.......


.......


.......


.......


Mengapa Derry memutuskan hubungannya dengan Dila?


Mengapa setelah putus dengan Dila kemudian memilih Fany ?


Bagaimana hubungan Derry dan Fany ke depan nya?


Sampai Jumpa Di Next Episode Yah.


...Happy Reading...